Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?
Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.
Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.
Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.
Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.
Baca yuk kisah selanj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Digoda wanita
Keesokan harinya, Elargano datang lagi ke rumah Keira untuk membujuk kekasihnya itu agar tidak marah lagi padanya. Ya kebetulan hari ini juga hari libur sehingga ia tidak ada aktivitas sekolah.
Elargano sudah berdiri di depan gerbang dari habis subuh menanti Keira keluar dari rumahnya, namun hingga kini belum ada tanda-tanda kalau sang kekasih akan keluar rumah. Ia pun nekat untuk masuk saja ke dalam demi menemui Keira.
"Haish, Keira kok gak keluar-keluar ya? Apa gue aja yang masuk ke dalam?" batin Elargano.
Elargano melangkah ke dekat gerbang dan menunjukkan identitasnya, pintu terbuka otomatis dan ia pun masuk ke dalam rumah Keira yang besarnya seperti istana itu tetapi lebih kecil jika dibandingkan rumah milik Elargano.
"Sayang, kamu harus maafin aku!" batin Elargano sambil berjalan.
Disaat ia tengah berjalan, tiba-tiba sebuah mobil mini berhenti di dekatnya dan itu dikendarai oleh Lingga selaku ayah dari Keira yang sepertinya sedang jalan-jalan keliling rumahnya mengenakan mobil itu.
"Loh El, kamu kesini?" ujar Lingga tersenyum.
"Eee iya om, saya mau ketemu Keira. Ini kan hari libur, Keira nya ada kan om?" ucap Elargano menghampiri Lingga lalu mencium tangannya.
"Ohh mau ketemu Keira, ya ampun anak muda jaman sekarang sukanya ketemuan mulu! Haha, tapi sayangnya Keira itu masih tidur El. Dia mah kalo hari libur bangunnya siang-siang!" jawab Lingga.
"Duh, berarti saya kepagian dong om datang kesini nya?" ucap Elargano.
"Nah iya tuh, Keira mah selalu bangun siang. Kamu datang aja lagi nanti sekitar jam sembilan atau sepuluh lah, dia pasti udah bangun jam segitu! Atau kalau kamu mau nunggu disini, ya terserah suka-suka kamu aja!" ucap Lingga memberi pilihan.
"Eee kalo gitu saya pulang aja deh, om. Kebetulan saya juga harus bantu papa mama di rumah, nanti saya baru balik lagi kesini!" ucap Elargano.
"Oh gitu, yasudah terserah kamu nak El! Maaf ya, Keira mah emang gitu anaknya!" ucap Lingga.
"Iya om, gapapa kok. Saya juga ngerti dia pasti lelah seminggu sekolah, makanya pas libur mau puas-puasin tidur. Yaudah om, saya pamit dulu! Permisi," ucap Elargano pamitan.
"Iya El, hati-hati!" ucap Lingga tersenyum.
Setelahnya, Elargano pun kembali ke luar lalu pergi dari rumah itu dengan mobilnya. Sedangkan Lingga juga masuk ke dalam mobil mini miliknya untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda.
Namun, tiba-tiba Keira muncul menghampiri papanya itu sambil menguap dan merentangkan tangannya.
"Pah, tunggu pah!" ucap Keira menahan papanya yang hendak pergi.
"Eh anak papa yang cantik udah bangun, tumben sayang jam segini bangunnya! Biasanya juga kamu paling pagi tuh bangun jam sepuluh kalo libur, ada apa nih?" ujar Lingga keheranan.
"Ish papa, emang papa pikir aku gak bisa bangun pagi apa? Kan biasanya juga aku bangun pagi kalo sekolah, jadi apa salahnya kalo di hari libur aku juga bangun pagi? Lagian aku tuh pengen panggil papa buat sarapan bareng di dalam," ucap Keira.
"Ohh, emang masakan mama kamu udah jadi sayang?" tanya Lingga.
"Iya udah, pah. Makanya aku diminta mama buat panggil papa kesini, udah yuk pah jangan kelamaan jalan-jalan!" ujar Keira.
"Hahaha, iya iya cantik!" ucap Lingga.
Lingga pun turun lagi dari mobilnya, lalu merangkul putrinya sembari mengusap-usap rambut sang putri.
"Oh ya, tadi ada El loh kesini!" ucap Lingga.
