NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: PELELANGAN BATU HITAM

Kota Batu Hitam berdiri megah di bawah langit ungu Alam Dewa Abadi.

Tembok kota yang tinggi terbuat dari batuan vulkanik hitam pekat yang memancarkan aura pertahanan yang kuat.

Ini adalah kota perdagangan terbesar di wilayah perbatasan luar, tempat berkumpulnya para praktisi dari berbagai klan dan ras untuk bertukar sumber daya kultivasi.

Reno melangkah santai memasuki gerbang kota setelah menempuh perjalanan singkat dari tempat pendaratannya.

Penampilannya yang mengenakan jas modern masih mengundang tatapan aneh dan bisikan dari para praktisi lokal yang berlalu lalang.

'Hadeuhhh... tatapan mereka risih banget, berasa kayak alien di negeri sendiri,' batin Reno sambil menghela napas pelan.

Reno berjalan menyusuri jalanan kota yang ramai, tujuannya hanya satu: Rumah Pelelangan Batu Hitam.

Dia butuh informasi lebih dalam mengenai Alam Dewa ini dan mungkin beberapa sumber daya untuk memulihkan sedikit energi batinnya yang terpakai saat membuka gerbang dimensi.

Bangunan pelelangan itu berdiri paling megah di pusat kota, berbentuk kubah raksasa dengan ornamen batu mulia yang berkilauan.

Di depan pintu masuk, dua penjaga bertubuh kekar dengan zirah besi menahan langkah Reno.

"Berhenti! Praktisi dari dunia bawah dilarang masuk tanpa undangan atau jaminan batu spiritual yang cukup!" bentak salah satu penjaga dengan nada meremehkan.

Reno hanya tersenyum tipis, merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa cincin penyimpanan hasil rampasan dari Suku Tembaga kemarin.

"Apakah ini cukup sebagai jaminan?" tanya Reno santai sambil melemparkan satu cincin ke tangan penjaga.

Penjaga itu memeriksa isi cincin dengan ragu, namun matanya langsung terbelalak lebar.

Di dalam cincin itu terdapat ribuan batu spiritual tingkat menengah dan beberapa tanaman obat langka yang merupakan inventaris patroli Suku Tembaga selama setahun.

"I-Ini... Silakan masuk, Tuan Agung!" sikap penjaga itu langsung berubah seratus delapan puluh derajat, membungkuk penuh hormat seraya membukakan pintu.

Reno melangkah masuk ke dalam aula pelelangan yang luas dan mewah.

Ratusan praktisi elit dari berbagai klan sudah duduk rapi di kursi pelelangan, menunggu acara dimulai.

Di panggung utama, Liu Ruyi berdiri dengan anggun mengenakan gaun merah marun yang memamerkan lekuk tubuh indahnya, memancarkan pesona yang membuat banyak praktisi pria menelan ludah.

"Selamat datang para tamu terhormat di Rumah Pelelangan Batu Hitam!" sapa Liu Ruyi dengan suara merdu yang memikat hati.

"Hari ini, kita memiliki beberapa barang istimewa yang jarang ditemui di wilayah perbatasan luar!" tambahnya seraya memberi isyarat pada pelayan untuk membawa barang pertama.

Pelelangan dimulai dengan meriah, barang-barang seperti senjata tingkat Raja Spiritual dan pil kultivasi tingkat menengah terjual dengan harga tinggi.

Reno duduk di kursi bagian belakang, mengamati jalannya pelelangan dengan tenang sambil menunggu barang yang menarik perhatiannya.

Hingga akhirnya, Liu Ruyi mengangkat sebuah kotak kayu kuno yang memancarkan aura spiritual yang sangat pekat.

"Barang selanjutnya adalah Pil Reuni Jiwa tingkat Kaisar! Pil ini mampu memulihkan energi batin secara instan dan meningkatkan pemahaman kultivasi bagi praktisi di bawah Ranah Kaisar Spiritual!" umum Liu Ruyi dengan nada antusias.

"Harga pembukaan: lima puluh ribu batu spiritual tingkat tinggi!"

Deggg...!

Hadirin di aula langsung heboh mendengarnya. Pil tingkat Kaisar adalah barang langka yang sangat dicari, bahkan oleh para ketua klan sekalipun.

"Enam puluh ribu!" teriak seorang pria bertubuh tambun di barisan depan.

"Tujuh puluh ribu!" sahut seorang wanita tua berwajah keriput.

Harga terus melonjak cepat hingga mencapai angka seratus ribu batu spiritual tingkat tinggi.

'Pil itu cukup bagus buat balikin energi batin gue ke kondisi puncak,' batin Reno tertarik.

"Dua ratus ribu batu spiritual tingkat tinggi," ucap Reno dengan suara datar namun bergema jelas di seluruh aula.

Aula pelelangan mendadak hening seketika. Semua mata tertuju pada Reno yang duduk santai di kursi belakang.

Dua ratus ribu batu spiritual tingkat tinggi adalah jumlah yang sangat fantastis, bahkan bagi klan besar di Kota Batu Hitam.

Liu Ruyi menyunggingkan senyum tipis di panggung, matanya berkilat penuh minat saat menatap Reno.

"Dua ratus ribu dari Tuan muda misterius di barisan belakang! Adakah yang berani menawar lebih tinggi?" tanya Liu Ruyi memprovokasi.

"Sialan! Berani-beraninya sampah dunia bawah menawar barang yang gue incar!" teriak seorang pemuda berpakaian mewah di barisan depan dengan wajah merah padam.

