Albirri, seorang laki laki yang ta'at akan agama dan merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Namun Na'asnya Ia harus menghadapi fitnah yang di tujukan oleh bos nya sendiri.
Kehidupannya berubah drastis semenjak kejadian itu.ia harus menikahi gadis bernama Ansha, rekan sekantornya dan memutuskan kembali ke kampung halamannya.
Akankah Albirri mampu mengatasi romantika cinta yang tidak pernah Ia sangka sebelumnya?
Akankah Ia mampu bertahan dengan gadis yang resmi menjadi istrinya secara tiba tiba?
Bagaimana kisah mereka berdua selama menjalani kehidupan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DwiRahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Halal...
“Om..!’ ucap Miftah memanggil dokter yang memeriksa Umai.
“Miftah..!” jawab Dokter tersebut.
“Lho Kenapa Ada disini,” kata Dokter Fadli.
“Ada keperluan sebentar..!” ucap Miftah
Dokter fadli hanya mengangguk anggukan kepalanya.
Bu Fatimah yang miris melihat keadaan UMai segera melangkahkan kakinya kea rah Birri.
“Gimana Nak Birri, kamu bersedia kan menikahi Umai??” tanya Bu Fatimah.
Birri tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut.
“Apa maksudnya ini Sha?Birri mau menikah lagi..!” tanya Miftah.
“Dia telah memperkosa Anak saya..dan menjadikan Umai menjadi
trauma seperti ini...Kalau nak Birri tidak mau menikahi Umai...siapa yang mau
menikahi anak saya ...!” kata Bu Fatimah terisak mendengar pertanyaan Miftah.
Angkasa tersenyum senang melihat keadaan itu. Miftah yang
masih belum paham kondisinya pun bingung dan mulai bertanya tanya.
“Sebenarnya apa yang terjadi Sha?” tanya Miftah.
“Tidak bisa di jelaskan dengan kata kata..!” jawab Ansha.
“Maaf bu...sebaiknya kita tunggu sampai Umai sembuh...baru
kita bicarakan lagi..!” kata Birri berusaha menanggapi permintaan Bu Fatimah.
“Ya nggak bisa gitu dong Bir...loe kan harus tanggung
jawab...!!gimana nanti kalau didalam rahimnya Umai udah ada anak...!kan loe juga
nggak tahu berapa kali loe menikmati tubuhnya Umai...!”ucap Angkasa kesal.
“kalau gue si..ya harus segera...!kalau perlu sekarang juga
gue panggilin penghulunya...!” ucap Angkasa berapi api.
Birri menatap jengah pada Angkasa. Pria itu semakin
memperkeruh suasana.
“Kalau saya yang melakukan...pasti saya akan bertanggung jawab..!tapi tolong juga,
hormati keputusan saya...!karena saat ini bukan hanya Umai yang harus di jaga
perasaanya..!” Ucap Birri Memendam Emosi.
“Semua hanya memperhatikan kehormatan dan perasaan Umai...lalu siapa yang
akan menjaga kehormatan dan perasaan istri saya..!!”
“Saya tidak akan lari dari tanggung jawab..!!tapi ijinkan
saya meminta waktu untuk menata hati saya dan istri saya jika harus terjadi
pernikahan yang kedua..!” kata Biirri menggenggam erat tangan Ansha.
Ansha hanya tersenyum mendengar kata kata suaminya itu. Ada
semacam embun yang sangat sejuk menetes di hatinya.
“Kurang Ajar..!!” Umpat Miftah kesal.
Ia melayangkan tinjunya ke arah Birri. Memukulnya membabi buta.
“Nggak nyangka Sha...lelaki yang kamu pilih malah seperti ini...!kecewa aku dulu melepaskanmu..!tahu gitu aku tetap memperjunagkanmu Sha...!”kata Miftah.
“Hentikan mas..!hentikan..!”teriakan Ansha bahkan tidak
didengar. ANsha pun tidak dapat melerai keduanya.
