NovelToon NovelToon
Air Terjun Pembawa Petaka

Air Terjun Pembawa Petaka

Status: tamat
Genre:Thriller / Cintapertama / Reinkarnasi / Matabatin / Cinta Terlarang / Horor / Tamat
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Antika

Awal Petaka ini bermula ketika Arini bersama kedua temannya memutuskan untuk pergi berlibur ke sebuah Air Terjun yang berada di desa Neneknya Ida, salah satu teman Arini. Arini tidak pernah menyangka jika niat liburannya kali ini malah membawa dia masuk ke Alam lain. Disana Arini mengalami perjalanan Ghaib, sehingga dia mengingat tentang masalalu nya, karena ternyata Arini adalah titisan Ratu Siluman Ular Roro Ajeng.
Arini pun akhirnya bertemu kembali dengan Rangga Wisesa Raja Siluman Ular, yang ternyata adalah Suaminya pada masa lalu disaat dia menjadi Roro Ajeng. Namun, ada kejadian naas yang Arini alami disana, sebab Arini harus kehilangan Ayah nya untuk selamanya dikarenakan terjatuh dari atas Air Terjun. Akankah Cinta Arini dan Rangga Wisesa kembali bersatu? karena ada dua orang laki-laki lain juga yang berusaha memperebutkan Cinta Arini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 ( Pertukaran kembali jiwa Ani dan Ida )

Kini kuntilanak merah nampak murka terhadap Arini.

"Lagi-lagi kamu selalu mengambil lelaki yang aku inginkan Roro Ajeng !" teriak Kuntilanak Merah.

"Dulu aku begitu mengagumi Rangga Wisesa, tapi malah kamu yang dia pilih menjadi Istrinya. Dan kamu tau, tadi siang disaat Arga duduk termenung di atas batu yang berada di dekat Air Terjun, aku mencoba untuk menggodanya. Namun, sedikit pun dia tidak melirikku sama sekali, padahal aku sudah merendahkan diriku dihadapannya, tapi dia selalu menolakku dengan alasan Arini...Arini..dan hanya Arini yang dia cintai."

"Bahkan demi kamu dia sekarang rela pergi ke alas purwo untuk bertapa agar di kehidupan selanjutnya dia bisa terlahir menjadi seorang manusia, dan bisa selalu mendampingimu," ujar Kuntilanak Merah.

Arini yang mendengar cerita Kuntilanak Merah tentang Arga pun merasa terharu hingga meneteskan airmata.

"Kenapa Roro Ajeng selalu kamu yang mendapatkan semuanya?" teriak Kuntilanak Merah.

"Kamu jangan pernah bertanya kepada Arini, tapi tanyalah kepada dirimu sendiri, apa selama ini kamu sudah menjadi makhluk yang baik? apakah kamu sudah melakukan kewajiban terhadap tuhanmu?" tanya lantang Aditya.

"Sudahlah kau tidak usah ikut campur urusanku bocah ingusan, sekarang kalian terimalah pembalasanku," ucap Kuntilanak merah tersebut dengan tawanya yang menyeringai.

Kini dia telah menunjukan wajah aslinya, seluruh tubuhnya mengeluarkan darah dan nanah yang dipenuhi oleh belatung, sehingga kini bau anyir menyeruak memasuki rongga hidung mereka bertiga sampai-sampai Arini tidak kuat lalu memuntahkan isi perutnya.

"Arini kamu tidak apa-apa?" tanya Aditya dengan menghampirinya serta memijit lembut tengkuk leher Arini.

"Aku tidak apa-apa Aditya, terimakasih atas bantuannya," ujar Arini.

"Nak Aditya, Nak Arini, jangan sampai kalian terkecoh dengan tipu muslihatnya, ayo cepat bacalah dzikir jangan sampai putus." ucap Kek Soleh.

Hiii..hiii...hiii...hiii....hiii....

Kini suaranya terdengar melengking sehingga memekikkan gendang telinga. Namun, belum juga mereka berusaha menyerangnya kini Kuntilanak Merah sudah mengeluarkan para pengikutnya, kebanyakan dari mereka pun berwujud kuntilanak dan pocong.

Hiii...hiiii...hiiii...hiiii...hiiiii...

Haaaa...haaaa...haa...haa....

terdengar suara tawa menggema yang saling bersahutan.

Mereka bertiga rasanya sudah kewalahan untuk melawan semua pasukan Kuntilanak Merah, bahkan Kek Soleh dan Aditya pun sudah terpental berkali-kali.

Ya Alloh tolonglah kami. Arini pun terus memanjatkan do'a kepada Alloh SWT semoga mengirimkan bantuannya.

tiba-tiba datang segerombolan Kuntilanak yang memakai daster warna-warni yang kini membantu mereka bertiga.