Dia adalah Tuan Muda Klan Batu Hitam, klan penguasa kota tersebut.

"Dua ratus lima puluh ribu!" teriak pemuda itu penuh emosi.

"Lima ratus ribu," sahut Reno tanpa ragu, langsung melipatgandakan tawaran.

Gemuruh suara kaget kembali memenuhi aula. Lima ratus ribu adalah harga yang sangat tidak masuk akal untuk sebuah pil, bahkan pil tingkat Kaisar sekalipun.

Tuan Muda Klan Batu Hitam mengepalkan tangannya rapat-rapat, aura pembunuh memancar dari tubuhnya. Dia tidak memiliki batu spiritual sebanyak itu.

"Satu... Dua... Tiga! Selamat kepada Tuan muda misterius, Pil Reuni Jiwa menjadi milik Anda!" pungkas Liu Ruyi dengan ketukan palu final.

Reno melangkah maju ke panggung untuk mengambil pil dan menyerahkan cincin penyimpanan berisi pembayaran.

"Tuan muda, silakan ikut saya ke ruang belakang untuk menyelesaikan administrasi," ajak Liu Ruyi dengan senyum manis yang penuh misteri.

Reno mengikuti Liu Ruyi ke sebuah ruangan mewah di belakang panggung.

"Kekayaan Tuan muda sungguh luar biasa, bahkan Tuan Muda Klan Batu Hitam pun dibuat tak berdaya," puji Liu Ruyi sambil menyerahkan Pil Reuni Jiwa.

"Cuma keberuntungan," sahut Reno pendek.

Liu Ruyi terkekeh pelan, mendekatkan wajahnya ke wajah Reno.

"Keberuntungan? Praktisi dunia bawah yang menghancurkan Kapten Meng Huo dalam satu dehaman, membawa Kunci Segel Alam Dewa, dan memiliki lima ratus ribu batu spiritual tingkat tinggi... itu bukan cuma keberuntungan," bisik Liu Ruyi penuh nada menyelidik.

Reno menyunggingkan senyum tipis, menatap lurus ke mata Liu Ruyi.

"Informasi Rumah Pelelangan Batu Hitam memang cepat," pukas Reno dingin.

"Kami tahu banyak hal, Tuan muda Reno Wijaya," sahut Liu Ruyi menyebutkan nama lengkap Reno.

"Termasuk fakta bahwa Panglima Tujuh Dosa dari Wilayah Iblis sedang menuju kota ini untuk memburu Anda," tambahnya dengan nada memperingatkan.

'Waduh... belum juga napas lega, udah ada naga iblis yang nyari masalah lagi,' batin Reno menghela napas pelan.

"Wilayah Iblis? Menarik. Gue memang butuh pemanasan sebelum pergi ke Istana Dewa Abadi," pukas Reno santai.

Liu Ruyi tertegun sejenak, tak sanggup menahan rasa kagumnya pada ketenangan Reno di hadapan ancaman Panglima Iblis.

"Tuan muda beneran gila atau terlalu kuat," gumam Liu Ruyi tertawa kecil.

"Sebagai bonus pembelian pil, saya akan berikan informasi gratis: Panglima yang datang adalah Panglima Kerakusan, kekuatannya ada di Ranah Kaisar Spiritual Tingkat Puncak!" jelas Liu Ruyi serius.

Reno mengangguk kecil menerima informasi tersebut, lalu menelan Pil Reuni Jiwa sekaligus.

Brakkkk!

Energi spiritual emas murni meledak dahsyat di dalam tubuh Reno saat pil tersebut bereaksi.

Tato naga di lengan kanannya memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang, menyerap seluruh energi pil dalam hitungan detik.

'Energi batin gue... kembali ke kondisi puncak! Bahkan sedikit meningkat!' batin Reno mengepalkan tangannya penuh tenaga.

"Terima kasih atas informasinya, Nona Ruyi," pukas Reno berbalik arah melangkah keluar ruangan.

Di saat yang sama, di luar kota Kota Batu Hitam.

Langit ungu mendadak berubah menjadi hitam pekat ditutupi oleh awan iblis yang membumbung tinggi.

Aura kegelapan yang sangat pekat dan beraroma kematian merayap cepat, menyelimuti seluruh area kota.

Ratusan prajurit iblis bersenjata lengkap berbaris rapi di depan gerbang kota.

Di barisan paling depan, berdiri seorang pria bertubuh raksasa dengan perut buncit dan mulut penuh gigi taring yang tajam.

Dia adalah Panglima Kerakusan, salah satu dari Panglima Tujuh Dosa dari Wilayah Iblis.

Panglima Kerakusan mengendus udara dengan rakus, matanya yang merah menyala menatap lurus ke arah Rumah Pelelangan Batu Hitam.

"Hahaha! Bau Kunci Segel Alam Dewa... bau darah Sutra Naga Kuno... sangat lezat!" gelak tawa Panglima Kerakusan pecah kegirangan, suaranya menggema keras bagaikan petir.

"Reno Wijaya! Keluar lu sekarang! Biarkan gue memakan tubuh lu dan merebut Kunci Segel itu!" seru Panglima Kerakusan penuh nafsu gila kerakusan.

Reno melangkah keluar dari Rumah Pelelangan Batu Hitam, berdiri sendirian di tengah jalanan kota yang mendadak sepi ketakutan.

Dia menatap awan iblis di langit dengan pandangan datar tanpa emosi sedikit pun.

"Naga iblis gendut... lu datang di waktu yang tepat buat jadi samsak gue," pukas Reno dingin sambil menyunggingkan senyum tipis penuh percaya diri.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!