NovelToon NovelToon
Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Nikahkontrak / Poligami / Nikah Kontrak / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:914.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asma Khan

Setiap pernikahan mengharapkan kebahagiaan. Namun, tidak dengan pernikahanku.

Siapa sangka. Pernikahan yang kuanggap pemujaan ternyata semu belaka. Ucapan talak di depan rumah pojok dari bibir mas Akbar menyadarkanku arti diriku selama setahun ini.
Hujan belati menusuk hatiku, dengan penghianatan suami beserta sahabat baikku.

"Kamu hanyalah penebus hutang judi ku. Tidak lebih!"

Sesak, hingga gelap menyapa. Ketika kesadaran ku kembali, kertas putih menyambut dunia malang ku.


"Pilihanmu hanya dua, menjadi istri siri atau menjadi wanita malam!"

Hitam di atas putih. Kini hidupku hanya untuk menjadi penebus hutang mantan suamiku.

Sanggupkah Ara menjalani hidup sebagai istri siri pria asing? Apakah hidup Ara akan selalu dibawah kekuasaan orang lain?

Ikuti kisah perjuangan Ara mencari kebahagiaan sederhana dalam sebuah ikatan suci pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: DUA PILIHAN

Pelayan itu sabar menunggu ucapan pengunjung cafenya, tapi dari arah belakang orang itu, ada kibasan tangan sebagai bentuk pengusiran. Tanpa bertanya, langkahnya bergerak dari tempatnya.

"Mba, kenapa malah pergi? Aku masih belum mengingat....,''

"Apa yang mau kamu ingat?"

Orang itu berbalik untuk melihat siapa gerangan yang bertanya. Meskipun dari suaranya sudah terdengar sangat familiar. Senyuman sinis menyambut hangat dirinya.

"Apa kamu lupa obatmu?"

"Obatku ada di depanku. Sekarang tidak ada yang aku lupakan, bukan begitu Anggun?" Orang itu mengulurkan tangannya ke Anggun dengan semangat, tapi justru di tepis kasar sebagai penolakan sang wanitanya. "Ish main gaplok aja. Jangan ngambek gitu manis....,"

"Sudahlah. Mana hasilnya?" tanya Anggun tak ingin berdebat.

Orang itu melirik ke seluruh ruangan memastikan tidak ada yang memperhatikan mereka berdua. "Serius mau disini?"

Anggun paham maksud dari Beem. "Okay, kita ke ruangan reservasi. Ayo!"

Keduanya meninggalkan cafe bagian depan, dan berpindah ke tempat yang seharusnya. Pemesanan meja di ruangan khusus sengaja dilakukan agar informasi yang akan dibicarakan tidak ada yang tahu. Selain mereka berdua.

Anggun duduk di kursi menghadap jendela, sedangkan Beem memilih berdiri di belakang wanitanya. "Aku memiliki dua pilihan dalam misi kali ini, kita memilih mangsa yang salah. Apa temanmu itu tidak mengatakan targetnya orang berpengaruh?"

"Apa maksudmu?" tanya Anggun seraya mendongakkan wajahnya menatap Beem.

"Jadi begini. Saat aku berhasil memasuki gedung perusahaan suami temanmu itu, justru aku yang masuk ke dalam jebakan. Benar aku bisa berpura-pura mengikuti wawancara kerja, tapi yang memberikan interview langsung si pria namanya Alkan. Awalnya tak ada masalah hingga pria itu memberikan surprise untukku....,"

Anggun bangun seraya membalikkan tubuhnya dengan tatapan saling beradu. Kini keduanya berhadapan dengan penghalang kursi. "Bisa katakan secara singkat saja? Rasanya panas sekali telingaku."

Beem terkekeh mendengar protesnya Anggun. Kebiasaan wanita satu ini tidak sabaran. Apalagi ketika menyangkut masalah misi dan hasil informasi. Sudah pasti tidak mau panjang kali lebar karena yang penting hasil keuntungan dari setiap pekerjaan.

"Alkan, mau, aku memilih antara video kejahatan ku atau memberikan bukti perselingkuhan temanmu. Dua pilihan memiliki hasil yang besar, bagaimana menurutmu?" jelas Beem.

"Apa bukti perselingkuhan model terkenal itu ada ditanganmu?" tanya Anggun antusias.

"Tidak. Aku ketahuan sebelum beraksi, tapi Alkan memberikan aku ini," Beem mengambil sesuatu dari dalam kemejanya yang ada di balik punggung, lalu memberikannya ke Anggun. "Jangan dibuka!"

"Ayolah! Aku kepo nih." rengek Anggun, tapi tangannya ditahan Beem dengan gelengan kepala.

