NovelToon NovelToon
Legend Of Darknes

Legend Of Darknes

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam / Wuxia / Fantasi Timur
Popularitas:577k
Nilai: 4.7
Nama Author: Chndr001

"Aku...Dihabisi oleh perbedaan."

"Aku...Dengan membawa ingatan lalu. Hidup dan bangkit kemabali dengan satu tujuan, menghabisi para iblis berwajah malaikat."

"Aku...Dengan tekad dan kerja keras menjadi orang yang terhormat. Jenius diantara yang jenius, kuat diantara yang terkuat."

"Aku...Dengan membawa dendam yang membara menciptakan sebuah kisah. Kisah tentang anak manusia yang menentang penjuru langit dan bumi, bukan untuk menjadi yang terkuat atau berdiri di puncak dunia, tetapi hanya untuk menuntut keadilan."

"Aku... Menciptakan sebuah legenda yang dikenang dan ditulis dengan tinta emas."

"Aku adalah...Xu Chen, sang Legenda Kegelapan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chndr001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23. Kisah Yang Panjang

Mendengar hal tersebut Xu Chen segera meyarungkan Pedangnya kembali namun tak mengendorkan kewaspadaannya, hal ini Xu Chen lakukan karena memang dia masih belum tau siapa orang tersebut

"Tenanglah Tuan! aku hanya ingin bicara!"

"Baiklah! Siapa kau dan apa yang ingn kau bicarakan denganku?" tanya pemuda itu

"Namaku Huang Gu, aku hanya ingin menyampaikan bahwa Kepala Desa mengundang Tuan dan istri Tuan untuk berkunjung ke kediamannya" balas Huang Gu, membuat wajah Yan Yu memerah karena disebut istri

Mendengar hal tersebut Xu Chen mengerutkan keningnya "Mengundangku bagaimana bisa? apa dia mengenalku, aku rasa aku baru pertama kali datang ketempat ini?" ujar Xu Chen bingung

"Entahlah! aku hanya melaksanakan perintah, sebaliknya Tuan bertanya sendiri padanya!" balas Huang Gu

Sambil menganggukkan kepalanya, Xu Chen berkata "Baiklah! antarkan aku pada Kepala Desamu, banyak yang ingin aku tanyakan"

"Lewat sini Tuan!" balas Huang Gu sambil mempersiapkan Xu Chen

"Oh Iya! ada satu hal yang ingin aku tanyakan!" Ujar Xu Chen sambil melirik kearah Huang Gu

Sambil menganggukkan kepalanya Huang Gu berkata "Silahkan Tuan"

Mendapat persetujuan dari Huang Gu Xu Chen segera bertanya "Terimakasih Senior! Mengapa saat orang orang melihat kami mereka langsung lari atau menghindar?"

Mendengar hal itu Huang Gu tertawa kecil "Haha! teryata hal itu!" ucap Huang Gu lalu menjelaskan "Tak heran itu terjadi, Desa ini sudah sangat lama tak mendapatkan tamu dan sebab itulah mereka takut saat melihat orang asing, bahkan dari mereka pertama lahir sampai sekarang mereka tak pernah melihat dunia luar"

Penjelasan itu membuat Xu Chen mengerutkan keningnya tak mengerti "Mengapa hal itu bisa terjadi?" tanya Xu Chen kembali

Namun kali ini Huang Gu tak menjawab pertanyaan tersebut, pria paruh baya itu hanya berkata "Maaf Tuan! tapi aku tak memiliki kuasa untuk menjelaskan hal tersebut"

"Baiklah kalau begitu senior! antarkan saja kami pada Kepala Desa" balas Xu Chen singkat

Xu Chen dan Yan Yu berjalan mengikuti langka Huang Gu, dilerhalanan Xu Chen telah mencoba bertanya pada Gurunya mengenai desa tersebut namun teryata gurunya juga tak mengetahui hal itu, karena memang Kaisar Kegelapan atau Guru Xu Chen bukanlah berasal dari Tanah Kultivator

Setelah beberapa saat akhirnya sampailah mereka pada sebuah rumah sederhana yang tidak besar tetapi cukup besar jika dibandingkan dengan rumah rumah disekitarnya

"Apakah ini rumahnya?" tanya Xu Chen

"Ya, benar Tuan! ini adakah rumah kepala desa kami, Tuan dan Istri Tuan silahkan masuk, Kepada Desa pasti sudah menunggu di dalam"

"Baiklah! satu hal lagi, dia bukan istriku!" ujar Xu Chen sambil menunjuk ke arah Yan Yu

Huang Gu memandang Xu Chen dan Yan Yu bergantian sebelum berkata "Oh! maafkan aku Tuan! aku kira dia istri Tuan!"

