NovelToon NovelToon
The Death Mirror

The Death Mirror

Status: tamat
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Model / Obsesi / Tamat
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: Richest

Michelle sudah lama mencintai Edward, namun ternyata lelaki itu justru jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan Kimberly, teman baik Michelle sendiri.

Rasa benci Michelle terhadap Kim semakin membara. Sehingga salah seorang sahabatnya yang lain mengajaknya ke desa sepupunya.

Michelle membawa pulang barang antik berupa cermin tua yang sangat menyeramkan setelah pulang dari hutan. Cermin itu bisa mendatangkan petaka.

Hingga kabar tentang kematian Kim setelah beberapa hari menikah dengan Edward pun tersebar di kalangan masyarakat.

Ada misteri apa di balik kematian Kimberly?

Ayo temukan jawabannya dengan membaca novel ini sampai selesai, selamat membaca 🥳

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamat

Michelle dan Edward mengikuti perjalanan Frans sampai pria itu tiba di sebuah hotel bintang lima di kota G. Mereka mengawasi Frans dan Claudie dari dalam mobil.

Melihat kejanggalan dari sikap Frans dan Claudie, mereka berdua akhirnya keluar dari mobil. Sampai mereka menemukan Frans dan Claudie masuk ke dalam satu kamar yang sama.

"Ward, ada hubungan apa antara Claudie dan papa mertua kamu itu? Jangan-jangan selama ini Claudie itu selingkuhannya Frans."

"Sepertinya tidak mungkin. Aku rasa Frans itu pria yang setia. Bahkan hingga akhir hayat istrinya."

"Kalau begitu mungkin dia berhubungan dengan Claudie semenjak Venny meninggal."

"Kenapa Claudie ingin dengan Frans? Bukankah dia masih muda?"

"Dia bukan ingin dengan Frans, but his money."

Langit menjadi mendung seketika. Petir dan kilat menyambar. Membuat semua orang yang menyaksikannya merasa takut.

Frans ditelepon oleh seseorang untuk pergi ke taman yang tidak jauh dari hotel. Namun, pada malam ini taman itu terlihat sangat sepi.

Michelle dan Edward menunggu kehadiran Frans di taman itu. Cuacanya sangat mendukung. Sehingga tidak banyak orang berdatangan di taman itu karena sebentar lagi akan turun hujan.

"Mana Orla, Chelle?"

"Aku juga tidak tahu. Harusnya dia sudah berada disini sekarang. Tapi dia tidak kunjung datang juga. Kalau seperti ini bisa-bisa rencana kita gagal, Ward."

Saat mereka berdua sedang menunggu di taman, tiba-tiba mereka mendengar bunyi ranting seperti terinjak oleh seseorang.

Refleks Michelle dan Edward menoleh ke belakang. Namun mereka berdua tidak melihat ada siapa-siapa. Jujur, Edward merasa sedikit takut.

Di sana sangatlah sepi dan tidak ada siapapun. Hanya mereka berdua saja. Mereka berpikir tadi itu Frans. Namun ternyata dugaan mereka salah.

Saat mereka menoleh ke depan lagi, sudah ada seseorang di hadapan mereka. Michelle dan Edward tersentak kaget. Sedangkan orang itu masih berdiri dengan mata melotot seperti ingin keluar dari tempatnya.

Dia adalah arwahnya Kimberly. Bekas suaminya itu menatap tak percaya bisa melihat Kim dengan jelas seperti manusia pada umumnya.

Bahkan dia bingung apakah yang di hadapannya itu hantu atau manusia sungguhan. Arwah Kimberly mendekati bekas suaminya itu.

"Sepertinya enak sekali menikmati hartaku dan bersenang-senang dengan dia?" arwah itu melirik tajam kearah Michelle yang masih berdiam diri.

"M-maafkan aku, Kim. Aku tidak bersalah atas kematianmu. Tolong jangan hukum aku. Bukankah harta istri itu juga harta suami? Jadi, mungkin tidak ada salahnya jika aku juga turut menikmatinya."

