Kisah anak sulung Casey (Transmigrasi Belvia) yang jiwa nya mengalami perpindahan ke tubuh orang lain… bagaimana Ganethaa akan menghadapi kehidupan barunya setelah dia tahu kalau sekarang dia berada di tubuh orang lain…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Mama Lusi menatap hasil DNA itu dengan tangan gemetar.
Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung lagi.
Perlahan ia mengangkat wajahnya menatap Elara.
Lalu menoleh kepada Nebula.
Tangisnya pecah.
“Jadi…”
“Jadi selama ini…”
“…aku mengurusi anak orang lain?”
Suaranya semakin bergetar.
“Aku memberikan semua kasih sayangku…”
“…kepada anak orang lain.”
Tangannya mencengkeram dadanya.
“Sedangkan…”
“…aku malah membenci anak kandungku sendiri?”
Mama Lusi menangis sesenggukan.
“Nebula…”
“Maafin Mama…”
“Mama gagal jadi ibu buat kamu…”
Nebula hanya diam.
Tatapannya tetap tenang.
Di sudut ruangan…
Elara langsung berdiri dengan wajah panik.
“Gak!”
“Itu fitnah!”
“Jangan percaya Nebula!”
“Itu semua bohong!”
Elara menunjuk Nebula.
“Dia sengaja mau menghancurkan keluarga ini!”
Namun tak ada lagi yang langsung membelanya.
Langit masih berdiri mematung.
Tatapannya berpindah dari hasil DNA…
Ke Jordan…
Lalu ke Kila.
“Apa…”
“…apa semua ini benar?”
Ia benar-benar kebingungan.
Selama ini…
Ia selalu percaya kepada Elara.
Senjanu tetap diam.
Tangannya mengepal pelan.
Ia masih mencoba menyusun semua potongan kejadian yang selama ini terasa janggal.
Sedangkan Bintang…
Tatapannya hanya tertuju pada Mama Lusi yang menangis tanpa henti.
Hatinya ikut terasa sesak.
Belum pernah ia melihat ibunya sehancur itu.
Mama Lusi perlahan menoleh kepada Jordan.
Air matanya terus mengalir.
“Gara-gara kamu, Mas…”
“…aku berubah menjadi ibu yang jahat.”
“Aku memarahi…”
“Menyalahkan…”
“Bahkan membenci anak kandungku sendiri.”
Tangisnya semakin keras.
“Padahal…”
“…dia cuma ingin dipercaya.”
Jordan berjalan mendekat dengan wajah penuh penyesalan.
“Lusi…”
“Maafkan aku.”
“Aku khilaf.”
“Aku benar-benar tidak tahu kalau aku dibohongi.”
“Aku juga korban.”
Mama Lusi menggeleng kuat.
Air matanya tak berhenti.
“Gak…”
“Gak ada alasan lagi.”
“Selama bertahun-tahun…”
“…kamu menyimpan wanita lain di belakangku.”
“Kamu menyembunyikan semuanya.”
Jordan berusaha meraih tangan istrinya.
“Lusi…”
“Tolong dengarkan aku.”
Namun Mama Lusi menarik tangannya.
“Jangan sentuh aku.”
Suaranya dingin.
“Lebih baik…”
“…kita pisah saja, Mas.”
Kalimat itu membuat seluruh ruangan membeku.
Jordan membelalak.
“Lusi…”
“Jangan bilang begitu.”
Mama Lusi menatap lurus ke mata suaminya.
“Aku tidak sanggup hidup bersama laki-laki…”
“…yang tega menyimpan wanita lain.”
“…dan membiarkan istrinya hidup dalam kebohongan selama bertahun-tahun.”
Jordan langsung berlutut di hadapan istrinya.
“Lusi…”
“Aku mohon.”
“Jangan tinggalkan aku.”
“Aku akan memperbaiki semuanya.”
Mama Lusi menutup matanya.
Tangisnya kembali pecah.
“Yang paling menyakitkan…”
“…bukan karena kamu dibohongi.”
“Tapi karena akibat semua kebohongan itu…”
“…aku kehilangan kesempatan menjadi ibu yang baik untuk Nebula.”
Ruangan kembali sunyi.
Tak ada seorang pun yang berani berbicara.
Sementara Nebula hanya berdiri memandang pemandangan di depannya.
Tak ada senyum kemenangan.
Tak ada ekspresi puas.
Hanya tatapan kosong seorang anak…
Yang akhirnya melihat kebenaran terungkap, tetapi menyadari bahwa kebenaran itu datang setelah terlalu banyak luka tercipta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ruang keluarga masih dipenuhi keheningan.
Tangis Mama Lusi belum juga berhenti.
Jordan masih berlutut di lantai.
Sementara Elara mulai terlihat gelisah.
Nebula memecah keheningan.
“Lily.”
“Ya, Bos.”
