NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

​Tiga bulan berlalu dengan cepat sejak malam berdar*h yang mengubah alur hidup Kyra. Selama masa pemulihan di rumah sakit desa yang sederhana, luka fisik di perut Kyra perlahan mengering dan meninggalkan bekas jahitan yang permanen, serupa dengan luka batinnya yang tak akan pernah benar-benar pulih.

​Pihak kepolisian berkali-kali datang untuk meminta keterangan tambahan. Namun, karena lokasi kejadian yang terisolasi, minimnya saksi mata, serta tidak adanya nilai keuntungan secara finansial atau material bagi kepolisian untuk melanjutkan penyelidikan kasus warga desa miskin tersebut. Penyidikan akhirnya resmi ditutup, kasus pembunuhan Paman Dion dan Bibi Lista dinyatakan sebagai penyerangan oleh kawanan perampok tak dikenal yang melarikan diri.

​Selama sembilan puluh hari itu pula, Yolla tidak pernah benar-benar meninggalkan Kyra. Perempuan misterius itu menyewa sebuah kontrakan kecil di tepi kota kecamatan untuk tempat Kyra menetap sementara waktu setelah keluar dari rumah sakit. Yolla membelikan Kyra pakaian layak, makanan bergizi, serta obat-obatan terbaik untuk mengembalikan stamina tubuhnya yang selama 28 tahun mengidap gizi buruk.

​Siang ini, matahari terik menembus jendela kontrakan. Kyra duduk di tepi ranjang, menatap pantulan dirinya di cermin rias tua. Untuk pertama kalinya dalam hidup, wajahnya terlihat sedikit berisi, meski binar matanya telah mati dan digantikan oleh kegelapan yang dingin.

​Pintu kamar terbuka, Yolla melangkah masuk seraya meletakkan secangkir teh hangat dan sebuah amplop cokelat tebal di atas meja.

​"Tubuhmu sudah jauh lebih kuat dibanding saat pertama kali aku menemukanmu di lumpur," ujar Yolla dengan suara datarnya yang khas, ia bersedekah dada dan menyandarkan punggung ke ambang pintu.

"Sekarang kepolisian sudah resmi menutup kasus itu. Kamu bebas, Kyra," ucap Yolla.

​Kyra memegang perutnya yang masih terkadang terasa nyeri jika tersenggol, "Bebas...?" gumam Kyra lirih, senyum sinis dan getir terbit di bibirnya.

"Bagaimana bisa aku merasa bebas jika orang-orang yang melemparku ke neraka itu masih hidup nyaman di luar sana?" lanjut Kyra.

​Yolla memiringkan kepalanya sedikit, mengamati perubahan raut wajah Kyra. "Maksudmu... orang tuamu?" tanyanya.

​Napas Kyra memburu perlahan. Setiap kali mengingat fakta bahwa dirinya dibuang hanya karena dianggap ramalan pembawa sial, dar*h di dalam tubuhnya seolah mendidih.

"Paman dan Bibi memang menyiksaku, tapi kedua orang tuaku yang menyerahkanku pada mereka. Mereka menikmati kemewahan, pendidikan dan kehormatan di kota besar, sementara aku membusuk selama 28 tahun menanggung siksaan!" ucap Kyra, penuh amarah.

​Kyra mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih, "Aku ingin mereka merasakan penderitaan yang sama, aku ingin menghancurkan hidup mereka," lanjutnya.

​Yolla tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang sulit diartikan. Ia berjalan mendekati Kyra lalu menepuk bahu gadis itu pelan. "Bagus, mebencian adalah bahan bakar terbaik untuk bertahan hidup. Kalau kau cuma menangis dan meratapi nasib, kau hanya akan tetap menjadi korban," ucapnya.

​Yolla kemudian mengambil amplop cokelat di atas meja dan melemparkannya ke pangkuan Kyra. ​"Apa ini?" tanya Kyra bingung.