"Hah? Mau ngapain dia?" tanya Keira.
"Ya mau apa lagi sayang? Udah pasti dia pengen temuin kamu, tapi papa bilang kalau kamu masih tidur. Yaudah deh dia pulang, maaf ya abisnya papa gak tahu kalau kamu udah bangun!" ucap Lingga.
"Eee gapapa pah, itu urusan gampang kok!" ucap Keira tersenyum.
"Oke deh!" ujar Lingga.
Keduanya pun masuk ke dalam rumah untuk menikmati sarapan bersama-sama.
•
•
"Eh eh, lihat deh tuh! Ada cowok ganteng banget ya ampun!"
"Ih iya bener! Godain yuk, gue udah lama gak lihat cowok seganteng dia!"
Elargano memutuskan untuk pergi ke sebuah taman indah di dekat rumah Keira, ia duduk merenung disana memikirkan hubungannya dengan sang gadis yang saat ini sedang retak.
Tiba-tiba saja dua orang gadis datang menghampirinya bermaksud menggoda Elargano disana karena ketampanannya.
"Ehem ehem, hai ganteng!" sapa mereka.
Elargano yang sedang emosi, tak mau meladeni ucapan mereka itu. Ya ia memilih membuang muka dan melipat dua tangannya di depan karena ia juga ingin menjaga perasaan Keira.
"Kok diem aja sih? Sombong banget jadi cowok, mentang-mentang ganteng!" ujarnya.
"Iya ih, tapi gapapa awal-awal dingin tapi lama-lama bucin! Gue juga suka sama cowok yang cool," ujar yang lain.
Keduanya duduk mengapit Elargano di kanan dan kiri sambil terus mengedipkan mata.
"Eh ganteng, nama kamu siapa sih? Terus kamu kesini mau olahraga pagi juga, ya? Sama dong kayak kita, oh ya kenalin namaku Mentari!" ucap seorang gadis itu mengenalkan dirinya.
"Nah, kalo namaku Celo!" sahut yang lain.
Elargano masih tetap dengan sikap dinginnya, ia menatap lurus ke depan tanpa memperdulikan dua wanita yang sedang menggodanya itu.
"Ehem ehem, jadi nama kamu siapa nih ganteng? Ayo dong kenalan sama kita!" ucap Mentari.
Gadis-gadis itu mulai berani menggerakkan tangan mereka untuk menyentuh tubuh El, tentu saja hal itu membuat El geram. Pria dingin itu pun melirik tajam ke arah Mentari dan Celo seakan meminta mereka menyingkirkan tangan-tangan itu.
"Hey, singkirkan tangan kalian dari tubuh gue! Kalian itu wanita murahan, gak pantas pegang-pegang gue!" ujar Elargano.
Sontak Mentari dan Celo terbelalak mendengar perkataan yang keluar dari mulut El, mereka seperti tersentak dan seketika itu juga langsung melepas tangan mereka dari tubuh El.
"Dasar belagu!" umpat mereka.
Tanpa berpikir panjang, kedua gadis itu pun pergi dengan perasaan jengkel meninggalkan El disana.
Sedangkan Elargano sendiri masih tetap duduk di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun, ia masih memikirkan mengenai Keira kekasihnya yang sedang marah kepadanya itu.
"Andai aja Keira gak marah sama gue, pasti sekarang dia udah cemburu ngeliat gue digodain sama cewek lain kayak gitu!" gumam Elargano.
Tak lama kemudian, ponsel milik El berdering. Ia pun mengambil ponsel itu dari saku bajunya lalu melihat nama papanya di layar, tanpa basa-basi ia langsung mengangkat telpon itu.
📞"Halo pah, ada apa?" tanya Elargano.
📞"Kamu dimana El? Papa butuh bantuan kamu!"
📞"Eee ini El lagi di jalan, pah. Sebentar lagi mau pulang kok, emang ada apa pah?" ujar El bingung.
📞"Yasudah, kamu pulang aja dulu! Nanti papa jelaskan di rumah,"
📞"Oke pah!" ucap Elargano.
Tuuutttt....
Telpon langsung terputus, Elargano pun bingung apa yang papanya ingin darinya saat ini.
"Ada apa ya...??"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cantik
jd sah.. 🤣🤣
penjahit cantik mampir
semangat!
mampir juga yaa