NovelToon NovelToon
RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Emma Taylor terpaksa harus melunasi hutang pamannya kepada seorang pria asing kaya raya yang tinggal di rumah besar Anggrek Residen.

Jatuh tempo pembayaran sudah sangat dekat bagi paman Broeri untuk membayar hutang tersebut namun dia tidak mempunyai uang sepeser pun saat dia ditagih oleh pria asing kaya raya itu yang bernama Noah Jones.

Terpaksa Emma yang harus menanggung hutang tersebut kepada Noah Jones pemilik rumah Anggrek Residen.

Karena Emma Taylor juga tidak mempunyai uang buat melunasi hutang paman Broeri maka dia dipaksa membayar dengan rahimnya.

Bagaimana nasib Emma Taylor selanjutnya, sanggupkah dia melunasi hutang milik paman Broeri Goldman atau dia memilih melarikan diri.

Mari kita simak kelanjutan kisah ini dalam novel berjudul Rahim Bayaran Milik Emma.

Salam buat semua pemirsa 🎂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Kami Jadi Sahabat Akrab

Emma menatap Hermione, ia sangat kesal dengan ulah perempuan itu.

Mengetahui dirinya dilawan, Hermione jadi emosi berat, ia tertawa sinis dan tak terima diremehkan lalu ia melayangkan tangannya ke arah Emma. Tapi Emma lagi-lagi menahannya cepat.

"Aku bilang padamu berhenti. Jangan usik kami lagi, dan tolong serahkan kalung mutiara itu pada nenek, Hermione." kata Emma.

Sorot mata Emma menatap dingin, serius.

Hermione tersenyum tipis, sembari berkata pedas.

"Siapa dirimu, berani-beraninya memerintahku. Aku sarankan segera serahkan semua perhiasan yang dia curi dari butik ini."

"Nenek, apa yang dia tuduhkan itu benar, katakanlah kepada kami jika anda tidak melakukan apa-apa disini." kat Emma.

"Aku benar-benar tidak mencuri perhiasan-perhiasan ini, karena cucuku Noah Jones yang menghadiahkan nya padaku. Jika kalian tidak percaya, tunggulah aku akan segera menelpon nya karena sekarang ini cucuku itu ada urusan penting di kantornya." sahut wanita tua renta menjelaskan.

Emma terdiam sejenak, berpikir serius lalu membatin.

"Apakah Noah Jones adalah laki-laki yang sama, tapi kenapa ini terasa kebetulan, bukankah Noah juga sedang ada rapat penting di kantornya?"

Emma melirik ke arah Hermione, ganti dia membalas menatap tajam.

"Nenek sudah memberitahu kan padamu kalau dia bukan pencuri bahkan nenek juga telah menjelaskan bahwa perhiasan-perhiasan miliknya adalah hadiah dari cucunya." ucapnya pada Hermione.

Lagi-lagi Hermione tertawa pendek, ia menatap menghina pada Emma Taylor.

"Dan kau percaya yang dia katakan, bagaimana mungkin kau bisa langsung mempercayai orang yang baru kau kenali, putri macam apakah kau ini, Wilhelmina?" ucapnya sinis.

Emma terhenyak mendengarkan ucapan Hermione, ada benarnya juga dengan apa yang Hermione katakan. Emma terdiam, ia berpikir serius.

"Baiklah, kita juga tidak ada buktinya, tapi kita bisa tanyakan pada pegawai di butik ini apakah kamera pengawas disini merekam dengan aktif atau tidak." tegas Emma.

Kali ini Emma memandang dingin kepada Hermione, tentu saja sikapnya itu membuat Hermione gusar.

Hermione gelagapan, ia tak mampu membalas kata-kata Emma.

"Eh..., a-aku... bagaimanapun aku tidak mau dia benar, tapi aku juga tidak bisa menunggu lama-lama disini..." ucapnya gugup.

"Kenapa? " kejar Emma.

"Se-sebab aku ada urusan mendadak, dan aku harus pergi sekarang. Tapi aku akan tetap membawa kalung mutiara ini sebagai barang sitaan jika nanti pegawai butik menanyakannya." kata Hermione.

"Tunggu..." cegah Emma. Ia tahan kembali tangan Hermione. "Kau tidak bisa membawa kalung mutiara berharga itu bersamamu sebab barang itu bukan punyamu, Hermione."

