Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epsd. 23. Kedatangan Reta
Epsd. 23. Kedatangan Reta
"Aku tak bisa menikah denganmu Ammar. Yang sudah kita lakukan ini adalah suatu kesalahan" ucap Reta sedikit menekan.
"Bagaimana bisa kau mengatakan ini kesalahan setelah apa yang kita lakukan Reta. Ingat... ada benihku yang sedang tumbuh di rahimmu" sahut Ammar mengingatkan Reta kembali.
"Kau tenang saja Ammar, aku akan membesarkan kandungan ini hingga lahir. Namun setelah itu akan aku serahkan semuanya kepadamu," ucap Reta lalu meninggalkan Ammar begitu saja.
"Reta... Reta... kau tak bisa seperti ini!" panggil Ammar kepada Reta yang tidak menggubrisnya sama sekali.
Reta sudah memikirkan semuanya, dia hanya ingin Lucas menjadi satu-satunya miliknya. Tak peduli bagaimana nasib kandungannya, keluarga besar Reta juga tak memberikan izin untuk menggugurkannya.
Sambil mengemudi kuda besinya, Reta melajukannya dengan kencang agar segera sampai ke lokasi tujuannya.
Tak membutuhkan waktu yang lama, Reta pada akhirnya tiba ketempat lokasi tujuannya. Reta yang terlihat sangat cantik bak model turun dari mobil mewahnya dengan sangat anggun. Semua karyawan di kantor Lucas sudah mengenal Reta dengan baik, mereka sedikit menunduk dan tersenyum ramah kepada Reta yang melewatinya.
"Selamat pagi nona Reta," sapa Amanda kepala bidang pemasaran di kantor Lucas.
"Selamat pagi Manda, apa Tuan sudah tiba?" tanya Reta dengan ramah.
"Sudah nona, Tuan Lucas sedang memandu rapat diruang inti" ucap Amanda memberitahu.
"Terimakasih Amanda, aku akan menunggu di ruangannya" ucap Reta berjalan dengan pedenya.
"Ma--maaf nona..., Tuan berpesan jika anda tidak boleh lagi masuk kedalam ruangannya" Amanda memberitahukan pesan Lucas.
Reta tersenyum kecut mendengarnya,
'Rupanya kau sudah menutup semuanya Lucas,'
"Baiklah, aku akan menunggu di depan ruangannya saja kalau begitu" ucap Reta pada akhirnya menutupi kekecewaannya.
Sementara diruang rapat--
"Sekian dan terimakasih atas kerjasama anda semua, semoga acara launching koleksi Axosha Jewelry bulan depan berjalan dengan lancar" ucap Lucas diakhir pidatonya.
"Mohon maaf Tuan Lucas saya ijin untuk memberikan saran,"
"Silahkan Tuan Andrew"
"Menurut saya bagaimana jika model untuk Axosha Jewelry dikoleksi ini kita menggunakan wanita yang pas atau sesuai dengan temanya semusim cinta" ucap Andrew.
"Aku setuju dengan anda Tuan Andrew" ucap Tuan Daniel.
"Kita harus menggunakan model yang masih fresh" imbuhnya kembali.
"Jika kita masih menggunakan Ralin, saya takut orang-orang berpandangan tidak cocok. Secara Ralin adalah gadis dewasa, sedangkan yang akan launching ini koleksi para ABG" Andrew ikut menambahkan.
"Brandon bisa kau catat saran mereka, kau bertugas untuk mencari wanita yang pas untuk acara kita bulan depan" sahut Lucas. Kemudian dia segera keluar ruangan dengan elegant.
"Lagi-lagi gue yang harus cari" gerutu Brandon.
"Kenapa Brandon? bukannya mencari gadis ABG itu tak sulit? jika kau tak keberatan aku akan menyuruh teman ranjangku untuk mendaftar" ucap Daniel si playboy.
"Simpan saja teman ranjangmu itu, Bos tak akan mau menerimanya" sahut Brandon lalu melangkahkan kaki melewati Andrew dan Daniel.
Saat Lucas hampir sampai ruangannya, sesosok wanita yang Lucas kenal sedang berdiri di depan pintu menunggunya. Kali ini dia melemparkan senyum kearah Lucas lalu sedikit berlari menghampiri Lucas dan memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu," ucap Reta.
Lucas hanya diam, sakit dihatinya lebih dalam ketimbang rasa cintanya. Harapannya bisa berjumpa dengan kekasihnya setelah kian lama berakhir dengan pengkhianatan.
"Ehm..," Brandon berdehem mencairkan suasana.