“Mulai.”
Lily mengangguk.
Ia mengeluarkan sebuah laptop dan menyambungkannya ke televisi besar di ruang keluarga.
Klik.
Layar televisi menyala.
Elara langsung membeku.
“A-apa yang mau kalian lakukan?”
Nebula menatapnya datar.
“Lo pasti penasaran…”
Lily membuka sebuah folder.
REKAMAN CCTV
“Kami akan menampilkan rekaman pertama.”
Video mulai diputar.
Tanggal dan jam terlihat jelas di pojok layar.
Semua orang menatap televisi tanpa berkedip.
Di layar…
Terlihat Nebula sedang berdiri di lantai atas rumah.
Beberapa detik kemudian…
Elara datang menghampirinya.
Keduanya terlihat berbicara.
Namun tak lama setelah itu…
Elara melihat ke kanan dan kiri memastikan keadaan sepi.
Lalu…
Dengan kedua tangannya…
Ia mendorong tubuh Nebula.
Tubuh Nebula kehilangan keseimbangan.
Bruk!
Nebula terjatuh dari tangga menuju lantai bawah.
Mama Lusi langsung menutup mulutnya.
“Ya Tuhan…”
Langit membelalak.
“Itu…”
Bintang mundur selangkah.
“Elara…”
Video masih berlanjut.
Beberapa detik setelah Nebula terjatuh…
Elara justru berlari menuruni tangga.
Lalu berpura-pura panik.
“Tolong!!”
“Kak Nebula jatuh!!”
“Mama!!”
Suara Elara di rekaman terdengar jelas.
Mama Lusi langsung terduduk lemas.
Air matanya kembali jatuh.
“Selama ini…”
“…Mama percaya sama kamu…”
Elara langsung menggeleng panik.
“Gak!”
“Itu editan!”
“Itu palsu!”
Nebula hanya tersenyum tipis.
“Ck.”
“Masih mau bohong?”
Elara mulai mundur.
“Tidak…”
“Aku sendiri yang menghapus CCTV itu…”
Ucapan itu keluar begitu saja.
Begitu sadar apa yang baru dikatakannya…
Elara langsung menutup mulut.
Semua orang langsung menoleh.
Langit mengernyit.
“Lo…”
“Barusan bilang apa?”
Elara semakin panik.
“A-aku…”
Nebula mengangkat sebelah alis.
“Katanya editan.”
“Terus…”
“…kenapa lo tahu CCTV itu pernah dihapus?”
Elara benar-benar kehilangan kata-kata.
Lily kembali berbicara.
“Masih ada satu rekaman lagi.”
Ia membuka folder berikutnya.
CCTV GUDANG SEKOLAH
Video kembali diputar.
Terlihat Elara datang bersama Rania, Ghina, dan Weni.
Percakapan mereka terdengar dari rekaman audio.
Rania berkata,
“Lo yakin mau jebak Nebula?”
Elara tersenyum.
“Tenang aja.”
“Nanti tinggal bilang dia yang nyerang duluan.”
Weni terdengar ragu.
“Kalau ketahuan gimana?”
Elara menjawab ringan.
“Enggak bakal.”
“Di rumah semua pasti percaya sama gue.”
“Mereka nggak bakal denger penjelasan Nebula.”
Ruangan kembali sunyi.
Video berlanjut.
Terlihat mereka masuk ke gudang.
Beberapa saat kemudian…
Situasi berubah ricuh setelah pertengkaran terjadi.
Rekaman berhenti.
Lily menutup laptop.
“Semua rekaman ini telah kami salin sebelum file aslinya hilang.”
Elara langsung terduduk di lantai.
Wajahnya pucat.
Mama Lusi menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
“Elara…”
“Selama ini…”
“…kamu membohongi kami?”
Tak ada jawaban.
Langit menundukkan kepalanya.
Tangannya mengepal kuat.
Bintang menatap Nebula.
Lalu perlahan memalingkan wajah karena rasa bersalah mulai memenuhi pikirannya.
Sedangkan Senjanu hanya memejamkan mata.
Semua kejadian selama ini…
Akhirnya tersusun menjadi satu.
Dan untuk pertama kalinya…
Mereka melihat sendiri bahwa selama ini mereka telah mengambil kesimpulan tanpa mengetahui seluruh kenyataannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Langit mengepalkan kedua tangannya.
Tatapannya beralih tajam kepada Elara.
“Jadi…”
“Selama ini lo yang bohong?”
“Lo sama aja kayak ibu lo…”
“…sama-sama licik.”
“…sama-sama picik.”
Elara menangis sambil menggeleng.
“Kak Langit…”
“Tolong dengerin aku…”
“Diem!”
bentak Langit.
Bintang melangkah maju.
Tatapannya penuh kekecewaan.
“Semua gara-gara lo…”
“…kita jadi membenci adik kandung kita sendiri.”
