NovelToon NovelToon
ISTRI KONTRAK AKTOR TAMPAN

ISTRI KONTRAK AKTOR TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cerai / Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Model
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: ARSYILA qirani

Rafael Adinata, adalah aktor terkenal yang terjerat skandal memalukan dengan aktris pendatang baru.

Rafael terpaksa menikah dengan wanita biasa demi menyelamatkan reputasinya. Gita Larasati, seorang editor buku yang hidupnya sederhana. Dengan terpaksa menerima tawaran Rafael pernikahan kontrak dengan sang aktor demi melunasi hutang keluarga.

Sebuah pernikahan dimulai, tanpa cinta hanya sebatas hitam diatas putih.
Mampukah Rafael dan Gita menjalani pernikahan kontrak mereka yang penuh liku-liku? berpisah setelah masa kontrak habis, atau justru saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSYILA qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Flashback 2

WARNING 21+

YANG BELUM CUKUP UMUR DILARANG !!!

Flashback

Arjusena menatap Gita intens. Arjusena tersenyum miring. Cengkraman tangannya semakin kuat pada pergelangan tangan Gita. Gita bergetar ketakutan, senyum Arjusena kali ini tampak berbeda.

Arjusena mendorong tubuh Gita ke dinding lalu kedua tangannya dikunci di sisi kepala oleh Arjusena. Arjusena mendekatkan wajahnya, kini jarak mereka hanya lima senti.

"Kamu jauhi saya Gita?" tanya Arjusena retoris.

"Saya tidak...." napas Gita tersenggal, air matanya jatuh. Ia ketakutan.

"Kamu tahu, itu membuat saya sangat marah." kata Arjusena menekan suaranya. Bersamaan dengan cengkramannya yang semakin kuat dipergelangan tangan Gita.

"Kamu tahu kan, saya suka sama kamu. Dan apa yang saya inginkan harus saya miliki. Termasuk kamu." Kata Arjusena berbisik di telinga kiri Gita. Membuat bulu kuduknya meremang.

Lalu dengan sekali tarikan, tubuh Gita terhuyung mengikuti gerakan Arjusena. ia melempar Gita ke sofa kulit merah di room karaoke. Ditindihnya perut Gita, mencengkram tangan Gita dengan satu tangannya yang besar. Dan tangannya yang lain melepas dasi hitam dilehernya lalu mengikat tangan Gita keatas. Tubuh Gita lemas, ia ketakutan dan tak mampu berkutik.

"Pak lepaskan!" hardik Gita. Matanya penuh amarah dan ketakutan. Napasnya pendek-pendek.

"Tolooong." Gita teriak sekuat tenaga. Tidak ada yang dengar, ruangan kedap udara ditampah dengan alunan musik klasik yang amat kencang.

"Diam!" Arjusena mendekatkan tubuhnya. Membungkam mulut Gita yang akan teriak dengan bibirnya. Cukup keras hingga membuat Gita kesakitan. Gita menutup bibirnya rapat agar Arjusena tidak memiliki cela untuk membukanya.

Ditekannya tengkuk Gita, ciumannya merambat hingga kebawah. Membuka paksa blouse yang dikenakan Gita.

"Sial." Arjusena terburu-buru, ia mengumpat saat Gita memakai tanktop di balik blousenya.

Gita berontak dan menjerit. Arjusena menyumpal mulut Gita dengan jas yang ia letakkan diatas meja. Arjusena menyingkap tanktop Gita hingga perut. Saat itulah Gita mendapat kesempatan Arjusena sedikit lengah. Gita sekuat tenaga menggulingkan tubuhnya kesamping hingga Arjusena ikut limbung.

tubuh mereka ambruk, meja panjang berderit kesamping. Tak sampai disitu. Gita menendang Arjusena keras dan melemparkan mic yang kebetulan menggelinding disampingnya. Ia lempar mic itu tepat mengenai kepala Arjusena.

"Sial. Mau kemana kamu gita!" teriak Arjusena matanya berkunang-kunang.

Gita secepat kilat mengambil tas makeup yang terjatuh di depan pintu tadi. Tangannya masih terikat. Beruntung ikatannya tidak terlalu kuat. Tanpa kembali ke room teman-temannya berada Gita berlari kearea parkir. Mengambil kunci motor yang ia letakkan di tas make-upnya

Arjusena terduduk memijat kepalanya yang masih pening. Ia tak berniat mengejar Gita. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras.