Xu Chen tak menjawab hanya membungkukan badannya hormat dan melangkah memasuki rumah Kepala Desa

"Selamat datang Tuan dan Nona! Silahkan duduk" Ujar Kepala Desa mempersilahkan Xu Chen dan Yan Yu untuk duduk

Xu Chen membungkukkan badannya hormat dan segera duduk di sebuah meja makan dengan berbagai makanan tersaji di atasnya, diikuti Yan Yu dan Kepala Desa

"Maaf Tuan! kalau boleh tahu siapa nama Tuan?" tanya Kepala Desa

"Namaku Chen dan aku tidak memiliki marga!" balas Xu Chen memperkenalkan dirinya namun tak menyebut marganya

Kepala Desa menggunakan kepalanya "Chen, dermawan dan pemberani, nama yang bagus! dan Nona ini?" tanya Kepala Desa sambil menunjuk sopan kearah Yan Yu

"Namaku Yan Yu!" balas Yan Yu singkat tak ingin terlalu banyak bicara namu tetap sopan

"Baiklah! karena semua telah memperkenalkan diri, aku juga akan memperkenalkan diriku. Namaku Huang Ho tapi orang orang biasa memanggilku pak tua Ho aku Kepala Desa di desa terpencil ini!" ujar Kepala Desa panjang lebar

"Ya! kami telah mengetahuinya dari pria tadi, kalau tidak salah namanya Huang Gu" balas Xu Chen

"Ya! dia adalah adikku Huang Gu, akulah yang mengutusnya untuk menjemput kalian"

Saat Xu Chen ingin bertanya lebih jauh mengapa merek diundang kesini, tiba tiba saja Kepada Desa kembali berkata "Tuan Chen dan Nona Yu, tidak usah pikirkan yang lain dulu, lebih baik kita makan lebih dulu"

Akhirnya Xu Chen mengurungkan sejenak niatnya untuk bertanya dan memilih untuk makan dulu, kebetulan Pemuda itu juga sedang kelaparan, berjalan dari pagi sore menyusuri hutan adalah hal yang melelahkan dan juga tak ada salahnyakan toh juga sedang kelaparan

"Tuan Chen dan Nona Yu tak usah sungkan silahkan dinikmati makan sederhana ini" Ujar Kepala Desa mempersilahkan Chen dan Yan Yu untuk makan

"Terimakasih" balas Xu Chen singkat seraya mulai mengambil makanan yang tersaji di atas meja diikuti oleh Yan Yu dan Kepala Desa

Tak butuh waktu lama bagi ketiganya untuk menyelesaikan makannya, karena memang tak ada percakapan yang panjang antar Ketiganya saat makan, mereka hanya bercakap cakap ringan

Setelah proses makan itu selesai Kepala Desa mulai membuka percakapan lagi "Apa aku perlu mengambilkan arak?" tanya Kepala Desa pada Xu Chen, pikirnya kebanyakan pemuda seperti Xu Chen menyukai arak apalagi mabuk mabukan

Namun teryata Xu Chen menolak dengan sopan "Maaf Pak tua Ho! tapi aku tidak suka minum arak!"

"Ah, Maaf kalau begitu! tapi kau harus tahu Nak, kenikmatan saat minum arak tiada tandingannya" ujar Kepala Desa yang langsung mendapat pelototan Yan Yu

Hak itu membuat Kepala Desa tertawa "Hahaha! Lupakan kalau begitu, sepertinya Nona Yu tak menginginkan hal itu"

"Baiklah Pak Tua Ho! Maaf kalau tidak sopan, tapi mengapa Pak Tua Ho mengundang kami berdua kesini? setahu Junior kita tidak pernah kenal sebelumnya!" tanya Xu Chen tak ingin lebih lama berbasa basi

Mendengar itu Kepala Desa segera memasang wajah serius "Mungkin adikku Huang Gu telah memberitahumu, desa ini sudah sangat lama tak kedatangan tamu jadi kami begitu terkejut saat ada tamu yang datang!"

Xu Chen kembali mengerutkan keningnya, sudah sejak tadi sesuatu itu mengganjal hatinya akhirnya ia punya kesempatan untuk bertanya "Mengapa hal itu bisa terjadi Pak Tua Ho? apakah karena desa ini yang letaknya sangat terpencil!"

Namun kepala Desa menggelengkan kepalanya "Ya! memang itu adalah salah satu faktor, tetapi bukan karena itu penyebab utamanya"

"Lalu apa penyebab utamakan Pak Tua Ho?" tanya Xu Chen bingung

"Ini adalah cerita yang panjang Tuan Chen. Apa Tuan Chen yakin akan mendengarkannya?" balas Kepala Desa

Xu Chen tanpa berkata apa-apa hanya menggunakan kepalanya pertanda setuju

Sambil menarik nafas panjang Kepala Desa mulai berkisah "Kisah ini diceritakan oleh nenek moyangku berabad abad lalu, kisah ini dimulai pada seorang gadis kecil. Gadis kecil itu bernama Hua Mei dia adalah kebanggaan desa ini kerena bakatnya dalam kultivasi...?"

"....Masa kecil gadis itu ia lalui dengan ceria seperti anak kebanyakan bermain, berkultivasi, dan lain sebagainya. Namun saat gadis kecil itu tumbuh menjadi seorang gadis muda nan cantik, ia banyak diperebutkan oleh para lelaki dari berbagai penjuru, namun karena kesombongannya dia hanya ingn memiliki laki laki yang sempura sebagai suaminya...?"