Kimberly mencakar wajah tampan dan mulus milik Edward hingga tergores dan mengeluarkan darah. Rasanya sangat sakit dan pedih.

Sepertinya ia masih belum puas untuk melukai dan menghabisi nyawa dua manusia jahanam di hadapannya itu. Dia melayangkan tubuh Edward ke udara dan menghempaskannya ke tanah hingga tanah tersebut terbelah.

Edward kesakitan saat termasuk ke dalam lubang tanah itu. Michelle tidak tinggal diam. Dia mendekati Kimberly dan ingin menghajar arwah itu.

Namun, dia sudah lebih dulu diangkat ke atas dan dijatuhkan hingga ia terpental cukup jauh. Pakaiannya sudah sangat kotor. Wajahnya juga sudah bercampur dengan lumpur.

Hujan turun sangat deras. Petir dan kilat menyambar dimana-mana. Suara guntur yang sangat menakutkan itu tidak bisa dipungkiri.

Frans datang ke taman bersama Claudie dan disertai mobil polisi di belakangnya. Mereka melihat ada Edward, Michelle dan Kimberly di sana.

Frans terperangah melihat adanya arwah Kimberly di tempat itu. Sementara Claudie sudah biasa ditemui oleh hantu penasaran yang satu ini.

Dengan sigap Claudie segera mengeluarkan payung dari dalam mobil agar pria paruh baya itu tidak kehujanan. Dia takut nanti Frans malah jatuh sakit.

Arwah Kim mencengkeram leher Michelle hingga tampak urat-urat nya menonjol. Leher gadis itu sudah memerah. Matanya juga melotot kesakitan.

"Arrghh!! Lepaskan cengkeramanmu, hantu sialan!" pekik Michelle di tengah-tengah derasnya hujan pada malam ini.

"Aku tak akan melepaskanmu segera. Kau bahkan tidak mengembalikan mayatku di tempat semestinya!" suara arwah itu menggema di tengah-tengah derasnya hujan.

Mereka yang menyaksikan hal tersebut, termasuk polisi pun tak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya menonton peristiwa itu tanpa berniat membantu.

Ini lawannya adalah seseorang yang sudah mati. Claudie mulai merasa curiga dengan Michelle. Dia merasa sepertinya terjadi sesuatu terhadap arwah Kimberly sehingga ia menjadi semarah ini.

Leher Michelle terus ditarik hingga, ARRGHHHHH!!!

Kepala gadis itu melayang dan terlepas dari tubuh bagian bawahnya. Tubuhnya terjatuh ke tanah dengan bersimbah darah.

Hujan tambah membanjiri darah dan tubuh Michelle yang sudah tak berdaya lagi itu. Sementara kepalanya lepas, Claudie dan yang lainnya memalingkan wajah mereka.

Karena takut ditangkap oleh polisi, Edward segera melarikan diri secara diam-diam. Tanpa disadari oleh mereka semua yang ada di sana.

Hujan yang tadinya turun sangat deras disertai dengan petir itupun seketika reda. Arwah Kim sudah menghilang. Sementara mayat Michelle sedang diamankan oleh para polisi yang sedang bertugas disini.

Singkat cerita, Frans dan Claudie sudah pulang ke rumah mereka. Frans tidak menyangka ternyata pembunuh anak dan istrinya adalah orang terdekat anaknya sendiri.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk membuktikan bahwa Michelle yang sudah membunuh Kimberly. Namun, mereka tidak menemukan apa-apa. Hasilnya nihil.

Karena memang bukan Michelle yang membunuh secara langsung. Mereka semua tidak tahu jika Michelle bersekutu dengan makhluk bernama Orla.

Namun, polisi tetap melakukan penyelidikan ke rumahnya Michelle. Di sana juga ada Frans dan Claudie. Mereka menemukan sebuah ruangan yang terkunci dengan gembok besar dan sulit untuk dibuka.

Pihak polisi mencoba membuka pintu ruangan itu. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui ternyata itu adalah ruangan yang berisi koleksi mayat hasil bunuhan Michelle.