​"Kau pernah bicara tentang alamat yang pernah diucapkan Paman dan Bibimu saat mereka mabuk, kan? Aku menyuruh orang untuk melacak alamat itu. Keluarga Andreas, orang tuamu adalah orang terpandang di ibu kota, pemilik salah satu jaringan bisnis tekstil dan properti yang cukup besar," ucap Yolla.

​Kyra membuka amplop tersebut dengan tangan gemetar. Di dalamnya terdapat lembaran peta, beberapa lembar foto rumah megah bergaya klasik modern dengan pagar besi menjulang tinggi, serta lembaran informasi mengenai jajaran anggota keluarga Andreas.

​"Tapi, bagaimana caranya?" suara Kyra terdengar bergetar, namun penuh ketegasan yang tak lagi bisa tergoyahkan.

​Yolla berlutut di hadapan Kyra, menatap tepat ke dalam manik mata gadis itu. "Kau tidak bisa langsung datang sebagai sosok yang kuat dan menantang mereka, orang kaya dan berkuasa seperti mereka akan dengan mudah menyingkirkanmu jika kau terlihat sebagai ancaman," ucapnya.

​"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Kyra.

​"Masuklah ke dalam rumah itu sebagai korban, gunakan nasib malangmu dan datanglah sebagai anak malang yang terbuang, buat mereka merasa bersalah atau setidaknya biarkan mereka menganggapmu tak berdaya. Kau harus bersandiwara, Kyra. Dari dalam rumah itulah, kau bisa merayap perlahan dan menghancurkan mereka satu per satu dari dalam," bisik Yolla dengan nada manipulatif yang tajam.

​Kyra menatap foto rumah megah milik keluarga kandungnya, rasa takut yang dulu selalu membelenggunya kini telah menguap sepenuhnya dan berganti menjadi ambisi balas dendam yang membara.

.

Dua hari kemudian, sebuah bus antarkota menurunkan Kyra di pinggir jalan raya ibu kota yang riuh. Suara klakson kendaraan dan megahnya gedung-gedung pencakar langit membuat Kyra sempat tertegun. Ini adalah dunia yang sama sekali asing baginya, dunia tempat orang tua kandungnya bernapas dan menikmati kemewahan.

​Sesuai dengan rencana yang disusun bersama Yolla, Kyra sengaja tidak merapikan penampilannya. Ia mengenakan pakaian yang lusuh, kusam dan sedikit besar, rambutnya disanggul berantakan dan wajahnya dipoles tipis agar terlihat pucat serta kurang gizi.

​Dengan memegang secarik kertas berisi alamat, Kyra berjalan kaki menyusuri kawasan perumahan elit di kawasan utara kota. Setelah berjalan hampir satu jam menahan terik matahari, langkah kaki Kyra terhenti di depan sebuah gerbang besi hitam yang sangat megah. Di balik gerbang itu, berdiri kokoh sebuah rumah mewah berlantai tiga dengan halaman rumput yang luas dan jajaran mobil mewah yang terparkir rapi.

​Di pilar pagar depan, terukir plat kuningan mengkilap yaitu bertuliskan Keluarga Andreas. Dada Kyra berdesir hebat, amarah, kepedihan dan rasa benci bergejolak menjadi satu. Di rumah inilah ia seharusnya dibesarkan, di rumah inilah ia seharusnya mendapatkan kasih sayang seorang ibu dan ayah. Namun, mereka justru menukarnya dengan penderitaan di desa demi menghindari kesialan.

​Kyra melangkah mendekati pos penjagaan di samping gerbang, dua orang satpam berseragam tegap langsung keluar dengan raut wajah curiga dan jijik melihat penampilan Kyra yang seperti pengemis.

​"Mau apa kamu di sini? Dilarang minta-minta di kawasan ini, cepat pergi!" bentak salah seorang satpam seraya mengibaskan tangannya.

