NovelToon NovelToon
MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

MADU PILIHAN ISTRIKU (RUBBY)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:16.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Kisah seorang gadis bernama Rubby, yang bernasib nahas karena harus menelan pil pahit dalam kehidupannya. Calon suaminya meninggal tepat tiga hari sebelum akad karena kecelakaan, dan ia dicap sebagai wanita pembawa sial di kampungnya.

Dengan berbekal ijazah perawat dan dukungan dari kedua orang tuanya, akhirnya Rubby memutuskan untuk pergi dan merantau ke kota.

Beruntungnya, saat di kota, Rubby langsung mendapat pekerjaan menjadi seorang perawat pribadi dari Nyonya Diana, Istri dari Aledra Pratama. Seorang pengusaha sukses, mapan, dan tampan. Diana istrinya mengidap leukimia stadium tiga, dan sudah pasrah terhadap nasibnya.

Beberapa bulan bekerja, Rubby dan Diana semakin akrab, dan seperti saudara kandung. Hingga entah mendapat pemikiran dari mana, Diana meminta Rubby untuk menikah dengan suaminya, dan memberikan Aledra keturunan.

Mampukah mereka hidup harmonis dengan kehidupan poligami yang mereka jalani?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benih-benih yang mulai tumbuh

Mas Edra tak pernah melepaskan genggaman nya dari ku, hingga sampai di restaurant yang kami tuju.

"By, makan apa?"

"Kesukaan Kak Dee apa, Mas?"

"Kok nanyain kesukaan Diana sih, kamu sendiri dong."

"Ngga papa, biar nanti bisa cerita sama, Kak Dee. Hehe," ucap Ku tertawa.

"Dia suka nya steak sapi, mau?"

"Aish, By ngga doyan sapi. Steak ayam, ada?"

"Oke, steak Ayam satu, ya," ujar Mas

Edra pada pelayan yang mendatangi kami.

"By, Saya ke toilet sebentar, ya. Kamu disini saja, jangan kemana-mana."

"Iya, Mas."

Aku memainkan hp ku, selama Mas Edra ke toilet, sampai makanan yang kami pesan akhirnya datang. Dan aku menyantap nya dengan lahap.

"Rubby...."

"Nyonya... Mirna," jawab Ku, gugup.

"Rubby, sepertinya, kamu sangat menikmati kehidupan mu sekarang," ucap Nya lembut pada Ku.

"Iya, Saya menikmati nya. Apalagi, Kak Dee begitu baik dengan saya. Bagaimana, kabar Nyonya?" tanya Ku, berusaha ramah.

"By, sebaik nya... Kamu harus mulai terbiasa memanggil ku Mama, mulai sekarang. Terlebih lagi, jika diepan Edra,"

"Baik lah, Ma."

"Bagus, jika kamu menuruti saya. Bagaimana Diana?"

"Kak Dee, baik,"

"Bagaimana penyakitnya? Apakah, ada harapan sembuh?"

"Saya... Kurang tahu, Ma. Karna saya tidak bisa memfonis apa-apa. Semua tergantung pengobatan dan Kak Dee sendiri."

"Kamu... Tidak ingin, Diana cepat mati?"

"Astaghfirullah, Ma. Ngga sedikitpun terlintas, dalam fikiran saya, tentamg kematian beliau. Bahkan, saya menikah dengan Mas Edra pun, dengan tujuan agar membuatnya bahagia, dan insyaallah bisa memperpanjang usianya, walau sebentar."

"Munafik, Kamu Rubby. Tidak ada seorang Madu yang menyayangi madu lain nya,"

"Tapi tidak dengan saya dan, Kak Dee."

"Kita lihat saja nanti, seberapa tahan kamu menjadi istri kedua, By. Kamu hanya dimanfaat Diana."

"Maaf, Ma. Saya benar-benar tulus, merawat dan menyayangi beliau, seperti Kakak saya sendiri," ujar Ku, dengan menahan emosi.

Belum sempat Mama Mirna menjawab Ku, Mas Edra datang dari kamar mandi.

"Ma, By. Kalian ngobrol nya serius sekali," ucap Mas edra, dengan duduk disebelahku.

"Iya dong, Sayang. Biar bagaimana pun, Rubby ini kan salah satu menantu Mama. Jadi, Mama harus akrab dengan nya."

"Baguslah, jika begitu," balas Nya, dengan melanjutkan Makan.

Aku tegang, aku marah, namun tak mampu berkata apa-apa. Aku ingat dengan perlakuan nya dengan Kak Dee beberapa waktu lalu. Bayangkan saja, menantu pertama nya saja, bisa Ia perlakukan seperti itu, apalagi Aku, yang hanya Madu.

"By, Mama pergi dulu ya. Masih banyak urusan yang harus Mama selesai kan," pamit Nya.

"Iya... Ma. Hati-hati," balas Ku.

Mama mirna hanya membalik kan kepala nya, dan tersenyum sinis padaku.

"Mama, bilang apa, By?" tanya Mas Edra.

"Engga, Mama cuma nyapa aja," jawab Ku, sambil meneruskan makan.

Mas Edra, hanya mengangguk dan tak bertanya lagi setelah itu.

"By, ini waktu nya belanja bulanan belum?" tanya Mas edra pada Ku.

"Belum sih. Tapi ngga papa lah, mupung udah di mall."

"Yudah, yuk," ajak Nya, yang kembali menggenggam tangan Ku.

Pov Author.

Rubby dan Edra, meneruskan belanja mereka di mall besar itu. Karna Rubby pun baru sadar, jika banyak kebutuhan rumah yang sudah habis.

Sedangkan dirumah, Diana sedang duduk disofa kamarnya, dengan membaca buku.

