NovelToon NovelToon
Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: rozh

10 tahun menikah bersama suaminya, ia tak kunjung memiliki keturunan, gunjingan, hinaan serta tekanan dari pihak keluarga suaminya, bahkan hingga suaminya meninggal dunia, semuanya dilimpahkan sebagai kesalahannya.

Nama baru sebagai janda baginya seolah menambah hina dirinya. Hingga suatu malam ia di perkosa lelaki yang tak dikenal. Entah anugerah atau musibah, bagaimana ia harus menyikapi itu, karena malam itu ia memiliki tiga orang putra.

Mereka anak-anak yang genius dibidangnya masing-masing. Kehidupan berubah total, Kinah wanita mandul yang miskin dan hina menjadi Nyonya kaya raya, cantik jelita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niqab

“Pakai ini?” Ia masih memegang hijab pilihan Arsen. Menatap anak laki-laki itu serius.

“Mom akan pergi ke sarang harimau. Tentu kita harus punya alat tempur.” ucapnya datar, masih menyibak hijab dan aksesoris lainnya.

Billa lama terdiam, berpikir, berpikir dan berpikir.

“Aha! Maksudnya...”

“Ya.” jawab Arsen cepat.

“Kamu memang putraku yang genius tiada duanya. Aku tak pernah berpikir seperti itu, tetapi ini tidakkah berbahaya?”

“Kenapa bahaya?” Arsen menoleh.

“Di Belanda ini dilarang.” jelas Billa.

Arsen terdiam. “Jangan khawatir, kita beli saja dulu.” Ia kembali menyemangati Arsen.

Mereka telah memiliki pakaian dan hijab, serta cemilan dan jajanan untuk mereka yang berada di rumah sakit, lalu menuju pulang.

Sedangkan Sakinah juga sudah selesai berbincang-bincang dengan Sekar. Wanita itu memilih segera pergi dengan Wizza karena ada keperluan.

“Billa dan Arsen Mana?” Sakinah bertanya pada Arhen yang sibuk memainkan kubis.

“Belanja Mom sama Miss.”

“Loh, makanan 'kan banyak? Kenapa harus belanja lagi?”

“Biasalah Mom, Abang. Palingan dia juga lihat laptop atau handphone di internet.” sambung Ardhen di sela menonton acara memasak bersama Jimi.

“Billa sih, terlalu memanjakan kalian, jadinya begini.”

“Udahlah Kinah, gak apa-apa, namanya juga anak-anak. Billa pasti senang berbelanja dengan Arsen.” timpal Jimi.

“Iya, tapi Jim, kalau anak-anak selalu dituruti kemauannya nanti ngelunjak, gak mandiri.”

“Hei!! Wah, dasar emak-emak kerjaannya marah-marah aja!” protes Billa yang baru saja datang bersama Arsen membawa beberapa kantong belanjaan.

“Apa ini? Kamu minta banyak belanja sama Miss?” Menatap tajam Arsen. Anak laki-laki itu menunduk. “Mom sudah bilang, 'kan? Cari uang itu susah, jangan banyak jajan, jangan minta beli ini itu terus sama Miss dan Daddy!”

“Kinah udah deh, jangan dimarahi.”

“Kamu juga Billa, aku 'kan sering ingetin kamu, jangan turuti semua kemauan mereka. Bisa-bisa mereka minta terus dan gak mandiri, nanti besar jadi bandel. Kamu harus rubah sikap kamu, hematlah, nanti kamu juga akan punya anak. Bla, bla, bla....” Panjang kali lebar Sakinah berceramah, ciri khas emak-emak.

Sakinah yang biasanya lembut, alim, berubah jadi emak-emak cerewet setelah memiliki tiga putra kembar.

Shalsabilla menjawab, “Ya, ya,” dengan malas.

Jimi hanya tersenyum kecil, walaupun Sakinah tak pernah menceramahi dirinya, ia merasa tersindir karena selalu memanjakan dan membelikan apapun permintaan Sikembar. Dia dan Shalsabila sama saja.

“Udah Mak, nanti stroke kalau marah-marah terus, tarik nafas dalam, lepaskan! Ok, sekarang minum air segar dulu, ya.” selorohnya.

Sakinah pun diam dan meminum minuman yang dibeli Billa tadi.

Perlahan Arsen mendekat, membuka kantong belanjaan, memberikan sesuatu pada Sakinah. “Mom, nanti di Belanda pakai ini ya.” Ia sodorkan benda itu.

Sakinah mengembangkannya. “Cadar?” tanyanya menatap benda itu.

“Iya, Mom. Aku merasa di sana cukup bahaya, alangkah lebih baiknya pakai ini. Orang-orang tidak akan mengenali wajah Mom. Tipis keberhasilan orang jahat mendekati Mom.”

Sakinah tersenyum. “Makasih, Sayang. Mom tau maksudnya, tetapi ... memakai cadar atau niqab itu terasa berat sama Mom.” Sakinah mengulurkan tangannya ke wajah Arsen.

