NovelToon NovelToon
Exs Mr.Playboy

Exs Mr.Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:8.1M
Nilai: 5
Nama Author: Vey Vii

Di sarankan membaca "SANG PENGANTIN BAYARAN" lebih dulu, karena semua tokoh berkaitan erat dalam novel tersebut.

Alexavier Bancroft, menjadi duda di usianya yang masih muda. Istrinya, Melanie Rendra, meninggal satu hari setelah melahirkan bayi perempuan cantik secara prematur yang di beri nama, Sunny Chalondra Bancrof.

Berbagai tekanan dari keluarga mertuanya membuat Alex berusaha move on dari masa lalunya, namun sulit bagi dia untuk kembali membuka hati pada wanita manapun yang ia temui.

Keluarga Rendra, menjodohkan Alex dengan keponakan mereka bernama Felicia, namun hati Alex berkata lain, ia tertarik pada wanita yang menjadi pengasuh putrinya, Nora Arabella.

Akankah Alex bisa bertahan dengan hatinya untuk memilih Nora, atau memilih untuk mundur dan menerima perjodohan itu dengan rela?

---
WARNING 21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Birthday Sunny

Nora melompat kegirangan, ia memeluk ponsel yang masih belum menyala di depan dadanya. Matanya berbinar, antara bahagia dan haru.

"Terimakasih, Tuan. Terimakasih. Apakah ini bisa di cicil atau potong gaji?" tanya Nora.

"Hah, itu hadiah, Nora. Itu gratis," jawab Alex sambil terkekeh.

"Gratis? maksud tuan Alex, aku nggak usah bayar, begitu?" tanya Nora heran.

"Benar, gratis. G R A T I S!"

"Tapi, Tuan. Ini terlalu bagus, harganya pasti mahal. Aku akan mencicilnya dengan uang gajiku nanti, Tuan."

"Nggak perlu, Nora. Ini hadiah."

"Tapi, yang sedang berulang tahun kan ...."

"Sudah, sudah. Ini hadiah, sebagai tanda rasa terimakasihku juga. Terimalah," sela Alex.

Tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, wajah Nora merah merona menahan malu. Betapa baiknya Alex pada dirinya tidak bisa lagi di kira, Nora sangat bahagia.

"Maaf sudah membuat ponselmu rusak," ucap Alex.

"Nggak papa, Tuan. Harga ponselku nggak ada seujung kukunya dengan harga ponsel pemberian tuan," ungkap Nora.

"Oh, ya. Biasakan dirimu memanggilku Alex. Aneh rasanya telingaku mendengarmu memanggil tuan, tuan, tuan."

"Eh, tapi ...."

"Biasakan dulu."

"Baik," jawab Nora.

Alex memastikan semua barang-barang Sunny siap dan tidak ada yang tertinggal, ia mengecek satu persatu koper yang sudah di kemas.

Setelah semua beres, Alex memanggil pelayan laki-laki untuk memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobilnya.

"Dimana barang-barangmu, Nora?" tanya Alex. Nora menjinjing tas lusuh berwarna kecoklatan.

"Cuma itu?" tanya Alex, Nora hanya mengangguk.

Alex menggeleng kepalanya pelan. Barang yang Nora bawa hanya satu tas berukuran sedang. Alex berpikir bawa wanita muda itu tidak memiliki banyak barang berharga. Baju yang sedari kemarin ia pakai juga itu-itu saja.

Nyonya Gio dan Tuan Gio sudah menunggu di ruang tamu, mereka juga bersiap akan ikut ke rumah Alex untuk merayakan ulang tahun cucu mereka.

Alex mengendarai mobilnya sendiri, Sunny dan Nora duduk di jok belakang. Sedangkan Tuan Gio dan istrinya di antarkan oleh supir pribadi mereka sendiri.

Di rumah Alex, Hayley dan Aaron beserta tiga anak mereka sudah datang, beberapa anak dari rekan sahabat Alex juga Aaron pun turut hadir. Tidak lupa, Alex memberi kejutan Sunny dengan mengundang hampir lima puluh anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan, ia akan mengajarkan pada Sunny bagaimana seharusnya berbagi kebahagiaan.

