[ Fantasi Barat+ Misteri+ Sistem+ Ksatria+ Penyihir+ Abad Pertengahan ]
Agus yang terlibat pinjol akhirnya mati karena kecelakaan, jiwanya terseret ke dalam dunia lain dan menjadi Simon Blake di dunia pedang dan sihir, Simon bangkit dari budak bandit hingga menjadi penyihir terkuat, dengan sistem kemahirannya ia akan mencapai puncak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Walker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernafasan Gajah Bertanduk 2!
Simon merapikan botol-botol kristal di dalam jubahnya dengan hati-hati.
Di kantong penyimpanannya kini tersimpan sepuluh botol ramuan ksatria tingkat rendah hasil keringatnya sendiri, serta dua botol ramuan tingkat tinggi yang baru saja ia beli dari tuan Martin.
"Tuan Martin, tugas paruh waktuku hari ini selesai. Sepuluh ramuan rendah sudah siap di rak," ucap Simon sembari membetulkan posisi topeng gagaknya.
Martin mendongak dari timbangan peraknya, dia menyeringai.
"Kerja bagus, Geralt. Kamu memang jenius ramuan. Datang lagi jika kau butuh lebih banyak koin emas atau bahan-bahan ramuan. Ingat, kesepakatan 20/80 kita tetap berlaku!"
Simon hanya mengangguk singkat tanpa membalas basa-basi itu dan melangkah keluar dari toko.
Saat melewati gerbang Kota Lune, simon segera memindai dua puluh meter radius di sekelilingnya.
Ia merasa sedikit khawatir jika ada pembunuh bayaran lain yang mengincar hadiah dari Rose atau sekadar iri dengan promosi tingkat besinya.
Namun, setelah berjalan cukup jauh memasuki hutan yang sunyi, ia tidak merasakan getaran langkah kaki yang mencurigakan.
"Syukurlah, tidak ada yang mengikuti," pikir Simon sambil menghela nafas lega.
"Jujur saja, aku sedang malas bertarung. Rasanya aku ingin menjadi 'ikan asin' saja hari ini, bersantai tanpa harus memikirkan siapa yang ingin memenggal kepalaku."
Dulu sebagai Agus di kehidupan sebelumnya ia bener-benar habis di tampar oleh tekanan duniawi, sekarang ia hanya ingin berlatih dengan tenang, namun dunia ini seolah selalu mengerjainya.
Karena lelah, Simon memutuskan berhenti di antara dua pohon besar.
Ia mengumpulkan ranting kering dan membuat api unggun kecil.
Suara 'nging' dari nyamuk-nyamuk hutan mulai mengganggu pendengarannya.
Meskipun kulitnya yang telah diperkuat oleh teknik pernafasan, Simon tidak akan merasakan sakit saat digigit.
namun, suara nyamuk sialan itu tetaplah menjengkelkannya.
Simon duduk bersandar, lalu mengeluarkan kotak kayu pemberian Rose
"Huhuhu, mari kita lihat isi dari kotak ini."
Di dalam kotak, ia menemukan 10 koin emas dan sebuah gulungan kulit hewan yang terasa kasar.
Koin emas yang berkilau tidak menarik perhatian Simon.
Tanpa melirik emasnya, mata merah Simon terpaku pada isi gulungan tersebut, Teknik Pernafasan Gajah Bertanduk 2!
Simon melotot saat menafsirkan isinya.
"Luar biasa... teknik ini memiliki 15 gerakan lebih banyak daripada Ular Hitam," batinnya terkejut.
"Setiap posturnya terlihat begitu masif dan berat. Jika Ular Hitam adalah tentang kelenturan dan kecepatan, Gajah ini adalah tentang beban absolut dan pertahanan yang tak tergoyahkan, cocok jika di padukan dengan tinju riak!."
Tanpa membuang waktu, Simon bangkit.
Ia mulai mempraktikkan gerakan pertama sebuah kuda-kuda rendah yang memaksa otot paha dan punggungnya menegang hebat.
Gagal.
Napasnya tidak sinkron dengan detakan jantungnya.
Ia mencoba lagi gerakan kedua yang menyerupai gajah yang hendak menerjang, walau dia tidak punya belalai.
Gagal lagi.
Hingga pada percobaan kesekian, saat keringat Simon membanjiri jubahnya, sensasi berat yang hangat merambat di tulang belakangnya.
Pernafasan Gajah Bertanduk Dua: Pemula (1/100) ]
Simon menyeringai, akhirnya setelah sekian lama.
Ia segera mengambil dua botol ramuan tingkat tinggi yang baru dibelinya dan meminumnya sekaligus. Rasa panas yang membara meledak di perutnya.
Simon memacu sirkulasi pernapasan gajah itu secara brutall.
