NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Cupang apaan sih, Ma?" elak Dini dengan cepat. "Pacar aja aku nggak punya. Masa tiba-tiba dicupang," ketusnya dengan wajah cemberut.

"Mama kan cuma bilang mirip, Din. Kamu jangan marah gitu dong. Maaf ya, Sayang." Hesti selalu tak bisa berkutik jika Dini memasang wajah cemberut. Ia tak mau membuat putri bungsunya bad mood.

Di kursinya, Kyara bergumam dalam hati. "Emang itu cupang, Ma. Cupang bibirnya Pak Lurah."

"Iya, aku maafin." Dini mengulum senyum, batinnya bersorak senang. "Yes, Mama percaya."

Meja makan kembali sunyi. Tak ada obrolan lagi.

Dini pamit duluan, ia buru-buru pergi ke kamarnya. Begitu pintu benar-benar tertutup, ia langsung menghela napas panjang.

Tubuhnya bersandar ke daun pintu sejenak, seolah baru saja lolos dari interogasi berat. "Untung Mama nggak memperpanjang tentang cupang ini," ujarnya pelan. Ia berjalan menuju cermin di meja rias. Jari-jarinya refleks menyentuh bagian leher yang tadi hampir membuatnya ketahuan saat makan malam. Bekas itu masih jelas terlihat ... merah keunguan.

Dini meringis sendiri. "Aa Hadi sih ... udah kubilang jangan ninggalin bekas," gumamnya kesal. "Eh dia tetap aja ngeyel." Ia memiringkan leher, mengamati bekas itu dari berbagai sudut di cermin. Semakin dilihat, semakin terlihat mencolok. "Aku juga kenapa bisa sampai lupa sih ... nutupin cupang ini? Padahal tadi pas di kampus ... aku tutupin pake foundation," lanjutnya sambil mendecak.

Tangannya kemudian turun ke bagian kerah bajunya. Ia sedikit membuka kancing paling atas, lalu menatap pantulan dirinya lagi. Wajahnya langsung memerah saat melihat jejak lain yang tersembunyi di balik pakaian.

"Padahal di dadaku juga udah banyak tuh cupang-cupangnya dia," keluhnya setengah berbisik.

Dini buru-buru menutup kembali kancing bajunya, seolah takut ada orang yang tiba-tiba masuk. Ia lalu menjatuhkan diri ke atas ranjang sambil memeluk bantal.

Wajahnya tampak kesal, tapi di sudut bibirnya terselip senyum tipis yang sulit disembunyikan. "Dasar Aa Hadi," gumamnya lagi. "Ganas banget sih jadi cowok. Tapi aku puas. Dia selalu bisa membuatku melayang ke surga dunia." Ia menatap langit-langit kamar sambil menghela napas panjang.

Bayangan kejadian tadi siang bersama Hadi kembali terlintas di kepalanya. Bagaimana mereka bersatu dengan berbagai macam gaya.

Dini menutup wajahnya dengan bantal, menggeram kecil. "Ihh ... aku jadi pengen lagi dihisap sama Aa Hadi." Ia menyentuh bagian sensitifnya. "Meskipun Aa Hadi udah tua dan udah punya keluarga, tapi aku cinta banget sama dia. Aku rela jadi istri keduanya," ucap Dini seraya membayangkan wajah pejabat kelurahan itu.

______

Setelah membereskan meja makan, Kyara akhirnya naik ke lantai dua. Langkahnya pelan menyusuri tangga, sementara pikirannya masih sibuk memutar ulang kejadian sepanjang hari. Begitu sampai di kamar, ia menutup pintu dengan hati-hati. Ruangan itu terasa tenang.

Kyara langsung duduk di atas ranjang. Ia kembali membuka hp-nya. Layar menyala, menampilkan halaman novel yang sedang ia tulis. Judul di bagian atas masih sama ... Bangkitnya Istri yang Tersakiti.

Kyara menarik napas pelan, lalu mulai mengetik lagi. Jari-jarinya bergerak cepat di atas layar, seolah ide-ide yang mengendap di kepalanya sudah tak sabar untuk keluar. Ia sedang melanjutkan cerita ke bab enam.