"Lucas kau melupakan sesuatu," ucap Brandon menyodorkan ponsel Lucas yang kebetulan berdering.
Melihat nama Cherry di ponselnya, Lucas sedikit mendorong tubuh Reta kemudian menjauhinya sembari menerima telfon dari Cherry.
"Ah.. Luc---" belum sempat Reta menyelesaikan ucapannya, hatinya kembali merasakan sakit karena sikap Lucas.
"Maaf nona, maafkan bosku" ucap Brandon basa-basi.
Reta hanya menarik satu ujung bibirnya, kemudian menyusul Lucas.
"Dasar wanita gila tak tahu malu," gerutu Brandon mengumpat kesal Reta.
**
"Kau tak boleh keluar kemana-mana Cherry bery strawberry mangga manalagi...," terdengar suara dari ponsel Cherry.
"Apaan sih Om ngelarang aku, terserah aku mau kemana" protes Cherry tak mau menuruti perintah Lucas.
"Ingat statusmu, saat ini kau istri sahku jadi tolong turuti ucapan suamimu" Lucas berusaha mengingatkan Cherry akan statusnya sekarang berbeda tidak seperti 2 hari yang lalu.
"Apa om juga lupa dengan perjanjian kita, kalau diantara kita tak boleh ada yang mencampuri urusan masing-masing" sahut Cherry tak mau kalah.
'Nih bocah sulit amat aturannya, awas kalau ada apa-apa aku tak akan menolongnya' gerutu Lucas.
"Cherry dengarkan aku, aku akan mengizinkanmu pergi tetapi berjanjilah kau akan mengirim lokasi tempatnya" pinta Lucas. Pada akhirnya dia pasrah dengan keinginan Cherry.
"Bodo amat" ucap Cherry kemudian menutup panggilannya.
"Emang dia pikir dia siapa? suami? suami darimana orang menikahnya aja bikin kaget" gerutu Cherry.
Cherry lalu mengambil tasnya dan keluar rumah, untungnya sebelumnya dia memesan taxi online jadi Cherry tak harus menunggu lama karena taxi online pesanannya sudah menunggunya di depan.
Kurang lebih 20 menit akhirnya Cherry tiba di tempat favorit dirinya berkumpul bersama Neva dan Steve. Cherry tersenyum kearah Neva dan Steve yang sudah menunggunya beberapa saat lalu.
"Hai...," teriak Cherry menyapa kedua sahabatnya.
"Kebiasaan nih datang-datang nyeruput minuman orang," keluh Steve karena Cherry meminum minuman Steve.
"Aggghh... lega... akhirnya kerongkonganku basah juga" ucap Cherry.
"Emang habis ngapain aja sih sampe kehausan kayak gini?" tanya Neva penasaran.
"Mandiin baby singa," sahut Cherry seenaknya seperti biasa.
"Yang bener loe Cherr?" tanya Steve.
"Ya enggak lah Steve.. mana berani dia deketin baby singa, baby oyen aja dia takut" ledek Neva.
"Ralat Neva..., aku bukannya takut cuma geli aja" sambil menggerakkan tubuhnya ekspresi geli sesungguhnya.
"Bohong loe Cherr... loe tuh takut" ledek Steve kemudian.
"Kalian nyebelin kayak Om--" dengan cepat Cherry melipat kedua bibirnya setelah menyadari ucapannya.
"Om?" ucap Neva dan Steve bersamaan. Sekarang posisi keduanya sedang menatap Cherry dengan serius.
"Om-- om apa? kalian salah dengar," sahut Cherry masih bisa berekspresi dengan tenang. Cherry mengambil gelas minuman Steve kemudian meneguknya kembali.
"Telinga gue masih normal Cherry... Om yang elu maksud bukan kakak gue kan?" tebak Neva langsung.
"Uhuk...uhuk..uhuk..." Cherry yang tadinya tenang, tersedak mendengar tebakan Neva.
"Ya enggak lah... mana mau gue sama Kakak elu yang tua bangkotan itu," ucap Cherry meyakinkan mereka.
"Gue kira ka Lucas. Bukannya sejak kalian bertemu elu selalu panggil dia om," ucap Neva membalikkan situasi.
"Emang om-om di dunia ini cuma kaka elu, hisssst...., " Sahut cherry masih dengan posisi yang tenang.
"Kaka gue kan tampan, yakin elu ga minat?" sindir Neva.
"Enggak sama sekali, jauh dari ekspetasi" sahut Cherry.
"Emang ekspetasi elu kayak gimana Cherry?" tanya Steve ikut penasaran.
"Harus kayak bang Wookie,"
Bersambung...
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