Hp Diana berdering, terlihat jika Mama mirna menelpon nya.

"Mama, tumben," ucap Nya, dan mengangkat telpon itu.

"Hallo, Ma,"

"Hay, Diana. Bagaimana kabarmu?"

"Dee, Baik. Tumben Mama nelpon, ada apa?"

"Ya, hanya ingin menyapa Mu saja, Dee. Mama takut, karna Mama sudah terlalu lama tak mendengar kabarmy, sejak pernikahan kedua, Aledra."

"Mama ngga usah khawatir. Kami semua disini baik-baik saja, Ma,"

"Oh iya... Bagaimana penyakitmu, masih bertahan kan Ia ditubuhmu?"

"Mama ingin Dee cepat mati?"

"Tidak... Hanya saja, sepertinya saat kamu menderita, Madu dan suami mu sedang berbahagia dibelakagmu."

"Iya... Mereka memang bahagia. Tapi tidak dibelakang Dee, Dee yang meminta mereka pergi berdua. "

 

Diana menghela nafas panjang, dan melanjutkan obrolan mereka.

"Ma...."

"Iya, sayang. Kenapa?"

"Jangan sentuh Rubby."

"Jangan kan menyentuh nya, Dee. Melihatnya saja, Mama malas."

"Jangan kira Dee ngga tahu Ma,"

"Apa, Dee. Kamu mau nuduh Mama apa? Kamu jangan terlalu berprasangka buruk pada, Mama. Ingat, umur kamu sudah ngga panjang lagi Dee."

"Justru karna Dee tahu, jika umur Dee sudah tidak panjang lagi, makanya Dee akan melindungi orang-orang yang Dee sayang, Ma."

"Dee, Mama ngga suka dengan Rubby, dan Mama ngga akan berurusan dengan Rubby."

"Mama munafik. Dee tahu, jika Mama yang menyuruh Bi Nunik, untuk terus menekan By, kan?"

"Hanya mencari tahu, bagaimana Dia sebenarnya, Dee. Kamu terusik? Atau bahkan, Kamu akan memecat Nunik?"

"Entah lah, atau justru Dee akan buat Nunik memberi kabar suka cita pada Mama nanti nya, tentang kebahagiaan keluarga kami."

"Baik lah, Mama tunggu kekuatan bahagia kalian. Selamat istirahat Dee, semoga kamu masih bisa membuka mata esok hari," ucap Mama mirna. Dengan menutup telpon nya.

Diana memegangi dada nya yang mulai sesak, dan menghirup inhaler yang berada tak jauh, dari tempat nya duduk.

Begitulah Mertua nya, dibalik sikapnya yang anggun dan tenang, tersimpan berjuta kejutan yang bisa menyakiti orang lain begitu dalam. Bahkan mematikan.

"Ngga akan Dee biarkan, Mama mengusik Rubby. Tidak akan," ujar Diana dengan tekad kuat.

Diana kembali berbaring, dan merileks kan pikiran nya, agar tidak tegang dan bisa membuatnya lemah.

.

.

.

"Mas, belanja nya udah yuk. Capek," rengek Rubby.

"Udah semua, yakin?"

"Kayaknya, iya. Biasanya nemenin Kak Dee, ya ini yang dibelanjain."

"Yaudah, sini, biar saya yang bayar, kamu duduk disana aja," ujar Edra, dengan menunjuk bangku disudut Mall.

"Tapi, ini uang belanjanya," ucap Rubby, dengan mengeluarkan Credit cardnya.

"Yang ada, kamu simpan. Lumayan buat Bapak sama Ibu dikampung," balas Edra, yang memasuk kan credit card nya lagi ke tas Rubby.

"Makasih... Mas," perhatian mu, pada keluargaku, Mas. Membuatku merasakan getaran lain, antara kita.

Ucap Rubby, dengan berjalan meninggal kan Aledra yang sedang membayar belanjaan.

1
Normida Naibaho
Biasanya kembar mirip🤣🤣
Nuryati Yati
jadilah dirimu sndiri By takutnya mlh Edra benci sama kamu
Nuryati Yati
ni psti pengalaman pribadi ya kak ngeden smbil minum cendol dawet seger😆
Nuryati Yati
berarti salah sasaran harusnya Dee yg celaka
Nuryati Yati
mungkin msih bnyk yg kamu g tau Edra
Nuryati Yati
nah loh Mirna kamu ketahuan
Maliq kumbara
Kan digambarkan sederhana
Lilik Mudrikah
masak edra itu pengusaha konglomerat kok mobilnya cuma Terios ?
Titin Syahir
Luar biasa
Ina Karlina
dasar ibu ibu jilid..lah kalau Rubby anak 4 GG a jadi masalah orang perusahaan nya banyak ngapain harus kawatir..ya memang banyak anak itu banyak rezeki
Ina Karlina
Esra bahkan bisa makin terpuruk setelah tau apa yang terjadi pada mamah dan papanya karena ulah Mirna yg terobsesi jadi orang kaya
Ina Karlina
ibu Mirna bener bener perempuan licik dengan tegaknya dia membunuh orang 2 yang dia benci
Ina Karlina
oww ternyata edra di bohongin selama ini ohhh sungguh keterlaluan demi menguasai harta ..
Ina Karlina
aku sependapat dengan Dee.. tujuan Mirna ya memang Harta Endra biar jatuh ke tangannya
Ina Karlina
aku curiga jangan jangan obatnya bukan untuk menyembuhkan malah bikin ngedrop seperti nya itu kerjasama ibu Mirna deh
Rina Maya
Kecewa
Rina Maya
Buruk
Vien Habib
Luar biasa
Rita Nurleni
Lumayan
Rita Nurleni
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!