Rumah begitu ramai dengan canda tawa anak-anak yang saling mengobrol. Nick juga Danish dan Danial pun turut bergabung.

Hayley tidak tinggal diam, ia sibuk membantu para pelayan menyiapkan hidangan dan kue-kue yang harus di tata untuk di bagikan.

"Yang ini, untuk siapa?" tanya Hayley pada pelayan.

"Paket sembako, Nona. Untuk di bagikan ke beberapa warga kurang mampu," jawab pelayan.

Hayley mengangguk paham, lalu ia turut menghitung semua jumlah barang-barang yang di perlukan.

"Apa jumlah ini sesuai?"

"Tuan Alex bilang, jumlahnya di lebihkan. Sisanya nanti bisa di bagi ke sanak saudara."

"Baiklah. Lalu, ada mainan sebanyak ini, untuk siapa?" tanya Hayley lagi, ia sedikit bingung, karena ada tumpukan mainan yang di jejer rapi di satu ruangan, dari boneka berbagai bentuk, mobil-mobilan, pesawat tempur berukuran sedang hingga besar. Jumlahnya lebih dari 100 jenis.

"Kami kurang faham, Nona. Tuan Alex yang membeli semuanya," jawab pelayan.

Beberapa saat kemudian, mobil Alex sudah sampai di gerbang rumahnya. Semua anak-anak di dalam rumah berhamburan keluar sambil membawa sebuah kertas berbentuk hati. Kertas itu sudah Alex siapkan untuk semua tamu yang hadir. Dengan kertas itu, semua anak boleh menuliskan keinginan mereka untuk memiliki sesuatu.

Saat Sunny keluar dari dalam mobil, bersama Alex juga Nora. Semua orang menyambut, bersorak ramai bertepuk tangan.

"Daddy, apa mereka semua teman-teman Sunny?" tanya Sunny takjub.

"Tentu, Sayang. Mereka temanmu semua," jawab Alex.

Sembilan puluh persen tamu yang hadir adalah anak-anak, selain ketiga anak Hayley dan anak para rekan sahabat Alex, anak-anak itu berpakaian sederhana tanpa aksesoris yang mencolok.

Nora, wanita itu merasa berbeda. Alex adalah orang kaya dan pengusaha sukses, tapi tamu undangan yang hadir tidak semuanya berpakaian mewah, bahkan banyak dari anak-anak itu memakai sandal jepit.

Sunny berjalan sambil membawa kotak berwarna merah, semua anak-anak berbaris dan bergantian memasukkan kertas berisi keinginan mereka ke dalam kotak yang Sunny bawa, sedangkan Alex dan Nora berjalan di belakangnya.

"Daddy, untuk apa ini?" tanya Sunny pada Alex.

"Rahasia, kita akan segera tau nanti."

Nora berjalan di belakang Alex, wanita itu tampak sederhana dengan kaos lengan panjang berwarna merah muda dan rok berwarna putih selutut. Nora tidak memiliki pakaian bagus, baju mahal atau bahkan gaun pesta, ia memakai baju seadanya asalkan bersih dan layak.

Nyonya Gio dan suaminya mengeluarkan banyak hadiah dari dalam mobil, para pelayan bergilir membawa hadiah masuk ke dalam rumah.

"Wah, banyak sekali hadiah," seru Sunny.

"Ini untuk kamu, Sayang. Sebagian, boleh di bagi ke teman-teman yang beruntung," jawab nenek Sunny.

Semua anak-anak berkumpul dalam satu ruangan, mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Sunny, lalu bergantian mengucapkan selamat dan berpelukan.

"Baik, anak-anak. Semuanya boleh duduk, kita bagi-bagi hadiah keberuntungan, ya," ucap Alex sambil membawa microphone.

Kotak berisi kertas yang di kumpulkan dari semua anak, di kocok lalu Sunny di persilahkan mengambil satu kertas.

"Ah, keinginan milik siapa ini. Aku ingin punya boneka beruang, dari Rena Renita," ucap Alex. "Siapa di sini yang namanya Rena Renita?" tanya Alex. Seorang anak berusia 7 tahun yang memakai dress bunga-bunga mengangkat tangan, lalu Alex menyuruhnya untuk berdiri dan berjalan ke depan.

