NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Saga mengambil sebotol minuman miliknya yang reno ambil dari rak penyimpanan di dapur.

Lalu menuangkan sedikit ke dua gelas kecil dihadapan mereka.

"Udah jarang banget nih kita begini!"

"Biasanya kita ngumpul ber-empat sambil main bilyard.."

"Terus kita bubar kalau salah satu dari pasangan kita udah ada yang nyuruh buat pulang"

Reno mengenang kembali masa-masa 4 tahun yang lalu ketika mereka di luar negri.

"Hmm iyaa lama banget.."

"Itu dulu aldo baru beberapa bulan usianya.." sambung saga dengan mengacungkan gelasnya kearah reno.

"Kalau saja dia ga pergi..mungkin aku ga bakal bisa kesini tiba-tiba begini.."

"Ngomong apa! Yuk minum lagi.." saga kembali menuangkan ke gelasnya dan gelas reno.

"Katanya lagi galau!"

"Ga tau nih harus cerita darimana dulu.."

"Intinya sekarang aku nyesel sag.."

"Aku ga tau ini disebutnya apa! Tapi aku pikir ini semacam pemer k* sa*n tapi kita sama-sama mau.."

"Uhuk uhuk uhuk.."

"Mak-maksudnya gimana?"

"Ingat ga dulu aku pernah cerita deket sama anak yang umurnya masih dibawah kita banget,aku kira cuma buat seneng-seneng aja.."

"Sampai-sampai ga terasa bahwa aku menaruh rasa dengan gadis itu.."

"Dan karna pengaruh alkohol aku memaksanya untuk melakukan itu.."

"Ren!"

"Kamu ga lagi bercanda kan?"

Reno menggelengkan kepalanya.

"Dulu aku sempat bertanya terlebih dahulu katanya boleh.."

"Tapi setelah kejadian malam itu..dia menghilang"

"Dan kamu tau..apa yang membuatku kacau belakangan ini?"

"Aku lah yang pertama mendapatkannya!"

Saga menggelengkan kepalanya,ia kembali mengingat bahwa ia juga melakukan itu beberapa hari yang lalu dengan nadia dan dia jugalah yang orang pertama yang merampasnya.

"Ba-bagaimana kamu tau kalau kamu yang pertama?"

"Sekitar satu bulan yang lalu aku iseng cek cctv kamar dan melihat bahwa gadis itu mengganti sprei yang ada bercak merah dengan sprei baru lalu pergi begitu saja!"

"Aku yakin itu pertama baginya.."

"Tapi kenapa dia ninggalin aku"

"Udah nyoba nyari?"

"Aku udah sempat bertanya-tanya di tempat yang katanya kuliah..tapi ga ada yang kenal dia.."

"Semakin frustasi aku dibuatnya.."

"Satu tahun berhubungan,lalu setelah melakukan itu seharusnya dia bertahan kan sag?"

"Aduh ga ngerti lagi deh harus gimana nanggepinnya.."

"Makanya lu jangan main-main terus!"

"Yeee.."

Saga pun termenung dengan cerita reno,

Ia kembali mengingat nadia,

"Apa benar dia kuliah?"

"Aku tidak mau kehilangan dia,setidaknya aku harus ada satu kenalan temannya."

Saga pun bermain dengan ponselnya,ia mengirim pesan kepada seseorang untuk menyelidiki nadia lebih dalam lagi,

Sebelumnya ia memang hanya mengenal nadia dari mikayla.

Tapi ia tidak bertanya-tanya lebih jauh lagi.

*******

Senin paginya saga berangkat kerja seperti biasanya,

Dengan memakai setelan jas yang senada dengan celana dan sepatunya,ia berjalan menyusuri lorong ruang kerja seorang diri.

"Pagi pak.." sapa mira yang kini sedang duduk di depan layar laptopnya.

"Pagi mir.."

"Bagaimana jadwal saya hari ini?"

"Mmm..pagi ini bapak akan ada rapat internal..dengan dewan pemimpin divisi.."

