NovelToon NovelToon
Kau Ajarkanku Cinta

Kau Ajarkanku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Genik Amarta

Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.

Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?

Ikuti terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Ku terjerat dalam kesunyian

Terlarut jauh dalam kenangan

Kasih sayangmu sepanjang waktu

Sepanjang masa di sisa hidupku

Kini aku sendiri di sini

Di rumah kecil yang hangat ini

Ragamu tak lagi disini

Meninggalkanku seorang diri

Namun kau tinggalkan kenangan di sini

Menemaniku yanh kini sendiri

Keesokan harinya, Meli sedang sibuk merawat tanaman kesayangan sang ibu. Saat sedang menyiram tanaman, tiba-tiba ada seorang pria yang datang ke rumahnya.

"Hai Mel..." sapa pria itu.

Meli menoleh ke arah suara itu. Rupanya pria itu adalah mantqn kekasihnya. Meli meletakkan gembor lalu menghampiri Anton.

"Hai," balas Meli.

"Turut berduka cita ya Mel," ucap Anton.

"Thanks," jawab Meli tersenyum.

"Silakan duduk!" ucap Meli.

Mereka duduk dan sedikit berbincang. Meli tak menyangka meskipun tabiat Anton buruk, dia masih mau berkunjung sekadar mengucap bela sungkawa. Saat sedang berbincang, Anton mengeluh perih di matanya. Dia meminta Meli untuk membantunya meniup matanya.

"Aduh aduh... tolong tiupin dong!" pinta Anton sambil terus mengucek matanya.

Tanpa banyak berpikir, Meli langsung mendekatkan wajahnya untuk meniup mata Anton.

"Gimana, udah enakan belum?" tanya Meli.

"Udah, thanks ya Mel. Yaudah aku pulang dulu ya." pamit Anton.

"Oke," jawab Meli singkat.

Anton melajukan motornya meninggalkan rumah Meli. Dia berhenti di depan rumah sebelah Meli. Ada seorang wanita yang rupanya telah menunggunya dari tadi. Wanita naik ke motor Anton lalu segera meninggalkan tempat itu.

Mereka berhenti di kafe biasanya, ternyata wanita yang dibonceng Anton adalah Dian. Mereka tertawa senang setelah Dian memperlihatkan layar ponselnya.

"It's show time!" seru Dian tersenyum licik.

"Ok honey, lakukan sekarang!" ucap Anton dengan senyum miringnya.

Dian mengotak atik ponselnya lalu tertawa senang. Anton ikut tertawa sambil merangkul Dian. Makanan yang dipesan sudah tiba, mereka berhenti tertawa lalu melahap makanannya.

Drerrttt... drerrrttt...

Alex mengambil posel di saku celananya. Ada satu pesan dari nomor tak dikenal. Matanya terbelalak melihat pesan itu. Ternyata ada yang mengiriminya foto Meli bersama pria lain.

Dalam foto itu terlihat wajah Meli yang sangat dekat dengan Anton. Alex mengepalkan tangannya kesal, lalu bergegas menemui Chika. Dia meminta Chika untuk memeriksa foto itu.

Dengan menyesal Chika harus mengatakan jika foto itu asli. Wajah Alex memerah karena amarahnya. Chika berusaha menenangkannya.

"Lex, jangan gegabah! Memang wajah mereka sangat dekat, tapi kau juga liat sendiri kan kalau mereka tak melqkukan apapun." ucap Chika.

"Wajah sedekat itu, nggak mungkin jika tak terjadi sesuatu setelahya bukan?" jawab Alex ketus.

"Ok, kalian bisa obrolin masalah ini, tapi nggak sekarang! Meli masih berduka, paling tidak tunggu sampai dia mulai beraktivitas seperti biasa." ucap Chika.

"Ok, thanks ya." jawab Alex singkat lalu meninggalkan rumah Chika.

Sementara itu, Meli tidak merasa curiga sedikitpun dengan Anton. Dia mengira jika Anton benar-benar mengunjunginya hanya untuk berbela sungkawa. Mulai hari itu, Alex seperti sedikit menjauhinya.

