Zinu seorang pemuda yang baik budinya dan suka menolong kepada siapa pun, suatu ketika setelah ia memberikan roti kepada seorang pria tua berpakaian kumal, ia bertemu dengan Bee roh berwujud boneka beruang putih yang mengaku sebagai Roh Kebaikan. Dari Bee, Zinu mendapatkan sebuah Sistem di ponsel pintarnya, Sistem itu bernama Sistem Menjadi Kaya.
Jika Zinu berhasil menjalankan tugas yang diberikan Sistem, Zinu akan mendapatkan Poin Kebaikan. Poin Kebaikan ini sendiri dapat Zinu tukarkan menjadi uang. Jika Zinu menukarkan 1000 Poin Kebaikan ia akan mendapatkan uang 100.000 Rupiah.
Ding...
[Sistem Kekayaan :
Agar Pengguna bisa selalu berbuat kebaikan, Pengguna harus tetap hidup!
Hadiah :
10.000 Poin Kebaikan/hari]
Sejak mendapatkan Sistem, kehidupan Zinu mulai berubah, ia mampu memperbaiki ekonomi keluarganya.
Suatu ketika Zinu mendapatkan misi dari Sistem untuk menjadi Youtuber dengan konten berbagi kebaikan. Bagaimana kisah Zinu dengan Sistem yang dimilikinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi Putih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
...[Misi baru telah tersedia!]...
...[Misi Wajib:...
...Selamatkan Rosalinda Brawijaya!...
...Rosalinda Brawijaya selamat (0/1)...
...Hadiah :...
...~ 400.000 Poin Kebaikan...
...~ Kotak Kekayaan (2)...
...~ Kotak Rahasia...
...Gagal :...
...Kematian Rosalinda, Turun 5 Level, dan Sistem akan non-aktif 30 hari.]...
Zinu memacu kencang laju motornya, setelah menukarkan 50% Poin Kebaikan, ia mendapat informasi tempat di mana Rosa disekap.
[Pengguna harus berhati-hati!] ucap Sistem dengan suara khawatir.
Zinu ingat terakhir kali ia berhadapan dengan kelompoknya Gatot, saat itu adiknya hampir tewas. Kali ini ia bahkan tidak bisa menggunakan kemampuan Superman.
Zinu mendadak menghentikan laju motornya.
[Ada apa?]
‘Di sana pasti ada jebakan!’ batin Zinu dengan wajah datarnya, lalu ia menuruni motornya.
‘Kak, aku beli Kartu Ahli Parkour dan langsung aktifkan!’
[Kartu Ahli Parkour berhasil di beli!]
[Kartu Ahli Parkour Sukses diaktifkan, akan berlaku selama 30 menit!]
Jaraknya sudah tidak terlalu jauh lagi, jadi Zinu memutuskan untuk berlari saja, ia ingin memantau keadaan di sana terlebih dahulu.
Sekarang ini Zinu memilik Skill Stamina Berganda yang akan terus aktif, itu berarti stamina Zinu berkali lipat dari stamina normalnya. Bahkan saat staminanya belum berlipat saja itu sudah melebihi manusia biasa, apalagi sekarang staminanya yang sudah berganda.
Gerak Zinu yang gesit dalam melompat ke sana ke mari membuatnya sampai di lokasi tujuan hanya dalam beberapa menit, ia sekarang tidak akan menerobos ke sana, melainkan hanya mengintai untuk mengamati keadaan. Kemampuan parkour sangat berguna dalam menjadikannya penyusup.
‘Benar saja, pasukan bersenjata di sana sudah bersiap. Bahkan di beberapa titik, ada sniper yang sudah siap untuk melobangi kepalaku..’
Zinu sudah sampai di sebuah Villa cukup besar di daerah terpencil, bisa ia tebak ini merupakan salah satu markas rahasia dari Atlas.
[Sekarang apa yang akan kau lakukan?]
‘Jika aku salah bergerak, Kak Rosa akan dalam bahaya!’
Zinu mantap tajam Villa yang ada di sana, ia sadar pasti akan ada jebakan, bahakan bisa saja jebakan itu akan mebahayakan Rosa. Ia ingat apa yang pernah terjadi pada adiknya, tentu ia tak ingin masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
‘Sepertinya ada yang mereka inginkan dari Pak Bambang, sebaiknya aku biarkan saja dulu,’ guman Zinu dalam hatinya.
***
“Zinu?” Bambang menatap ponselnya, Zinu sudah mengirimkannya sebuah foto beserta lokasi yang dia katakan sebagai tempat di mana Rosa disekap.
“Anak ini benar-benar nekat, tapi aku salut dia bisa menemukan lokasi mereka!” ujar Bambang.
Bambang tentu saja tak akan tinggal diam ketika putri semata wayangnya terancam. Ia mengepal erat kedua telapak tangannya. Namun wajah itu masih terlihat cukup tenang.
“Tapi tuan, jika Zinu sembarang bergerak, nona Rosa akan dalam bahaya!” ucap seorang pria berkacamata.
Bambang melirik pria berkacamata itu. “Aku yakin dia tidak akan sebodoh itu, makanya dia mengirimkanku lokasi tempat Rosa berada..”
Bambang merasa Zinu bukanlah orang yang bergerak sembarangan, walaupun usianya masih tergolong muda, Bambang sadar Zinu itu bukan pemuda biasa.