"Enak saja! Tidak bisa! Aku tidak akan memberikan nya kepada mu!" teriak Hermione lalu mendorong kasar Emma Taylor hingga dia mundur ke belakang.

Untungnya wanita tua renta segera membantu Emma tetap berdiri tegak, sembari menahannya.

Suara tawa Hermione keras, mirip suara lengkingan domba monster yang sumbang suaranya.

"Jangan harap aku akan berubah atau berbaik hati pada kalian!" ucapnya lalu berlari pergi dengan tergesa-gesa keluar dari Butik Dior bersama Anita dan Jade.

Emma bermaksud mengejar ketiga perempuan jahat itu, tapi wanita tua renta segera mencegahnya pergi.

"Jangan kejar mereka, biarkan saja. Aku sudah merelakan kalung mutiara ku meski aku tidak nyaman dengan kejadian ini." ucapnya dengan senyum lembut. Namun terlihat kesedihan di dalam kedua matanya.

Emma masih tak terima dengan perbuatan Hermione, tapi dia juga tidak ingin berurusan panjang dengannya. Ia menarik nafas panjang lalu tersenyum kecut.

"Mereka keterlaluan, nenek bisa melaporkan masalah ini pada pihak berwajib dengan tuduhan pencurian, bukankah nilai kalung mutiara milik anda sangatlah berharga, anda tidak perlu sungkan-sungkan mengambil sikap tegas." kata Emma sedikit murung.

"Yah... Mereka memang sangat keterlaluan..." ucap nenek sambil mendesah pelan. "Tapi aku juga tidak ingin memperpanjang masalah ini kedepannya. Bukan suatu hal penting harus berurusan dengan pengangguran seperti mereka, nak."

"Anda benar sekali, tidak ada gunanya berurusan dengan pengangguran seperti mereka. Bisa-bisa kitanya yang repot dan terkena dampak buruk dari hal sia-sia." sahut Emma.

"Yah... Betul sekali. Biarkan saja mereka berlaku semau mereka, yang terpenting kita selamat, nak..." kata nenek seraya menepuk pelan punggung tangan Emma Taylor. Lalu tersenyum.

Emma ikut lega, meski perasaannya bercampur aduk dan kecewa dengan kelakuan Hermione dan dua temannya, namun Emma lebih memilih mendengarkan nasihat wanita tua renta agar dia tidak lagi berurusan dengan ketiga perempuan jahat itu.

Senyum Emma mengembang manis di sudut bibirnya yang merekah merah, tatapannya teduh.

"Tolong maafkan aku karena gagal membantu mu, nek." kata Emma.

"Jangan salahkan dirimu, sudah jadi takdir kalung mutiara ku berpindah tangan pada orang lain, anggap saja kalung itu telah menemukan tuannya. " sahut wanita tua renta.

"Semoga anda baik-baik saja dengan semua ini, nek..." kata Emma.

"Tentu saja, nak." kata wanita tua renta.

Keduanya saling tersenyum, menatap lega karena masalah buruk telah terlewati walaupun berat hati karena harus melepaskan kalung mutiara berharga itu ke tangan orang yang salah.

Hermione tak seharusnya bertindak arogan pada seorang wanita tua lanjut usia yang lemah seperti nenek, sebab hal itu adalah tindakan yang memalukan bagi Hermione sebagai perempuan terpandang.

Emma melanjutkan urusannya di butik Dior dengan berbelanja busana, tapi pilihannya kali ini untuk memilih perhiasan yang cocok untuk ia kenakan dengan gaun barunya.

Mid-Length Flared Dress in Purple Silk Faille adalah gaun pilihan Emma, ia padu padankan perhiasan-perhiasan yang tersedia di Butik Dior agar pas dengan gaun barunya itu.

Terdengar suara pegawai Butik Dior menyapa ramah, dua orang wanita berseragam klasik menghampiri wanita tua renta.

"Selamat datang, nyonya... Lama tidak bertemu, Madame Claire sudah tiba di parkiran dan sebentar lagi beliau akan kemari." ucap seorang wanita berkulit sawo matang pada nenek.