Mayat yang di dalamnya adalah korban dari kejahatan Michelle semua. Mulai dari Venny, Kim, Sisca, dan wanita malam.

Kepala manusia yang dikoleksi disimpan di sebuah lemari kaca. Mereka dapat melihat dengan jelas kepala Kim berada di dalamnya.

Claudie dan Frans tak percaya dengan perbuatan Michelle yang sangat kejam. Claudie merinding membayangkannya.

"Saya tidak menyangka dia menyimpan rahasia yang sangat kelam. Nyawa anak dan istri saya habis di tangannya." gumam Frans dengan dilanda rasa sedih dan bersalah yang sangat besar.

"Saya mengerti apa yang anda rasakan saat ini. Pasti perasaan anda sekarang sudah bercampur aduk antara rasa sedih, menyesal, dan bersalah. Tapi,...mungkin kita bisa menjadikan ini semua sebagai pelajaran dalam hidup."

"Iya, kamu benar sekali. Kimberly pasti sangat bangga mempunyai teman sebaik kamu, Clau."

Di tempat lain, Chris, Andre, Angga, dan Reno sedang menonton berita di televisi. Andre menjadi sakit setelah kepulangan mereka dari hutan waktu itu.

Sekarang ia masih diinfus. Mereka menonton berita terungkapnya kasus kematian Kim dan Venny. Bahkan yang beberapa waktu lalu menjadi misteri hilangnya seorang wanita malam di sebuah klub.

Ternyata mereka semua adalah korban jiwanya Michelle. Mereka berempat sungguh tidak menyangka Michelle dapat berbuat sejauh ini.

"Dia benar-benar sudah tidak waras. Dan sekarang dia sudah tiada." gumam Angga namun tetap dapat didengar oleh yang lainnya.

"Syukurlah. Menurutku orang sepertinya memang pantas untuk cepat mati dan menghilang dari bumi ini. Biar hidup orang-orang juga tenang dan damai." timpal Andre.

Yang lainnya mengangguk setuju dengan pendapat teman mereka yang satu itu. Mereka bercerita dan menonton televisi sambil menikmati cemilan bersama.

Sementara itu, Edward sedang berada di tempat persembunyiannya yang berada jauh dari pusat kota. Pada malam itu, dia langsung menelepon asistennya untuk segera menjemputnya.

Dan mengasingkan diri ke tempat yang sangat jauh dari permukiman warga. Bisa dikatakan di dekat gunung dan di tengah hutan. Dia di sana tidak sendirian.

Namun ditemani oleh banyak asisten dan tangan kanannya yang tidak hanya satu atau dua orang saja. Dia berhasil melarikan diri dan sekarang ia berstatus menjadi buronan.

Saat ia memasuki kamar mandinya, lelaki dengan paras tampan rupawan itu menemukan sebuah cermin kuno tergeletak di dekat wastafel.

Dia meraih cermin tua tersebut. Yang mana itu adalah cermin yang sebelumnya adalah milik Michelle. Dan merupakan pemberian dari Orla.

Edward melihat sedikit perubahan di wajahnya saat ia bercermin di cermin itu. Cermin itu bisa mengubah wujud dan penampakan wajahnya.

Dia memiliki wajah yang berbeda dari dirinya yang dahulu, dan kemungkinan dia bisa kembali ke kota dan tidak dicurigai sebagai buronan lagi.

Lelaki itu tersenyum menyeringai. Sepertinya semuanya seolah mendukung semua niatannya. Dia terus memegangi cermin petaka itu. Cermin itu perlahan-lahan mengubah semua bentuk bagian wajahnya menjadi berbeda dari sebelumnya.

🌹❤️🌹 TAMAT 🌹❤️🌹

1
Crazy Girl
Apa yang terjadi dengan Michelle selanjutnya? Semuanya ayo semangat lagi bacanya ☺️✌️
Isabel Hernandez
Sudut pandang baru
Crazy Girl: lanjut baca terus yaa 👍🙏
total 1 replies
Abdul Rahman
Nah, ini baru kualitas cerita yang oke!
Crazy Girl: Terimakasih, baca terus ya:)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!