“Apakah tuan akan menuruti permintaan mereka untuk menyerahkan semua saham dan harta kekayaan tuan?”
Bambang tidak menjawab pertanyaan itu.
“Aku yakin dalang di balik ini semua adalah lawan bisnisku, Atlas hanyalah senjatanya!”gumam Bambang.
“Apa rencana tuan?”
“Kita ikuti saja permainan mereka!”
“Tuan itu sangat beresiko!”
“Tenang saja, aku punya rencana! Aku akan menyerahkan 1/4 dari kekayaanku dulu,” ucap Bambang sambil melirik pria berkacamata itu.
Lalu wajah Bambang menjadi cukup datar. “Nyali mereka cukup besar ingin bermain dengan Bambang!”
***
Esok harinya..
“Jadi semuanya berjalan lancar?” tanya seorang pria berkepala plontos yang tidak lain adalah Gatot.
Seorang pria berbadan kekar berambut pirang menganggukkan kepalanya. “Benar Bos, kita sudah menerima 1/4 dari kekayaan Bambang..”
“Bocah itu juga belum terlihat, pantau semua CCTV jangan sampai lengah!”
Sebenarnya yang paling Gatot khawatirkan itu adalah pengawal dari wanita yang ia culik. Ia sempat tertarik dengan pemuda itu karena melihat cara dia bertarung yang amat luar biasa karena menguasai berbagai beladiri. Namun semakin lama ia merasa justru pemuda itu semakin di luar nalar, ia ingat saat menculik adik dari pemuda yang bernama Zinu itu, saat itu ia sudah menjebaknya dan meledakan Villa tempat pemuda itu berada. Namun apa hasilnya? Pemuda itu diketahui tidak mengalami cedera. Jika ada yang bisa selamat dari ledakan dahsyat tanpa cedera, jelas dia bukan manusia.
‘Aku harus waspada, bocah itu pasti akan datang!’ batin Gatot.
Gatot melirik Rosa yang masih terikat. “Kau jaga dia, aku akan keluar sebentar! Untuk rencana selanjutnya nanti akan aku sampaikan. Ingat jangan sampai lengah!”
“Baik Bos!”
Melihat Gatot yang sudah meninggalkan ruangan, pria berambut pirang itu melirik Rosa.
“Nona perkenalkan aku Jo, jangan takut aku di pihak tuan Bambang!” ucap Jo yang melepaskan lakban di mulut Rosa.
“Ahh..” lirih Rosa yang merasa sakit karena lakbat yang dilepaskan Jo.
“Papi? Apa yang Papi rencanakan?”
“Tolong bicaranya jangan terlalu keras nona, di depan masih ada penjaga!”
Rosa menundukkan kepalanya. “Ma—maaf..”
“Temanku sudah berada di pihak tuan Bambang, dia memintaku juga berada di pihak tuan Bambang. Karena aku dan dia sangat dekat aku memilih untuk ikut dengannya dan mengkhianati Gatot.” jelas Jo yang berdiri di depan Rosa yang masih terikat, tubuhnya yang besar itu menutupi tubuh Rosa.
“Sekarang ini tuan Bambang sedang bersiap untuk menyelamatkan nona, tuan memberikan 1/4 hartanya untuk mengecoh musuh. Aku diminta untuk memastikan keselamatan nona di sini!”
***
Zinu sekarang berpakaian serba hitam dengan topeng, di pundaknya ada sebuah Katana. Ia berada di atas ranting pohon untuk mengamati lokasi musuh.
Ding..
Zinu mengeluarkan ponselnya.
“Ada orangku yang memastikan keselamatan Rosa di sana, sebaiknya kau jangan ikut campur, pasukanku yang akan menyelamatkan Rosa!”
Setelah membaca isi pesan itu, wajah Zinu mengkerut di balik topengnya.
‘Tidak.. Itu sangat bahaya! Bisa aja saat pasukan tuan Bambang datang, Gatot meledakkan tempat itu!!’
[Pengguna lihatlah di sana!]
Zinu segera menyimpan ponselnya, ia menatap jauh ke depan. Ada seorang berkepala plontos yang memasuki mobil, dia di kawal oleh beberapa orang bertopeng.
“Dia pasti Gatot!” gumam Zinu.
[Dia akan meninggalkan tempat itu!]
“Sepertinya dugaanku benar!”
***
Di dalam mobil seorang berkepala plontos sedang meraba-raba wajahnya, lalu dia memegangi leher bagian belakangnya dan perlahan menarik topeng kulit yang menutupi mukanya. ‘Berpura-pura menjadi Bos Gatot sungguh melelahkan!’
“Bob, bagaimana?” tanya si pria berkepala plontos yang duduk di jok bagian tengah mobil.
“Ingat keselamatan wanita itu yang terpenting! Itu pesan Bos Gatot!” jawab orang yang sedang menyetir mobil.
“Kau hebat juga memainkan peran sebagai Bos Gatot..,” ucap orang bertopeng yang ada di samping pria berkepala plontos.
\=\=\=\=
Bila membaca tulisan typo, mohon dikomentari ya biar bisa aku perbaiki..
Ini novel pertama aku Si Cumi Putih, jadi mohon berikan dukungan berupa Like, saran dan masukan di kolom Komentar, serta agar tidak ketinggalan jadikan novel ini Favorit-mu.
mending sistem seperti semula thor
lebih bagus