Tiba saatnya Meli kembali dengan rutinitasnya. Senyumnya mulai kembali terlukis di wajah cantiknya. Tawa yang renyah juga sudah mulai terdengar sesekali. Mars dan Venus memintanya untuk datang ke studio tempat mereka berlatih.

Meli bingung karena Alex tidak menyambutnya seperti biasa. Mars dan Venus juga menatapnya dengan tatapan aneh. Meli berpikir, mungkin dia telah melakukan kesalahan.

Alex mendekatinya tanpa berbicara sepatah kata pun. Dia merogoh sakunya lalu membuka foto itu. Meli kaget bukan main melihat foto yang ditunjukkan Alex padanya. Kini dia tau apa penyebab situasi saat ini.

"Apa penjelasanmu?" tanya Alex ketus.

"Tak ada yang harus dijelaskan, kau lihat kan tak ada apa pun yang terjadi pada foto itu?" jawab Meli tenang.

"Mana aku tahu apa yang terjadi pada kalian setelah itu. Bukankah wajah kalian sangat dekat!" ujar Alex sewot.

"Memang ada yang terjadi setelah itu. Aku meniup matanya karena dia yang meminta tolong." jelas Meli.

"Oh ya? Ternyata kalian masih saling bertemu di belakangku!" ujar Alex.

"Terus aku bisa apa? Apa aku harus mengusirnya? Pantaskah aku mengusir tamu yang turut berbela sungkawa?" sahut Meli kesal.

"Mana bisa aku bermaksud macam-macam saat hatiku masih berkabung? Ternyata seperti itu kepercayaanmu padaku, haaahh?!" teriak Meli terisak.

Meli meraih tasnya lalu berlari meninggalkan studio. Belum sembuh luka lama karena kehilangan ibunya. Kini ada luka baru di sisi lain hatinya. Sakit, perih dan menyesakkan. Meli melajukan motornya ke danau.

Alex termenung mendengar ucapan Meli. Lalu dia mencoba mengejar Meli, tapi nampaknya Meli sudah meninggalkan area studio.

"Arrggghhh!" teriak Meli sambil melempar batu sekuat tenaga ke danau.

"Tuhan apakah Kau juga akan mengambil kepercayaan Alex padaku?"

"Apa aku memang harus menebus kebahagiaan dengan luka sebelumnya?" ucap Meli terisak.

Air mata Meli tak henti-hentinya mengucur membasahi wajahnya. Hembusan angin yang menyentuh tubuhnya seakan membantunya untuk tenang. Kicau burung seolah menjawab ceritanya.

Setelah cukup tenang, Meli kembali ke rumahnya. Dia sengaja tak mengangkat telfon dari Alex dan teman-temannya.

Kriiingg... kringgg

Ponselnya berbunyi lagi. Meli melirik ke layar ponselnya, dan ternyata bibinya yang menelfon. Dia segera mengangkat telfonnya karena kebetulan dia merindukan bibinya.

Orang tua Caca meminta Meli untuk tinggal bersama mereka. Tapi dengan sopan, Meli menolak permintaan paman dan bibinya. Orang tua Caca juga tak bisa memaksakan kehendak mereka. Mereka memutuskan untuk mengirim asisten rumah tangga.

Mereka memaksa Meli untuk menerima niat baik itu. Mereka akan sedikit lebih tenang jika ada seseorang yang menemani Meli di rumah. Meli menyetujui hal itu agar paman dan bibinya tidak khawatir.

Pagi harinya, asisten yang dikirimkan bibinya sudah tiba. Sosok wanita yang mungkin seumuran neneknya jika masih hidup itu menyapanya ramah. Meli memanggilnya mbok Jum.

Mbok Jum sangat baik dan ramah. Meli sangat senang dengan kehadirannya. Dia menganggapnya sebagai neneknya. Meli hanya mengijinkannya untuk memasak dan merawat tanaman.

