NovelToon NovelToon
REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Balas Dendam / Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:282.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: risa

note : setiap foto yang berada pada Chapter, murni hasil dari PINTEREST!!
itu bukan lah foto yang saya buat, dan sudah diperkirakan jika setiap Visual sudah cocok dengan karakter masing masing.

-risa-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Chapter 24 : PERMAINAN BARU

...-24-...

Xianlie, Eng beserta pria asing itu sedang berada di sebuah perjalanan menuju rumah. Xianlie begitu kesal karena dengan segala cara orang ini memaksa ikut pulang kerumah. Eng, sangat lah polos dan mudah percaya dengan orang baru, dan pastinya itu membuat Xianlie kewalahan mengingatkan kakak nya, yang begitu keras kepala.

Xianlie dengan kasar menyeka keringat sebesar biji jagung, di kening nya. Dia melirik tajam kearah si pria asing yang terus saja mencari perhatian, Eng. Pria itu tersenyum begitu mengembang saat berbicara pada, Eng.

"Kau ini seorang, homo kah?" Cetus Xianlie menyipit kan mata nya.

Eng, menjadi ketar ketir dengan ucapan Xianlie yang begitu kasar. Dia memandangi si pria asing yang sedang berprilaku canggung.

"M-maksud mu? A-aku ini adalah pria normal." Ujar nya membela diri.

"Oh... aku hanya bertanya, tidak usah menjadi panik seperti itu." Ketus Xianlie membuang muka kearah sebalik nya.

Oh astaga, ingin sekali Eng menjahit mulut adik nya ini. Dia tidak bisa terkontrol dan sulit menasehati Xianlie yang begitu batu.

"Adik, jangan seperti itu. Kau telah membuat nya tidak nyaman." Tegur, Eng.

Namum Xianlie tidak menjawab, jangan kan menjawab dia bahkan tak menoleh sama sekali. Eng, hanya bisa bersabar dan mengerti sifat sang adik, dia menghela nafas dan kembali melihat kearah si pria asing.

"Hey, maaf kan atas sikap dari adik ku, aku harap ini tidak akan tinggal begitu lama dihati mu. Dia masih kecil, jadi sulit bagi nya untuk mengerti." Ujar, Eng masih membela sang adik.

"Tak masalah." Jawab pria asing itu tersenyum begitu canggung.

Mereka terus berjalan menuju jalan pulang, dan Xianlie selalu diam disepanjang perjalanan. Dia terus saja bertarung didalam pemikiran nya itu. Dan akhir nya mereka sampai di depan gerbang dan terdapat dua spirit penjaga lingkungan.

Eng dan si pria asing terkejut dan mengambil ancang ancang menyerang, disaat melihat kedua spirit besar itu. Namun Xianlie maju dan melangkah begitu tenang sehingga mereka mengikuti langkah Xianlie, dengan melihat tajam ke arah dua spirit tersebut

Mereka sudah hendak memasuki daerah perumahan dan menuju kediaman phoenix. Eng melihat aneh pada Xianlie, seolah dia menuntut sebuah jawaban. Xianlie hanya diam dan tak berniat membuka mulut nya.

"Terima kasih karena kalian sudah mengijin kan diri ku menginap di kediaman kalian. Aku benar benar bingung harus tinggal dimana." Tutur si pria asing tersenyum.

"Tidak apa," Jawab Eng tersenyum menanggapi.

"Tadi pergerakan mu begitu gesit, seperti seorang penyerang profesional. Apakah diri ini hanya menyangka saja, atau..... memang itu lah kebenaran nya."Tak henti henti nya Xianlie menyindir dengan nada bagai setetes es tanpa kehangatan. Mata nya tajam melihat sebuah gundukan di dekat pinggang celana si pria asing, lalu pandangan itu segera tertuju pada sang kakak yang lagi lagi memegang bahu diri nya, agar berhenti menyindir.

Sang pria itu kewalahan menghadapi Xianlie yang begitu cerdik dan menyelidik. Diam diam, dia mengeluarkan sebuah belati di samping yang dia selit kan di pinggang celana, lalu memindah kan belati itu di belakang kerah baju. Jantung nya berdebar begitu kencang karena sebuah pengintimidasi kuat dari Xianlie.

Dia menyusul kembali ketertinggalan nya itu.

"Adik, dimana rumah mu?" Tanya Eng tersenyum dibalik topeng nya.

"Diatas sana, aku sudah membeli rumah disana." Jawab Xianlie menunjuk kediaman Phoenix yang berada di atas bukit.

Begitu terkejut sekali Eng melihat nya. Rumah itu bukan seperti yang ada dibayangan nya. Ini begitu besar dan indah. "Adik, apakah ini kawasan baru untuk para bangsawan?." Tanya Eng pada Xianlie karena merasa ini begitu asing.

"Ya, tempat ini dibuat untuk para bangsawan pendatang. Tapi dengan satu syarat, yaitu mereka harus resmi menjadi penduduk kekaisaran ANMING." Jawab Xianlie.

"T-tapi, pasti rumah ini mahal bukan? Kau mendapat kan uang dari mana? kakak saja tidak ada sepeser pun, sementara kau sudah membeli rumah sebesar ini." Tanya Eng penasaran dengan pendapatan Xianlie.

