Mengisahkan tentang seorang PNS Muda sekaligus Pengusaha dengan gelar Playboy yang sedang berjuang meluluhkan Hati seorang wanita yang berprofesi sebagai Dokter Hewan ..
Seorang Pria yang biasa dikejar dan di idolakan banyak wanita.. sekarang malah sedang berusaha mengejar seorang wanita cuek. dingin. dan mempunyai kekasih ...
nyeseekkk oiii...
but saya hanya seorang pemula.. yang menyukai novel and I want to try .. ✌️
I hope you guys like it ...😍
selamat membaca dan tinggalkan kritik dan saran ya .. 😎👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chupiidd's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan
"Mm Ra, mumpung kita ketemu disini, kita sekalian makan malam disini aja gimana", Tanya Adit karena ini kesempatan
Aira melihat jam di tangannya "Ya udah, boleh kak", jawab Aira
"Alhamdulillah" Batin Adit
Merekapun memesan makanan dan hanya sesekali berbicara..setelah makan..
"Ra, aku mau tanya sesuatu, boleh", tanya Adit deg-degan
"Boleh, tanya Apa kak,", jawab Aira yang sedang membersihkan pipi Dea yang kena mayones (sudah seperti ibu dan anak bukan)
"Kamu udah punya pacar, tunangan atau mungkin suami", Tanya Adit "ia harus siap dengan jawaban Aira, Apapun itu " Batinnya
Aira diam beberapa saat dan mengangguk " Aku udah punya pacar kak", ucap Aira
Adit yang mendengarnya langsung diam tanpa ekspresi, dan mengalihkan pandangannya..
"Kenapa kak" Tanya Aira
"A-A-Aku menyu-Menyukaimu dari awal kita ketemu dan kamu selalu ada di pikiranku", Ucap Adit Jujur karena ia tidak ingin membuang-buang kesempatan malam ini, lebih baik ia mengungkapkan semua dari awal, toh masih pacaran, masih bisa di tikung kan.. sebelum ia tidak punya kesempatan lagi dan mungkin akan pasrah menerima perjodohan yang di buat orang tuanya karena tidak ada satupun cewe yang bisa buat nya nyaman seperti saat dekat Aira.
"Maaf kak, aku harus pulang", Ucap Aira dan berdiri meninggalkan Adit dan Dea
"Dea, om kejar tante Aira sebentar, Dea tunggu disini jangan kemana-mana", ucap Adit di barengin anggukan Dea
"Ra, tunggu.. ", teriak Adit
Aira memberhentikan langkahnya dan menoleh ke Adit..
"Ra, aku minta maaf, aku cuma ingin menyampaikan perasaanku", Ucap Adit
"Tidak masalah kak, aku menghargai perasaan kakak sama aku, terimakasih sudah menyukaiku, tapi maaf aku tidak bisa menanggapi nya lebih, karena ada hati yang benar-benar aku jaga, dan juga dalam waktu dekat aku akan menikah", ucap Aira yang membuat dada Adit terasa semakin sesak
"Me-Menikah?", tanya Adit tak percaya..ia berharap masih ada kesempatan untuknya karena status Aira masih pacaran..
"Iya kak", jawab Aira karena ia berharap Teo benar-benar datang dan menepati janjinya sebelum hari perjodohan itu tiba.. meskipun sekarang begitu banyak tanda tanya diotaknya tentang Teo
Adit masih terdiam, karena baru kali ini, merasakan di tolak cewe, bahkan ketika ia benar-benar jatuh cinta, ia harus menerima kenyataan bahwa orang yang dia suka, sudah akan menikah..
"Kak, aku permisi", Ucap Aira dan meninggalkan Adit
"Jadi ini maksud sifat dingin dan cuek kamu Ra, aku harap aku nemu seseorang yang hanya menjaga dirinya untuk satu orang saja, Terimakasih Ra", gumam Adit,ia kembali ke cafe untuk menjemput Dea dan pulang...
"Om, Tante Aira mana?", tanya Dea
"Udah pulang duluan De, kenapa?", tanya Adit
"Dea senang bisa main sama Tante Aira, dia orang baik, lain kali kita main bareng tante Aira lagi ya Om", Ucap Dea
"Iya De, kamu bener, insyaAllah ya karena... ", ucap Adit terhenti saat melihat Dea kesakitan
"Awww..,Om kaki Dea tiba-tiba sakit", "Teriak Dea
"Iya sayang, maafin Om ya.. kita jadi lama pulang, harusnya Dea udah minum obat dan tidur biar gak berasa kali sakitnya", Ucap Adit dan melajukan mobilnya lebih cepat karena tadi tidak ada rencana makan malam diluar..