"...Disitulah awal petaka dimulai. pada suatu hari datang seorang pemuda tanpa kultivasi di desa ini dan ingn melamar Hua Mei, namun karena menganggap laki laki itu adakah sampah Hua Mei menghinanya bahkan menghina keturunannya, namun Hua Mei tak berhenti sampai disitu ia bersandiwara didepan para warga seolah olah ia telah dilecehkan pemuda itu membuat para warga terbakar emosi...?"

"...Hua Mei membodoh warga desa dan akhirnya warga desa membunuh pemuda itu dan membakar mayatnya agar tak meninggalkan jejak, sebelum mati pemuda itu mengatakan sesuatu "Kalian salah! kalian akan binasa!"...?"

"...Hari hari setelahnya berjalan seperti biasa hinggah pada suatu hari datang seorang wanita cantik bahkan kecantikannya melebihi Hua Mei membuat seluruh desa heboh dan menerimanya dan menjamunya dengan meriah, wanita itu mengatakan pada warga mencari anaknya yang datang kedesa ini beberapa hari yang lalu...?"

"... Mendengar hak tersebut seluruh warga kaget dan tak menceritakan yang terjadi sebenarnya namun entah siapa ia menceritakan kejadian beberapa hari lalu pada wanita tersebut membuatnya marah besar dan wujud wanita itu segera berubah menjadi seorang wanita tua bungkuk dengan memegang tongkat teryata wanita itu adalah seorang penyihir dan pemuda yang dibunuh warga adalah muridnya yang telah ia anggap seperti anaknya sendiri...?"

"...Penyihir itu membunuh hampir semua warga dan hanya menyisakan beberapa penyihir itu mengutuk desa ini menjadi desa dalam kabut tak ada yang bisa masuk dan tak ada yang bisa keluar. Dan begitulah kisah itu berakhir!"

Mendengar cerita itu Xu Chen terlihat takjub berbeda dengan Yan Yu yang terlihat mengantuk setengah mati

Sambil menguap lebar Yan Yu berkata "Hoahh! akhirnya kisah itu berakhir! jika itu lebih lama pasti aku akan tertidur pulas!"

"Diamlah gadis bodoh! aku tak menyangka teryata penyihir benar benar ada, aku pikir mereka hanyalah dongeng. tapi kejadian yang ada disini hari ini membuatku sadar betapa luasnya Dunia ini dan masih banyak yang tidak aku ketahui!" ujar Xu Chen panjang lebar

"Tapi ada sesuatu yang janggal dari cerita senior itu. senior mengatakan tak ada yang bisa masuk dan tak ada yang bisa keluar. tapi sekarang kami berdua ada disini?" ujar Xu Chen lagi

***

Maaf Ya kalau ceritanya kepanjangan author tadi nulisnya tak sadar gitu tiba tiba aja banyak. jangan lupa ya like/ komen dan vote, itu aja See You

1
Jade Meamoure
yah emang susah kalo mau bersatu orang ayah Kaisarmu yang bantai kluarga Xu juga
Jade Meamoure
beehh gimana coba kalo pangeran tadi nyerah bukankah Xu Chen akan buntung 🤨🤣
Jade Meamoure
beh guru itu melanggar privasi lho 😔
Jade Meamoure
wah itu putri musuh Tah 😲😲😲 tar gimana tuh perasaan saat Xu Chen akan balas dendam
Jade Meamoure
1:1000 waduh Thor itu dikit berlebihan tp tk apalah biar MC cepat kuat 🤣🤣🤣
Muis Hakim
Kayaknya seru nih otor
hasbullah 123
Klu ada kritik & masukan yg baik tolong di perhatikan agar kedepan nya lebih baik
hasbullah 123
Sekedar masukan ..sy berharap semua yg berbahasa ASING tolong segera di ganti dengan bahasa Indonesia biar pembaca mudah mengerti dan paham..
Kalisom Kalisom
makin lama makin jelek ceritannya,kenapa Ndak singkir aja wanita itu
Kalisom Kalisom
Thor jangan kasih hati ke wanita nanti balas dendam Ndak akan terjadi
Shah Dian
789 big up... MC terlaluuuu medeeet Thor...
Imron Putra Mayor
Luar biasa
Fadil Yak
Bakalan seru ni
Fadil Yak
ceritanya bagus
Pay Lee
keren ceritanya,,gk buru2 jatuh cinta ..
ketika cinta sudah bersatu ,,tak lg menarik krn perjuangannya tak lg menatang
Gua Cowo 🗿
senyuman yang membuat orang dapat pindah apam sementara
Gua Cowo 🗿: *alam
total 1 replies
Gua Cowo 🗿
semangat Thor
Gua Cowo 🗿
semangat thor
Rindi Antika Siregar
soalnya aku genre apa aja masuk semua
Rindi Antika Siregar
wah awas jadi certa bl tapi jalo iya yah nggak papa si
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!