NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Kinara rela meninggalkan status sebagai anak konglomerat demi bisa menikah dengan kekasih hatinya. Ia rela hidup susah, menemani dari nol dan berjuang bersama dengan sang suami hingga sukses. Namun nyatanya semua pengorbanan itu tidak membuat kehidupan rumah tangga Kinara baik-baik saja. Setelah 5 tahun membina rumah tangga bersama, Rashid justru tega mengkhianatinya. Kinara ditalak dan dibuang begitu saja seperti barang yang tak lagi berguna.

Tak terima dikhianati, Kinara bertekad untuk membalas semua perbuatan mantan suami dan juga selingkuhannya. Mampukah Kinara kembali ke keluarga Santoso dan membalaskan dendam sakit hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 — Berpapasan

Sesampainya di sebuah pusat perbelanjaan, Shena langsung mengajak Kinara turun. Namun, baru saja ia hendak melangkah, ponselnya tiba-tiba berdering nyaring. 

Shena lantas merogoh ponselnya dari dalam tas, melihat nama yang tertera di layar lalu menoleh ke arah Kinara dan juga Kalandra. “Kalian masuk saja lebih dulu, aku harus menerima telepon penting ini dulu,” kata Shena tak enak hati. 

“Baiklah. Kami masuk lebih dulu, ya, Shen.” Kinara dan Kalandra berjalan lebih dulu.

Keduanya kemudian memasuki sebuah butik terkenal yang menjual berbagai pakaian dan aksesori dari merek ternama. 

Seorang pramuniaga yang cantik dan berpakaian rapi segera menyambut mereka dengan ramah. “Selamat datang. Apakah ada yang bisa kami bantu?”

Kalandra melepas kacamata hitamnya lalu menunjuk Kinara. “Tolong carikan beberapa gaun yang cantik, mewah dan mahal untuk adikku. Besok dia harus menghadiri acara keluarga.”

Kinara langsung menyela, “Tidak perlu yang terlalu mahal, Kak. Kau terlalu berlebihan, ini hanya pesta—”

“Kinara, jangan membantah. Oke? Sekali-sekali biarkan kakakmu yang tampan rupawan ini memanjakanmu,” ucap Kala dengan penuh percaya diri, apalagi saat beberapa pengunjung menatap ke arahnya. 

Kinara hanya bisa menghela napas, lalu membiarkan Kalandra memilih beberapa pakaian. Tak lama kemudian, ia masuk ke ruang ganti untuk mencoba gaun yang dipilihkan kakaknya.

Sementara itu, Kalandra berdiri di depan cermin besar sambil memperhatikan beberapa pilihan pakaian lain. Suasana mereka jauh dari kata istimewa.

Bagi Kinara, sore itu hanyalah waktu sederhana bersama kakaknya setelah sekian lama ia kehilangan kesempatan menikmati hal-hal kecil bersama keluarga. Namun, beberapa meter dari sana, seseorang baru saja memasuki butik yang sama.

Pria itu datang bersama Marissa yang sedang sibuk melihat-lihat koleksi terbaru. Marissa yang kini tengah mengandung tampak menikmati perhatian para pramuniaga. Beberapa barang bahkan sudah diminta untuk disiapkan sebelum ia memilih mana yang akan dibeli.

“Yang itu juga bagus,” ujar Marissa sambil menunjuk sebuah tas.

Rashid mengangguk singkat. “Yang itu? Apa kau menyukainya? Jika kau suka, ambil saja.”

Marissa tersenyum puas, mengambil kesempatan yang diberikan itu dengan sebaik-baiknya, untuk sejenak, Marissa melupakan kemarahannya pada pria itu. 

Selagi Marissa sibuk memilih, Rashid sengaja berkeliling sambil mencari sesuatu yang menarik perhatiannya. Namun, baru beberapa lama ia menjelajah, langkahnya tiba-tiba terhenti dan tatapannya menangkap sosok perempuan yang baru keluar dari ruang ganti.

Rashid seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Kinara mengenakan gaun sederhana tetapi elegan. Sementara rambutnya terlihat ditata seadanya namun tampak rapi, wajahnya tampak jauh lebih tenang dibandingkan ketika mereka masih bersama. 

Kinara kini sedang berdiri di hadapan Kalandra sambil memperhatikan pakaian yang dipilihkan kakaknya. 

Melihat Kinara tersenyum lebar pada pria itu membuat darahnya tiba-tiba berdesir, matanya menatap marah, tetapi Rashid cukup tahu diri untuk mengendalikan emosinya. 

Pria itu tampak jauh lebih tampan, berpakaian rapi, dan jelas bukan pegawai butik. Seketika, Rashid mengernyit dan mulai menduga-duga. “Siapa pria itu? Apakah itu kekasihnya? Apakah sekarang Kinara menjadi simpanan pria kaya? Itu sebabnya dia tak mau kembali denganku?”

Marissa yang sudah selesai memilih, lantas mendekati Rashid dan mengikuti arah pandang Rashid.

“Bukankah itu Mbak Kinara? Wah, siapa pria yang bersamanya itu?” tanya Marissa membuat Rashid tersentak kaget. 

