NovelToon NovelToon
MEMBURU ATAU DIBURU

MEMBURU ATAU DIBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Zombie
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

Di tengah panas Kalimantan yang tak kunjung reda, Budi Santoso-seorang sales biasa di Palangkaraya menemukan kehidupan yang berubah drastis setelah sebuah “sistem” misterius muncul di kepalanya. Awalnya hanya alat untuk naik level dan bertahan hidup, sistem itu kini menjadi satu-satunya harapannya saat alam mulai bermutasi dengan kejam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

“Bagus sekali punya umpan meriam seperti ini,” kata salah satu dari lima orang yang dibawa Budi sambil menebas kepala tikus mutan yang mencoba kabur dengan kukri-nya. Pria itu bernama Pak Harun, dulu pemimpin tim keamanan di salah satu perusahaan tambang di daerah pedalaman. Beberapa hari setelah perusahaan tutup karena krisis mutasi, dia mengumpulkan beberapa anak buahnya dan mulai bertahan hidup di TPA. Kalau bukan karena Budi yang pernah menyelamatkan mereka dari serangan gerombolan tikus besar sebelumnya, mungkin sekarang mereka sudah jadi tulang belulang. Makanya, sejak berangkat tadi, Pak Harun dan timnya selalu mengikuti Budi dengan setia.

“Kerumunan ini bakal kabur begitu ada bahaya sungguhan,” kata Budi sambil melirik ke belakang. Di kejauhan masih samar-samar terlihat cahaya obor dan senter hp. Meski banyak yang sudah mundur, masih ada lebih dari seribu orang tersebar di area TPA yang luas ini.

Gerombolan tikus mutan kali ini memang sangat besar, mungkin yang terbesar dalam dua minggu terakhir. Semakin masuk ke dalam, semakin sering pertempuran terjadi. Mayat-mayat berserakan di tanah kebanyakan tikus mutan, tapi ada juga manusia. Kadang terlihat tikus mutan sedang mengunyah mayat, usus dan organ dalam bertebaran. Bau darah bercampur bau sampah busuk TPA menciptakan aroma mual yang menusuk hidung.

“Lihat itu!” tiba-tiba seseorang di depan berteriak. Semua orang menoleh. Dari jarak sekitar seratus meter, tampak seperti selimut abu-abu besar bergulir mendekat. Lalu terdengar suara tembakan bertubi-tubi. Pertempuran langsung meledak. Beberapa orang lari terbirit-birit ke belakang, sementara lebih banyak lagi maju ke depan. Suasana langsung riuh.

Bukan selimut, melainkan gelombang besar tikus mutan yang bergerombol rapat. Mereka menutupi area lebih dari seratus meter dan maju seperti banjir bandang.

“Ayo maju! Raja tikus pasti ada di sana!” teriak Andi. Begitu selesai bicara, dia langsung berlari ke depan. Yang lain ikut mempercepat langkah, menuju garis depan. Begitu melihat pemandangan itu, semua terkejut.

Area gunung sampah dipenuhi tikus mutan. Meski hanya melihat sebagian, jumlahnya sudah ribuan. Kalau Budi tidak dikelilingi lebih dari seratus orang yang terus bertarung, dan masih banyak lagi yang bergabung, mungkin dia sudah mundur.

“Bunuh!” Andi berteriak sambil memimpin timnya masuk ke pertarungan. Dengan beberapa gerakan pisau yang lincah, dia sudah membantai beberapa tikus. Gerak kakinya gesit, tubuhnya bergerak lincah. Dia menebas, menusuk, memotong, menyabet, membalikkan badan, menarik, dan menggunakan berbagai teknik pisau lainnya. Tikus-tikus itu sama sekali tak bisa mendekat.

“Mas Budi, kita harus bagaimana?” tanya Pak Harun. Karena dia dan timnya tidak dipanggil langsung oleh Andi, dan mereka lebih mengagumi Budi, mereka belum langsung menyerang. Malah menunggu instruksi dari Budi.

“Itu cuma tikus biasa, belum cukup ancam kita. Kalian tetap di belakang, bantu saya tutup sisi kiri dan kanan supaya tak ada yang lolos,” jawab Budi. Dia merasa sedikit bersemangat setelah melihat aksi Andi.

“Baik, kami tanggung jawab. Kecuali mereka lewati mayat kami, tak ada satu tikus pun yang lolos,” janji Pak Harun langsung. Dia tahu langkah ini akan meringankan beban Budi. Budi mengangguk, lalu maju ke depan dengan parang siap di tangan.

Setelah latihan panjang, skill pisau Budi sudah mencapai level tinggi. Parang di tangannya seperti perpanjangan tubuhnya, mudah dikendalikan. Bilah parangnya berkilau di bawah cahaya bulan. Sebelum tikus mendekat, kepala mereka sudah terpisah, darah segar berceceran di tanah.

