NovelToon NovelToon
I Love You, Mbak Kunti

I Love You, Mbak Kunti

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Perjodohan / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

follow Instagram ku... @Picisan_Imut94.

Bukan sebuah cerita horor, Kunti hanya julukan seorang pria yang pernah menjadi adik tingkatnya.

mata Kunia melebar, saat membaca ulang surat kontrak kerja yang sudah ia tandatangani itu. ia pun menoleh cepat menghadap Devano yang tengah menyandarkan bahunya di kursi dengan santai membalas tatapan bengis Kuni.

"ini jebakan namanya!" hentak Kunia.

"entah jebakan atau bukan, yang pasti kau sudah menandatanganinya. dan kau tidak bisa keluar dari perusahaan ini sampai batas waktu yang tertera di surat kontrak itu. kecuali jika kau mau membayar uang dendanya."

"Sial...!!" tangannya mengepal geram, terlebih saat melihat pria itu menyunggingkan separuh bibirnya tersenyum licik.

"Show time–" bibir Devano bergumam tanpa suara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sebuah ujung persimpangan

Kunia memang pergi sedari siang. Dan ketika langit sudah gelap ia baru saja tiba di rumah.

Namun beruntung, ia tak mendapatkan ocehan dari sang ibu karena pulang telat.

Ya... Bu Sukaesih dan Pak Gayus kini tengah berkunjung ke rumah salah satu kerabat mereka, mungkin akan pulang larut malam.

––

Di dalam kamar.

Gadis itu melemparkan pelan paper bag ke atas ranjang lalu duduk di atas kursi, melepaskan jaket yang masih basah dengan lunglai, setelahnya menghela nafas sembari memutar sedikit tubuhnya.

Pandangannya sendu terarah kepada sebuah kalender lipat di atas meja. Ada sebuah lingkaran merah yang tebal di salah satu angkanya.

Tangan Kunia terangkat, meraihnya pelan. Bersamaan dengan itu, bulir-bulir bening pun menetes bersama dari kedua netranya.

Waktu yang tidak singkat bagiku. Namun rupanya, kita telah sampai pada sebuah ujung persimpangan. Dimana rumus kebahagiaan yang sudah ku susun kini menjadi absurd. Tak bisa ku duga, kau yang memilih persimpangan yang berbeda. Dan mengakhiri semuanya.

Tes... Tes...

Tetesan air mata, berjatuhan di angka-angka itu. Kedua tangannya melemas, sehingga menjatuhkan kalender itu ke lantai. Kuni terisak lagi, ia menekuk kedua lututnya lantas memeluk kemudian.

"Hiks... Kak Anwar, aku tidak bisa seperti ini. Aku tidak bisa Kak..." Gadis itu semakin tersedu-sedu. Bukan kesalahan Anwar yang berputar-putar di otaknya, melainkan mencari-cari? Di mana letak kesalahannya sendiri. Sehingga Anwar lebih memilih Renita.

Tidak salah bukan?

Ketika seseorang telah berhasil menanamkan sebuah rasa cinta di dalam hati seseorang selama bertahun-tahun, tidaklah semudah itu pula di cabut layaknya tanaman yang masih baru. Akar-akar cinta itu sudah menjalar semakin dalam dan erat di hati.

Ya... mungkin banyak manusia yang memandang itu adalah sebuah kebodohan untuk si pelaku percintaan yang di rasa toxic. Namun, lain halnya dengan si pelaku. Sesuatu yang menyakitinya tidak lah lebih besar dari rasa cintanya.

Hingga si pemilik hati itu harus menerima, segala konsekwensinya dalam bercinta. Yang tidak akan selamanya mulus, walaupun harus berkali-kali terlempar dan di banting dengan kasarnya. Ia tetap bisa memaafkan, begitulah cinta, dengan segala kebutaannya.

Beberapa menit kemudian, tangisnya sudah sedikit mereda. Kini Dia sudah merubah posisinya. Yang tengah merebahkan kepala di atas meja, menatap ke arah ponsel yang ia sandarkan di sebelah vas bunga dengan posisi berdiri.

Menatap layar yang menyala itu, di sebuah aplikasi chat. Dimana air matanya masih berlinang. sebab, secepat itu nomor Kunia di blokir oleh Anwar. Sesekali Dia mengusap air matanya sendiri yang tak henti-hentinya mengalir tanpa tahu cara untuk menghentikannya.

"Aku masih butuh kepastian, aku masih butuh jawaban pasti. Dimana letak kesalahan ku?"

Ia pun memilih untuk beranjak saja dari posisinya, meranggai handuk lalu berjalan memasuki kamar mandi untuk bebersih dan mengganti pakaian.

Setelah itu berjalan keluar menuju salah satu toserba yang berada di luar gang.

–––

Hujan yang sudah berhenti, meninggalkan jejak becek di jalan beraspal.

Kota Jakarta memang tidak pernah tidur dari segala hiruk-pikuknya. Walaupun ini adalah malam Senin, namun mereka para muda-mudi masih asik berkeluyuran di luar. Bersenda gurau dengan pasangan masing-masing di kursi-kursi yang di sediakan oleh pihak toserba, tanpa peduli waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat tiga puluh menit.

Kunia memasuki toserba tersebut, memilih beberapa mie instan dalam cup. Dengan varian ayam pedas, milik salah satu brand ternama asal Korea Selatan.

