Lily Seorang gadis muslimah harus merasakan beban berat membayar hutang yang di tinggalkan keluarganya. Ia hidup bersama paman dan bibiknya yang hanya ingin menguasai perusahaan mendiang ayah dan ibunya.
.
Dilain sisi Lily harus menikah dengan pria yang lebih dewasa dari usianya saat ini. Diseluruh pelosok negeri tak ada yang tak tahu bagaimana kehidupan pria misterius ini dan keluarganya.
Bagaimana ceritanya,,,,, ?
Ikutin terus yaa ceritanyaaa,
jangan lupa like dan komenny😁
(Sedang dalam Perbaikan )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah Muda 24
Keesokan paginya...
Lily sudah menyiapkan sarapan di atas meja, dia sengaja untuk berangkat ke kampus pagi-pagi dan tidak ingin melihat kemesraan antara David dan perempuan yang di bawanya ke rumah itu. Beberapa saat kemudian David turun dari kamarnya dan melihat hanya ada Aura dan Keyra yang sedang sarapan.
"Pagi Dav, ayo sini sarapan".
"Kemana Lily?".
"Oh Lily, aku juga gak tau. Dari tadi gak kelihatan".
David membuka kamar Lily dan ternyata sudah kosong.
"Mungkin dia udah pergi Dav".
"Kalian lanjutkan sarapannya, aku mau ke kantor dulu ya".
"Papa ganteng gak ikut sarapan bersama kami?"
"Enggak sayang, sekarang masih kenyang".
Kemudian David meninggalkan Aura dan keyra dirumah.
.
Sementara itu.......
Lily sudah sampai di kampusnya, lalu dia segera masuk ke dalam kelasnya. Lily mengambil buku kemudian membacanya
.
"Hai Lily, lagi ngapain kamu?"
"Eh Gita, baru datang ya. Lagi baca buku aja"
"Ia baru dateng. Tumben pagi-pagi bener udah sampai kampus. Eh kenapa bibirmu bengkak banget kayak gitu Ly? luka lagi!"
"Gak papa" Lily menutup mulutnya.
Gita penasaran dan menarik tangan Lily,
"Kali ini parah banget, itu ada bekas luka. Harus diobati itu!!".
Gita mengajak Lily ke klinik kampus, dan mengobati luka di bibir Lily dengan obat yang diberikan oleh dokter kampus.
"Kamu kenapa sih Lily, gak mau cerita sama aku?" tanya Gita
"Siapa yang membuat kamu kayak gini?". tanya Gita lagi
"Ini soal pribadiku Git, aku gak mau kamu terseret soal kehidupan pribadiku". jawab Lily
"Ya sudah kalau kamu gak mau cerita gak papa. Eh iya, kata temen-temen semalem, pagi ini kita bakal kedatangan dosen pengganti sementara pak Mizan loh. Seru banget bahas di grup semalem".
"Benarkah?? aku gak tau karena gak buka hape".
"Iyaa beneran. Udah jam masuk nih, ayo kita ke kelas".
Setelah mengobati lukanya, Gita dan Lily segera kembali ke kelasnya karena jam kuliah akan segera dimulai. Saat melihat di depan kelas mereka, sudah banyak kakak tingkat yang bejubel didepan kelas
"Permisi".
Lily dan Gita berdesak-desakan mencoba untuk masuk kedalam. Saat mereka berhasil masuk ke dalam, Lily begitu kaget saat melihat David ada di dalam kelasnya.
"Maaf pak kami terlambat". kata Gita.
Lily masih diam mematung memandangi suaminya yang kini ada di hadapannya. Gita yang melihat Lily hanya diam saja, ia segera menarik dan mengajaknya duduk. Kemudian David mengusir gadis-gadis kampus yang sedari tadi berkerumun di depan pintu mengikuti dirinya.
"Ehem, Baiklah perkenalkan Nama David Mahendra, kalian bisa memanggil saya pak David. Saat ini saya akan menggantikan sementara mata kuliah Bisnis dan manajemen menggantikan pak Mizan yang sedang menyelesaikan study nya di Malaysia. Jadi selama sebulan nanti, ada 8x pertemuan, saya meminta kerjasamanya dengan baik. Saya tidak suka mahasiswa yang membangkang dan tidak menurut. Apalagi yang suka terlambat dan mengobrol di kelas. Apa kalian paham'?".
"Paham pak".
"Baiklah kita mulai materinya".
David menoleh sekilas ke arah Lily yang masih mematung, lain halnya Gita dan gadis-gadis lain yang begitu sumringah melihat ketampanan dan kewibawaan David saat berbicara. Sampai perkuliahan pun selesai, David mempersilahkan anak-anak lain keluar ruangan. Namun tidak untuk Lily.
"Lily, nanti temui saya di ruangan pak Mizan".
"B..baik pak". Jawab Lily, Kemudian David meninggalkan kelas dan menuju ruang dosen.
Sampainya di ruang dosen, para Dosen muda pun begitu genit mencari perhatian David, namun david tak begitu menghiraukan mereka.
.
Sementara itu,,,,
"Git, aku nemui pak David dulu ya"
"Iyahh, eh nanti salamin yah sama pak David".
"iiiih ogahhh banget".
Lily berjalan meninggalkan Gita didepan kelas dan dia berjalan menuju ruang dosen. Saat Gita masih sebel dengan Lily yang tidak mau dititipi salam oleh Gita jadi kaget ketika mendengar orang menanyainya
"Lily mau kemana Gita?"
Gita menoleh ke belakang ternyata ada Aldo.
"Eh kak Aldo, tadi Lily disuruh ke ruangan pak Mizan".
"Ohh gitu, makasih infonya". Aldo pun meninggalkan gita sendiri di depan kelasnya.
"Kenapa semua orang mencari Lily yahhhh?" batin Gita tidak mengerti
Lalu Gita segera pergi menuju ke sekretariat
.
.
.
Bersambung..,...
persaingan yg mantap...