"Kamu tidak apa-apa kan Arini?" tanya salah satu kuntilanak berdaster putih.

"Darimana kamu tau namaku?" tanyaku pada kuntilanak tersebut.

"Namaku Mirna, aku temannya Arga, aku adalah kuntilanak yang tempo hari menumpang mandi di empang Ki Soleh," jawab Mirna sambil cekikikan.

"Terimakasih Mirna kamu sudah berkenan membantu kami," ucap Arini.

"Slow aja cantik, lagian aku juga disuruh Arga untuk selalu membantumu karena dia sekarang sedang pergi untuk bertapa," jawab Mirna.

"Oh ya nanti aku kenalkan kepada teman-teman arisan sosialitaku, kuntilanak-kuntilanak cantik yang memakai daster berwarna-warni itu," tunjuk Mirna.

Arini pun hanya menjawab ucapan Mirna dengan anggukan kepala, karena dia masih bingung, Kok bisa ya kuntilanak mengadakan arisan? Terimakasih Arga ternyata kamu masih peduli sama aku, ucap Arini dalam hati.

Pertempuran pun kini berlangsung dengan seimbang, sudah beberapa makhluk dari musuh Arini kalah lalu terbakar menjadi abu. Namun, disaat Arini lengah tiba-tiba Kuntilanak Merah mencoba menyerangnya. Karena tidak siap Arini pun terpental jauh ke belakang dan pada saat Arini hampir terjatuh nampak ada cahaya biru yang secepat kilat membawa tubuhnya.

"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya seseorang yang sangat Arini rindukan.

"Rangga Wisesa, terimakasih kamu sudah datang untuk menolongku," ucap Arini kepada Rangga Wisesa.

"Sudah seharusnya kan aku menyelamatkan pujaan hatiku?" jawab Rangga Wisesa dengan senyuman yang sangat menawan sehingga membuat semua perempuan yang sedang berada di sana menjadi meleleh serta gagal fokus dengan pertarungan yang sedang berlangsung.

"Rangga...Rangga...Rangga..." terdengar mereka menyerukan nama Rangga secara bersahutan.

"Sebenarnya ini sedang perang apa konser?" tanya Arini heran.

Kini Kuntilanak Merah telah berada di hadapan Arini dan Rangga Wisesa, dia terlihat sedih dan marah melihat kebersamaan mereka. Kuntilanak Merah kemudian mencoba melesatkan kekuatannya kepada Arini tapi dengan cepat Rangga menangkis semua serangan dari Kuntilanak merah.

"Mira...tolong hentikan semuanya !" ucap Rangga Wisesa.

"Apa untungnya bagiku jika aku menghentikan pertarungan ini?" tanya Mira pada Rangga.

"Aku tau di dalam hatimu pasti masih mempunyai kebaikan, janganlah amarah serta dendam menguasaimu Mira," ucap Arini pada Kuntilanak Merah.

"Aku benci kamu Roro Ajeng, Aku sangat...sangat...membencimu !" teriak Mira pada Arini.

"Terserah kamu mau membenciku atau tidak, Keluarkan semua uneg - unegmu jika itu dapat membuat hatimu menjadi tenang dan bahagia, Namun yang pasti dalam hatiku aku tidak sedikit pun membencimu Mira," ujar Arini.

"Aku akan bahagia jika sudah melihatmu menderita Roro Ajeng !" teriak Mira pada Arini.

"Sekarang aku akan memberikan sebuah penawaran menarik untukmu, mari kita bertarung Roro Ajeng, jika kamu menang aku akan memberikan jiwa kedua orang temanmu, Namun, jika aku yang menang, kau dengan senang hati harus memberikan kekasihmu Rangga Wisesa untuk menjadi Budak Cintaku, bagaimana ide ku bagus bukan?" ucap Mira.

Rangga Wisesa kini nampak murka dan sudah siap mengeluarkan cahaya biru dari dalam telapak tangannya untuk menyerang Mira si kuntilanak merah. Arini pun memeluk Rangga supaya dia merasa lebih tenang.

"Apa kamu pikir Rangga adalah sebuah boneka yang bisa dengan sesuka hati kau rebut? maaf Mira, Rangga terlalu berarti untukku, jika aku harus mengorbankan nyawaku untuknya aku pun dengan senang hati akan melakukannya," ucap Arini kepada Mira.

Nampak pipi Rangga kini bersemu merah karena mendengar kata-kata Arini.

"Namun jika kau masih kekeuh ingin bertarung denganku Mira, mari dengan senang hati juga akan aku layani, Loe jual Gue beli," ucap Arini yang entah mendapatkan kata-kata itu darimana.