[ Pernafasan Gajah Bertanduk Dua +10 ]
[ Pernafasan Gajah Bertanduk Dua +10 ]
[ Pernafasan Gajah Bertanduk Dua +20 ]
Tiba-tiba, tubuh Simon bergetar hebat. Urat-urat di lehernya menonjol, dan suara derak tulang terdengar seperti mesin yang sedang ditempa.
Struktur ototnya merapat secara drastis, memberikan kesan pada tubuh yang lebih padat dan berat meski ukurannya tidak banyak berubah.
Pernafasan Gajah Bertanduk 2 ( Dasar ) 47/200
Di bawah efek ramuan ksatria tingkat tinggi dia tidak butuh waktu lama untuk menerobos teknik pernafasan ini.
Simon membuka mata merahnya yang kini memancarkan aura intimidasi yang berat seolah membawa ratusan kilogram kekuatan dalam tubuhnya.
Ia melirik sebuah pohon ek besar di depannya.
Tanpa menggunakan Qi pertempuran yang belum ia miliki, hanya mengandalkan kekuatan fisik murni semata.
BUM!
Tinju Simon menghantam batang pohon itu. Kulit pohon hancur seketika, dan lubang sedalam lima sentimeter tercipta disertai retakan yang menjalar ke atas.
Seluruh penampilan pohon itu berguncang hebat hingga dedaunannya jatuh berguguran.
"Kekuatan murni yang luar biasa... Dengan Ular Hitam dan gajah, apakah aku masih di sebut ksatria magang sekarang?" gumam Simon dengan rasa puas di wajahnya sembari menatap kepalan tangannya yang tak terluka sedikit pun.
Keringat bercucuran deras dari dahi simon, membasahi tanah kering, kini kakinya gemetar akibat kelelahan ekstream.
Setelah menguji kekuatan fisiknya pada pohon tadi, ia tidak berhenti begitu saja.
Di bawah cahaya api unggun yang berderak, Simon memaksa tubuh fisiknya untuk kembali meledak dalam rangkaian latihan yang brutal.
Ia menghunus pedang hitamnya, melancarkan Teknik Pedang Silang dengan presisi yang mematikan, lalu menyimpan pedangnya dan langsung beralih mempraktikkan Tinju Riak ke udara kosong, menciptakan riak-riak distorsi yang konstan.
"Hah... hah... gila," Simon bergumam dengan napas yang ngos-ngosan.
Dadanya naik turun dengan cepat, Simon dapat merasakan sensasi panas yang membakar di setiap serat otot dan persendiannya.
Meskipun tubuhnya terasa berat dan letih, sebuah perasaan kebahagiaan menyelimuti hatinya, setiap tetes keringat ini adalah bukti nyata bahwa ia bukan lagi semut yang bisa diinjak siapa saja.
"Capek banget... coba lihat panel pribadi kita," bisik Simon sembari menyeka keringat dengan punggung tangannya.
Ia memejamkan mata sejenak, memanggil instrumen keberuntungannya yang sunyi tanpa kehebohan.
Seketika, panel transparan berwarna biru muda termanifestasi di depan pandangannya.
Nama: Simon Blake
Pekerjaan: Ksatria Magang Tingkat 3
Ketrampilan:
Pernafasan Ular Hitam (Tinggi): 87/400
Pernafasan Gajah Bertanduk 2 (Dasar): 47/200
Teknik Pedang Silang (Menengah): 99/300
Tinju Riak (Pemula): 92/100
Farmasi (Pemula): 37/100
Simon menatap deretan angka itu dengan saksama.
Senyum tipis terukir di wajah tampannya.
Ia teringat kembali kehidupannya di Bumi, seorang pemuda yang hancur karena jebakan pinjaman daring dan berakhir di bawah roda truk kontainer itu.
Dulu, ia selalu dikejar-kejar oleh ketakutan dan utang yang tidak pernah selesai, bungga yang selalu menumpuk membuatnya tidak tenang.
Namun sekarang, di Benua Varent yang biadab ini, ia hampir memiliki kekuatan untuk berdiri sendiri dan menentukan nasibnya dengan tangannya sendiri.
Tidak perlu terburu-buru, ia memiliki waktu, ia memiliki sistem, dan kini yang lebih penting tidak ada lagi penagih utang yang mengejarnya.
Simon menyandarkan punggungnya pada batang pohon yang kasar, membiarkan jubah hitamnya menyelimuti tubuhnya dari hawa dingin di malam hari.
Ia menutup mata merahnya perlahan.
Suara kayu api yang sesekali meletup beradu dengan orkestra suara jangkrik di kegelapan hutan, menciptakan suasana ASMR alami yang justru terasa sangat menenangkan di telinganya.
Di tengah kesunyian itu, Simon Blake tertidur dengan tenang dan tanpa beban, berharap malam ini akan terus terjadi selamanya.