NovelToon NovelToon
The Lunar Secret

The Lunar Secret

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

Selena selalu tahu bahwa dia berbeda. Sejak kecil, ia bisa merasakan sesuatu yang mengalir dalam darahnya, sesuatu yang lebih dari sekadar kekuatan seorang werewolf biasa. Namun, hidupnya berubah drastis ketika sebuah serangan brutal menghancurkan kawanan tempatnya dibesarkan.

Ditemani oleh Joan, seorang Alpha misterius yang menyimpan rahasia kelam, serta Riven, seorang pejuang yang setia tetapi penuh teka-teki, Selena harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ada seorang pengkhianat di antara mereka. Seseorang yang menginginkannya untuk tujuan yang jauh lebih berbahaya.

Saat rahasia asal-usulnya mulai terkuak, Selena mendapati dirinya terjebak di antara dua pilihan, menerima kegelapan yang mengintainya atau bertarung demi cahaya yang hampir padam. Dengan dunia yang berada di ambang kehancuran dan hatinya yang terombang-ambing di antara kepercayaan dan pengkhianatan, Selena harus memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

​Di puncak Pegunungan Utara yang membeku, sebuah jeritan parau membelah sunyi. Itu bukan suara manusia, namun bukan pula lolongan serigala yang biasa. Itu adalah suara jiwa yang sedang disobek.

Joan berlutut di tengah lingkaran salju yang menghitam, tubuhnya mengejang hebat saat butiran cahaya gelap dari tabung Lucian merayap masuk ke pori-porinya seperti jutaan serangga api.

​Tanpa benang perak Selena yang selama ini menekan insting liarnya, Joan merasa seperti bendungan yang runtuh. Ribuan tahun nafsu purba yang selama ini diredam sekarang meledak di kepalanya. Setiap kali Selena memancarkan cahaya merah dari bulan di stratosfer, sisi binatang Joan memberontak, menuntut darah, menuntut untuk melompat dari tebing, dan bergabung dalam pesta pora kematian di lembah-lembah di bawah sana.

​"Tahan! Jangan biarkan dia mengambil alih," suara Lucian bergema di dalam batin Joan, dingin, dan penuh tuntutan. "Jika kamu menyerah pada rasa haus darahmu sekarang, kamu hanyalah satu lagi monster di bawah kakinya. Serap rasa sakitnya, Joan! Ubah penyesalanmu menjadi kekuatan!"

​Joan mencengkeram kepalanya, kuku-kukunya memanjang, dan merobek kulit pelipisnya sendiri. Darah merah-emas menetes ke salju, namun ia hampir tidak merasakannya, tapi yang ia rasakan adalah gegap gempita dunia, karena ia adalah Alpha murni yang sekarang terhubung dengan energi antivirus.

Setiap kali seorang serigala di belahan dunia lain merobek tenggorokan manusia, Joan merasakan sensasi nikmat yang mengerikan di rahangnya dan setiap kali manusia menghujamkan peluru perak ke jantung serigala, Joan merasakan perih yang membakar di dadanya.

​Ia adalah sensor pusat bagi penderitaan global.

​"Maafkan aku, Selena!" rintih Joan.

Suaranya pecah dan berganti-ganti antara desis manusia dan geraman serigala.

​Penyesalan itu menghantamnya lebih keras daripada transformasi fisik mana pun. Ia teringat bagaimana ia dulu memandang Selena sebagai gadis rapuh yang harus dilindungi tanpa menyadari bahwa ialah yang selama ini menjadi tawanan dari Selena. Sekarang melihat Selena berubah menjadi dewi penghancur yang dingin, Joan merasa dialah penyebabnya.

Pengkhianatannya di kabin bukan hanya memicu perburuan Dewan, tapi juga mematahkan harapan terakhir Selena terhadap kemanusiaan.

​"Aku yang menciptakan monster ini," pikir Joan.

Sisi liarnya tertawa dan memprovokasi bahwa kehancuran dunia adalah mahakarya mereka bersama.

​"Joan!" sebuah tangan kecil yang hangat menyentuh bahunya yang telanjang dan gemetar.

​Itu Jessy, bagian manusia Selena yang tersisa tampak pucat dan matanya yang besar digenangi air mata. Di tempat ini di mana udara begitu tipis dan energi gelap Lucian begitu pekat, Jessy adalah satu-satunya jangkar yang menjaga Joan agar tidak sepenuhnya menjadi binatang.

​"Jangan dengarkan suara-suara itu!" bisik Jessy. "Selena tidak membencimu. Entitas itu hanya meniru rasa sakit yang kamu berikan. Dia menganggap kehancuran ini sebagai bentuk kejujuran karena kamu pernah membohonginya."