“Negara lain tidak mayoritas Muslim seperti kita Nak, banyak negara yang melarang pemakaian cadar, tak terkecuali juga di Belanda.” jelas Sakinah. Arsen tertunduk sendu.

“Mom juga merasa masih kurang, rasanya memakai cadar itu adalah wanita yang sangat pintar dalam bidang agama, sedangkan mom hanya standar saja.” lanjutnya.

“Bagaimana kalau Mom pakai masker yang terbuat dari kain? Nanti bisa pilih coraknya berwarna-warna sesuai dengan pakaian Mom. Itu juga melindungi wajah Mom, orang-orang juga tidak akan melihat wajah Mom.” paparnya. Wajah Arsen perlahan berubah ceria.

“Memangnya ada orang yang pakai masker kain?”

“Ada dong.”

“Makasih ya, sudah belikan Mom ini.” bujuk Sakinah kemudian mencium pipi Arsen. Membuat anak laki-laki itu tersenyum kecil.

“Aku juga mau Mom! Adik juga mau Mom.” ucap Arhen dan Ardhen serempak.

“Lah padahal aku juga loh!” Billa juga ikutan.

“Owalah, bayi besarku juga ikutan mau nih!” Sakinah memeluk Billa. “Makasih bayi besar.” ucapnya. Kemudian berjalan mendekati Arhen yang duduk bersebelahan dengan Ardhen, mengecup pipi mereka masing-masing.

“Kami sayang, Mom.” Mereka mengecup pipi Sakinah kiri dan kanan.

“Kamu tidak mau juga?” tanya Billa pada Arsen melihat tingkah Arhen dan Ardhen.

“Kekanak-kanakan.” jawabnya dingin. Lalu memilih menghidupkan laptopnya.

“Astagaaaaa, anak ini ya, gak sadar apa kalau dirinya sendiri anak-anak.” Shalsabila menggelengkan kepalanya sembari berdecak lidah.

Handphone Jimi berbunyi, ia pun mengangkatnya.

“Ada apa Honey?” tanya Shalsabilla setelah Jimi selesai menelfon.

“Ada panggilan untuk pemotretan.” jawabnya, lalu ia menatap ke arah Arhen.

“Hei, Superstar, let's go.” ajaknya.

“Yeeaayy, akhirnya!!! Dimana Dad?” seru Arhen.

“Di Pulau Abang, Galang.”

“Buat promoin tempat pariwisata Dad?” tanya Arhen sembari memakai jacket dan sepatunya.

“Hu’um.” sahut Jimi.

“Aku boleh ikut, Honey?” tanya Shalsabilla.

“Sure.” Jimi mengedipkan matanya.

“Mom, Kakak pamit dulu ya. Abang, Adik, Kakak pamit dulu. Do'akan ya, bye.” Ia melambaikan tangannya.

“Pamit dulu, Kinah.” ucap Shalsabila dan Jimi.

Setelah kepergian mereka, kini tinggallah Sakinah, Ardhen dan Arsen di ruangan ini.

“Sudah berapa lama kamu menatap laptop itu, Dik?” Arsen merasakan seberapa panasnya laptop yang di tonton Ardhen.

“Sudah waktunya tidur, benar 'kan Mom. Laptopnya sudah panas.” adu Arsen.

“Iya, Adik boboklah lagi. Abang juga harus bobok, gak boleh main laptop atau hp lagi.” Sakinah menghentikan aktivitasnya yang membereskan sampah makanan.

“Iya, Mom.” jawab mereka berdua cemberut, patuh membaringkan tubuh mereka.

Sakinah telah selesai merapikan dan membersihkan ruangan. Ia mendekat dan mengelus kepala kedua putranya.

“Mom.” Arsen membuka matanya.

“Kamu belum bobok juga? Ayo, bobok.” Sakinah menepuk-nepuk punggung Arsen.

“Mom,” panggil Arsen lagi.

“Iya.”

“Andrean dan Dedrick memiliki seorang paman bernama Irfan Van Abbey. Sepertinya hubungan keluarga mereka tidak rukun, terlihat dari sikap laki-laki itu beberapa kali mencoba menyelidiki data Mom.” tutur Arsen.

“Aku tidak mengerti sepenuhnya bahasa Belanda Mom, aku menerjemahkan menggunakan aplikasi digital, lelaki itu memiliki rencana buruk. Aku khawatir, Mom harus waspada, ya.” Wajah Arsen terlihat sangat khawatir menatap Sakinah.

Sakinah mengusap wajah Arsen. Ia mendesah, bagaimana cara ia melarang putranya untuk tidak melakukan hal seperti itu, ia juga khawatir akan kepandaian putranya. Jika ia melarang, Arsen benar-benar patah semangat.

“Jangan khawatir Sayang, Mom akan berhati-hati di sana. Makasih sudah menjaga Mom selama ini.“ Ia kecup kening Arsen.

