NovelToon NovelToon
Nikah Paksa

Nikah Paksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Single Mom
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eleanor kici kici

Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Ambisi di Balik Restu

Keheningan yang sempat menenangkan di ruang makan itu perlahan kembali digantikan oleh atmosfer yang serius. Baskoro meletakkan cangkir tehnya, lalu menatap tajam ke arah Sam dan Mita secara bergantian. Pria paruh baya itu melipat kedua tangannya di atas meja, memajukan tubuhnya sedikit.

"Restu sudah Ayah dan Ibu berikan karena kami menghargai kejujuran kalian," ujar Baskoro, suaranya berat dan berwibawa. "Namun, lalu bagaimana setelah kalian bercerai nanti? Di mana kalian masing-masing akan tinggal? Ayah tidak mau hubungan kekeluargaan kita terputus begitu saja."

Mita baru saja hendak membuka mulut untuk memberikan jawaban yang aman, namun Sam dengan cepat memotong. Perasaan lega karena restu perceraian sudah di tangan membuat Sam kehilangan kendali atas egonya. Pikirannya langsung melompat jauh ke depan, pada bayangan kebebasan dan janji yang sudah lama ia ikatkan pada kekasihnya.

Tanpa memikirkan bagaimana perasaan Mita yang duduk di sebelahnya, Sam langsung menyahut dengan nada bicara yang penuh keyakinan, persis seperti apa yang diinginkan oleh hatinya selama ini.

"Mita bisa tetap tinggal di rumah itu sampai dia menyelesaikan awal kuliahnya, atau pindah ke rumah dinas keluarga kita yang lebih dekat dengan kampusnya, Ayah," jawab Sam lugas. Ia menarik napas sejenak sebelum menjatuhkan niat utamanya yang terdengar begitu egois di tengah situasi ini. "Sementara untukku... setelah proses perceraian ini selesai, aku berniat untuk segera menikahi Vanya."

Diana langsung terkejut, matanya membelalak menatap putra kandungnya. Namun, Sam tidak berhenti di sana. Ia melanjutkan dengan mata yang berbinar penuh ambisi.

"Aku akan menggelar pernikahan yang sangat mewah untuk Vanya, Pah, Mah. Sesuai dengan apa yang sudah dia minta dan impikan selama ini. Aku ingin menebus waktu-waktu yang terbuang kemarin dengan pesta yang besar," ucap Sam tanpa ragu.

Mendengar kalimat-kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Sam, kepalan tangan Baskoro di atas meja tampak mengeras. Atmosfer ruang makan yang tadi sempat menghangat karena kelembutan Mita, seketika mendadak mendingin akibat ambisi Sam yang terkesan terburu-buru dan tidak memikirkan kepantasan di depan Mita yang baru saja mengorbankan statusnya demi dirinya.

Namun, sebelum ketegangan di antara Baskoro dan Sam sempat memuncak menjadi badai kemarahan, Mita kembali bergerak cepat untuk mencairkan suasana. Dengan kelembutan yang seolah tiada habisnya, ia menyentuh lengan Diana sekilas lalu kemudian menatap Baskoro.

"Pah, Mah... jangan menggoda Mas Sam seperti itu," ujar Mita setengah bercanda dengan nada yang begitu ringan, seolah ucapan egois Sam barusan sama sekali tidak melukai hatinya.

Mita menatap kedua mertuanya dengan binar mata yang tulus, mengalihkan seluruh atmosfer berat di ruangan itu menjadi sebuah obrolan keluarga yang santai. "Justru Mita ikut senang melihat Mas Sam bersemangat. Pesta pernikahan yang mewah dan meriah itu adalah hal yang baik. Itu tanda bahwa Mas Sam benar-benar ingin menghargai wanita yang dicintainya, sama seperti Ayah yang selalu menghargai Ibu selama ini."

Kalimat Mita yang begitu cerdas dan meneduhkan itu seketika meruntuhkan ketegangan yang sempat mengeras di rahang Baskoro. Diana yang tadinya sempat menahan napas kini bisa mengembusan napas lega, sementara Sam tertegun di tempatnya, menatap Mita dengan rasa takjub sekaligus malu yang teramat dalam karena gadis itu lagi-lagi menyelamatkannya.

"Mengenai tempat tinggal," lanjut Mita dengan pembawaan yang sangat mandiri dan tenang, "Mita rasa, setelah bercerai nanti, akan lebih baik jika Mita tinggal di kos-kosan dekat kampus saja, Pah, Mah. Mita ingin belajar merasakan kehidupan kuliah yang sesungguhnya, sekaligus belajar mandiri seperti mahasiswa lainnya. Tapi, Mita janji... setiap akhir pekan, Mita akan selalu menyempatkan diri untuk pulang dan makan malam di sini bersama Papa dan Mama."

Mendengar penuturan Mita yang begitu dewasa dan penuh pengertian, senyum hangat kembali terukir di wajah Baskoro dan Diana. Detik itu juga, ruang makan yang sempat mencekam kembali dipenuhi oleh kebahagiaan dan kelegaan yang utuh, mengiringi keputusan besar yang baru saja mereka sepakati bersama.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)

1
Emily
nyesel kan kamu Sam ...ngotot melepaskan Mitha malah dapat jalang
Emily
Vanya kena jebakan batman
Emily
lha pikir si ssm bakal tahu ada benihnya di perut Mitha gak tau malah belok belom terus
Emily
memangnya Sam dan Vanya udah menikah?
Emily
Mitha ga usah kebaikan malah ngaku janin yg di kandungnya benih pacarnya
Emily
CEO kok bego x si sam ni
Emily
ludwig kekasih mitha
Emily
Sam udah di ksih batu permata sama pak Baskoro malah mungut batu kerikil..mamam tu cinta
Emily
cinta boleh bodoh jangan ya sam...kenapa lebih pinter Mitha daripada kamu Sam padahal baru tamat SMA
Emily
Mitha bijaksana banget.,tetap seperti itu Mitha biar orang tidak merendahkan mu
Emily
rumit
Emily
cih sam..udah tau Vanya itu batu kali malah di pungut
Emily
demi harta ya sam.. preetlah
Emily
Sam bucin kepada kekasihnya padahal dia tau dan sadar klo wanitanya cuma cinta hartanya
Emily
gimana maksud cerita ini ...apakah Mitha janda
Emily
kenapa gak nolak aja Mita...kan bukan kamu yg berutang Budi kasih alasan yg masuk akal...sto jgan2 Mitha memang menyukai sam sebenarnya
Emily
mampir thor
Chenyu Wang
critanya bagus saya selalu nunggu kelanjutannya Terima kasih🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!