Di bab itu, tokoh utama mulai menyadari bahwa suaminya menyimpan banyak rahasia. Kyara menuliskan dialog, konflik, dan emosi dengan begitu hidup, sesuai dengan apa yang ia alami.

Sesekali bibirnya melengkung tipis karena puas dengan alur yang ia buat. "Bagian ini pasti bikin pembaca gemas," gumamnya pelan. Ia mengetik lagi, menambahkan beberapa kalimat dramatis.

Namun setelah beberapa menit, jemarinya perlahan berhenti. Tatapannya bergeser dari layar hp ke arah jam dinding di dekat lemari. "Udah jam sembilan lewat lima belas menit." Alis Kyara berkerut tipis. "Kenapa Mas Doni belum pulang juga?" Ia melirik ke arah pintu kamar.

Dalam hati, sebuah pertanyaan mulai muncul ... pelan, tapi mengusik "Benarkah dia pergi ke rumah temannya?" Kyara menggigit bibir bawahnya pelan. Bayangan percakapan suaminya di telepon siang tadi kembali terlintas jelas di kepalanya. "Ah, sudahlah. Mending aku fokus nulis lagi." Tangannya kembali bergerak di atas layar hp, berusaha melanjutkan tulisan. "Aku harus semangat. Supaya bisa segera mengupload bab sebanyak-banyaknya. Kali aja banyak yang baca," ujarnya berusaha menumbuhkan semangat lagi dan menepis pikiran tentang Doni.

______

Suara deru mobil akhirnya terdengar memasuki halaman rumah. Kyara yang sudah berbaring di atas ranjang langsung membuka mata. Ia sempat menoleh ke arah jam dinding. "Udah jam sebelas." Perlahan ia bangkit, berjalan ke jendela, lalu sedikit membuka tirainya.

Lampu depan mobil Doni masih menyala, menerangi halaman rumah yang sepi. Kyara menghela napas pelan. "Akhirnya dia pulang juga," gumamnya lirih. Dari lantai dua itu ia bisa melihat Doni turun dari mobilnya. Pria itu tampak biasa saja, bahkan sempat merapikan bajunya sebelum melangkah masuk ke dalam rumah. Entah kenapa, dada Kyara terasa aneh melihat pemandangan itu. Namun ia tidak ingin memikirkannya lebih jauh.

Kyara menutup kembali tirai jendela, lalu kembali ke ranjang. Ia merebahkan tubuhnya dan menarik selimut sampai ke dada. Beberapa detik kemudian, matanya mulai terpejam.

Suara langkah kaki Doni terdengar nyaring memecah kesunyian. Ia tidak langsung naik ke kamarnya, melainkan berjalan menuju kamar sang ibu. Ia menarik napas sebentar, lalu mengetuk pintu pelan.

Beberapa detik kemudian pintu terbuka. Hesti muncul dengan wajah sedikit heran. "Kamu baru pulang, Don?" tanyanya.

"Iya, Ma," jawab Doni singkat. Ia sempat melirik ke arah tangga, memastikan  tidak ada Kyara. "Oh ya, Mama sudah mau tidur belum? Kalau belum ... aku mau membicarakan sesuatu yang sangat penting."

Alis Hesti sedikit terangkat. "Belum," jawab Hesti tenang. "Ayo masuk." Doni melangkah masuk ke dalam kamar. Hesti kemudian menutup pintu dengan perlahan.

Hesti berjalan ke arah sofa kecil di dekat jendela. Mereka pun duduk saling berhadapan.

Hesti memperhatikan wajah anaknya dengan teliti. "Hal penting apa yang ingin kamu bicarakan?" tanyanya akhirnya.

Doni tidak langsung menjawab. Ia berdehem pelan, seolah sedang menyiapkan keberanian. "Aku ... mau jujur ke Mama," katanya. Hesti masih menatapnya tanpa ekspresi. Doni menunduk sejenak sebelum melanjutkan. "Selama ini, aku selingkuh, Ma." Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya. Dengan suara datar.

"Dengan rekan kerjaku. Namanya Nayla Pertiwi." Doni berhenti berbicara sejenak. Ia sengaja menjeda kalimatnya, ingin melihat bagaimana reaksi ibunya.