​"Aku ingin membunuhnya, Jessy," geram Joan dan matanya berkilat merah. "Setiap sel dalam tubuhku ingin merobek langit dan menjatuhkannya, tapi di saat yang sama, aku ingin dia memelukku dan menghentikan semua kegilaan ini."

​Itulah kutukan Alpha. Insting pelindung dan insting pemangsa bertabrakan dalam satu tubuh. Joan melihat tangannya sendiri yang tertutup bulu kasar hitam dan cakar-cakarnya menggali tanah hingga ke bebatuan dasar. Ia ingin menjadi monster agar bisa melawan sang Pencipta, namun ia takut jika ia menjadi monster sepenuhnya dan tidak akan ada lagi Joan yang tersisa untuk mencintai Selena jika mereka menang nanti.

​Riven berdiri tak jauh dari mereka sambil memandang Joan dengan tatapan iba yang jarang ia tunjukkan. Sebagai kakak dari sang Pencipta, Riven tahu betapa beratnya memikul beban sebagai penyeimbang.

​"Lucian benar tentang satu hal, Joan," ujar Riven pelan. "Hanya rasa sakit yang bisa mengimbangi cahaya perak itu. Selena telah membuang rasa sakitnya ke dalam dirimu dan Jessy. Dia melayang di atas sana dengan kekosongan, sementara ka.u tenggelam di sini dengan segala emosi dunia. Kamu harus belajar mengendalikan insting liarmu dengan menggunakan penyesalan itu sebagai kemudi."

​Joan menarik napas panjang dan menghirup udara dingin yang tajam. Ia menutup matanya dan mulai melakukan sesuatu yang dianggap mustahil oleh kaum serigala selama ribuan tahun, ia membiarkan rasa sakit dari manusia yang terbunuh masuk ke dalam hatinya dan rasa lapar dari serigala yang membunuh masuk ke dalam ototnya, namun ia menolak untuk bertindak atas keduanya.

​Ia membiarkan dirinya menjadi wadah panas bagi energi antivirus.

​Di langit, Selena merasakan perlawanan ini. Ia merasakan getaran hitam yang kokoh dari Pegunungan Utara. Senyum tipisnya menghilang sejenak. Ada rasa tidak nyaman yang merayapi kesadarannya yang ilahi. Joan tidak hanya sekadar bertahan, Joan mulai mencerna kegilaan yang ia lepaskan.

​Tubuh Joan mulai berhenti mengejang, meskipun wujudnya masih setengah binatang dengan taring yang menonjol dan mata yang menyala merah gelap, kesadarannya kembali tajam. Ia berdiri tegak dan uap panas keluar dari mulutnya saat ia bernapas di udara beku.

​"Lucian," panggil Joan ke arah tabung cahaya. "Berikan sisanya! Aku tidak peduli jika ini akan membakar jiwaku. Jika Selena ingin melihat kejujuran, maka aku akan menunjukkan padanya kejujuran dari seekor serigala yang memiliki hati manusia."

​"Sangat berisiko," balas Lucian, namun ada nada kepuasan dalam suaranya. "Kamu akan merasakan setiap kematian di Paris, setiap jeritan di New York, seolah-olah kamulah yang melakukannya dan kamulah yang merasakannya."

​"Lakukan saja!" raung Joan.

​Saat energi terakhir disalurkan, sebuah ledakan gelombang kejut hitam menghantam puncak gunung dan meruntuhkan bebatuan di sekeliling mereka. Jessy terlempar mundur, namun ia melihat Joan berdiri di tengah badai energi tersebut. Joan tidak lagi menangis. Wajahnya sekarang menjadi topeng ketabahan yang mengerikan.

​Ia adalah Alpha yang gagal melindungi pasangannya, namun ia akan menjadi Alpha yang akan menyelamatkan dunianya.

​Joan menatap ke langit dan menembus awan-awan merah tepat ke arah di mana ia tahu Selena berada. Ia tidak lagi merasakan ketakutan. Penyesalannya telah berubah menjadi api yang terkendali.

​"Aku datang, Selena," bisik Joan, nada suaranya berwibawa dan sanggup menembus lapisan atmosfer. "Bukan sebagai pelayanmu, bukan sebagai musuhmu, tapi sebagai pengingat bahwa kau pernah memiliki hati."

​Di atas sana, Selena membuka matanya. Untuk pertama kalinya sejak ia naik ke stratosfer, ia merasakan sesuatu yang sudah lama ia lupakan, yaitu kegelisahan. Ia menyadari bahwa hukum rimba yang ia ciptakan baru saja melahirkan predator yang tidak ia duga, seorang Alpha yang mampu menanggung seluruh dosa ciptaannya.

1
Astiana 💕
aku dah kirim bunga kak, semangat ya💪
Miarosa: terima kasih 😊
total 1 replies
Astiana 💕
aku mampir ya kak, baru awal baca seperti nya menarik, semangat 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!