NovelToon NovelToon
The Guy Next Door

The Guy Next Door

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Kriminal / Tamat
Popularitas:209.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lady Magnifica

Aku hanya sesekali berpapasan dengannya, di lift, di koridor. Ya, dia tampak seperti pria biasa. Hanya sedikit aneh. Wajahnya dingin, tanpa senyum, bahkan nyaris tanpa ekspresi. Walaupun kuakui sebenarnya dia sangat tampan, dengan rambut cokelat berantakan dan mata birunya. Aku baru melihatnya beberapa hari ini. Sepertinya dia baru pindah ke gedung apartemen ini. Dan sepertinya, dia tinggal tepat di samping flatku. Kupikir dia semacam nerd atau apalah itu - Kirana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Magnifica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

"Good luck, Vou."

"You too, Kira .. thank you so much."

Kirana memperhatikan Vou yang berjalan beriringan di koridor dengan seorang wanita paruh baya berkulit hitam yang beberapa menit lalu menjemputnya.

Begitu keduanya masuk ke dalam lift, Kirana melangkah masuk ke dalam flatnya.

Dia menarik nafas dalam - dalam. Kemudian tersenyum simpul sembari memandang pintu kamarnya yang sedikit terbuka.

Dia dikagetkan dengan ketukan pintu yang cukup keras. Segera saja dia bergegas membuka pintu.

Sandra melangkah masuk tanpa menunggu izin dari Kirana. Diikuti dengan Alex yang memamerkan senyum manisnya.

"Mau apa kalian?" tanya Kirana cemas. Dia tidak ingin dua orang ini mendapati Hayden yang sedang tertidur di kamarnya.

"Aku ingin melihat keadaanmu, Silly .. dan Alex, dia ingin menemui Hayden, tapi sepertinya flatnya kosong."

Alex mengangkat kedua tangannya seraya mencebikkan bibirnya.

"Aku baik - baik saja." Kirana menggeser sedikit demi sedikit tubuhnya sembari terus menghadap ke arah Sandra dan Alex hingga mendekat ke pintu kamar. Lalu dengan gerakan pelan dia menarik gagang pintu dan menutupnya.

"Sial, kemana si Breng sek itu. Dia bahkan tidak mau mengangkat telponnya," gerutu Alex. "Apa dia benar - benar ingin menghindar dari Kania?" Alex mengelus rambutnya. "Kania, Kania .. gadis itu benar - benar merepotkan."

Kirana dan Sandra saling pandang. Mereka tidak tahu harus merespon apa pada Alex.

"Biar kutelpon dia sekali lagi."

Alex meraih ponsel dalam saku mantel panjangnya.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara dering telpon dari dalam kamar Kirana. Alex dan Sandra kini saling mengadu pandang. Sementara Kirana menelan ludahnya dengan susah payah.

I'm so dead.

"May I?" Alex memandang ke arah Kirana dan dari gerakan tangannya dia meminta izin padanya untuk masuk ke dalam kamar.

"Emm .. silahkan." Kirana menggeser tubuhnya memberi jalan pada Alex untuk masuk. Dia meraup mukanya dengan kedua telapak tangan. Pasrah.

"There you are, You son of a b**ch!" Gelak tawa dan makian Alex terdengar begitu dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.

"What the hell?" Sandra yang penasaran segera menyusul Alex ke dalam. "O My God, Kiraa!"

Kirana memejamkan matanya seraya menutup kedua telinganya.

Okay, I'm doomed.

"Kemari kau, Gadis nakal!" Sandra melongok dari balik pintu.

Kirana menyeret langkahnya gontai mendekati sahabatnya itu. "Ini tidak seperti yang kalian pikirkan."

Dia mencoba membela diri.

Dilihatnya Hayden tengah mengelus tengkuk dengan kikuknya. Sementara Alex tak henti - hentinya menggodanya.

"Kami tidak melakukan apa - apa!" seru Kirana dan Hayden bersamaan.

"Aww .. lihat betapa kompaknya kalian." Sandra mengerlingkan matanya pada Kirana.

"Hayden terluka." Kirana berinisiatif untuk membuka selimut yang menutupi tubuh Hayden dan memperlihatkan luka di paha Hayden yang terbalut perban.

Alex membulatkan matanya. "Dari mana kau mendapatkan luka itu."

"Aku bersenang - senang." Hayden menjawab dengan entengnya. Tentu saja Alex mengerti apa arti kata bersenang - senang dalam dunia mereka.

"Kau bersenang - senang sendiri dan tidak mengajakku?" Alex mencengkeram dengan keras paha Hayden tepat pada lukanya.

"Aaaargh, dasar kau keparaatt!" erang Hayden sembari menahan rasa sakit yang teramat sangat.

Alex menyeringai senang melihat Hayden kesakitan.

"Sudah lama aku tidak bersenang - senang. Lihat aku sekarang, pekerjaanku adalah menjadi baby sitter anak Bosku. Menyedihkan!"

Hayden terbahak mendengar gurauan Alex.

Kirana menangkap binar di mata Hayden. Wajahnya terlihat hangat. Tidak sedingin biasanya.

Dia terkesiap ketika Sandra menarik tangannya dan membawanya keluar kamar.

"Apa yang terjadi?" tanya Sandra begitu mereka menjauh dari kedua pria itu. "Owh, aku bertemu dengan Vou di lobby, apa dia baru dari sini?"

Kirana menghela nafas dalam - dalam. Dia kebingungan dari mana dia akan menceritakan semuanya pada Sandra.