“Aku akan belajar bahasa Belanda dan segera menyusul Mom ke Belanda nanti.” ucapnya penuh semangat.

“Iya, Sayang. Sekarang kamu harus tidur. Pejamkan matanya!” pinta Sakinah.

______________

Andrean telah bisa memakai celana berbahan longgar seperti boxer. Ia duduk di depan kaca rias. Membuka celananya, mencerminkan senjatanya.

“Syukurlah! Aku kira di potong! Rupanya masih sama panjang dan besar dari sebelumnya.”

“Kalau dipotong, pasti tak ada yang ..., iiiii....” Ia bergidik ngeri sendiri membayangkan pikirannya sendiri.

Tak bisa ia bayangkan lagi, bagaimana reaksi kekasih-kekasihnya yang berjibun itu.

...***...

1
Syafiqa Rishman
adrean tak layak utk sakinah. dah celup sana sini. dpt isteri cantik Dan solehah. aku harap jodoh sakinah dgn dendrick. bkn adrean.
Syafiqa Rishman
bahasa English kamu sngat teruk.. jgn lah terlalu bergantung pada google translate. bila di baca jdi berterabur.
Eka Novariani
aku berharap ardhen segera menemukan donor nya sekaligus ayahnya 😍
ibeth wati
maaf Thor sampai disini bacanya karena terlalu kecewa dgn jalan ceritanya tak pikir happy ending ternyata sad anding ..sukses selalu Thor🙏
C2nunik987
Arsen liat penderitaan papa Andrean dgn kesedihan kehilangan istri tercinta dan anak kesayangan nya Arsen kehilangan kekasih hatinya ....beban hati Arsen sangat dalam dan sakit 😭😭😭😭 wajar dia bersikeras balas dendam
C2nunik987
Apa Arsen ke inggris jadi mafia gt....Arsen yg sangat terpukul mentalnya Krn kehilangan papa Andrean papa Dedrick mom sakinah dan rose serta Hans di dpn mata ....gmn dia ga penasaran balas dendam...pergilah Abang bantai mrk smua dan pulang lah dgn slmt utk adik adikmu 💪🔥😍🙏😭😭😭
Rozh: typo, maksudnya "Terjebak Dendam 2 mafia
total 2 replies
C2nunik987
Arsen nanti lagi klo bertemu perempuan yg bisa membuatmu jatuh cinta langsung blg iahh biar ga salah paham....🙏😍💪🔥tapi bunuh dulu itu Johan yg udh mengingkari janji membunuh mom dan rose 😭😭😭
C2nunik987
Johan dan Sonny mau bunuh vindo trs aja balas dendam yg ada kalian berdua dihabisi Arsen 😡😡😡
C2nunik987
Bilal genius saat kelingking bertaut terap aku pinang dgn bismillah 😅😅😅😅
C2nunik987
Bilal pengganti uncle Yusuf tergila gila ma Mila ....🙈🙈🙈
C2nunik987
😅😅😅😅 maharnya layangan pengin perang badar Mila diambil dr Jay 😅😅😅😅
C2nunik987
2 orang kesayangan dlm hdpnya setelah mjd yatim piatu ....papa Dedrick kesayangan triplets dan mom sakinah belahan jiwanya papa Andrean 😭😭🤲🤲
C2nunik987
mata Arsen buta sebelah ....ia kan papa Andrean pasti shock terluka kehilangan kakak dedrick juga istri kesayangan nya 😭😭😭😭
C2nunik987
Sabar ardhen nanti kepingan puzzle dlm otakmu bakal utuh jgn km paksa iahhh ganteng nya mom sakinah kesayangan papa Andrean 😍🙏😭
C2nunik987
Arhen sabar iahhh udh ga kebayang lagi klo smuanya sembuh trs ke makam mom Sakinah papa Dedrick Hans dan Rose.... banjir air mata semuanya jugaaa😭😭😭😭
C2nunik987
hah kawin lari .... ardhen smoga pln pln ingatan mu kembali 🫰😍🙏
C2nunik987
Smoga hazium jodoh ardhen yg menyelamatkan nyawa ardhen dan bisa sembuh total kembali genius dan tampan 😍🙏😍
C2nunik987
Setelah smua sembuh dirawat pertemukan mrk dlm kebahagiaan ia thorr ....jgn biarkan mrk yatim piatu ....kasian Arsen dan adik adik nya klo hrs kehilangan papa Andrean juga 😭😭😭🙈🙈🙈
C2nunik987
Smoga Mila jd anak yg dewasa genius dan Solehah cantik dan ga nakal lagi ....dan dia bisa pahami keadaan yg ambyar di keluarga nya ....😭😭😭😭
C2nunik987
Pasti hancur hati arhen dgr mom nya meninggal dunia tanpa perpisahan....Abang dan papanya koma....blm klo tau ardhen amnesia 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!