Rangga sudah mencoba memegang pergelangan tangan Arini tapi dia meyakinkan Rangga kalau semuanya akan baik-baik saja.

Pertarungan Arini dan Mira pun kini sudah berlangsung, Arini belum mencoba untuk menyerang Mira karena itu akan mengurangi kekuatannya, sehingga dia terus mencoba untuk memancing amarah Mira.

Arini sengaja membuat Mira cemburu dengan mencium serta memeluk tubuh Rangga di sela-sela pertarungannya, dan sekarang Mira sudah membabi buta menyerang Arini sehingga tidak fokus melawannya.

Disaat Arini mendapatkan celah untuk menyerang Mira, Arini pun berhasil mengalahkannya.

Tadinya Arini berniat untuk memusnahkan Mira, tapi dia masih mempunyai rasa kasihan kepada Mira.

"Ayo musnahkan aku Roro Ajeng," tantang Mira kepada Arini.

"Maaf Mira, aku bukanlah seorang manusia yang berhati Iblis, sekarang pergilah dari tempat ini dan bawalah semua teman-temanmu, mudah-mudahan kalian semua bisa bertaubat," ucap Arini kepada Mira.

Mira kini nampak pergi dengan pengikutnya, dan kini Arini sudah melihat segerombolan kuntilanak-kuntilanak centil sedang mengerubuti Rangga dan meminta Selfi padanya, "bener-bener Kuntilanak narsis," ucap Arini.

Kini jiwa Ani dan Ida sudah nampak bisa keluar dari dalam gubuk, dan akhirnya mereka semua pun memutuskan pulang agar secepatnya bisa menukar kembali jiwa Ani dan Ida, setelah sebelumnya mereka mengucapkan terimakasih kepada pasukan kuntilanak berdaster.

Akhirnya kini Ani dan Ida sudah kembali ke dalam tubuh masing-masing.

"Alhamdulillah Ya Alloh..." ucap semua secara bersamaan.

1
Nur Bahagia
wah Arga bukan manusia toh
Nur Bahagia
ini ga di jelasin kah penyebab arini muntah2 binatang kecil2 🤔
Nur Bahagia
kayaknya Arga akan menjadi penolong arini saat nanti mau dijadikan permaisuri di dunia gaib
Nur Bahagia
oh ternyata Arga.
Nur Bahagia
kalo dia namanya rangga wisesa.. trs Arga tuh siapa 🤔
Nur Bahagia
👍👍👍🥰
Nur Bahagia
nih 3 bocah labil moga ga kenapa2.. belum apa2 udah banyak yang gangguin soalnya
Nur Bahagia: sami2 kak.. semangat terus untuk berkarya kak 🙏🥰
total 2 replies
gaby
Novel horror yg seru. Seremnya dapet, sedihnya dapet, lucunya apalg. Syg aja aq br nemu novelnya. Jadi like & komenku ga ngaruh apa2 ke othornya
Rini Antika: makasih banyak 🙏
total 4 replies
gaby
Sumpah bagus bgt critanya. Jarang2 ada novel kerajaan jin ular yg bereinkarnasi jd manusia
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
gaby
Lah kan emang Arini istrinya Rangga, knp mesti di jauhkan??? Ksian Rangga dah setia menanti Arini kembali
gaby
Baru gabung ka, karena baru nemu. Aq baca endingnya kayanya bagus. Jd aq mulai baca dr bab awal
Rini Antika: makasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya, semoga berkenan baca karya saya yang lainnya 🙏
total 1 replies
Nurhayati Hsy
Luar biasa
Rini Antika: terimakasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
estycatwoman
Wuih seruuu cinra segi4 , enkya jadi rebutan cogan2 hikkkks , yg jomblo ckup gi2t jari 😭🤣🤣
estycatwoman: Sama2 ka q tggu crta laen yg lbih creeepy yak 🤭

Semngt
Thanks 🙏😘😘
total 2 replies
Euis Kindar Wulan
up
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🙏
total 1 replies
Dehan
mampir kak
Dehan: sama2 kak.. sudah aku kirimin mawar juga buat kakak semoga bisa makin up
total 2 replies
Dehan
dua iklan mendarat kak thor..
Rini Antika: makasih banyak say, 🤗
total 1 replies
Dehan
satu mawar lagi buat author mendarat disini
Dehan
setangkai mawar buat author
Ina Sukiana
haha...g da serem"nya malah ngakak q bcanya
Rini Antika: aku gak bisa nulis yg seram" Kak, soalnya suka takut sendiri. Terimakasih sudah berkenan baca Karya receh saya, 🙏
total 1 replies
Dehan
halo thor, udh aku kasih dukungan banyak..
dukung balik ya hehehe🤣
Rini Antika: oke siap, nanti aku nyempetin baca ya..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!