NovelToon NovelToon
The Girl Who Likes Me

The Girl Who Likes Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:245.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elkuna

Sebuah tragedi berhasil merenggangkan hubungan persahabatan di antara Juni dan Risa, sehingga membuat keduanya harus berpisah untuk sementara.

Setelah sama-sama melalui tahun yang berat, Juni dan Risa mengalami perubahan drastis.

Juni yang dulunya gendut dan ceria berubah menjadi tampan dan pendiam. Dia hanya baik kepada satu gadis bernama Amelia.

Pada semester kedua di tahun pertama Juni kuliah, dia dikejutkan dengan kedatangan Risa sebagai mahasiswi baru. Bagaimana tidak? gadis itu menjadi lebih agresif dan tomboy dari biasanya. Risa bilang dia datang kembali untuk mendapatkan cinta dari sahabatnya.

"Aku mencintai Amelia, titik!"- Juni.

"Aku akan melakukan segalanya untuk membuat Juni jatuh cinta kepadaku."- Risa.

Visual ada di Bab 35 ya!

Harap maklumi kalau dari segi cerita dan penulisan masih banyak kekurangan. Karena ini novel pertama saya. Semoga kalian suka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elkuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Puisi Risa

Juni menghentikan sepeda di depan halaman rumah Risa. Dia menatap rumah itu dengan wajah sendu. Dirinya masih tidak percaya Risa telah pergi tanpa memberitahunya.

'Dia bahkan pergi tanpa ucapan selamat tinggal... apa Risa mengira aku marah?... astaga, harusnya kemarin aku tidak bersikap begitu kepadanya. Risa tidak pantas menjadi pelampiasan rasa sakitku' batin Juni yang masih menatap rumah mewah Risa.

Dari jauh tampak mobil sedan berwarna putih perlahan mendekat. Ternyata orang yang ada di dalamnya adalah Anggun, ibunya Risa. Wanita paruh baya tersebut langsung turun dari mobil karena melihat keberadaan Juni.

"Juni..." sapa-nya lirih.

Juni mengukir senyuman diwajahnya dan berucap, "Halo tante, saya cuman mau menanyakan tentang Risa, apa benar dia..."

"Iya Jun, Risa sudah pergi ke London seminggu yang lalu... ayo, kita bicarakan di dalam saja ya!" sahut Anggun ramah.

"Nggak usah tante, saya..."

"Juni, ada barang titipan Risa untuk kamu, jadi lebih baik kita bicara di dalam," jeda Anggun, lalu segera membuka pintu pagar rumahnya. Alhasil Juni pun terpaksa menyetujui, toh dirinya juga merasa tidak enak menolak tawaran Anggun.

Juni duduk menunggu di sofa ruang tamu, matanya mengedar ke seluruh sudut ruangan. Sebab dia sudah lama tidak berkunjung ke rumah sahabat kecilnya itu.

Tidak lama kemudian, terlihat Anggun tengah menuruni tangga, dia memegang sebuah buku ditangan kanannya. "Jun, Risa kasih buku ini buat kamu..." ujar Anggun sembari menyodorkan buku yang tampak tidak asing bagi Juni.

"Iya Tante, makasih!" sekarang buku bersampul merah muda tersebut sudah berada ditangan Juni. Setelah itu Juni dan Anggun hanya saling bicara dengan singkat.

***

Bruk!

Juni merebahkan dirinya ke kasur seraya mendengus lega. Dia juga mengambil buku bersampul merah muda pemberian Risa. Seperti yang dia duga, buku tersebut berisi puisi-puisi dan gambar-gambar sang sahabat.

Kala itu Juni membalik lembar demi lembar buku. Banyak curhatan Risa yang sengaja dijadikan bait puisi. Tangannya berhenti saat melihat beberapa puisi yang ditujukan khusus untuk dirinya.

[Puisi pertama]

Bermain Bersama Juni

Aku tahu kita lebih sering bermain dibawah sinar mentari.

Tetapi bagiku kamu persis seperti bulan.

Lebih bercahaya dan menjadi tuju atensi.

Bintang-bintang kecil yang mengelilingimu tampak ciut dengan pesonamu.

Senyuman itu, memunculkan secercah harapan.

Membuat benih cinta perlahan tumbuh dihati.

Iya, aku mengakui telah jatuh cinta padamu.

Padahal kala itu umurku masih sepuluh.

Namun siapa yang bisa menghentikan anugerah rasa cinta?

Andai waktu bisa berhenti, aku ingin selamanya bermain denganmu.

