NovelToon NovelToon
Beauty And The Boss

Beauty And The Boss

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:53.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dhea Novita

Bercerita tentang seorang gadis dari sebuah Desa di mana dulu Vegas tinggal bersama kakaknya, Rose. Rose mengirimkan seorang gadis bernama Helena, gadis penurut yang begitu polos namun memiliki sebuah Misi di Kota ini.

Semuanya berawal karena asisten kepercayaannya resign, tapi Vegas tidak ingin Helena menjadi pengganti Harry hanya karena Helena memiliki warna rambut coklat.

Vegas mencoba untuk bersikap kasar dan dingin agar Helena menyerah dan kembali ke Desa, tapi rupanya semua itu hanya sia-sia. Tak ingin menyerah, Vegas melihat cincin pertunangan milik Helena, membuatnya berpikir untuk menggoda kekuatan cinta pasangan itu. Akankah Vegas berhasil membuat Helena tergoda dan merasa perang hati setiap didekat Vegas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Jeff!

Nafas keduanya terdengar memburu, apa yang mereka lakukan sudah terlalu jauh untuk dihentikan. Vegas membuka matanya yang terlihat sayu saat merasa Helena mendorong tubuhnya dengan lemah, wajah Helena terlihat merah dan sangat menggoda. "Aku ingin ke toilet," ucap Helena sambil menundukkan wajahnya dan menyingkirkan tangan Vegas yang berada di atas lututnya, tangan itu mencengkram kuat sedari tadi sambil sesekali menggoda pusat Helena.

Helena merapikan kembali kancing kemeja yang sedikit terbuka oleh Vegas dan tanpa menunggu jawaban Vegas yang sedang ingin protes, Helena keluar dari dalam mobil begitu saja. Dia berlari ke arah cafe yang masih terlihat buka dengan pengunjung yang hanya ada beberapa saja. "Toilet?" tanya Helena pada seorang pelayan yang menyambutnya.

"Di sana Nona," jawab pelayan itu dengan ramah.

Helena menganggukkan kepalanya lemah. "Aku memesan dua hot americano dalam cup," ucap Helena lalu pergi menuju toilet. Di sana, Helena menatap wajahnya dalam cermin, sangat malu jika mengingat hal tadi. Helena menggelengkan kepalanya, apa yang dia lakukan sudah benar untuk menghentikan semuanya sebelum terlalu jauh, Helena tidak akan pernah memberikan dirinya semudah itu pada siapapun, walaupun Helena sangat mencintai Vegas tapi Helena masih mengingat pesan yang selalu Ibunya berikan, dia tidak akan pernah memberikan dirinya pada siapapun selain suaminya nanti. Tapi kapan lagi dia akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Vegas? Helena lagi-lagi mengusir pemikiran itu, dia harus tetap memegang teguh pesan Ibu yang sangat dia sayangi.

Sementara di sana, Vegas memejamkan matanya kuat, dalam hatinya dia menggerutu dan menyalahkan dirinya yang seperti itu. Tidak biasanya Vegas lepas kendali, banyaknya wanita yang datang menggoda Vegas hanya membuatnya benci dan mengingat wanita yang mengambil Ayahnya, tapi Helena berbeda, wanita itu berhasil membuat Vegas merasa terbakar. "Apa yang sudah kau lalukan bodoh!" desis Vegas pada dirinya sendiri, dia merutuki tubuh yang seakan mengkhianati Vegas, dari banyaknya wanita yang menawarkan diri mengapa dia harus tertarik pada asistennya sendiri.

Tok.. Tok..

Helena mengetuk pintu mobil Vegas dan melihat wanita itu sedang membawa dua cup ditangannya. "Kita belum makan malam, ingin makan malam di sana? aku lihat ada banyak menu makanan yang kau sukai di sana."

Vegas mengangukkan kepalanya dan turun dari dalam mobil, dia membantu Helena membawa satu cup kopi yang ada ditangannya. "Makan malam di sana lebih baik dari pada di dalam mobil," ucap Vegas yang membuat Helena mengangukkan kepalanya pelan.

***

Keesokkan harinya, mereka tampak canggung satu sama lain, Helena yang ingin menanyakan apakah Vegas sudah membuka kotak kalung itu menjadi ragu. "Hari ini rapat pertama untuk membahas iklan sepatu," ucap Helena saat mesin mobil sudah dinyalakan.

Vegas hanya bergumam kecil seakan mengiyakan ucapan Helena. Perjalanan pun kembali hening sampai mereka tiba di sebuah perusahaan besar yang sudah memiliki nama terkenal. "Kau yakin kita tidak terlalu pagi untuk rapat ini?" tanya Vegas sebelum keluar dari mobil.

"Tentu saja, mereka akan memulai rapat sepuluh menit lagi," jelas Helena.

Saat sudah merasa yakin dan tidak ada keraguan dalam hati Vegas, mereka pun keluar dan masuk ke dalam lift. Pada lantai 3 pintu lift terbuka dan seorang sudah menunggu di luar sana hendak masuk ke dalam lift. Tubuh Helena seakan membeku, dia dengan cepat menundukkan kepalanya dan merapatkan diri pada Vegas, berusaha menyembunyikan diri agar pria itu tidak menyadari Helena. "Jeff?" gumam Helena pelan. Jantungnya berdebar kencang, kepanikan langsung menghampiri Helena.

1
Retno Palupi
Luar biasa
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Amrisa Simatupang
singkat and padat 😁🙏🤣
Veny Tria Kusumanita
akhirnya tamat juga kak....
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkk aq sampe baca dari awal lagi lho.. lupa sama alur nya🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡: sukses tuk RL nya thor🤗
total 2 replies
Babo Saram
kok ngambang ya?
Eka Sari
kok blm ada kelanjutan nya ya ???
septi 💎
ko keterangan end..
Isnaini Ednita
kok tamat kak 😔
Amrisa Simatupang
up doang kkk sayang 🤩💪🌹🤣😁🙏😍❤️
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
bener bener berhenti🙅⛔
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
Vegas coming
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
pasti yg ngasih tau ke Vegas itu si Ella deh... kan dia sempat ngrekam suara Zack sama Helena waktu di dlm kamar kemaren...
Retno Dwi
lanjuut...
septi 💎
deg deg an..
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
oh,, jadi si Vegas itu si Hendrick, anaknya Philip yg skrg jadi ayahnya Zack....
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
sedih emang dikasarin sma orang asing, sedangkan orang tua sendiri selalu manjain...
Nila
wooowww
Tri Sulistyowati
hampirrr saja
Lucia Sri
ternyata msh menunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!