"Lalu akan ada kunjungan lagi di sekolah sma yang kemarin pak..tapi setelah makan siang"

"Jangan lupa siapkan proposalnya ya" pinta saga.

"Baik..nanti akan saya antar keruangan bapak.."

Saga pun berlalu memasuki ruangannya,dan kembali bekerja seperti biasanya.

Setelah menandatangani beberapa berkas dan menyerahkan kembali kepada mira ia berpesan untuk tak mengganggunya sebentar dan akan keluar jika rapat sudah mau mulai.

Sementara di sekolah sma pelita.

Nadia tengah menikmati jam kosong dengan teman-temannya.

"Hari ini kita pulang cepet lagi?!

"Pulang cepet terus yang difikirin,"

"Mau kemana sih nad?"

"Jalan sama vino ya!"

"Engga kok.."

"Pengen cepet-cepet pulang aja,rasanya beberapa hari ini capek banget" keluh nadia.

"Oiyaa kata vino kamu dari kemarin ga bisa di hubungi.."

"Kenapa?"

"Ah iyaa..ponselku mati.." jawab nadia begitu ia ingat bahwa hari ini pun dirinya tak membawa ponsel.

"Saking capeknya yaampun,main ponsel aja ga sempet.."

"Huuuu..."

"Ehh tau ga tau ga?"

"Katanya bakal ada ruangan yang di renov atau buat lapangan atau apa yaa..lupa aku!"

"Yang aku inget pokonya perusahaan yang memegang proyek itu punya pimpinan yang ganteng banget.."

"Ah masa!"

"Bener,ganteng banget..tinggi,putih,tapi duda..eh biarpun duda kalau seperti itu mah,masa depan pasti ucah cerah.."

"Duda?" Nadia ikut bertanya dengan nada terheran.

"Iyaaa..denger tadi aku pas lewat depan ruang guru.."

"Denger apa nguping!" Sela nadia.

"Wkwkw nguping sii..katanya nanti setelah j istirahat kedua,dia bakal kesini buat ninjau lagi.."

"Yaudah yuk,nad..ikut juga yaa!

Nadia pun memutar bola matanya sendiri menanggapi ajakan teman-temannya.

"Duda" bathin nadia.

Setelah beberapa saat akhirnya bel istirahat pun berbunyi,

Nadia dan ketiga temannya itu kini sepakat menunggu kedatangan sang "duda" di depan ruang laboratorium.

"Mana..katanya mau dateng".

"Sabar.."

"Bentar lagi jam masuk nih"

"Sabar..bentar lagi juga dateng.."

Nadia meneguk kembali es kopi yang ia beli dari kantin yang di kemas menggunakan cup plastik.

Matanya menyusuri lorong kelas yang mulai sepi karna beberapa murid sudah memasuki kelas masing-masing.

"Yuk ah,orangnya pasti dateng pas kita mulai kelasnya deh.." ajak nadia yang kemudian ia bangkit dari duduknya dan mulai berjalan meninggalkan ketiga temannya.

Bruukkk..

"Aaww.." pekik nadia.

"Aduuuhh,gimana si kalau jalan lihat-lihat..." belum selesai ia mengucapkan kalimatnya,ia langsung terdiam menatap seorang pria yang menabraknya hingga terjatuh.

"Saga" bathin nadia.

"Naaad.."

"Gapapa kan?"

"Ehh maaf-maaf-maaf..teman saya meleng tadi,ga sengaja"

"Ayo buruan pergi.."

Tangan nadia pun di tarik paksa oleh temannya untuk masuk kedalam kelas mereka.

"Nad..tadi kamu nabrak dia" ucap seorang teman sebangku nadia.

"Bukan aku yang nabrak,tapi dia"

"Engga nad..jelas-jelas aku lihat kamu yang nabrak,kamu sengaja kan?"

"Lihat nih..ini baru hari senin,seragamku udah kotor.." ucap nadia sembari menunjukkan bagian seragamnya yang terkena kopi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!