"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena
namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertamu ke rumah Aru part2
Deva berjalan-jalan menelusuri jalan yang dulu sering di lewatinya. padi yang menghijau membuatnya semakin rindu pada Mamanya, matanya menatap jauh ke tengah sawah di mana para warga desa tengah menyebarkan pupuk pada padi
"dulu papa juga petani disini, Mama juga.. sekarang cuma kenangan masa lalu yang tersisa. Papa terlalu sibuk dengan bisnisnya, jarang pulang dan ninggalin gue bareng si wanita licik itu.. kalo Mama masih ada.."
"Sena?" sapa seseorang dari belakang secara tiba-tiba Deva berbalik untuk melihat
"loe siapa? siapa Sena?" tanya Deva mengalihkan pandangannya dari orang asing didepan
"gue Endi, gue juga baru balik dari kota" jawabnya menjulurkan tangan
"oh"
Deva meninggalkan Endi di sana, Deva tak ingin ngobrol apapun dengan warga di desa itu dendamnya tak cuma pada Surya tapi juga para warga yang sempat mengarak Mamanya yang tengah sekarat dulu
"loe gak dendam sama Surya? setelah dia bunuh Mama loe sekarang dia malah menjadi kepala Desa" ucap Endi tiba-tiba langkah Deva terhenti mendengar kata-kata Endi
.
.
"duduk dulu gak sih, ada yang jual es tebu di sana" tunjuk Samudra ke arah warung tak jauh didepan
"oke deh, gue juga haus nih" setuju Alvin
Lusi dan dua temannya itu berjalan melewati Samudra dan Alvin, tangan mereka penuh ikan yang cukup besar tawa mengiringi langkah kaki mereka
"dih, gede banget tu ikan, mancing di mana?" tanya Samudra mendekati mereka
"kenapa? loe mau mancing juga? nih pake joran gue aja" celetuk Yulia memberikan jorannya pada Samudra
"terus habis ini ikan nya mau kalian kemanain?" tanya Samudra lagi
"rumah Lusi, ikannya mau di masak di sana" jawab Claudia antusias
"gue sama Al ikut ya?" Samudra tersenyum lebar memohon pada mereka bertiga
"boleh" jawab Lusi, Yulia sempat tak setuju
"loe berdua gak bakalan jahilin kita kan?" celetuk Yulia, Alvin dan Samudra memandang satu sama lain
"ya kali kita berani macem-macem di rumah kepala desa" jawab Alvin
"hah? loe tau dari mana bapak gue yang jadi kepala desa?" tanya Lusi bingung
"oh.. itu, gue sama Al gak sengaja ketemu bocil di jalan, gue anterin kerumah ternyata dia anaknya kepala desa, terus kepala desa cerita loe anaknya" jawab Samudra cepat
Lusi percaya saja dengan ucapan Samudra, Sella memang suka berkeliaran dan bermain di ke setiap sudut desa terkadang karena liarnya Sella membuat Lusi harus mengomel dan kesal
.
"jadi, orang-orang Desa tutup mata dan telinga karena di sogok? loe pikir gue bodoh?" tanya Deva pada Endi yang berdiri di sampingnya
"ya kalo loe gak percaya juga gak apa sih, buktinya dia sekarang jadi kepala desa kan? dia gak di penjara dia juga gak di hukum.. malah Bapak gue yang di tuduh karena nangkap basah dia yang.."
"gue gak mau denger bagian itu!!" potong Deva dingin, Endi menghela nafas
"loe mau nanya ke warga Desa juga gak bakalan dapet jawaban, karena mereka bakalan tutup mulut" ucap Endi lagi
"loe tau gue Sena dari mana?" tanya nya pada laki-laki yang tiba-tiba menghampiri nya itu
Endi terdiam, tak menjawab jari jari nya begitu sibuk meremas kemejanya di belakang. Deva pun tak bertanya lagi dan meninggalkan Endi sendiri di sana, Deva kembali ke rumah nenek Uswati awalnya dia berniat mencari dua temannya itu namun kini moodnya berubah.