Gita melajukan motornya diatas rata-rata. Berulang kali ponselnya bergetar di balik celana jeans-nya. Itu pasti teman-temannya, Gita tidak pamit dan langsung pulang. Ia tidak ingin bertemu Arjusena lagi.

"kemana sih dia, lama banget." ucap Utari, ia mencoba menelpon Gita lagi.

"Coba gue cek ke toilet ya." kata Diana memutuskan dan disetujui oleh yang lain.

Selang beberapa menit.

"Gimana?" tanya Sella.

"Gak ada " Diana menggeleng.

Tak lama ponsel utari berbunyi, satu pesan masuk dari Gita.

"Eh ini Gita."

"Katanya ia pulang duluan lagi gak enak badan." lanjut Utari setelah membaca pesan dari Gita.

"Kurang ajar emang. Kenapa gak pamit sih. Tapi tasnya di sini." Sella sedikit emosi sambil menunjuk tas Gita yang tergeletak.

"Ya udah, kita bawa aja. Yuk pulang. Ada yang tau rumah Gita gak?" tanya dia a, semuanya menggeleng.

Keesokan harinya, Gita absen. Kejadian kemarin masih membuatnya trauma. Namun ia berusaha biasa saja saat dirumah. ia tidak ingin ibunya khawatir.

"Git, ibu berangkat dulu ya. Makanannya Uda ibu siapin." teriak ibu Gita. Mau tidak mau Gita turun dari tempat tidur. Membuka kamarnya.

"Hati-hati ya Bu." Gita mencium tangan ibunya.

"Kamu yakin nggak kenapa-napa. Badan kamu panas loh."

"Aku gak papa Bu, udah ibu berangkat aja. buat tidur juga sudah sembuh."

Berulang kali ponselnya berbunyi, Gita tidak menghiraukannya. Pesan dari teman-temannya dan Arjusena. Entah apa yang ditanyakan pria itu Gita tak sanggup membuka pesannya. Kejadian kemarin berputar dalam otaknya. Membuatnya semakin marah, takut dan juga jijik.

Keesokan harinya Gita masih tidak masuk. Surat Peringatan pertama dikirim lewat email-nya. Ia beralasan sakit, ada surat dokter harus ya itu cukup. Gita tidak ingin kehilangan pekerjaannya juga tidak ingin bertemu atasan brengseknya itu.

Hari ketiga setelah kejadian itu. Gita memasuki ruang HRD dengan surat dokter dua hari ditangannya.

"Permisi Bu." Bu Tania selalu HRD menurunkan kacamata bacanya.

"Sudah terima email saya?" Gita mengangguk lalu menyodorkan amplop putih kepada Bu Tania.

Bu Tania memeriksa dan membaca dengan seksama.

"Ok..... lain kali jaga kesehatan kamu masih dalam masa kontrak untuk jadi karyawan tetap masih butuh satu tahun. Jadi hati-hati dan tingkatkan kinerja mu."

"Baik Bu, terima kasih."

Gita menuju kubikelnya. Kepalanya tertunduk ketika tak sengaja berpapasan dengan Arjusena. Tangannya mulai berkeringat, kejadian beberapa hari yang lalu berputar kembali di kepalanya menjadi momok yang selalu menghantui dirinya.

Arjusena menghentikan langkahnya. Kepalanya menoleh sedikit,

"Gita, keruangan saya!" Perintah Arjusena. Lalu berjalan cepat menuju ruangannya tanpa menunggu jawaban dari Gita.

Gita menegakkan duduknya ketika mendengar kalimat itu. Diana yang juga mendengar melirik Gita sekilas. Sejak datang dia belum bicara dengan Gita, ia juga terlihat tidak sehat. Pikir Diana.

Gita berjalan dengan langkah berat, seperti ada bola besi dengan ribuan kilo dikakinya. Gita mengetuk pintu lalu membukanya perlahan. kepalanya masih tertunduk. Matanya memerah menahan tangis.

Lama Arjusena diam, melihat Gita yang hanya berdiri didepannya tanpa bicara.

"Maaf." kata itu lolos begitu saja dari bibir Arjusena. Gita tak bergeming, tidak menjawab tidak pula menegakkan kepalanya. Arjusena membuang napas.

"Maaf saya keterlaluan malam itu." Suaranya pelan. Penuh penyesalan.