"Hai, namamu Rena Renita?" tanya Alex, anak tersebut mengangguk grogi. "Mau boneka beruang?" Lagi-lagi anak itu mengangguk. Segera, Alex meminta pelayan yang siap siaga mengambil boneka beruang yang sudah tersedia.

"Selamat, Kakak." Sunny memberikan boneka tersebut pada Rena. Anak tersebut berterimakasih lalu kembali ke tempat duduknya.

Pada kesempatan kedua sampai kesempatan ke sembilan, anak-anak mempunyai keinginan untuk memiliki sebuah mainan, dari boneka hingga berbagai jenis mobil-mobilan. Hingga pada kesempatan ke 10, sebuah keinginan yang berbeda muncul.

"Ini anak terakhir yang beruntung. Dari Jenitra, aku ingin memiliki ... ibu." Alex tercekat tenggorokannya, sebagian dari hatinya berdesir hebat.

Seorang anak perempuan berusia sekitar sembilan tahun, memakai celana jeans hitam dengan kaos polos berwarna biru, berdiri dan maju ke depan.

Hal ini membuat suasana yang ceria, berubah sendu. Sunny menatap anak itu berjalan mendekatinya, lalu saat anak itu sampai dan berdiri di sampingnya, Sunny menggandeng tangan kanan anak tersebut.

Alex, yang semula berdiri dengan wajah berbinar, mulai tampak kebingungan.

"Hai, Jenitra. Maaf, ya. Kali ini, Om Alex nggak bisa mengabulkan keinginanmu," ucap Alex, ia duduk berjongkok di depan anak tersebut.

Tiba-tiba Sunny mengambil alih pandangan semua orang, gadis cantik itu tiba-tiba memeluk Jenitra. Mata Sunny berkaca-kaca, ia merasakan hal yang sama, seperti apa yang Jenitra rasakan.

Pemandangan berubah haru, Hayley tak kuat menahan gejolak kesedihan yang datang tiba-tiba, air matanya lolos begitu saja.

"Nggak papa. Meskipun nggak punya ibu, masih banyak orang yang akan menyayangi kita," ucap Sunny tiba-tiba, Hayley semakin tidak bisa membendung air matanya, nyonya Gio pun berkali-kali tampak mengusap pipinya yang basah.

Alex, tidak mampu berkata-kata, ia hanya bisa memeluk dua gadis kecil yang berpelukan.

"Jangan sedih. Ayo, khusus untuk Jenitra, kamu boleh mengambil hadiah sesukamu," ucap Alex, lalu menyuruh pelayan mengantar Janitra menuju ruang mainan, anak itu di persilahkan mengambil apapun yang dia suka.

🖤🖤🖤

1
ZrLee Darman
🤣🤣🤣🤣🤣
ZrLee Darman
oh ya Allah Nora sebegitu polos nya kamu...ngakakkk 🤣🤣🤣🤣
ZrLee Darman
berasap ga' tuh 🤣
ZrLee Darman
ingat ily brownis jgn gosong ya
Mutia
Aku bingung disini nama ibu Felicia Nerisa atau Anindita, apa aku yg salah
Irma Dwi
kog foto aq dipajang di situ sih Thor
Irma Dwi
😭
Irma Dwi
visual nya kog cakep2 sih
Irma Dwi
🥰
Irma Dwi
part pertama sudah mengandung bawang
Lismardiana
Biasa
🌺Ulie
keren.. konfliknya tidak terlalu berat, sukses buat outhor dan jangan lupa katya2 barunya.. apresi banget tanpa batas ya buat penulis dan tetap semangat
Sri Wahyuni
Luar biasa
Fitria Astutik
👍
Gita mujiati
Luar biasa
Gita mujiati
Lumayan
安呢
Luar biasa
Juleha. Siti
jodohny alex si nora y thor
Puspita Sari
ternyata emaknya Aroon si Samantha anak yg dipungut juga tapi di ceritanya Aron hayley sombongnya ga ketulungan wkwkwjj
Puspita Sari
abis haid lsg gempur gmn ga lsg jadi kan dlm masa subur itu udh gtu digempurnya ber ronde ronde/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!