NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fajar Baru Silver Moon

Sinar matahari pagi yang cerah menerobos masuk melalui celah gorden menara selatan, menyapu lantai kamar dengan cahaya keemasan yang hangat. Tidak ada lagi kabut tebal yang mencekam, tidak ada lagi bau anyir darah yang tertinggal di udara. Kastil *Silver Moon* hari ini terbangun dalam suasana yang benar-benar baru tenang, damai, dan penuh suka cita.

Yudha membuka matanya perlahan, merasakan beban berat yang selama bertahun-tahun menggelayuti pundaknya telah sirna sepenuhnya. Di sampingnya, Luna masih tertidur lelap. Gurat kecemasan yang biasa menghiasi wajah manis itu kini telah hilang, digantikan oleh raut wajah damai yang sangat cantik. Bahu kiri Yudha yang semalam robek parah kini sudah mulus kembali, hanya menyisakan garis putih tipis sebagai bukti keajaiban sentuhan belahan jiwanya.

Yudha bangkit tanpa suara agar tidak mengganggu tidur Luna. Dia melangkah menuju balkon kamar dan menatap ke bawah, ke arah halaman kastil yang luas.

Di bawah sana, para prajurit tidak lagi sibuk mengasah pedang dengan wajah tegang. Sebagian dari mereka terlihat membantu para pelayan membersihkan sisa-sisa kekacauan malam lalu, sementara yang lain tampak bersenda gurau sembari menikmati jatah sarapan mereka. Di gerbang utama, panji kebesaran *Silver Moon* berkibar dengan gagah ditiup angin pagi, memancarkan aura kejayaan yang mutlak.

*Cklek.*

Suara pintu balkon yang bergeser membuat Yudha menoleh. Luna melangkah keluar, mengenakan gaun merah muda lembut yang baru. Angin pagi mempermainkan rambut lavendernya, membuat aroma manisnya menguar bebas dan langsung menenangkan serigala di dalam dada Yudha.

"Kamu sudah bangun?" tanya Luna lembut, berdiri di samping Yudha seraya ikut menatap hamparan wilayah *Silver Moon* yang membentang hijau di bawah mereka.

"Aku tidak ingin melewatkan fajar pertama dari kedamaian kita, Luna," jawab Yudha, suaranya berat namun terdengar sangat rileks. Lengan kekarnya bergerak natural melingkari pinggang mungil Luna, menarik tubuh gadis itu agar bersandar pada dada bidangnya.

Luna tersenyum, menyandarkan kepalanya dengan nyaman. Rasa asing dan ketakutan yang dulu sempat merajai hatinya saat pertama kali menginjakkan kaki di dunia ini kini telah melebur menjadi rasa aman yang mutlak. Pelukan Yudha adalah rumah barunya.

"Seluruh kawanan kini tahu bahwa gadis manusialah yang telah menyembuhkan Alpha mereka dan membawa kemenangan besar ini," bisik Yudha di dekat telinga Luna.

"Tidak akan ada lagi yang berani meragukan posisimu di sisiku. Kamu adalah Luna sejati bagi *Silver Moon*."

Luna mendongak, menatap sepasang mata gelap Yudha yang kini berkilat penuh pemujaan dan cinta yang tulus. "Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan untuk melindungimu, Yudha. Seperti kamu yang selalu menjadi perisai bagiku."

Yudha menangkup wajah Luna dengan kedua tangannya yang besar, lalu perlahan mendekatkan wajahnya. Di bawah saksi sinar mentari pagi yang kian meninggi, Yudha mengecup bibir Luna dengan lembut dan penuh perasaan sebuah kecupan yang menandai akhir dari segala badai, dan awal dari kisah panjang mereka yang akan terukir abadi dalam sejarah bangsa serigala.

---

**TAMAT**

---

## CERITA SAMPINGAN: Aroma Lavender di Sudut Kastil##

Pagi itu, kedamaian sepenuhnya menguasai wilayah *Silver Moon*. Di koridor menara selatan, angin berembus perlahan, membawa aroma segar dari hutan perbatasan yang tidak lagi mencekam. Di dalam kamar, sinar matahari menembus jendela kaca yang baru, memantulkan cahaya di atas lantai batu yang bersih.

Yudha berdiri di depan cermin besar, perlahan mengenakan kemeja hitamnya setelah menyelesaikan latihan paginya bersama para prajurit. Bahu kirinya yang sempat terluka parah kini benar-benar bersih tanpa cela, berkat keajaiban sentuhan belahan jiwanya. Namun, pandangan mata emas sang Alpha mendadak teralih ketika mendengar suara gemerisik lembut dari arah sudut ruangan.

Di sana, di dekat perapian yang menyala temaram, Luna sedang sibuk dengan beberapa pelayan kastil. Di atas meja kayu, bertumpuk-tumpuk jubah bulu dengan warna merah muda lembut warna kesukaan Luna yang kini menjadi warna baru yang menghiasi sudut-sudut kastil yang dulunya hanya bernuansa kelam.

"Nona Luna, kain bulu domba ini sangat halus. Kami baru saja menyelesaikannya dari ruang rajut bawah," ucap Maya sembari menunjukkan sehelai jubah pink dengan jahitan yang sangat rapi.

Luna tersenyum manis, matanya berbinar senang. "Terima kasih, Maya. Ini persis seperti yang kuinginkan. Tolong bagikan sebagian ke pondok perawatan di gerbang barat untuk anak-anak serigala yang sedang masa pertumbuhan."

Yudha melangkah mendekat tanpa suara. Langkah kakinya yang ringan sebagai seorang predator sama sekali tidak mengejutkan Luna, karena aroma maskulin khas hutan malam milik pria itu selalu mendahului kehadirannya. Lengan kekar Yudha perlahan melingkar di pinggang mungil Luna dari belakang, menenggelamkan wajahnya di antara rambut lavender manis milik gadis itu.

"Apa yang sedang dilakukan oleh Lunaku sepagi ini, hmm?" bisik Yudha, suaranya rendah dan dalam, getarannya terasa langsung di punggung Luna.

Luna menyandarkan kepalanya di dada bidang Yudha dengan nyaman, tidak lagi merasa asing atau takut seperti saat pertama kali menginjakkan kaki di dunia ini.

"Aku hanya sedang merapikan pakaian-pakaian ini, Yudha. Aku ingin memastikan para pelayan dan anak-anak di sekitar kastil mendapatkan jubah yang hangat sebelum musim angin utara datang."

Yudha membalikkan tubuh Luna agar menghadap ke arahnya. Tatapan matanya yang biasanya sedingin es dan mengintimidasi saat memimpin pasukan, kini sepenuhnya melunak, dipenuhi oleh rasa pemujaan yang mendalam. Tangan besarnya menangkup pipi lembut Luna, ibu jarinya mengusap kulit halus itu dengan sangat hati-hati.

"Kamu selalu memikirkan kawanan ini, bahkan saat kamu sendiri adalah seorang manusia yang rapuh," ucap Yudha lembut, dahi mereka saling bersentuhan.

"Karena kawananmu adalah rumahku sekarang, Yudha," jawab Luna lirih namun pasti.

"Dan melindungimu serta tempat ini adalah hal terbaik yang bisa kulakukan."

Yudha tersenyum tipis sebuah senyuman langka yang hanya ditujukan khusus untuk belahan jiwanya. Dia mengecup dahi Luna dengan sangat lama, menyalurkan seluruh rasa cinta dan janji perlindungan mutlak yang tidak akan pernah luntur oleh waktu. Di dalam kastil yang kini penuh dengan kehangatan itu, mereka tahu bahwa badai telah benar-benar usai, meninggalkan kisah baru yang terajut indah di antara sang Alpha sejati dan manusianya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!