NovelToon NovelToon
DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.

​Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.

​Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Jejak Darah dan Rahasia yang Terkubur

Saat ini Debu dari runtuhnya Kota Dirgantara belum sepenuhnya mengendap di daratan Benua Tengah, namun guncangan politik yang dihasilkannya telah mencapai tingkat apokalips. Kabar bahwa markas terapung Klan Langit jatuh dari angkasa—dihancurkan oleh satu pemuda dan kelompok kecilnya—membuat sisa 11 klan kuno segera menarik seluruh pasukan mereka ke garis pertahanan terdalam.

Namun, bagi Wang Tian, kehancuran Kota Dirgantara hanyalah pembersihan permukaan. Di tengah reruntuhan istana kristal yang kini tertanam di tanah, ia berdiri di depan sebuah pintu besi hitam yang tertanam di fondasi paling bawah pulau tersebut. Pintu ini tidak hancur saat jatuh, karena dilapisi oleh Segel Jiwa Terlarang.

"Kakak Tian, pintu ini memancarkan aroma kematian yang sangat kental," ucap Long Wei, sisik emas hitamnya masih bergetar karena sisa adrenalin pertempuran.

"Ini adalah Penjara Bayangan," suara Lin Xia terdengar dingin saat ia melangkah keluar dari kabut asap. "Tempat di mana Klan Langit menyembunyikan segala sesuatu yang tidak boleh diketahui dunia. Termasuk... kebenaran tentang silsilahmu, Wang Tian."

Wang Tian tidak berkata apa-apa. Ia hanya meletakkan telapak tangannya di pintu besi itu. Pusaran Primordial-nya berputar liar, menghisap segel jiwa tersebut hingga pintu itu mengerang dan hancur menjadi debu.

Visi dari Masa Lalu: Kematian Sang Ibu

Di dalam ruangan yang gelap dan lembap itu, hanya ada satu benda: sebuah kristal memori yang tergantung di tengah ruangan, dikelilingi oleh rantai energi. Saat Wang Tian menyentuhnya, sebuah proyeksi cahaya memenuhi ruangan.

Ia melihat seorang wanita cantik dengan rambut perak murni—ibunya, Yue Er. Namun, dalam visi itu, ibunya tidak sedang melarikan diri dari musuh biasa. Ia sedang dikepung oleh pemimpin dari Koalisi 12 Klan.

"Yue Er, serahkan Anak Primordial itu! Darahnya adalah kunci menuju Gerbang Keabadian!" teriak seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan Penatua Agung yang baru saja dibunuh Wang Tian.

"Anakku bukan kunci bagi ambisi busuk kalian!" raung Yue Er.

Visi itu berlanjut dengan pengkhianatan yang memilukan. Ayah Wang Tian—pria yang selama ini ia kira sudah mati dalam pertempuran—ternyata adalah orang yang memberikan racun pelumpuh kepada ibunya agar klan bisa mengambil bayi Wang Tian. Ibunya mengorbankan seluruh basis kultivasinya untuk meledakkan diri, menciptakan celah ruang agar pelayan setianya bisa melarikan diri membawa bayi Wang Tian ke Sekte Awan Putih yang terpencil.

Wang Tian melihat ayahnya berdiri di atas abu ibunya dengan wajah tanpa ekspresi, memegang sebotol kecil darah yang ia ambil dari jantung Yue Er.

Kemarahan yang Menelan Cahaya

KRAAAAK!

Lantai di bawah kaki Wang Tian hancur. Aura abu-abunya berubah menjadi hitam pekat, memadamkan semua cahaya di dalam penjara bawah tanah itu. Tekanan auranya begitu besar hingga Long Wei harus mundur beberapa langkah, dan ketiga istrinya—Xuelan, Sui Ren, dan Mora—merasakan sesak napas yang luar biasa.

"Jadi... selama ini mereka tidak hanya membunuhnya," suara Wang Tian terdengar seperti bisikan iblis dari neraka paling dalam. "Mereka memeras darahnya. Dan pria yang kusebut ayah... memimpin mereka."

"Wang Tian, kendalikan dirimu!" teriak Lin Xia. "Jika kau membiarkan kebencian menelan kesadaranmu sekarang, kau akan meledak sebelum sempat membalas dendam!"

Wang Tian perlahan mengangkat kepalanya. Matanya kini benar-benar perak tanpa titik hitam, memancarkan cahaya yang bisa membekukan jiwa. "Aku terkendali, Lin Xia. Sangat terkendali. Aku tidak akan hanya membunuh mereka. Aku akan menghapus keberadaan mereka dari sejarah dunia ini."

Perburuan Dimulai: Klan Api di Ujung Pedang

Wang Tian berbalik, menatap teman-temannya. "Tujuan kita selanjutnya bukan lagi markas klan. Kita akan menuju ke Lembah Api Abadi. Klan Api memegang sisa-sisa botol darah ibuku untuk memperkuat api mereka. Mereka adalah yang pertama dalam daftar kematianku."