"Dea tidak berhenti meringis kesakitan sepanjang jalan, dan setibanya dirumah, Dea langsung di gendong Arumi yang cemas menunggu Dea pulang, karena ponsel Adit juga di hubungi tidak aktif .
"Kamu darimana saja sih, Mama bilang jangan pulang lama-lama, Dea itu lagi sakit, liat kan begini jadinya", Arumi terlihat sangat marah
"Maaf Ma, tadi Adit ketemu temen dan sekalian kami makan malam diluar", Ucap Adit menunduk karena ia tau ia salah malam ini..
Arumi hanya diam dan membawa Dea ke kamarnya untuk ganti baju, minum obat dan tidur, malam ini ia tidak membiarkan Dea tidur sendiri karena bisa saja akibat luka jaitnya ia akan terbangun tengah malam dan menangis ..
Adit juga langsung naik ke atas dan masuk kamarnya, hari ini benar-benar menyedihkan baginya, melihat dea Jatuh, paha Dea yang harus di jait karena lukanya lebar, melawan penguntit dan terlebih yang bikin Adit sesak, Pengakuan cintanya ke Aira tidak terbalaskan, melainkan kenyataan Pahit yang ia terima saat mengetahui Aira akan menikah dalam waktu dekat, "beruntung sekali cowo itu", Gumam Adit dan berdiri mengambil gitarnya kemudian duduk di balkon kamarnya..
*Aira Pov*
Sesampainya dirumah dan membersihkan diri, Aira langsung menjatuhkan dirinya di ranjang..
"Apa yang bikin Kak Adit bisa suka sama aku", gumamnya
"Ah sudah lah, aku sudah milik bg Teo, dan jika Allah mengizinkan, Aku akan bersamanya sampai tua nanti",Gumam Aira tersenyum
"Tapi siapa yang sama Bg Teo tadi, siapa perempuan itu", tanda tanya besar muncul di benaknya membuyarkan lamunannya tentang Hidup bersama sampai Tua dengan Teo..
-Keesokan Harinya-
Di Kantor setelah mengikuti rapat Adit kaget saat masuk ruangannya karena ia melihat Fanya yang sedang menangis...
"Fanya, lo ngapain disini ?", tanya Adit
"Adit, maafkan aku.. ", Fanya terus menangis
"Lo kenapa..?", tanya Adit
"Gu-Gue,Gu-gue kesini mau cerita Dit. ", Jawab Fanya yang menahan air matanya..
"Tapi ini masih jam kerja, gue baru akan pulang sejam lagi, lo bisa nunggu ?", ucap Adit
Fanya hanya mengangguk pasrah, karena memang ia butuh Adit saat ini, dari dulu saat sekolah sampe sekarang, seperti apapun konflik mereka, mereka tetap bisa baikan, walaupun sempat ada perasaan antara mereka dan kata putus, itu tidak membuat pertemanan mereka bubar, mereka hanya memilih jaga jarak..
Setelah menunggu Adit bekerja sekitar satu jam lebih, Adit mengajak Fanya ke salah satu cafe punya temannya..
Sesampainya di Cafe..
"Lo mau cerita apa?", tanya Adit serius
"Gue udah hancur Dit, sekarang Gue gak tau harus bagaimana ?", Ucap Fanya lirih
"Maksud lo, gue gak ngerti", tanya Adit penasaran
mereka sengaja memilih tempat agak jauh dari keramaian, agar lebih leluasa bercerita.
"Dit, Gu-Gue,Gue Hamil ",Ucap Fanya dan air matanya mulai menetes..