Berjalan lagi menuju rak para keju. Ia meraih satu keju slice jenis cedar dan mozarella yang dipadukan, tak lupa Nori keringnya juga. ia pun berjalan lagi hingga ke deretan lemari pendingin, meraih tiga kaleng minuman rasa buah persik serta tiga sosis jumbo. Dan setelah semua yang ia inginkan sudah di ambil, kini tinggal membawanya menuju kasir untuk di bayar.

Pip... Pip... Pip...

"Totalnya, jadi seratus dua puluh sembilan ribu lima ratus. Kak," ucap sang kasir setelah semua belanjaan Kunia masuk ke dalam kantong keresek. Kunia pun menyerahkan uang senilai seratus lima puluh ribu rupiah. Dimana sang kasir langsung mengetik sesuatu meraih kembalian serta kertas struknya. "Ini, kak. Terimakasih sudah berbelanja."

Gadis itu tak menjawabnya selain meraih kantong keresek berisi belanjaan dan membawanya keluar.

Setelah melangkah cukup jauh, ia kini sudah berada hampir dekat dengan rumahnya.

Namun seketika berhenti, saat melihat mobil Anwar di depan rumah Reni. Tapi bukan itu yang membuatnya mematung, melainkan bayangan dua sejoli itu yang terlihat dari jarak Kunia berdiri. Tengah menyatukan bibir mereka di dalam mobil.

Gadis itu menggigit ujung bibirnya sendiri, sementara satu tangannya meremas baju di bagian dada. Haruskah mereka berbuat seperti itu di depan rumah?

Sementara rumah Kunia berhadapan dengan rumah Reni. Kunia kembali menitikkan air matanya. Hatinya benar-benar sakit menyaksikan secara live kemesraan keduanya.

Hingga Reni keluar dari mobil itu, pun menangkap Kunia yang masih berdiri di belakang mobil Anwar berjarak lima meter.

"Oh... Kunia?" Gadis itu tersenyum sembari melambaikan tangannya. Seolah tidak ada masalah dengan apa yang ia lakukan terhadap gadis yang masih membeku di tempatnya.

Kuni pun melanjutkan langkahnya, ia hanya melewati mobil Anwar dan masuk kedalam rumahnya sendiri tanpa bersuara apapun.

"Hemmm, aku lega ketika dia sudah tahu semuanya. Jadi kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi." Reni tersenyum pada Anwar.

"Iya... Aku pun begitu. Masuklah, sudah malam. Sampai ketemu besok sayang."

"Iya, untuk mu hati-hati di jalan. Aku mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu. my sweetie, muaaahh..." balas Anwar.

Reni pun tersenyum, lalu menutup pintu mobilnya. Setelah itu masuk ke dalam rumah, sementara Anwar langsung membawa laju mobilnya.

"Cih...! my sweetie?" gusar, Kunia yang masih berdiri di balik pagar pun mengepalkan tangannya, ia mengusap air matanya dengan kasar lalu kembali melangkahkan kakinya masuk.

1
Dhika Ahmad
tadinya aku sempat kepikiran andre bakal kenapa kenapa,soalnya di BABnya tertulis hari naasnya andre....untung cuma segitu doang
Rubiyanti
Luar biasa
White Chocolate
thor kabar reni gimana?
penasaran nih
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
࿐, ꧁𒆜Hani Queen𒆜꧂
up trs kk
RithaMartinE
luar biasa
Sintia Dewi
masih aja gk sadar2 kunia woi lu otaknya apa sihhhhhhb lu tu diporotin sama si mekondo anwar woiiiii capek bgt gw baca ini novel/Cry/
Sintia Dewi
gila bodo bagt entah brapa kali gw ngetik bodo buat si kunia itu uangny bonus yg mau ditabungin sm bapklu akhirnya lu kirimin jg sama si mekondo anwar itu...gila/Angry/
Sintia Dewi
kukira tokoh kunia ini tipe pekerja keras wanita karir dan tdk tau diduakan sm pacarnya yg mekondo itu taunya jauh dr ekspektasi...sudh dibodohi pacarnya, pemalas, jorok kasar uragan apa lg hah jauh lah intinya/Sweat/
Sintia Dewi
kunia2 km udh dibutakan cinta gk ada pikirpun bantu ibumu udh syukur diksik jajan sama ayah dimsakin makanan enak2 sama ibu, berubah dikit napa/Smug/
Sintia Dewi
good looking doank tp sompet kosong mulu
Sintia Dewi
kok bisa mantan secara lu denger td kuni blng anwar lg sibuk msk klok udh putus ngarep ngajak mantan ngesate atau mash ada gitu mantan minjem duit ke mantan...ada yg aneh sih di 2024 mantan mintak mantannya buat jd baby siter anaknya karna istrinya punya baby lg krna si cwok tau mantannya suka anak2 dan dia bercayakan anaknya buat diasuh mantanya...GILA GK SIHHHHH OTAKNYA DIMANA/Puke/
Sintia Dewi
gila si anwar sama rani kyk lintah ke kunia tega bgt bgt bgt kalian, anwar si mekondo rani si gk tau malu
Janah Husna Ugy
apakabar Reni dan anwar
Janah Husna Ugy
untung belum dikasih hadiah nya, udah ketahuan
Janah Husna Ugy
kpn tau anwar selingkuh thor
Janah Husna Ugy
anwar bohong klo udah putus sama kunti😁😁😁,, Reni kena jebakan
jika bleh meminta tlong adakan seasson 2 nya thor please
Wi Na'ndi Luvluv
Luar biasa
Neneng Hodijah
kirain novel Mbak Kunti season 2 nya hehheee
picisan imut: nggak, Kak 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!