Berjuang dan berlari bersama, untuk sekedar menerbangkan layang-layang.

Juni, tahukah kamu? sahabatmu ini tidak sengaja menjadikanmu sang pemilik hati.

Deg!

Jantung Juni otomatis berdebar tidak karuan saat membaca puisi pertama Risa. Matanya bahkan membulat, karena saking dibuat kagetnya dia.

"Astaga Risa! ini nggak mungkin kan? kamu? astaga...." gumam Juni sambil mengacak-acak rambutnya, dia sangat sulit menerima kenyataan yang baru diketahuinya.

Setelah sedikit tenang, Juni kembali membaca puisi kedua dengan kernyitan di dahinya.

[Puisi kedua]

Satu Sekolah Bersamamu

Kamu memperkenalkan semua teman-temanmu.

Tetapi aku hanya ingin lebih mengenalmu.

Kamu memperlihatkan tempat favoritmu.

Tetapi dimana pun kamu berada, semuanya adalah tempat favoritku.

Deg!

Kamu memberitahukan Amelia sebagai pemilik hatimu.

Aku bisa apa?

Menangis?

Atau haruskah aku marah? apakah pantas aku marah Jun?

Sedangkan dirimu hanya menganggapku gadis biasa.

Sekarang aku meragu pada sang bulan...

Mungkin hanya bisa menatapnya dari jauh,

Membiarkan satu bintang kecil membesar dan berdiri mendampingimu.

Juni menghela nafas panjang, entah kenapa hatinya terasa berat. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Perlahan dia menutup buku bersampul merah muda itu.

Juni bangkit dari kasurnya dan segera mengambil ponselnya. Dia mencari nama Risa di jejeran kontak smartphone-nya. Saat telah menemukan nama yang dicari, Juni malah terdiam. Terlintas dalam pikirannya tentang kenangan bersama Risa.

'Jadi selama ini Risa...' ucap Juni dalam hati, lalu menundukkan kepala dengan pelan.

Hari itu Juni kembali mencoba menghubungi Risa, baik lewat telepon dan media sosial. Namun dirinya sama sekali tidak mendapatkan balasan dari sang sahabat. Juni begitu menyesal, seharusnya dia menghubungi Risa lebih awal. Nasi sudah jadi bubur, penyesalan Juni tidak berarti apa-apa sekarang.

***

Hari silih berganti, Juni sudah mulai bisa menjalani harinya dengan normal, meskipun keceriaan diwajahnya telah hilang. Berat badannya turun drastis akibat kepergian sang ayah dan Risa secara mendadak.

Anehnya, efek sakit hati yang telah membuatnya menderita malah memberikan aura berbeda kepadanya. Seperti yang pernah Sofi katakan (lihat Bab 2), jika Juni berdiet dan memiliki badan ideal maka kakaknya itu otomatis akan menjadi tampan. Siapa sangka, hal tersebut benar-benar terjadi pada Juni. Padahal dirinya sama sekali tidak melakukan diet apapun untuk menghilangkan lemak ditubuhnya.

Sudah setahun, Juni menjalani kehidupannya tanpa sang ayah dan juga Risa. Dia sudah kelas tiga SMA sekarang, dan beberapa bulan lagi ujian akhir akan segera tiba.

Karena penampilan barunya, Juni telah membuat beberapa gadis terpincut kepadanya. Terutama siswi-siswi kelas satu, yang sama sekali belum pernah mengetahui penampilannya saat berbadan gendut.

"Jun! ayo bikin band lah! udah jadi ganteng gini, masa masih nggak pede?" ajak Agus sembari melingkarkan tangannya ke pundak Juni.

Juni mendengus kasar dan berkata, "Gus, sebentar lagi ujian! berani sekali kamu ngajakin aku bikin band!" terukir kerutan di dahi Juni.

"Emang dia begitu, mentang-mentang selalu masuk peringkat tiga besar, tingkahnya jadi santai-santai aja!" timpal Irfan yang selalu berada di sisi Juni.

Agus memutar bola mata malas. "Kamu itu ya Jun, nggak seru lagi semenjak..." Agus langsung terdiam ketika Juni melayangkan tatapan tajamnya.

Brak!

Juni memukul meja dengan tangan sembari berdiri dari tempat duduknya, dia pun segera berjalan keluar dari kelas.

Plak!

Irfan melayangkan cap lima jari pada pipi Agus. "Kamu sih Fan! kamu tahu kan Juni sensitif banget sama kejadian satu tahun yang lalu!" geram Irfan.