di rumah Lusi, Rini begitu senang kedatangan banyak tamu terlebih mereka adalah teman-teman putrinya. Lusi dan Yulia membersihkan ikan Claudia membantu Rini di dapur memilih dan membuat bumbu sedangkan Alvin dan Samudra nimbrung ke kegiatan yang Surya lakukan. karena kebetulan untuk setengah hari ini Surya yak punya terlalu banyak kesibukan di kantor kepdes jadi dirinya menyibukkan diri dengan memperbaiki kandang ayamnya yang di rusak Sella
"kuat banget Sella ngerusakin kandang segede ini om" celetuk Samudra melihat beberapa kayu dari kandang itu patah
"Sella mana bisa lakuin sendiri, ini mah gara-gara dia main sama temen-temen nya gak sengaja nabrak kandang" jawab Surya
"Sella nya nangis gak om?" tanya Alvin
"anaknya gak suka nangis, kecuali kalo di marahin atau berantem sama Lusi. selain dari itu mau jatuh dari pohon pun dia gak akan nangis" jawab Surya sedikit tertawa kecil
"hah? unik banget anak om" celetuk Samudra, Surya tertawa lagi mendengar celetukan remaja itu
satu jam mereka sibuk dengan urusan masing-masing, kini mereka duduk di teras depan rumah. mereka makan di sana, makan besar dadakan
"wihh enak nih, ikan palumara" ucap Yulia tak sabar untuk makan
"tau gak, ini lauk favorit kita banget!!" lanjut Yulia lagi
"enak! tante Rini jago ya masaknya" puji Claudia
"suka? kalo gitu kapan-kapan kalian main lagi kesini.. tante masakin yang banyak!" jawab Rini tersenyum
"janji deh, liburan nanti Odii kesini!" sahut Claudia
"ikut!" serempak Alvin dan Samudra
"apasih! kita gak akrab ya sama pembully kayak kalian!" tolak Claudia, Surya dan Rini tertawa kecil karena obrolan mereka Sella pulang di saat yang tepat membawa beberapa telur di ranjangnya
"ibu.. Sella di kasih telur sama bibi Aya" teriak Sella berlari
"wah.. Sella udah pulang ya ayo makan dulu" Rini menyambut putri kecilnya itu dengan senang
"kak Ucii nginep di rumah kan?" tanya Sella pada Lusi
"kakak mungkin gak bakalan di kasih sama gurunya kakak, lain kali kakak pulang deh nemenin kamu tidur" jawab Lusi mengambilkan nasi dan lauk untuk adiknya itu
"yah.. kalo gitu temenin Sella main layangan ya? ya kak yaa" rengeknya Lusi mengangguk setuju, sudah lama juga dirinya tak main bersama adiknya itu
'gue kira mereka musuhan' batin Alvin memperhatikan dua saudara yang mengobrol santai itu
"nanti di temenin sama kak Yuli sama kak Odii juga, Sella pasti seneng mainnya" sahut Yulia juga
"yey!! Sella punya banyak kakak cantik!! kak Al sama kak Sam ikut juga ya?" senang Sella yang beralih mengajak dua remaja lainnya
"boleh" jawab keduanya tersenyum
"akrab juga kalian" celetuk Lusi
"Sam, Deva jangan tau dulu deh kalo Lusi itu si Aru nanti bisa-bisa Deva ngejauhin dia" bisik Alvin pelan
"kalo gitu bikin mereka deket sedeket deketnya! kalo bisa bikin mereka saling suka aja" bisik balik Samudra
"sulit, tapi kita coba. bikin aja mereka deket walaupun musuhan siapa tau benci bisa jadi cinta" Samudra setuju mereka tertawa kecil membayangkan rencana mereka ke depannya
"wihh.. tarik benangnya Sel tariikk!!" teriak Claudia yang membantu Sella menaikkan layangan nya
"seru juga ya.. jadi pengen kecil lagi" gumam Samudra
"iya lagi.. tau gini dulu minta di lahirin di sini aja, bahagia sih masa kecil gue tapi tetep aja gue iri sama anak-anak di sini bebas banget mereka" sambut Alvin juga
sore harinya, mereka semua kembali ke kemah. kecuali Lusi dan Deva, Deva sudah izin untuk tinggal satu malam di rumah neneknya sedangkan Lusi akan kembali ke kemah tapi nanti malam, untuk sore ini dia akan menghabiskan waktu dulu di rumahnya