Dibandingkan teknik Andi yang penuh variasi, gaya Budi lebih sederhana tapi sangat akurat dan tepat. Spesialisasinya hanya satu: kecepatan. Tebasannya begitu cepat hingga orang biasa hampir tak bisa melihat gerakannya. Makanya, Pak Harun dan timnya yang mengikuti di belakang tak punya banyak kesempatan bertarung.

Selain Budi dan Andi, Dani yang sekarang jadi pusat perhatian. Dia meraung keras, membungkuk, mengangkat perisai setinggi satu meter, lalu menyerbu ke gerombolan tikus. Kekuatannya luar biasa. Dengan perisai yang sudah dimodifikasi tujuh bilah pisau tajam dilas di permukaannya dia merobohkan semua tikus di depannya. Semua mati atau luka parah.

Setelah maju beberapa meter, dia berhenti, memutar perisai di sekitar tubuhnya untuk menangkis serangan dari samping. Lalu mengeluarkan parang dan menebas tanpa henti. Meski skill pisau-nya tak sehalus Budi atau Andi, dia bisa melindungi diri dengan mudah.

Bos Janip dan dua anak buahnya tetap di belakang, hanya menembak sesekali untuk membunuh tikus yang lolos. Bagi mereka, setiap peluru sangat berharga. Mereka tak punya banyak amunisi, jadi hanya digunakan di momen krusial.

Saat kerumunan maju, mayat tertinggal di belakang mayat tikus dan manusia, tapi mayoritas tikus. Setelah sekitar sepuluh menit, mereka sudah maju ratusan meter. Jumlah pengikut juga bertambah jadi lebih dari seribu orang. Ukuran gerombolan tikus mulai mengecil.

Tiba-tiba, terdengar geraman keras dari kejauhan. Bukan suara tikus biasa, melainkan raungan binatang buas. Begitu terdengar, tikus-tikus mutan mulai mundur seperti air pasang surut.

“Tidak! Raja tikus kabur! Kalau kehilangan kesempatan ini, lain kali lebih sulit dibunuh!” teriak Budi sambil memutar mata. Kalau raja tikus lolos, misi level E- ini gagal.

“Kejar! Jangan biarkan kabur!” Kerumunan mendengar teriakan itu dan langsung bersemangat. Tapi tak semua ikut. Hanya sekitar seratus orang yang mengejar, sisanya memilih bertahan. Banyak yang datang hanya untuk ambil untung kecil tanpa risiko besar. Dengan begitu banyak mayat tikus mutan berserakan, sudah cukup untuk hidup stabil beberapa hari.

Beberapa menit kemudian, seekor tikus raksasa terlihat. Mungkin karena pantulan cahaya bulan atau bulu khususnya, tubuhnya tampak putih keperakan. Panjang tubuhnya sekitar satu setengah meter, lebih ramping daripada tikus biasa. Ekornya panjang dan lurus, bergoyang pelan mengikuti gerakan. Dia tampak seperti raja yang elegan, dikelilingi ribuan tikus mutan yang mundur perlahan tanpa tergesa.

Mata Budi berbinar. Tubuh raja tikus ini tidak terlalu besar dibandingkan ular raksasa atau anjing mutan yang pernah dia hadapi, ini lebih kecil. Meski dikelilingi ribuan pengawal, itu tak sebanding dengan ancaman level biru sebelumnya.

“Berani coba?” tanya Budi pada tim dadakan ini.

“Kalau nggak berani, mending kita diam di rumah saja. Buat apa susah-susah di sini? Mati kelaparan karena pengecut atau mati kekenyangan karena berani kali ini kita mati kekenyangan saja,” jawab Pak Harun. Dia bisa lihat Budi, Andi, dan yang lain punya dorongan kuat untuk maju. Meski tak tahu pasti alasannya, pasti karena nilai raja tikus itu. Dia ingat desas-desus, jantungnya langsung berdegup kencang.

“Benar. Kalau nggak mau lanjut, boleh berhenti sekarang,” kata Andi sambil menatap semua orang.

“Kita sudah sejauh ini, berhenti sekarang jadi lelucon. Hitung aku ikut,” kata Dani sambil menyeringai, bibirnya melengkung. Ujung perisainya menempel erat di tanah. Meski staminanya bagus, membawa senjata seberat itu tetap melelahkan.

“Bos Janip, kalian bertiga bagaimana?” tanya Andi pada tiga orang itu.

1
Jack Strom
Lanjut... 😁
Jack Strom
Mantap... Lanjut lagi!!! 😁
Jack Strom
Mantap... Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom
Waktunya berburu... 😁
Jack Strom
Asah terus skillnya sambil bertahan hidup... 😁
Jack Strom
Asem... Kirain tadi yang namanya Jali itu manusia, eh ternyata seekor anjing... hahaha 😁
Jack Strom
Cih... Pura² jual mahal... 😁
Jack Strom
Eh... Blong??? 😁
Jack Strom
Hah??? 😁
Jack Strom
Bertahan... 😁
Jack Strom
Wow... Seram 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Chaos!!! 😁
Jack Strom
Lanjuuut... 😁
Jack Strom
Masih hmmm 🤔
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Tekan dong... 😁
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Era gede²... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!