Sisa pekerjaan akan Meli lakukan setiap harinya. Mbok Jum juga menyayangi Meli seperti cucu sendiri. Selain itu, mbok Jum bisa memasak ikan bumbu rujak seenak masakan neneknya dulu.

Sementara itu, Alex masih terus berusaha menghubunginya. Meli selalu menolak untuk membalas chat maupun telfon darinya. Bahkan jika Alex datang ke rumah, Meli selalu meminta mbok Jum untuk mengatakan jika dia tak ingin bertemu dengan Alex.

Meli melakukan rutinitasnya seperti biasa tetapi tanpa Alex. Dia lebih sering menghabiskan waktunya di rumah bersama mbok Jum. Kehadiran mbok Jum di rumahnya sangat berarti baginya.

Alex menceritakan masalahnya kepada mamahnya. Beliau meminta Alex untuk memberikan sedikit waktu untuk Meli saat ini. Alex bersama Mars dan Venus terus mencari tau siapa dalang dari semua ini.

Pikiran mereka tertuju pada Dian lagi. Sayangnya mereka tidak punya bukti apa pun untuk mengungkapnya. Mereka tau jika mereka menjebak Dian lagi pasti tak akan berbuah manis. Bagaimanapun pasti Dian sekarang lebih waspada kepada mereka.

Anton dan Dian sedang di hotel. Mereka bersenang-senang karena keberhasilan mereka saat ini. Mereka berbaring dengan balutan selimut yang menutupi tubuhnya. Tawa jahat mereka menggema di kamar itu

"Hahaha mereka pasti sedang ribut sekarang," ucap Dian puas.

"Ya iyalah beb, hubungan mereka pasti udah pupus hahaha!" ucap Anton menimpali.

Mereka tertawa puas karena berhasil merusak hubungan Alex dan Meli. Entah apa yang mereka rencanakan selanjutnya. Yang pasti, mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa membuat hubungan Alex dan Meli semakin hancur.

1
Yenny_Rha
Hadir disini kak 😍😍
Arinnn
Waww karya yg bener² bagus kk, tulisannya rapi bngt😍 Sukses terus y kk, kutunggu kehadiranmu di karyaku, terimakasih🥰
Random Wisdom ID
❤️😍❤️😍❤️😍👍
Random Wisdom ID
Like dan fave dari Wiselovehope ❤️😍❤️😍❤️✌️
Q Dleva
ceritanya bgus kk 😊
Ani Fajaryani
Big hug kak 🤗🤗🤗😍😘😘😘😘😘
Genik_A.A: muach muach
total 1 replies
Ani Fajaryani
Author tergila, tersadissssss, meli gue kenapa harus meninggoy 😭😭😭😫😫😫😫
Genik_A.A: takdir kak, kata authornya😅
total 1 replies
Ani Fajaryani
tapi aku masih keseh Weh sama emak bapak nya si Jhoni 😫😫😫
Ani Fajaryani
penasaran namannya siapa si utun 😍
Genik_A.A: baca sampe akhir biar nggak pinisirin😆
total 1 replies
Alif_Cha
3 like untukmu thor, tetap semangat ya 🤗
Ani Fajaryani
Nahloh si Hana 🤬🤬🤬 bagi photonya Hana dong author, rasanya pengen ku santet online 😂😂😪😪😪😪
Genik_A.A: 🤣🤣🤣 silakan
total 1 replies
Ani Fajaryani
semoga operasi nya lancar 😇
Ani Fajaryani
siapa itu yang ditembak? 😨
Ani Fajaryani
nahlohh nahloh 😨😨😨
Susi Haryani
kamu termasuk author yang aku salut kan...
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget
Genik_A.A: muach muach 😍💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
terhenyuk hati ku saat membaca nya😭😭
Genik_A.A: cup cup cup 💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
abisss dahh..
Kaina Coryn
terharu. sukses untuk kita semua. aamiin
Ani Fajaryani: Aamiin 😇❤️
total 2 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Febyanti
selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!