"Kami bersamamu, Kakak!" Long Wei meraung, api emas berkobar di matanya.

Mora memutar sabitnya dengan kecepatan tinggi. "Biarkan aku yang menangani para selir dan keturunan mereka. Aku ingin mereka merasakan keputusasaan yang sama."

Sui Ren dan Lin Xuelan tidak berkata apa-apa, namun genggaman mereka pada senjata masing-masing menunjukkan tekad yang tak tergoyahkan. Mereka tahu, mulai saat ini, Wang Tian bukan lagi seorang pencari keadilan. Ia adalah Bencana Berjalan yang akan menyapu Benua Tengah.

Penyergapan di Perbatasan Lembah Api

Hanya dalam hitungan jam, menggunakan teknik perpindahan ruang massal, mereka tiba di perbatasan Lembah Api Abadi. Suhu di sini mencapai ratusan derajat, dan sungai-sungai dipenuhi lava cair.

Ribuan murid Klan Api sudah bersiaga di tembok pertahanan raksasa yang terbuat dari batu vulkanik.

"Wang Tian! Jangan berani melangkah lebih jauh!" teriak Patriark Klan Api, seorang master Ranah Spirit Severing Tingkat Menengah yang berdiri di atas naga api mekanis.

Wang Tian tidak berhenti. Ia berjalan di atas udara, setiap langkahnya memadamkan api di sekitarnya seolah-olah api itu sendiri takut pada kehadirannya. Ia menghunus Dragon's Wrath.

"Aku tidak datang untuk bicara," ucap Wang Tian.

Ia mengayunkan pedangnya secara vertikal.

"Hukum Primordial: Kiamat Es Hitam!"

Seketika, seluruh Lembah Api yang panas membara itu membeku. Lava yang mengalir berubah menjadi es hitam dalam sekejap. Ribuan murid klan api yang berdiri di tembok pertahanan menjadi patung es sebelum mereka sempat berkedip.

Patriark Klan Api terbelalak. Naga mekanisnya hancur berkeping-keping karena kontraksi suhu yang mendadak. "Ba-Bagaimana... energi api kami... hilang?!"

Wang Tian muncul tepat di depan Patriark, tangannya mencekik leher pria tua itu. "Di mana botol itu?"

"Aku... aku tidak akan memberitahumu..."

Wang Tian hanya menatap mata Patriark. Menggunakan Hukum Jiwa Primordial, ia secara paksa membongkar ingatan pria itu. Rasa sakit yang luar biasa membuat Patriark meraung hingga suaranya pecah.

"Oh, jadi ada di bawah altar utama..." Wang Tian mematahkan leher Patriark dengan satu gerakan ringan, lalu melemparkan mayatnya ke jurang es.

Malam itu, salah satu dari 12 klan kuno berhenti bereksistensi. Tidak ada tangisan, tidak ada permohonan yang didengar. Hanya ada keheningan es yang menutupi lembah yang dulunya membara.

Wang Tian berdiri di atas altar utama, memegang botol kecil berisi cairan perak yang berdenyut. Ia bisa merasakan sisa-sisa kehangatan ibunya di sana.

"Satu turun... sebelas lagi," bisik Wang Tian.

Statistik Bab 23:

Karakter: Wang Tian (Mode Balas Dendam), Long Wei, Lin Xuelan, Sui Ren, Mora, Lin Xia, Patriark Klan Api (Tewas).

Pencapaian: Memusnahkan Klan Api, Menemukan kebenaran tentang pengkhianatan ayahnya, Mendapatkan kembali sebagian darah ibunya.

Lokasi: Reruntuhan Kota Dirgantara -> Lembah Api Abadi (Membeku).

Konsekuensi: Berita tentang musnahnya Klan Api dalam satu malam menyebar, memicu kepanikan massal di Benua Tengah.

1
septian arista
ke mana lin sia?
septian arista
cerita pertemuannya dengan naga kok berbeda sama bab yang sebelumnya
Abai Shaden: author lagi pusing,,maaf ya,,,
kurang ngopi
total 2 replies
septian arista
Baru kali ini ada cultivator yang melakukan terobosan di penginapan yang dan menghancurkan penginapan itu karena terobosannya
septian arista
selalu saja ada tuan muda sebuah klan yang bersikap arogan dan sangat angkuh
Abai Shaden
terimakasih masukkan nya
Abai Shaden
nanti di season II nya,,,
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah
Joe Maggot Curvanord
terlalu cepat op thor ga ada ber darah2nya
Abai Shaden: kita bikin berdarah nanti di NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL
total 1 replies
Nanik S
Mantap
Nanik S
ikut Tes Lagi
septian arista: cepat banget kenaikan kultivasinya
total 1 replies
Nanik S
Sama sama bermarga Lin
Nanik S
Pertemuan awal
Nanik S
Oky Lanjut
Nanik S
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!