“Kita selalu percaya omongan lo.”
“Dan ternyata…”
“…semuanya bohong.”
Senjanu yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara.
“Nggak nyangka.”
“Lo tega menghancurkan hubungan keluarga ini.”
“Dasar cewek licik.”
Elara terduduk lemas.
Tak mampu lagi membela diri.
Mama Lusi perlahan berjalan menghampiri Nebula.
Air matanya masih mengalir.
Ia berlutut di hadapan putrinya.
“Nebula…”
“Mama minta maaf.”
“Mama gagal melindungi kamu.”
“Mama gagal menjadi ibu.”
Langit ikut menundukkan kepala.
“La…”
“Maafin Kakak.”
“Kakak selalu salah paham sama lo.”
Bintang menggigit bibirnya.
“Maaf…”
“Harusnya gue percaya sama lo.”
Senjanu ikut melangkah.
“Gue juga minta maaf.”
“Kita semua udah salah.”
Ruangan kembali sunyi.
Nebula memandang mereka satu per satu.
Lalu tersenyum tipis.
Namun senyum itu…
Bukan senyum bahagia.
Melainkan senyum yang penuh kelelahan.
“Sayang…”
“Kata maaf kalian…”
“…udah nggak berlaku lagi.”
Semua orang membeku.
Nebula melanjutkan dengan suara tenang.
“Karena…”
“…adik kalian.”
“…anak kandung Mama Lusi.”
“…udah nggak ada.”
Deg.
Mama Lusi membelalak.
Langit langsung menghampiri.
“Maksud lo apa, La?!”
Senjanu ikut mengernyit.
“Iya.”
“Maksud ucapan lo apa?”
Nebula mengembuskan napas panjang.
“Gue…”
“…bukan Nebula.”
Ruangan kembali sunyi.
Bintang menggeleng.
“Apa?”
Nebula menatap mereka.
“Lebih tepatnya…”
“…jiwa gue berada di tubuh Nebula.”
Mama Lusi perlahan mundur selangkah.
“Jangan bercanda…”
Nebula menggeleng pelan.
“Gue nggak bercanda.”
Langit langsung membentak.
“Kalau lo bukan Nebula…”
“…terus Nebula asli ke mana?!”
“Lo yang bunuh dia?!”
Nebula langsung menatap tajam ke arah Langit.
“Gue nggak bunuh Nebula, anjing!”
Bentakan itu membuat semua orang terdiam.
“Gue juga nggak tahu Nebula asli ke mana.”
“Yang gue ingat…”
“…waktu tubuh ini jatuh dari tangga…”
“…kesadaran gue udah ada di dalam tubuh Nebula.”
“Setelah itu…”
“…gue hidup sebagai dia.”
Senjanu menatap Nebula tanpa berkedip.
“Terus…”
“…lo sebenarnya siapa?”
Ruangan kembali sunyi.
Nebula menarik napas pelan.
Tatapannya berubah sendu.
“Nama gue…”
“…Ganethaa.”
Semua orang kembali membeku.
“Gue…”
“…cuma mau bantu kehidupan Nebula yang sengsara ini.”
Suara Ganethaa terdengar jauh lebih pelan daripada sebelumnya.
“Gue nggak pernah minta hidup di tubuh orang lain.”
“Gue juga nggak pernah minta jadi bagian dari keluarga ini.”
“Gue cuma…”
“…bangun.”
“…dan tiba-tiba ada di tubuh Nebula.”
Ia menatap kedua tangannya sendiri.
“Dari hari pertama…”
“…gue terus nyari tahu…”
“…ke mana Nebula yang asli pergi.”
“Tapi sampai sekarang…”
“…gue nggak pernah nemuin jawabannya.”
Mama Lusi menangis semakin keras.
“Kalau begitu…”
“…anak Mama…”
“…sekarang ada di mana?”
Ganethaa perlahan menggeleng.
“Kalau gue tahu…”
“…orang pertama yang bakal gue cari…”
“…adalah Nebula.”
“Karena…”
“…tubuh ini seharusnya milik dia.”
Keheningan kembali memenuhi ruang keluarga.
Tak ada lagi amarah.
Tak ada lagi bentakan.
Yang tersisa hanyalah kebingungan…
Dan penyesalan yang datang terlambat.
author jgn lama2 lah uploadnya soalnya nggak sabar sama kelanjutannya niii
ditunggu ya kelanjutannya author
makini seru nii
ditunggu ya kelanjutannya author
ditunggu ya kelanjutannya author
ditunggu ya kelanjutannya author
enak banget yaa pindah jiwa orang yaa, dasar pengkhianat
ditunggu ya kelanjutannya author
wah nebula keren bantai mereka yang suka cari masalah
ditunggu ya kelanjutannya author
ditunggu ya kelanjutannya author 🥰