Namun Hesti tidak berkata apa-apa.

Wajahnya tetap tenang. Terlalu tenang.

Tatapannya bahkan sulit diartikan.

Tidak ada keterkejutan. Tidak ada kemarahan. Ia hanya menatap Doni tanpa berkedip.

Karena tidak mendapat reaksi, Doni akhirnya melanjutkan ucapannya. "Hubungan kami ... sudah berjalan selama lima tahun, Ma." Tangannya saling bertaut di pangkuan.

"Dan barusan ... aku habis dari rumahnya." Hesti masih diam. Sikapnya membuat Doni sedikit gugup. Namun ia tetap meneruskan. "Nayla mendesakku," kata Doni. "Dia bilang ingin ada kejelasan." Ia menelan ludah. "Nayla ingin segera bertemu Mama ... dan juga Dini."

Hesti masih tidak bergerak. Seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat dalam.

Doni menatap ibunya dengan hati-hati. "Mama mau kan ... besok malam bertemu dengan dia?" tanyanya.

1
murni l.toruan
Ada harga yang harus dibayar, karma dibayar lunas tanpa cicilan
Ama Apr: haha betul
total 1 replies
Anonymous
sekaiii de ichiban ohimesama
Ama Apr: oh ya ya🤭🫰
total 3 replies
murni l.toruan
Oh karma tidak semanis kurma Bu Hesty hukum tabur tuai sangat menyakitkan. Jadilah ibu yang bijak dan baik, jangan suka menzolimk anak orang
Ama Apr: betulll
total 1 replies
stela aza
itu baru si sini blm kakaknya dini yg juga sering keluar masuk lubang sama selingkuhan nya ,,, hancur total 1 keluarga 🤣 lanjut thor langsung double y thor
Ama Apr: insya allah kk. ke nya aku mau nulis dulu
total 1 replies
Hari Saktiawan
bener menuggu kehancurannya
Ama Apr: hihi tinggal menghitung jam
total 1 replies
stela aza
Thor ko blm up s udh di tunggu dr tadi
Ama Apr: Besok y kk, sehari satu dulu🤭
total 1 replies
Ken L
seruuuu...jangan kasih kendor si Dini & Lurah
Ama Apr: makasih kk🫰
total 1 replies
murni l.toruan
seruuuuu belum lagi foto2 syur jalang Nayla dan si lucnat Doni..lengkap sudah...
Ama Apr: makasih kk🫰
total 1 replies
stela aza
lanjut thor lagi seru
Ken L
mantapp...heboh seantero jagat skandal pak Lurah & Dini
Ama Apr: pastii🤣
total 1 replies
I Love you,
mantul Wek Wek wek yg ada dalam Vido😭🤣 maaf Bu lura...🙏🙏🙏
Ama Apr: iya, kasihan bu lurah🥹
total 1 replies
I Love you,
bumerang 😁badai'tsunami sedang mengintai kalian.. huhuhu Wek Wek 🤣🤣🤣
Ama Apr: siap2 hanyut🤣
total 1 replies
stela aza
lanjut thor jgn di gantung donk lagi baca
Ama Apr: udah kk
total 1 replies
murni l.toruan
syukur deh dapat jodoh yang tidak kaleng2...minta mahar mobil lamborgini..ternyata jalangmu pintar banget ya
Ama Apr: wkwkk
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya
Ama Apr: baru up kk
total 1 replies
murni l.toruan
ambil saja hitung2 gajian selama jadi istrinya dan pembantu
murni l.toruan
laporkan KDRT jadi istri harus punya pendirian yang tegas
I Love you,
🤣🤣🤣🤣🤣. judul si kama emang markotop😁 busetdah istri mu pk lurah gimana ya😤....🤣🤣🤣🤣 selamat menik mati!
Ama Apr: tunggu sja🤗
total 1 replies
I Love you,
badai sedang mengintai kamu 🙏🤣🤣🤣
Ama Apr: betull giliran kluarga doni yg akan sengsara
total 1 replies
Kholifah Tiara
bagus juga,,,
Ama Apr: terima kasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!