Wanita tua renta membalas sapaan pegawai butik Dior dengan tersenyum ramah, ia mengangguk paham.

"Terimakasih atas pemberitahuannya, dan aku akan menunggu Madame Claire datang." ucapnya dengan suara lemah lembut.

"Dan tolong maafkan kami atas keterlambatan beliau karena keadaan jalan di kota bertambah macet yang menyebabkan Madame Claire tidak datang tepat waktu ke butik, nyonya." kata pegawai itu.

"Bukan masalah, aku tidak terlalu memikirkan soal itu, sama sekali aku tidak keberatan dan sangat paham masalah macetnya jalan di kota akhir-akhir ini..." kata wanita tua renta.

"Semoga anda tidak kecewa atas ketidaknyamanan ini, nyonya Charlotte." kata pegawai butik.

"Tidak, aku sangat mengerti. Meski ada masalah kecil tadi, tapi kurasa bukan salah kalian." kata wanita tua renta yang disebut namanya dengan nyonya Charlotte itu.

"Terimakasih atas pengertian anda serta kesabarannya telah menerima kekurangan kami." kata pegawai butik.

"Yah, baiklah." sahut nyonya Charlotte sabar.

"Tolong maafkan kami karena tidak mengetahui kedatangan anda kemari karena kesibukan kami mempersiapkan butik untuk buka, nyonya Charlotte." tegas pegawai butik.

"Tidak masalah, jangan khawatir kan apapun dariku, aku terima karena tidak ada yang bisa bekerja lebih baik daripada bos." sahut nyonya Charlotte lalu tertawa lembut.

Nyonya Charlotte menyampaikan ucapannya seakan dia ingin katakan bahwa dia bercanda meskipun itu agak terdengar seperti sindiran halus.

"Baiklah, nyonya Charlotte. Dan sekarang apa yang bisa kami bantu untuk anda ?" kata pegawai butik sigap melayani nyonya Charlotte. Ia berjalan pelan ke balik meja panjang khusus untuk menerima pelanggan Butik.

Nyonya Charlotte tersenyum kembali, ia menghela nafas panjang lalu berkata pada pegawai butik.

"Sayangnya maksud kedatangan ku kemari sudah tidak diperlukan lagi sekarang. Tadinya aku hendak memperbaiki kalung mutiaraku yang tergores." Ia menatap murung sembari mendekap tas bulukannya erat-erat.

Raut wajah nyonya Charlotte sangat sedih, ia benar-benar merasa kehilangan karena kalung mutiara miliknya telah direbut darinya oleh Hermione padahal kalung itu adalah hadiah dari cucu laki-laki kesayangannya.

Entah apa yang mesti nyonya Charlotte katakan nanti ketika dia bertemu cucunya itu jika Noah Jones menanyakan perihal kalung mutiara berharga tersebut padanya.

1
kura kura ninja
rival sendiri ternyata keponakannya sendiri
kura kura ninja
ya dah... ada penyakitnya juga nih PL nya...
kura kura ninja
wah... dibayar segitu pun saya mau, gak kerja alias pensiun dini nih👍
kura kura ninja
napa gak lari saja kan ada kesempatan tuh🙏
kura kura ninja
luar biasa
kura kura ninja
dari judulnya dah bikin penasaran
Yuniar Farah
seru nih ceritanya
Yuniar Farah
waduh waduh em🤭
Yuniar Farah
mantap
Yuniar Farah
nunggu endingnya nih gimana rahimnya dipakai sama noh
Yuniar Farah
cie cie cie...kan gak jadi kepaksa em
Yuniar Farah
makanya emma jangan kebanyakan minuman jadinya mabuk deh 🍾🥂
Yuniar Farah
gak jadi kepaksa lagi nih ceritanya🤭
Yuniar Farah
ada juga nih pemeran watak antagonis
Yuniar Farah
gak kebayang deh 🤭
Yuniar Farah
dih yang lagi kasmaran 🌷🌷🌷🤭
Yuniar Farah
ini edisi terbatas dan paling saya sukai dari thor adalah detail busana tiap karakter pemeran-pemerannya di tiap novel thor🌷🌷
Yuniar Farah
namanya tawanan pasti gaka ada enaknya 🌷
Yuniar Farah
pesaing baru nih
Tina Andara
woe riset 👍next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!