"Ck! yang terpenting aku tidak mencuri dan menjual diri di tempat hiburan! Sudah lah, jangan banyak bertanya." Kesal Xianlie karena sang kakak terlalu banyak bertanya.

Dia pergi melangkah meninggal kan Eng dan si pria asing. Mereka berdua saling pandang lalu Eng mengangkat bahu nya dan menyusul langkah Xianlie.

"Jangan marah, aku kan hanya bertanya."...

"Diam kau, sialan."...

...-sesampai nya di kediaman phoenix-...

Xianlie mendobrak pintu gerbang kediaman, lalu masuk dengan sangat kesal. Eng tak berkutik dan memilih diam, tak berani berbicara disaat sang adik memiliki kondisi hati yang begitu buruk

"Masuk lah," ajak Eng pada pria asing itu.

Mereka berdua masuk dengan pandangan celingak celinguk melihat keadaan rumah tersebut. Hiasan ini sangat asing dimata, Eng, karena dia sudah tertidur begitu lama sehingga tak tau ada sebuah perkembangan baru di dunia ini. Tangan nya memegang sebuah pedang yang terpajang rapi di dinding ruangan. Pedang beserta sarung nya itu begitu memikat mata sehingga, Eng tak tahan untuk mrngambil nya.

"Waw, pedang ini terlihat begitu menakjubkan. Aku tidak percaya ada pedang sebagus ini." Puji nya terhadap pedang itu.

"Tuan, pedang itu terlihat cocok untuk mu." Ujar si pria asing memuji pada, Eng. dia terus menjilat dan mencari perhatian dari tadi, seolah takut akan diabaikan.

Xianlie keluar dan hendak mendekati Eng yang terus saja memandang pedang itu.

"Apakah kakak suka dengan pedang itu?" Tanya Xianlie.

"Ya, ini terlihat tidak begitu buruk." Jawab nya melihat pada Xianlie sambil tersenyum.

"Ambil lah jika ingin. Siapa tahu, pedang itu akan berguna jika terjadi sesuatu yang mendadak, bukan begitu." Ujar Xianlie penuh penekanan sambil melihat kearah si pria asing.

"Be-benar, pedang itu akan sangat berguna." Jawab nya gagu dengan sikap yang begitu canggung.

Xianlie tersenyum begitu sinis disaat melihat sebuah keraguan diwajah pria itu. Puas sekali rasa nya, saat menyiksa seseorang sehingga diri ini akan senang dan dimanjakan. Jangan salah mengira, hanya orang yang pantas lah yang bisa disiksa.

Pergerakan nya sangat mencurigakan, apalagi dia selalu melirik keseluruh sudut ruangan. Gejolak hati Xianlie ingin sekali mempermainkan pria yang ada di depan nya ini, entah sekarang atau kapan dia pasti akan melakukan nya. Dengan anggun dia duduk disebuah sofa, sambil mengangkat kaki nya. jari jari nya itu mengetuk ngetuk pegangan sofa, lalu memicing kearah si pria

"Duduk lah! Ku rasa kau pasti akan sangat kelelahan apa lagi wajah mu sudah babak belur seperti itu." Xianlie mempersilah kan si pria untuk duduk disana. Dia mengangkat alis nya, berniat melanjutkan perkataan." tapi... kau bukan seperti orang yang habis dipukuli. Kau terlihat sehat." Lanjut nya lagi tersenyum devil. Dia menghentikan ketukan jari nya lalu memegang dagu, mendekat kan pandangan kearah si pria. "Kau ternyata memiliki energi yang lumayan banyak ya." Si pria membesarkan kedua mata nya, lalu dengan cepat dia memandang ke arah, Eng.

...BAGIAN 24 TELAH BERAKHIR, SEE YOU AGAIN...

...JANGAN LUPA DI LIKE, BYE BYE....

1
sasa adzka
Luar biasa
Sutami Andriani
👍👍
A&R
gd
Rita Tanti
Luar biasa
Isabel Hartono
lanjut
Anahda Comeel
rijin terlalu lemah
YuniSetyowati 1999
Gara2 baca tulisanmu disebelah jd penasaran dg cerita2mu yg lain.
Semangat Thor.Dan terimakasih atas cerita2mu.
Wo Lee Meyce
semoga thor byak menghasilkn byk cerita😇🙏🙏
Wo Lee Meyce
😇😇😇😇😇🙏
Wo Lee Meyce
semngat thor,,,aku sangat suka jdi ikut tegang saat membacax
mey uz
Menarikkk👏👏
Lamsiah Lamsiah
semagat thoor dan lanjutkan
Lamsiah Lamsiah
ooh noo masa ia anak kecil mau dicambuk dan aku suka nama panggilan ceon jadi serangga hahaa🤣🤣
Lamsiah Lamsiah
aduh kasian kalau masih kecil udah dipulin apa lagi tuuuu saudara nya tukang buli
Lamsiah Lamsiah
mau dong jurus ya
Lamsiah Lamsiah
enak bgt punya kekutan dan bisa menghasilkan uang dan dapat beli rumh amazing
Lamsiah Lamsiah
semangat thoor suka alur cerita nya
Siti Rahmawati
ga seru....tinggal sedikit lg thor terusan ceritanya
Salmah Buhari
baik
ARA
Klo cuma 20cm lebih tepat disebut bergeser thor, klo terpental paling ga 2 Meter
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!