Rashid menggeleng, sementara tatapan Marissa kemudian berpindah kepada Kalandra. Menatap kagum pada pria yang tengah bersama Kinara itu. 

“Sepertinya dia laki-laki kaya, lihat jam tangan dan setelan pakaiannya. Astaga tampan sekali, seperti seorang aktor,” gumamnya, merasa jatuh hati sekaligus iri pada Kalandra. 

Rashid mengepalkan tangan, merasa cemburu. Padahal beberapa waktu lalu Kinara mengatakan kepadanya bahwa ia tidak membutuhkan siapa pun. Tetapi sekarang, perempuan itu justru terlihat berbelanja bersama pria lain di sebuah butik mahal.

“Dasar perempuan murahan,” maki Rashid pelan. Tanpa memikirkan lebih jauh, Rashid melangkah mendekati mereka. 

Marissa yang penasaran dengan Kalandra pun tak bisa menahan diri untuk tak mengekor di belakang Rashid.

“Wah! Kukira siapa, ternyata kau, Kinara.”

Suara itu membuat Kinara langsung menoleh dengan terkejut. Senyum lebarnya seketika menghilang, digantikan dengan rasa muak. 

Kalandra yang sedang memegang dua buah pakaian juga ikut menoleh. Begitu melihat Rashid dan Marissa, ekspresinya berubah. Namun, untuk sekarang ia lebih memilih untuk memperhatikan dan membiarkan Kinara menghadapi pria itu. 

“Rashid,” ucap Kinara datar. “Sedang apa kau di sini?” 

Rashid berhenti beberapa langkah di hadapan mereka. “Aku tidak menyangka akan melihatmu di sini.”

Kinara menatapnya sebentar sebelum menjawab, “Aku juga tidak menyangka.”

Marissa berjalan mendekat dan berdiri di samping Rashid. Tatapannya berpindah dari Kinara kepada Kalandra.

Rashid kembali menatap pria di samping Kinara. “Jadi sekarang kau sudah punya teman baru? Oh, salah, maksudku … pacar baru. Pacar atau simpanan, ya?” cibirnya dengan tatapan mengejek. 

Mata Kalandra membola sempurna, mendengar pria tak tahu diri itu menghina Kinara membuat darahnya terasa mendidih, tetapi melihat Kinara meliriknya dan memberinya isyarat agar tetap diam membuat Kalandra tak bisa berbuat apa-apa. 

Kinara membuang muka, menarik napas panjang sebelum akhirnya menatap Rashid kembali. “Jaga bicaramu, Rashid.” 

Rashid tertawa sinis. “Tidak perlu berpura-pura polos lagi, Kinara. Pantas saja kau menolak harta gono-gini yang aku beri, ternyata kau menginginkan yang lebih, ya. Astaga, ternyata inilah sifat aslimu.”

Kalandra mulai kehilangan kesabarannya. Namun Kinara lebih dahulu mengangkat tangan, meminta kakaknya untuk diam. Ia lalu menatap Rashid dengan tenang.

“Jika kau datang hanya untuk mencari masalah, lebih baik kita tidak perlu berbicara.” Kinara berbalik membelakanginya, mulai malas menanggapi Rashid. 

“Justru aku ingin tahu,” ujar Rashid, cukup keras dan sengaja memancing perhatian. “Baru beberapa hari lalu kau mengatakan kepadaku bahwa kau ingin hidup sendiri. Sekarang kau sudah berbelanja barang-barang mahal dengan pria lain?”

Kinara menghela napas. “Apa yang aku lakukan, bukan lagi urusanmu, Rashid. Pergilah sebelum aku panggil staf dan penjaga keamanan.”

Rashid tersenyum mengejek, lalu menatap Kalandra dari atas ke bawah. “Lalu siapa pria yang tampak kaya ini? Di mana dia menemukanmu?”

Kinara hendak menjawab, tetapi Rashid lebih dulu melontarkan kata-kata yang jauh lebih tajam. “Jangan bilang kau sekarang mencari pria kaya untuk membiayai hidupmu.”

Suasana di sekitar mereka mulai terasa canggung. Beberapa pengunjung bahkan menoleh karena suara Rashid terdengar cukup keras.

Kalandra sudah tak bisa menahan diri lagi, menarik Kinara ke belakang punggungnya dan menghadapi Rashid. “Kau ini memang laki-laki yang tak punya malu, ya?” sindir Kalandra telak. Tatapan matanya yang tajam terasa menusuk Rashid. 

1
yosh—
wah, kelas✨
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tentu saja, pulanglah 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
HK: 😔😔😔😔😔
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
serakah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
Iffanaya 😽
double up kk 😁
Iffanaya 😽: semangat ya kak 💪
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Janji harus ditepati 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantan istrimu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pasti kerjaan Marisa 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tas dan juga kopernya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
Iffanaya 😽
si jalang itu gk cukup kah jd pelakor skrng ngehancurin usaha mantan istri suami nya 😠
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain kegagalanmu 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hati" modus penjahat 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!