"Ini kan sudah setahun Fan, aku kira Juni sudah sembuh dari sakit hatinya..." balas Agus yang merasa sedikit bersalah.

"Benar juga sih! seharusnya kalau satu tahun sudah berlalu, seharusnya Juni sudah melupakan semuanya..." imbuh Irfan yang sekarang menyetujui pernyataan Agus.

***

Juni menghentikan langkahnya di depan sebuah cafe. Dia mendapatkan panggilan pekerjaan paruh waktu di cafe tersebut. Hari itu dia sudah bisa langsung bekerja.

"Ini seragam pelayannya! dipakai dulu!" titah Rani, wanita paruh baya pemilik cafe.

"Iya! makasih Mbak!" sahut Juni santai.

"Kalau ada apa-apa kamu tanyakan saja sama Amel ya!... Amelia! sini!"

Deg!

Jantung Juni berpacu lebih cepat tatkala mendengar nama gadis yang dia suka dari mulut Rani.

"Iya Mbak!" Amelia mendekat dengan berlari kecil, dia segera melemparkan senyuman manis untuk Juni.

1
💜LAVENDER💜
Aku hadir Thor ☝😁
💜LAVENDER💜: Iya Kak, sama2😁
total 2 replies
re
Salah satu cerita favorit yg tak terlupakan ngak bosan baca lg, antara senang dan sedih pas tamat
Elkuna: wah kak makasih ya😍, aku terharu banget🤧, ternyata ada org yg mau bc ulang novel ini. padahal menurutku ceritanya jauh dari sempurna 😅
total 1 replies
Hayaku Gaya
Wihhh!!! Honey Moon! Lukisan Risa selalu best dah.! Maknanya sampe ke sini.. 😘
Huff, ending deh.. aku bakal kangen kamu Jun.. eh, sama kamu juga kok Ris.. tapi dikit wkkw canda ris ✌️😆
Hayaku Gaya: Waduh bener juga. Bisa kena santet onlinenya Risa waduh Ris pis pis ✌️😆
total 2 replies
Hayaku Gaya
Wih abis wisuda nikah deh... wuhu! Dede bayi aku menunggumu haha. 😆
Hayaku Gaya
Kejar restu ayah Jun.. ayo!!!
Hayaku Gaya
Waduh waduh.. Tom relain aja ya... berat nih...
Hayaku Gaya
Nah kan nyesel deh dah buang .. waduh
Nguhuhu, aku ikutan nangis..
Tom.. bersiap kecewa 🤐
Sin Cera 😉
Masih kurang thor 😗 kurang hbs nikah, punya anak 😗😗 cerita anaknya klo mau d tambah juga boleh thor 😂
Elkuna: jgn macam2 kau patkay 😒😒😒
total 1 replies
Sin Cera 😉
duh dah tamat aja thor. cerita setelah pernikahannya mana?? belum juga punyaa anak😗sekalian cerita anaknya yaa thor buat bonus 😂
Sin Cera 😉
uwuwu risaa ama juni. tom gimana thor kasian amat deh nasib dia 😂🤣 tapi dia gak penting lah yaw jadi abaikan aja komen netijen ini 😂🤣🤣
Sin Cera 😉
astoge udin tom sama aku aja 😂🤣
K.A
Tapi Thor ceritamu yg judul nya psychopat meets indigo gak bisa ku baca dong🤧aku baru 15 thor😭 tapi gpp tetap aja nanti ku baca🤣🤣
Elkuna: wkwk, dasar kamu, baca aja asal jgn ditiru 😂
total 1 replies
K.A
End end end, bangga thor aku ingikut cerita mu dari awal sampe akhir😆
Elkuna: uwuw, makasih bnyk ya lili, dah meluangkn wktu buat komen terus. lope lope buat kmu
total 1 replies
re
Bisa ditambah pas hamil dan ngidam mungkin hehe kan penasaran hebohnya mereka
Elkuna: btw mkasih ya kak, udah mau nyempetin baca dan komen. lope lope deh 🤣
total 2 replies
re
Ya sah juga
re
Semoga semua rencana tercapai
re
Lanjut
re
Ya risa sih terlalu emosi akhirnya tanpa pikir panjang terimaTom, semoga nanti tdk trjd lg
K.A
End dong besok, end dong...
Ada seaseon dua gak thor?
Elkuna: untuk season 2 nya mau othor pikirin dulu yaw 😆
total 1 replies
Noer Row_ling
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!