WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sadarkan diri.
cuit cuit cuit
suara cuitan burung di pagi hari..
dela segera siap-siap berangkat sekolah..
***
"pagi kevin." sapa dela saat kevin melintas di depan bangku dela
"pagi juga del" balas kevin.. ia langsung duduk di bangkunya dan meletakkan tas nya.
dela celingak celinguk, suasana kelas yang bisa di bilang agak sepi.. karna hanya ada beberapa orang saja.. setelah melihat sikon, ia langsung menuju bangku indra di sebelah kevin.
"kevin, tadi malam aku bermimpi buruk tentang julia."ujar dela
"benarkah? kurasa kau ini telah berlaku buruk padanya hingga mimpimu buruk tentangnya." kevin terkekeh
"aku serius kevin." dela memutar mata bosan.
"hahah oke oke.. kalau kau mimpi buruk tentangnya, apa kau tahu, aku malah mimpi indah bersamanya." ujar kevin.
"mimpi apa? " dela mulai kepo
"kepo bangeeeett.. itu privacy tau." tolak kevin
"hissshh"
"baiklah.. katakan.. kau mimpi apa tentang julia."
"aku bermimpi.. julia dan dirimu duduk di sebuah taman.. berduaan.. lalu-"
"waaah mimpi bagus dong.. wkwkw" potong kevin
"jangan memotong pembicaraanku bambank."
"baiklah baiklah.. namaku kevin, oke."
"nah.. selanjutnya... bla bla bla.." dela pun bercerita
"kevin. aku khawatir itu jadi nyata." ucap dela
"tenanglah del.. itu hanya mimpi.. kita harus positif thingking.. tapi entah kenapa aku juga khwatir padanya.. beberapa hari tidak masuk bahkan tanpa ada kabar pada kita, seakan akan itu akan jadi pertemuan terakhir kita dengannya." kevin menyenderkan kepalanya di bangku
"he'eleh.. kau bilang harus positif thigking.. lalu barusan kau malah sebaliknya." dela menepuk paha kevin agak keras.
"aaawww.. kurang ajar kau ya. sakit tau.. kau tidak tau sih rasanya bagaimana.. sakiit" kevin meringis dan mengelus-elus pahanya..
entah kenapa hati dela agak tersentak.. seakan akan ia tersindir.. tapi ia juga tidak tau alasan kenapa ia merasa beegitu.
disisi lain di rumah sakit..
"bagaiman kondisinya, andre." tanya ayah julia
"kondisinya mulai membaik om.. kita doakan terus ya.." jawab andre setelah memeriksa julia.
"kapan dia akan siuman?" tanya ibu julia cemas
"lambat laun ia akan mulai sadar tante.. "
"aku berharap begitu..😔" tak terasa air mata ibu julia pun menetes.
"dia, anakku yang terakhir.. dan satu-satunya.. dia harus selamat. hiks.. "
" tenanglah tante.. andre dan para dokter lainnya pasti akan berusaha semaksimal mungkin." andre menenangkan.
ibu julia mengangguk..
5 hari kemudian
02:33
ortu julia masih setia menunggui julia di RS..
jari jemari julia bergerak sedikit..
"gelap.. argh mataku lengket sekali.. apa di lem ya.. aku harus bisa.." hati julia berbicara.
perlahan-lahan julia membuka matanya.. ia melihat sekelilingnya . . buram. itu yang ia rasakan..
ia mengerjapkan matnya berkali kali hingga di rasa ia cukup jelas melihat pemandangan di depan matanya.
setelah jelas betul, ia ingin memanggil ortunya. tapi lagi lagi, suaranya seperti tercekat di tenggorokannya.. berat untuk mengeluarkan sekalipun itu hanya mengucapkan kata mama.
ia mencoba tenang.. ia melihat sekelilingnya dan mendapati ortunya yang tidur di sofa.
hatinya teriris melihat mata ibunya yang bengkak ..
"hiks.. benarkan.. aku hanya menyusahkan mereka.."batin julia.
tiba-tiba entah ada bisikan darimana, ibu julia terbangun dan melihat julia sudah membuka matanya.. ia segera menuju ranjang julia.
"sayang.. kamu sudah sadar nak. hiks.." ibu julia menangkup wajah putrinya dna menciuminya... air matanya menetes hingga ke wajah julia..
julia hanya tersenyum.
ayah julia yang mendengar suara bising istrinya langsung bangun.. senang bercampur haru melihat putrinya sadar.. ia langsung menuju ranjang julia.. dan meneteskan air matanya..
"pa.. putri kita sadar.. hiks.."
"iya ma.."
"sayang.. bicaralah.." pinta ibu julia.
julia membuka mulutnya tapi suaranya masih saja seperti tidak mau keluar.
"mah, mungkin julia butuh istirahat dulu baru bisa berbicara.. papa mau keruangan dokter andre dulu.." pamit ayah julia..
"aku berharap aku bisa berkumpul bersama kalian.. berharap kalian menimang cucu dariku.. hiks.. berharap bisa memberikan keturunan untuk keluarga kita.. tapi.. takdir berkata lain. hiks.." batin julia.
ayah julia segera berlari menujur ruangan dr. andre.
***
"hmm.. julia kemana sih.. ada urusan kok lama sekali.. tak ada kabar bahkan ."gerutu kevin.
"benar.. apa jangan jangan hp dia hilang ya." imbuh dela.
"cih.. apa dia tidak ingat nomer hp ku ataupun milikmu." bantah kevin.
"ish ya santai saja dong. nggak usah nge-gas" balas dela
"memangnya aku sedang berkendara harus nge-gas gitu.. lihat.. aku sedang membaca buku."
"gila"balas dela.
"tapi aku suka" batin dela.
kevin menghentikan aktivitas membaca bukunya.. ia teringat saat-saat kevin berdebat dengan julia, ia merindukannya..
"aku merindukanmu" gumam kevin.
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa