Tujuh tahun.
Cukup lama untuk sebuah pernikahan.... tapi tidak sedikitpun cukup untuk membuat Noah Luca Tyga mencintai istrinya.
Evelyn Yarvi.
Wanita cantik yang ia nikahi karena sebuah perjodohan. Istri yang selalu ada, tapi tak pernah di anggap.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri cantik. Namun, putri itu lahir bukan dari cinta, melainkan dari bayi tabung. Karena bagi Noah, menyentuh Evelyn sama saja dengan mengkhianati hatinya yang masih terperangkap pada masa lalu.
Baginya, Evelyn hanya wanita yang menikahinya demi harta.
Setiap hari, Evelyn berjuang. Berjuang mendapatkan secercah perhatian dari suaminya yang bahkan tak sudi meliriknya.
Sampai kapan ia harus bertahan?
Haruskah ia menyerah dan pergi.... atau terus berjuang demi cinta yang mungkin tak akan pernah ia miliki?
Dan bagaimana jika mantan kekasih Noah kembali, siap menghancurkan sisa-sisa rumah tangga yang sejak awal sudah retak?
Mampukan Evelyn bertahan... atau justru ia pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran Bible
Keesokan harinya, Bible sudah datang ke rumah kakaknya itu pagi-pagi sekali, karena semalam saat ia membaca pesan yang dikirim oleh Evelyn kepadanya, Bible merasa ada yang tidak beres.
Bi Siti yang sedang membersihkan ruang tengah bersama maid yang lain segera menghampiri gadis remaja itu.
"Selamat pagi, Nona Bible. Tuan masih belum bangun, begitu pun juga dengan Nona kecil," ucap Bi Siti.
Bible mengangguk. "Dan Kak Evelyn, apa dia sudah bangun, Bi?" tanya Bible.
Bi Siti menghela napas pelan mendengar pertanyaan dari nonanya itu. "Nyonya... Semalam dia pergi, Nona. Katanya ingin--"
Ucapan Bi Siti terhenti saat melihat Bible yang tiba-tiba berlari menaiki tangga dengan buru-buru.
Wanita paruh baya itu mengerutkan kening melihat Bible yang tiba-tiba berlari begitu saja menaiki tangga, dengan wajah gadis remaja itu yang tidak bisa ditebak.
Sesampainya di depan kamar Noah yang masih tertutup rapat, Bible segera memutar gagang pintu, dan pintu kamar itu pun terbuka.
Bible melihat abangnya itu yang masih tidur nyenyak di balik selimut tebalnya, seakan tidak ada sesuatu yang terjadi saat ini.
Bible menghampiri Noah dan segera menarik selimut tebal yang menutup tubuh abangnya itu. "Bangun... Bang! Ayo bangun!" ucap Bible.
"Hmm..." Noah hanya berdehem seraya kembali menarik selimutnya.
"Ih, Bang! Ayo bangun... Abang harus mencari Kak Evelyn!" ucap Bible sambil menarik tangan Noah.
"Hmm... Ada apa sih..." ucap Noah tanpa membuka matanya.
"Kak Evelyn pergi... Dan Abang tidak mencarinya... Pokoknya aku nggak mau tahu, sekarang Abang bangun dan cari Kak Evelyn!" ucap Bible dengan wajahnya yang terlihat marah.
Noah menarik napas pelan, lalu perlahan pria itu membuka matanya dan beranjak duduk di atas ranjangnya. "Jika Abang tidak mencari Kak Evelyn, maka aku akan menelepon Oma dan mengatakan jika Kak Evelyn pergi dari rumah," ancam Bible.
Noah menatap ke arah adiknya itu. "Dia pergi ke rumah temannya, palingan saat ini dia berada di apartemen Sofia," ucap Noah.
Bible menggeleng. "Tidak, Bang... Pasti saat ini Kak Evelyn pergi jauh. Semalam dia mengirimkan pesan kepadaku untuk menjaga Skylar dengan baik... Dan setelah aku membalas pesannya, ponsel Kak Evelyn tidak aktif lagi sampai sekarang," ucap Bible.
Noah menghela napas kasar. "Mungkin saat ini dia sedang tidak ingin diganggu..." ucap Noah seraya meraih ponselnya yang ada di atas nakas.
Lalu, pria itu segera menelepon Evelyn, tapi tidak bisa tersambung. Ponsel wanita itu tidak bisa dihubungi.
"Kan... Pokoknya sekarang Abang harus mencari Kak Evelyn!" ucap Bible.
Noah terdiam. Ia kembali menelepon Evelyn, tapi lagi-lagi tidak bisa tersambung. Lalu, Noah menelepon Sofia, tapi tetap sama, ponsel wanita itu juga tidak bisa dihubungi.
Noah kembali terdiam seraya mengingat ucapan Bi Siti semalam. Noah menatap amplop cokelat yang ada di atas nakas yang belum sempat semalam ia buka.
"Bang, kenapa hanya diam saja? Ayo cari Kak Evelyn! Ini semua gara-gara Abang... Gara-gara wanita itu yang kembali datang ke kehidupan Abang dan Kak Evelyn," ucap Bible. Gadis remaja itu terlihat marah.
"Ini urusan rumah tangga Abang, Bible. Sekarang lebih baik kamu ke kamar Skylar," ucap Noah dengan wajah datarnya.
Bible menghentakkan kakinya. Setelahnya, ia melangkah keluar dari kamar abangnya itu.
Noah meraih amplop cokelat yang ada di atas nakas, dan perlahan pria tampan itu membuka amplop cokelat itu. Tapi belum sempat ia mengeluarkan isinya, ponselnya berdering. Itu panggilan masuk dari asistennya.
Noah kembali meletakkan amplop cokelat itu di atas nakas, lalu ia menjawab panggilan Asisten Arlo. "Hmm, ada apa?" tanya Noah saat panggilan sudah tersambung.
"Maaf mengganggu waktu libur Anda, Tuan. Tapi ada sedikit masalah proyek yang ada di kota XXXX, dan Anda diminta datang ke perusahaan sekarang," ucap Asisten Arlo di seberang sana.
"Oke," ucap Noah. Lalu, ia memutuskan panggilan telepon itu karena ia harus segera bersiap. Proyek yang sedang berjalan di kota XXXX saat ini adalah proyek besar, dan jika proyek itu gagal, maka Noah akan mengalami banyak sekali kerugian.
Skylar sudah mandi dan berpakaian, tentunya dibantu oleh Bible.
"Sky sudah cantik, dan sekarang kita turun sarapan ya... Ayo," ucap Bible sambil menggandeng tangan mungil keponakannya itu.
Skylar tersenyum. "Ayo, Aunty," ucap Skylar, dan keduanya melangkah keluar dari dalam kamar.
Sesampainya di ruang makan, nasi goreng kesukaan Skylar yang tentunya dibuat oleh Bi Siti sudah tersaji di atas meja makan.
Bible mengambil sepiring nasi goreng lengkap dengan lauknya untuk Skylar. "Dihabiskan ya, sayang," ucap Bible.
Skylar mengangguk. Setelahnya, bocah kecil itu mulai memakan nasi goreng kesukaannya itu.
Suara mobil Noah yang melaju pergi membuat Bible terdiam. Gadis remaja itu menatap ke arah Bi Siti yang melangkah masuk ke dalam ruang makan seraya membawa dua gelas susu hangat.
"Abang mau ke mana, Bi?" tanya Bible.
"Sepertinya mau ke perusahaan, Nona," jawab Bi Siti.
Bible mengangguk. Tapi meskipun begitu, ia merasa kecewa kepada abangnya itu karena Noah terlihat biasa saja, sedangkan saat ini Evelyn entah ke mana perginya.
Dalam hati Bible berkata, _"Semoga saja Kak Evelyn hanya pergi berlibur."_
Bel rumah berbunyi. Bible beranjak berdiri dan ingin melangkah keluar, tapi Bi Siti menghentikannya. "Biar Bibi saja, Nona," ucap Bi Siti, lalu wanita paruh baya itu berlari keluar.
Bible mengangguk. Lalu, ia kembali duduk dan memakan sarapannya.
"Bible... Kami datang!" suara Gempi yang berteriak terdengar di ruang tengah.
Dan hal itu membuat Bible beranjak berdiri. "Sky tunggu sebentar ya, sepertinya itu teman-temannya Aunty yang datang," ucap Bible.
"Iya, Aunty," ucap Skylar, dan kembali memakan sarapannya.
Bible melangkah keluar dari ruang makan. Dan benar saja, di ruang tengah kini sudah ada Gempi dan Zella. "Kalian sudah datang? Ayo, ayo kita sarapan dulu," ucap Bible mengajak kedua temannya itu untuk sarapan bersama.
"Kebetulan banget, aku tadi belum sempat sarapan," ucap Zella yang terlihat paling bersemangat.
"Kamu ini malu-maluin aja," ucap Gempi menegur temannya itu.
"Gak apa-apa. Kalian berdua ini kan teman aku, jadi jangan sungkan seperti itu. Ayo," ucap Bible mengajak keduanya masuk ke dalam ruang makan.
"Bi, tolong buatkan dua gelas susu hangat untuk mereka," ucap Bible kepada Bi Siti.
"Baik, Nona," ucap Bi Siti.
Ketiga gadis remaja itu melangkah masuk ke dalam ruang makan. "Halo, cantik," ucap Zella seraya tersenyum saat ia melihat Skylar yang duduk anteng di kursi meja makan.
Sedangkan Gempi yang berdiri di samping Zella tersenyum gemas melihat sosok bocah kecil yang lucu itu .
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys 😊🥰🤗🤗🤗.
tu hnya org siirik yg tak mampu bikin story kayak kk ,,
justru kebanyakan klo yg nuduh org niru pdahal org tu laa yg meniru ,,
jd ttap semangat kak ,,
byk yg dkung kk dsnii ,,
pov buaya & ular : semoga kami gx keracunan 😒😒😒😒
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nyesellll g ada gunanya noah...
mantan adalah maut....
sukurin.... salah siapa mmberi ruang untuk mntan merusak rumah tanggamu...
untuk ap km mnyesali noah... andai km tak tau kbusukn sabrina... km pasti kmbali dgnnya....
skrg km kalang kabut mncari evelyn.... yg hnya km jdikn pelarian saat km tau siapa jalang yg sll km berikan kebebasan keluar masuk rumahmu...
tK ada perempuan yg sanggup brtahan saat khadirannya sll di abaikan suami jga anknya....
selamat khilangan perempuan cantik... baik & tulus yg slm ini km sia" kn noah...
bntr lgi km bkl gelojotan.... saat evelyn bneran prgi jauh...
dan itu real... bukan trik sprti yg sll km tuduhkn untuk evelyn...
ap kah pelakor idamanmu akn ttp brtahan di smpingmu saat km jatuh...
baru juga hidup tenang Noah and family ,,
semoga aj dy kabur ny ke kebun binatang ,, tempat asal ny ,, jgn sampe dy ngeganggu Evelyn ma ank2 ny lgi ,, 😒😒😒😒😒😒