Amplop coklat yang biasa digunakan untuk melamar pekerjaan ada di tangan Anggun. Meskipun rasa penasaran sudah di ubun-ubun. Tetap saja tidak bisa memberikan kepuasan karena dilarang kepo.

"Ini buat apa? Isinya aja gak tahu, trus sekarang gimana donk?" tanya Anggun kesal.

"Jika amplop ini sampai di tangan temanmu hari ini. Maka Alkan akan memberikan bayaran sepuluh juta, tapi jika aku memilih bermain-main dengan pria itu. Pintu penjara terbuka lebar untukku. Masalahnya temanmu memberi chek lima juta. Pekerjaan tetaplah pekerjaan, dan aku terlanjur mengambil....,"

Tak ingin kupingnya panas lebih jauh. Anggun membekam bibir Beem tanpa permisi. "Kenapa kamu jadi cerewet? Tinggal lakukan permintaan si siapa tadi? Oh Alkan atau siapapun namanya, dan juga soal model itu biar aku urus."

"Apa barang pesanan sudah sampai?" tanya Anggun mengalihkan topik pembicaraan ke hal lebih penting.

Beem menurunkan tangan wanitanya, lalu mengambil ponsel dari saku celananya. Setelah fokus pada benda pipih itu, barulah tatapan mata kembali menatap mata Anggun. "Barang sampai besok malam. Aku bisa urus sendiri, bukankah suami mu sudah jarang ke rumah Mamca?"

"Untuk apa kamu tanya soal suami tidak berguna seperti dia? Ck. Ck. Mood ku anjlok seketika karena pertanyaan mu." Anggun mencebikkan bibirnya dengan gelengan kepala, membuat Beem menarik pinggang wanita itu seraya menggeser kursi agar tidak menghalangi keduanya berpelukan.

Cup!

"Jangan ngambek. Masih ada aku 'kan? Aku siap menghangatkan ranjang disetiap malammu.'' bisik Beem dan langsung dihadiahi cubitan perut oleh Anggun, bukannya meringis. Justru pria itu membalas dengan pelukan lebih erat.

Kebersamaan Anggun dan Beem di ruangan VIP berselimut kemesraan. Sementara di dalam hingar bingar suara musik berdentum keras dengan barisan minuman beralkohol terpampang rapi di rak kayu. Tidak peduli matahari masih terang benderang, tetap saja banyak orang hilir mudik memasuki rumah bertingkat dua itu. Sebuah pemandangan biasa bagi para pencari nikmat surga dunia.

Namun, di balik hingar bingar itu ada dua orang yang tengah berdebat hebat tanpa ada yang mau mengalah. Hingga menimbulkan keributan, membuat beberapa pengunjung merasa terganggu.

"Hey! KELUAR! Kami mau bersenang-senang, bukannya mendengar rengekan anak kecil seperti mu." seru salah satu pengunjung.

1
Surati
bagus
Yushfi 853
Luar biasa
Andariya 💖
mami mertua yg baik banget, 👍😘😘😘
Nur Ain
ohh ada jantan lain tu
Nur Ain
hadir
Kadek Bella
smangat thoor,,,lanjut party nya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih kakak
total 1 replies
Laksmi Amik
baru mulai baca ..semoga bagus ceritanya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: semoga ka, makasih sudah mampir
total 1 replies
Hosniyah Niyah
💞💞💞🥰🥰🥰👌👌👌
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih kakak ☺
total 1 replies
Lenny Yusniarty
karyanya keren dn ok banget
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: terimakasih, Ka😊
total 1 replies
Yenni Angraeni
Maaf Thor atasnya Assalamualaikum tapi kenapa tulisan Aamiinnya gitu ya? 🙏
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: waalaikumsalam, makasih, Ka. besok tak perbaiki, ya🙏
total 1 replies
☠༄⃞⃟⚡ᴹᵃᵐ ᶠᵉⁿ 𒈒⃟ʟʙᴄ zc❖🍒⃞⃟🦅
Semangat kak as..
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 😳kaget, siap Aka Fen
total 1 replies
Sriwidayani
bagus....
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih, Ka
total 1 replies
Zee Gween
ceritanya bagus, tapi kenapa yg like sedikit ya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: jarang promo, Ka.
total 1 replies
Zee Gween
salut sm author, bisa pas banget nyari visual visual nya, cocok banget. otor kereeen 👍
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih, Ka 🥰
total 1 replies
Isma Ismawati
Like&bunga meluncur😍
Isma Ismawati
Awal cerita yg bagus
Isma Ismawati
Baru baca bab pertama sudah suka, bunga mendarat😍
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak
Sukses bwt karyanya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih, Ka.
buat kakak juga 😍
total 1 replies
BilQis Herdiana
semngat thor aku mampir
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: Terima kasih, Ka. silahkan dilanjutkan 🙏💕
total 1 replies
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
siapa lagi ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!