“Menyesal aku melepaskan Ansha kepadamu..kalau ternyata kau
akan memadunya..!!”Umpat Miftah kesal dengan terus memukuli Albirri.
“Dasar kau pria brengsek..!!!ceraikan Ansha sekarang juga..!maka dengan senang hati aku akan menerimanya..!” ucap Miftah masih melayangkan tinju ke muka Albirri.
Angkasa yang sejak tadi hanya diam, melihat ALbirri yang
tidak melawan akhirnya mencoba menarik
Miftah ke belakang dan menenangkannya.
“Ceraikan Ansha sekarang juga..!!” ceraikan Dia...!!”
teriaknya menggema diseluruh ruangan. Ia terlihat sangat sakit hati melihat
gadis pujaan nya itu harus menjalani poligami.
Dokter Fadli membangunkan Birri yang masih sempoyongan
mencoba bangkit.
“Aku tidak akan menceraikan Ansha..!Sampai kapanpun...!!”
kata Birri Tegas.
“Kau memang pria brengsek..!!tidak puas dengan hanya dengan satu
wanita..!HAhh!!” kata Miftah kesal.
“Sudah sudah...yang terpenting sekarang Umai..!Nikahi Umai
Birr...!karena loe harus bertanggung jawab atas perbuatan loe itu..!” kata Angkasa.
“Aku pasti akan Menikahinya...kalau memang aku berbuat hal
kotor kepadanya...tapi berikan aku waktu untuk bicara dengan Ansha..karena dia
itu istriku..!!!istri SAHku..!!” jawab Birri tak kalah sengit.
“Baik...satu hari..! hanya satu hari..!.besok kau harus
menikahinya...gue nggak mau dengar alasan apapun lagi..!” kata Angkasa.
Birri, Angkasa dan Miftah masih bersitegang. Semua memikirkan perasaan Ansha. sedang yang
di pikirkan masih bersantai ria. Malah asyik bermain ponselnya.
“Sudah??” kata Ansha.
“Kalau gitu anterin Ansha pulang ya Mas..!!” kata Ansha.
“Disini sudah banyak orang yang nunguuin Umai..” tambahnya lagi.
“Pakai saja mobi bapak Sha yang tadi...nanti biar diambil
anak Bapak di rumah Birri..” kata Pak RT.
“Terimakasih pak...”jawab Ansha.
“Mas Birri...”ucap Umai pelan.
“Aku pulang dulu Umai..!jaga dirimu..!” kata Birri datar.
Umai hanya menatap sedih melihat Albirri yang meninggalkannya
sendirian disitu. Ia bahkan tak memandang Umai sedikitpun.
Ansha berpamitan kepada semua dan menguccapkan salam meninggalkan
ruang rawat tersebut.
Sesampainya di dalam mobil, Ansha hendak menyalakan mesin
mobilnya namun Albirri menyambar kunci mobil tersebut.
Ansha menatap suaminya itu dan Albirri pun sama menatap mata
gadis itu mencari jawaban atas sikapnya.
Dengan wajah masih menegang dan diam, Albirri terus mencari
jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang menghantui pikirannya.melihat itu, Ansha pun akhirnya tersenyum dan mengalungkan tangannya ke leher Albirri. Memberinya kecupan mesra di bibirnya.
Birri tersentak kaget melihat tingkah Ansha. Wajah tegangnya berubah menjadi melunak.
“Sha..!”kata Birri.
“Apa...!” jawab Ansha bergelayut manja pada suaminya itu.
Albirri hendak menyerang balik Ansha dengan menciumnya.
“Eitss...tidak Boleh...!!masih ada bau bau perempuan lain...!!kata Ansha melepaskan tangannya dari leher Albirri dan menyambar kembali kunci yang ada di tangan suaminya itu.
“1-1” kata Ansha tersenyum dengan kemenangan. Kemudian melajukan mobilnya menyusuri jalan raya yang padat akan orang yang melakukan aktivitasnya masing masing.