"Kira?" Sandra menuntut jawaban.

Kirana menatap Sandra lekat. Dia menceritakan dengan detail semua yang telah terjadi.

"Wow!" Sandra tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. "Pantas saja Keemo menutup tokonya tanpa batas waktu yang pasti."

"Atau menutup tokonya untuk selamanya." Kirana menghela nafas panjang. "Kita jadi pengangguran."

Kirana terduduk lemas.

***

SEATTLE POLICE DEPARTMENT, SEATTLE.

Satu orang Officer dengan papan nama bertuliskan John Miller masuk ke ruangan Matthew seraya meletakkan satu map abu - abu di meja pria itu.

"Apa lagi sekarang?" tanya Matthew.

"Perseteruan antar mafia. Malvori dan Morales. The Devil's Triangle, sepuluh orang tewas," terang John.

Matthew menarik nafas dalam - dalam, lalu menghembuskannya pelan. "Bulan ini para mafia sedang sangat sibuk rupanya." Dia bergumam.

"Mereka berebut imigran gelap dari Vietnam."

Matthew mengerenyitkan keningnya. "Imigran gelap, huh?"

"Yep!"

"Human trafficking sudah menjadi bisnis klasik jaringan mafia di mana - mana. Ini bukan lagi tentang penangkapan. Ini pertarungan. A War!"

"That's right," sahut John.

***

Kania berjalan mondar - mandir di dalam kamar hotelnya yang mewah. Berkali - kali dia mencoba menghubungi Ayahnya di New York tapi nihil.

Dia pun memutuskan untuk menelpon kantor Ayahnya.

"Sambungkan aku pada Mr. Dervishi sekarang juga!" teriaknya gusar.

"Maaf, Miss Dervishi, Mr. Dervishi sedang ada tamu." Suara seorang wanita di seberang sana.

"I don't care! Put him on .. right now!"

"Hold on a sec," pinta si wanita di seberang.

Kania menghembuskan nafasnya kasar. Wajah cantiknya tampak memerah. Sudah pasti dia sedang dalam suasana hati yang tidak baik.

"Argh, Hayden! Kau membuatku gila." Kania menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang empuknya. Matanya menerawang menatap langit - langit kamar.

"Kania?" Suara berat Mr. Dervishi terdengar dari ponsel yang masih dipegangnya.

"Dad? Kenapa susah sekali menelponmu?" gerutunya.

"Ada apa, Sweetheart?"

"Hayden terus saja menghindariku. Aku kesal sekali padanya!"

Suara tawa Mr. Dervishi terdengar di seberang.

"Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa kau membutuhkan campur tanganku dalam urusan asmaramu?"

"Yeah, Dad .. buat Hayden jadi milikku selamanya. Kau pasti bisa melakukannya."

"Kembalilah dulu ke New York. Bersabarlah dulu, Kania. Aku janji, Hayden akan menjadi milikmu. Kau bisa pegang kata - kataku, Sayang?"

"Daddy, kau yang terbaik. Love you."

Kania menutup telponnya dengan riang. Senyumnya tersungging dari bibir merahnya.

Tidak ada yang sulit untuk Puteri seorang Esad Dervishi.

***

***

Silly - Bodoh.

I'm so dead - Mati aku.

May I? - Boleh nggak?

There you are, You son of a bi**h - Di sini kamu rupanya, keparat.

What the hell - Apa - apaan?

Okay, I'm doomed - Oke, tamat riwayatku.

Human trafficking - Perdagangan manusia.

A War - Sebuah peperangan.

That's right - Bener banget.

I don't care! Put him on .. right now!- Bodo amat, sambungin ke dia .. sekarang!

Hold on a sec - Tunggu bentar.

1
Kustri
jd inget lagu'a see u again
Kustri
hahaa...alex makan simalakama
Kustri
ufft... keren si othor👍
Kustri
wanita manja👊
hayden kasian kau, gmn reaksimu saat tau bosmu yg menghabisi pacarmu
dan hati"lah x ini sakira akan jd target berikut'a
Kustri
kirana diculik, waduduuuuh.... ketegangan di mulai
Kustri
nha... lbh bagus begitu thor
bhs asing lgsg diartikan, drpd hrs nunggu di akhir part👍
Kustri
yaaaa.... kasian sandra, dijadikan pelampiasan alex
Kustri
sayang sekali qu baca sdh tamat
saran aja... sebaik'a lgsg bhs indonesia
ribet klo hrs baca di akhir
pembaca pasti paham koq ini kejadian di LN👍
Kustri
iih...jorok kirana
udh tau gk bisa byk minum alkohol, ngeyel
Kustri
kirana org mana... indonesia bgt nama'a
Kurda Ningrum
keren nih ceritanya
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Mooie Jkt
Menarik ceritanya..
Riska Aprianty
Lumayan
Riska Aprianty
Luar biasa
Dewa Qin
ahhhhh akhirnya.....😍😍
Dewa Qin
sepertinya kania tidak jadi menargetkan hayden dan kirana karna sudah menemukan ben.dan alex tidak benar2 membunuh hayden
Dewa Qin
q malah udah baca duluan novel itu thor...😁
Dewa Qin
kenapa kania sama ben sich thor,kan eman ben dapet anak mafia yg manja.😂
Dewa Qin
wanita akan menjadi bodoh saat jatuh cinta dan wanita akan jadi mengerikan saat hatinya tersakiti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!