​Kyra menahan napasnya lalu memasang raut wajah ketakutan dan lemah, tubuhnya disengaja dibuat gemetar.

​"Tolong... Pak... Saya mencari pemilik rumah ini...," suara Kyra terdengar parau dan lirih.

​"Cari siapa? Jangan sembarangan ya! Ini rumah Bapak Freddy Andreas, seorang pengusaha! Cepat pergi sebelum saya panggilkan polisi!" seru satpam lainnya dengan nada kasar.

​Kyra mengepalkan tangannya di balik lipatan bajunya yang kusam, ia menatap satpam itu tepat di matanya lalu dengan suara terengah-engah yang disengaja, ia mengucapkan kalimat kuncinya.

​"Saya... saya anak dari Papa Freddy... Nama saya... Kyra Daniela Andreas...,"

​Kedua satpam itu seketika melotot, saling berpandangan dengan raut wajah terkejut sekaligus ragu. Sebelum mereka sempat membalas atau mengusirnya kembali, Kyra memejamkan matanya dan membiarkan tubuhnya roboh dan ambruk ke atas paving block di depan gerbang, memainkan adegan pura-pura pingsan dengan sempurna.

.

.

.

Bersambung.....

1
sunaryati jarum
Akhirnya setelah 28 tahun hidup dalam ketakutan dan penderitaan sekarang mendapatkan keluarga yang hangat,rumah yang nyaman ,dan suami yang melindungi
sunaryati jarum
Akhirnya mereka jadi suami istri seutuhnya.Emak lega ternyata Nak Bryan begitu menghargai , menghormati dan memuja Kyra sebagai istrinya.Belum pernah ketemu jika jodoh langsung suka.Emak kira Nak Bryan juga akan kejam pada Kyra, ternyata meratukannya dan mendukung balas dendamnya opada orang - orang yang menyakiti selama dua puluh delapan tahun
erviana erastus
yah semoga aza para penganggu yg mengusik ketenangan kyra
sunaryati jarum
Apa yang kau takutkan saat akan masuk ke dalam keluarga Raimond tidak terjadi,malah Bryan suamimu mendukung penuh untuk memberi balasan kepada keluarga kamu,Kyra
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Dukungan penuh dari seorang suami adalah fondasi utama bagi istri yang mengalami penganiayaan atau kekerasan oleh keluarga kandungnya sendiri.
Sikap tegas suami melindungi, mendampingi, dan memvalidasi trauma sang istri dapat memulihkan rasa aman serta mempercepat proses pemulihan mental dan fisik korban...👍🏻👍🏼👍
erviana erastus
yaela brian main sosor aza 🤣
Aidil Kenzie Zie
penasaran udah belah duren apa belum ya Brian🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
tanpa kamu bergerak mereka udah didepan kehancuran karena semua dilakukan oleh suamimu 🥰🥰🥰
erviana erastus
kalo sdh hancur nyalahkan kyra lah kalian nggak ngotak saat kyra kalian jd kn tumbal
sunaryati jarum
Kyra bisa mengoperasikan komputer,ya
Bagus,tu
sunaryati jarum
Nah baru ditolak berkunjung sudah kelimpungan, berarti kemewahan selama ini yang diagungkan itu dari keluarga Raimond
sunaryati jarum
Brian mendukung balas dendam kamu pada keluargamu Kyra.
Aidil Kenzie Zie
manfaatkan suamimu Kyra🥰🥰🥰
Mira Hastati
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan buat Kyra Tersakit Brian,tapi terlindungi
sunaryati jarum
Semoga Brian tempat kamu bahagia Kyra
sunaryati jarum
Nah ternyata Brian sudah menyelidiki dulu pada Kyra dan berniat menolongnya
erviana erastus
yaela pada drama toh 🤣🤣😭😭
Aidil Kenzie Zie
ini Brian beneran suka atau nafsu aja' 🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
wadu duh🤭🤭🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!