Birri hanya bisa menghela nafas dengan ulah istrinya yang sulit ditebak. Namun dalam hatinya masih bertanya tanya tentang sesuatu yang masih mengganjal.
Akhirnya tiba juga mereka dirumah yang mereka rindukan.
“Ah...leganya...!!” ucap Ansha merebahkan diri di sofa.
“O iya SHa...tadi apa kamu sudah sholat?”tanya Birri.
“Ya sudah lah Mas...tadi waktu Mas Birri pergi..di dekat
situ ada ruang kosong yang nggak kepake...ternyata digunakan juga untuk sholat
, bagi yang enggan turun ke lantai bawah...!”sahut Ansha.
Tring
Suara pesan masuk diponsel Ansha. Dilihatnya pesan
tersebut dan senyuman mengembang di bibirnya.
“Mas...hari ini mau makan apa??kita ke pasar yuk..”ucap Ansha.
“Mandi dulu Sha...badan lengket..!” ucap Birri.
“oke...habis mandi anterin ya Mas...mau beli bubur kacang
ijo...laper...kan dari tadi malam nggak bisa istirahat..!” kata Ansha manja.
“Iya...” ucap Birri smbil mengusap pucuk kepala Ansha.
“Cepet duluan Mas...!nanti gantian mandinya..!” kata Ansha
sambil mencari pakaian ganti untuk suaminya itu.
Birri pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Birri yang baru melepas kemejanya tiba tiba tersentak kaget
ketika pintu kamar mandi di buka.
“Astaghfirullah...Sha...!” kata Birri.
“Eh maaf Mas...Cari ikat rambut..ketinggalan....” kata Ansha
memperlihatkan barisan giginya yang rapi dan putih itu.
“Sebentar tak ambilkan...”Kata Birri sambil mengenakan kembali
kemejanya.
Ia pun mengambilkan ikat rambut yang tergantung di kamar mandi.
“Ini..!” kata Birri memberikan ikat rambut itu.
“Terimakasih...” ucap Ansha.
Ia ingin berbalik pergi namun sejurus kemudian ia kembali menoleh kepada suaminya itu.
“Kalau sama Gadis lain aja nggak ditutup tutupi...!!ini sama istrinya aja malunya setengah mati...!!” ledek Ansha pada Birri dan kemudian menutup pintu kamar mandi.
Birri yang masih terbengong langsung menyadarkan dirinya. Membuka kembali pintu kamar mandi tersebut. dan Melangkahkan kakinya dan menarik tangan Ansha.
“Bukan seperti itu Sha...!” Kata Albirri mendekap istrinya
itu. Perasaanya berkecamuk. Dia khawatir istrinya itu salah paham lagi dan terluka lagi.
“Aku benar benar tidak biasa bertelanjang dada di depan orang lain...!” Kata Albirri.
“Ish...baperan ah..! Aku tadi kan hanya bercanda si mas...! hehehe..!” balas Ansha merenggangkan pelukan Birri.
Birri tersenyum melihat kenakalan istrinya itu.
“Kalau gitu apa mau melihat semuanya?” Goda Albirri.
“Ya Allah Mas...Mas Birri kesambet Apa dikamar mandi tadi??”jawab Ansha kaget.
“lhah kok..!!”balas Albirir kebingungan.
“Tumben bisa ngomong kayak gitu...!!sudah biasa ya...menggoda wanita..?” tanya Ansha menyelidik.
“Ya Allah Sha...kapan si Masmu ini menggoda wanita lain...!” sahut Albirri.
“Hehehe...kali aja...!!”Ucap Ansha melepaskan pelukan Albirri.
“ Udah Ah...ini malah nggak mandi mandi...!” gerutu Ansha.
“Mandi bareng mau?” kata Albirri tiba tiba.
Ansha hanya melongo dan menutup mulutnya. Menggeleng gelengkann kepalanya melihat tingkah suaminya itu yang seakan akan berubah 360 derajat.
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.
smngat trus thor💪