"Menutup auratnya, tapi kelakuannya kayak wanita murahan!! Sampai-sampai hamil diluar nikah!!! Dasar kau wanita banyak drama!!" ejek salah satu tamu undangan.
"Mana ada pria yang mau menikahinya!!"
"Iya, wanita menjijikkan!"
Sara hanya sabar dengan perkataan yang dilontarkan oleh para tamu undangan. Sungguh batinnya saat ini menangis pilu mendengar cemohan dari orang-orang disekitarnya. Bagaimana yang akan terjadi selanjutnya?¿?¿?
yuk simak kelanjutan kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Meilina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
•24
Seketika Sara dan Zidan terkejut melihat keadaan Rangga yang sekarang. Sara dan Zidan langsung menghampiri Rangga yang masih terbaring di ranjangnya. Sara mencoba untuk mengatakan sesuatu kepada Rangga, Supaya ada kontraksi antara dirinya dan anak itu.
"Sayang, Tante sama Papah disini..." Ucap Sara sambil memegangi tangan Rangga.
"Iya Rangga...."
Rangga mulai membuka matanya pelan-pelan dan menggerakkan jemarinya. Zidan yang melihat itu langsung memanggil Dokter untuk mengecek keadaan Rangga. Zidan berharap bahwa itu adalah suatu mukjizat supaya Rangga bisa kembali sehat. Tak lama Dokter beserta Suster datang ke kamar Rangga dan mengecek keadaan nya.
"Dok bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Zidan.
"Alhamdulillah, suatu keajaiban.Rangga sudah ada kemajuan, Dan kemungkinan ia akan sadar." Jawab sang Dokter.
"Alhamdulillah, terima kasih Dok..." Ucap Zidan bersyukur.
"Kalau begitu saya keluar dulu...." Kata Dokter tersenyum.
"Iya, Dok..."
Sara dan Zidan bahagia mendengar hal itu, tak lupa ia bersyukur kepada Allah swt karena telah menyembuhkan anak yang mereka sayang. Zidan dan Sara kembali menatap Rangga yang kini mulai membuka matanya dan mencoba mengatakan sesuatu.
"Pah...." Ucap Rangga pelan-pelan.
"Iya sayang...." Jawab Zidan.
"Rangga mau Mamah baru..."
Zidan dan Sara terkejut mendengar perkataan Rangga yang tiba-tiba itu. Zidan bingung, dirinya harus bagaimana? Tidak mungkin dia harus menikahi mantan kekasih nya.
"Sayang, kamu harus sembuh dulu ya..." Ucap Zidan pada Rangga.
"Tante Sara....." Panggil Rangga pelan-pelan.
"Iya sayang...."
"Tante, Rangga mau cerita...."
"Cerita apa sayang?"
"Kemarin, Rangga bertemu sama Mamah. Terus Mamah bilang kalau Rangga boleh punya Mamah baru. Tante mau ya jadi Mamah Rangga...."
"Sayang, kamu harus sembuh dulu. Masalah mau punya Mamah baru biar Papah yang pikirkan...." Jawab Zidan tiba-tiba.
"Tapi Papah janji ya sama Rangga, kalau Rangga sembuh Papah cari Mamah baru buat Rangga...."
"Iya sayang...."
Sara hanya bisa diam membeku, ia tak bisa berkata apa-apa. Perkataan Rangga tadi membuat nya tidak bisa tenang dan merasa gelisah.
"Tante, Rangga mau dengar kelanjutan kisah nabi nya...."
"I-ya sayang, tapi habis itu kamu tidur ya. Biar Rangga cepat sembuh...."
"Iya, Tante."
Sara melanjutkan kisah Nabi Ibrahim as, karena waktu itu ia belum sempat menyelesaikan ceritanya. Setelah Sara selesai menceritakan kisah Nabi Ibrahim as, Zidan mengajak Sara keluar kamar untuk membicarakan sesuatu. Karena Rangga sudah tidur, jadi ia tak perlu khawatir untuk meninggalkan nya sebentar.
"Mas, mau bicara apa?" Tanya Sara pada Zidan.
"Sara, saya bingung ingin mencarikan pengganti almarhumah istri saya atau ibu Rangga...." Jawab Zidan.
"Lalu?" Ucap Sara bingung.
"Saya ingin kamu memberikan saran..."
"Jujur Mas, aku juga bingung...."
"Sara...."
"Iya, Mas?"
"Aku akan menikahi dirimu...."
Sara sangat terkejut mendengar perkataan Zidan barusan.
"Demi Rangga, apa kau bersedia menikah denganku?"
"Tapi Mas, aku...." Ucapan Sara terpotong, Karena Zidan langsung meneruskan perkataannya.
"Aku akan menerima dirimu apa adanya, aku tidak akan menyia-nyiakan dirimu, dan aku akan belajar mencintai dirimu...."
"Aku mohon Sara...." Ucap Zidan sambil menyatukan kedua tangannya.
"Mas, aku hanya manusia biasa. Jadi kau tak perlu memohon seperti itu...."
"Sara, aku mohon padamu. Demi Rangga, jika kau menyayangi dirinya dan menganggap dirinya sebagai anak kandungmu..."
"Aku akan memikirkan nya terlebih dahulu, Mas." Jawab Sara lalu pergi meninggalkan Zidan.
******************
minta jempol nya....
jadi penasaran