Gita tersenyum kecut.

"Anda pikir perbuatan anda bisa dimaafkan." kata Gita lirih hampir sebuah desisan. Tenggorokannya tercekat. Ingin ia maki pria didepannya ini.

"Saya mengajukan surat mutasi. Dan sudah di ACC saya akan pindah tugas besok lusa." ucap Arjusena.

"Saya harap kamu lupakan kejadian malam itu, demi kebaikan bersama." Arjusena menatap manik mata Gita.

Gita mengangguk, ia ingin ini cepat selesai. Ingin segera pergi dari hadapan pria ini. Bagai buah simalakama. Gita tak bisa mengungkapkan pelecehan yang dia alami. Demi kebaikannya.

Gita keluar dari ruangan Arjusena dan berlari kecil ke toilet. Masuk di satu bilik kosong untuk menenangkan diri. Ia membungkam mulutnya dengan tangannya. Tangisnya pecah tertahan. Dadanya terasa sesak.

"Gue lihat lagi loh." Suara perempuan diikuti suara kaki yang berhenti didepan bilik.

"Lihat apa?" Tanya suara dari perempuan yang berbeda.

"Tatapan pak Sena ke siapa itu editor baru?"

"oh... Iya tau tau. Gosip mereka kan Uda kemana-mana. yakin deh pasti anak baru itu yang ngegodain pak Sena."

"Iya lah jelas, pak Sena kan orangnya sulit dideketin. Eh malah perhatian banget sama si anak baru itu."

"Apa jangan-jangan dia pakai ilmu pelet. Ya kali pak Sena naksir sama yang modelan begitu."

"Pelet idih najis." lalu suara langkah kaki berjalan keluar.

Air mata Gita semakin deras. Sepatunya mengetuk-ngetuk lantai toilet. Ia menggigiti kuku tangannya. Kemejanya basah dengan keringat, kia tidak ingin keluar barang sedetik.

Ia mengambil pin bunga yang ia sematkan di kemejanya. Lalu menusuk jari-jarinya berulang kali. Mengalirkan rasa sakit didadanya pada jarinya. Gita menghirup oksigen dalam-dalam. Darah segar menetes di celana hitamnya, jarinya memerah menyisakan bau besi samar.

Setelah dirasa tak ada orang, Gita keluar. Mencuci tangannya lalu mengeringkannya. Rasa perih tak lagi ia rasakan. Rasanya seperti kebas seperti hatinya saat ini.

1
Aii Flow🌷
Sebenarnya ada apa sih Gita sama Arjusema itu🤧
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
git bingung kamu? sini aku bantu 💪
mama Al
kalau pun Gita mau move on, buat lelaki lain yang baik masuk ke kehidupan Gita. tapi jangan arjusena
Rain Aricia
Dah sah boleh2 aja
Rain Aricia
Baju pengantin emang seberat itu kah?
Rain Aricia
Simple
ginevra
haaaah.... ada2 aja emang orang kalau terlalu obsesi. yang disasar cuma Rafael tapi yang kena sekeluarga.
Mutia Kim🍑
Takut bgt sama pak Sena. Moga Gita nggk kenapa-napa😌
Emi Sudiarni
terus terang aj ngah rela bngat Rafael bertunangan ama rahel, kak author jhat /Sob//Sob//Sob//Sob/
Emi Sudiarni: kakak kren
total 2 replies
Alia Chans
keras banget emang dunia selebritis, semua disorot/Grimace/
mama Al
Semoga ada titik terang tentang mereka
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
euumm haruskah panggil detektif untuk menangani ini/Proud/
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
yaahhh pembaca jadi kecewa...kenapa harus cerai pada akhirnya
رزقي سانتوسو 🇵🇸
syok ngga tuh, jadi
رزقي سانتوسو 🇵🇸
bisa gitu yaa🗿🗿
رزقي سانتوسو 🇵🇸
ih apa oh thor 🗿
Aii Flow🌷
Siapa sih dia sebenarnya, apa mantan Gita?
Rain Aricia
Kecepatan nikah juga ga bagus kalau persiapannya belum matang. Nikah itu harus benar2 dipersiapkan semuanya, sekaligus mental dan penghasilan
Rain Aricia
Bukk jangan terlalu kejam dong🤣
ginevra
terima aja udah, kapan lagi nikah sama aktor tampan tambah dapat 5 milyar lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!