"Apa, Lo hamil, lo. becanda kan Fan, lo ?", ucapan Adit terputus
"Iya, gue udah telat satu bulan, dan gue bener-bener gak tau harus apa sekarang Dit", Tangis Fanya pecah
"Siapa orangnya", Tanya Adit singkat
"Te-Te-Teo", jawab Fanya
"Dokter Teo?, lo gak becanda kan Fan, trus lo udah coba bilang sama Teo, suruh dia tanggung jawab", Ucap Adit
"Udah, Tapi dia marah, gak mengakuinya dan ngusir gue ", jawab Fanya terisak
*Fanya Pov*
"Sayang aku hamil",Ucap Fanya sambil menunjukan 3 testpack kepada Teo
Teo yang sedang bermain game Di Klinik, " hamil, sama siapa, jangan becanda sayang", jawab Teo santai
"Siapa?, ya kamu lah, kamu lupa dalam 3 bulan pacaran ini kita beberapa kali melakukannya", Ucap Fanya
"Shiit", umpat Teo
"Kamu gak boleh hamil, aku belum siap punya anak, bahkan gimana dengan Oma jika ia tau, aku sama sekali tidak mendapatkan apapun dari warisannya", ucap Teo
"Tapi kita ngelakuinnya dalam keadaan sadar dan saling mau, aku mau kamu tanggung jawab", ucap Fanya
"Gak, gugurin atau silahkan pergi", ucap Teo
"Apa ?!!, Gak Teo gak, aku gak bakalan gugurin kandungan ini, ini anak kamu, sadar Teo, kamu hanya perlu tanggung jawab!!!", teriak Fanya
"Sialan, kalau begini rencana gue dapatin harta Oma bakalan gagal, gue juga belum siap punya Anak, **** banget sih lo Teo, kenapa sampe kebablasan gini sih", Batinnya sambil mengacak rambutnya frustasi..
"Teo !!", Bentak Fanya
"kamu pergi dari sini, aku gak percaya itu anak aku. pergi !!!", Teriak Teo dan mendorong Fanya keluar
"Teo, Apa-apaan sih, lepasin. sakit, aku gak bohong, ini anak kamu", Ucap Fanya menahan sakit di lengannya karena cengkraman Teo
"Keluar sekarang dan jangan pernah muncul lagi disini, sampah murahan!!", Ucap Teo
"Apa, sampah murahan, kamu... ", Ucapan Fanya terhenti saat Teo memanggil security klinik
"Security !!! bawa perempuan ini keluar dan jangan biarkan dia masuk kesini lagi!!!!", jelas Teo dan masuk ke ruangannya
"Silahkan nona", Ucap Security
"Teo, aku gak nyangka kamu se tega ini, kamu benar-benar tidak punya Hati", Teriak Fanya dan pergi dari klinik sambil menangis
Untung saja Klinik lagi sepi saat itu, cuma Rini yang melihat dan mendengar semua perdebatan mereka, Tapi ia tidak tau permasalahan sebenarnya. "ampas tahu, sampah murahan, Terimakasih Tuhan, kau sudah sadarkan Dokter Teo, karena wanita itu bertolak belakang dengan Dokter Aira yang selalu baik dari segi apapun..", Gumam Rini dan senyum
*Adit Pov*
"Dokter Sampah !!!! ", Umpat Adit kesal sambil mengepal tangannya, karena bagaimanapun ia pernah menyukai Fanya dan sangat dekat dengan Fanya, walaupun sekarang perasaannya hanya sebatas teman, ia tetap tidak terima Fanya di perlakukan seperti itu bahkan oleh calon bapak dari anak yang di kandung Fanya
"Lo sabar ya Fan, biar gue coba urus ini, dan gue harap lo jangan sampe gugurin kandungan lo, karena ini darah daging lo juga, lo harus tanggung jawab untuk apa yang telah lo perbuat", Ucap Adit menenangkan Fanya
"Terimakasih Dit, gue nyesel pernah sia-sia in lo Dit, maafin Gue..", Ucap Fanya penuh penyesalan
"Udah la Fan, jangan di ingat lagi, udah jalan nya begini", ucap Adit memegang Bahu Fanya
Setelah Fanya tenang Adit mengantar Fanya ke Apartemennya..
"Lo yakin gak perlu gue antar sampe depan kamar ", Ucap Adit memandang Fanya yang terlihat pucat..
"Gak Dit, gue bisa sendiri kok, sekali lagi makasih banyak udah dengerin dan masih peduli sama gue Dit", Ucap Fanya dan meneteskan air mata lagi
"Sudah Fan, lo wanita kuat, lo bisa kok lalui ini, jangan nangis lagi, kasian Bayi lo", Ucap Adit memberikan tisu
Fanya menangangguk dan keluar mobil kemudian menuju kamarnya, Adit pun memutuskan untuk ke klinik mencari Dokter Teo, tapi ia tidak menemukannya, kemudian ia melajukan mobilnya ke boutique Mamanya, karena Dea, Adist, sudah menunggu disana dan hari ini juga persiapan untuk hari ulang tahun ke 17 nya Aditsy..
.
.
.
bersambung..
.
.
.
Terimakasih buat yang udah setia membaca dan nungguin Novel ini update, jangan lupa vote dan tinggalin jejak ya..
huft... btw gue suka ceritanya krn foto dan ada gif nya jadi berasa beneran ya...
congratulation Thor... terus berkarya dan semoga sukses...