Perhatian : Banyak adegan 21 + dan kekerasan.
Harap bijak dalam memilih cerita
(Masih dalam tahap revisi, tetapi masih bisa dinikmati alur ceritanya. Abaikan tanda baca dan penggunaan huruf besar juga kosa kata yang tidak sesuai dengan KBBI)
Salwa Humaira adalah putri sulung dari empat bersaudara, ia dibesarkan dengan kondisi ekonomi yang sulit. Dengan berat hati ia meninggalkan keluarganya untuk mencoba peruntungan dengan bekerja sebagai TKW di negeri orang. Sampailah ia bertemu dengan dua orang bos mafia yang saling bermusuhan. Hidupnya seketika berubah setelah dua orang tersebut menaruh perhatian kepadanya.
Bagaimana keseruan jika seseorang yang bermusuhan menyukai gadis yang sama. Dan siapakah yang akan dipilih oleh Salwa Humaira sebagai pendamping masa depannya?
Dipenuhi aksi heroik dan romantis, siapkan hati, jantung dan pikiran beserta camilan yang lezat untuk menikmati alur cerita ini.
IG . aleena_anonymous
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reesha swee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerinduan
》》Bantu Vote dan like ya readers.. Bantu Autors agar novelnya banyak diminati..❤❤
●●●●●●●●●●●●
Di sebuah ruangan bercat putih, di hiasi dengan ornamen-ornamen klasik seorang nenek tua sedang memandang foto keluarganya yang tak kunjung datang menemuinya. Ia menantikan cucu semata wayangnya kembali kerumahnya setelah anak dan menantunya meninggal akibat kecelakaan pesawat. Mata tua yang terdapat guratan garis-garis tebal disekitarnya menandakan usia yang tak lagi muda namun mendambakan kasih sayang keluarga di hari tuanya.
"Nyonya, makan malam sudah siap" ucap seorang pelayan membuyarkan lamunan sang nenek.
"Baiklah, ikutlah makan bersamaku" Nenek itu mengajak para pelayannya untuk makan bersamanya. Setiap hari ia hanya ditemani para pelayan setianya, tanpa keluarga dan sanak saudara. Sungguh masa tua yang sangat menyedihkan harus hidup sebatang kara tanpa kasih sayang anak dan cucunya.
▪▪▪▪▪▪▪▪■■■■■■▪▪▪▪▪▪
Sejak mengetahui kejadian yang menimpa Salwa, Sean semakin tidak tenang menjalani hari-harinya. Ia sudah memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari keberadaan gadis itu. Ia tahu bahwa Salwa tidak mengenal siapapun di negara ini, apalagi kartu identitasnya masih tertinggal di apartemennya. Rasa bersalahnya kian besar setiap ia mendapat laporan kosong dari anak buahnya bahwa tak ada tanda-tanda ditemukannya sosok Salwa Humairah. Sean memandang foto Salwa yang terlihat anggun mengenakan jilbab abu-abu dengan tersenyum manis. Ia menemukan foto itu di kamar Salwa saat akan mengemasi barang-barangnya sebelum ia pindah ke mansion barunya. Setelah kejadian penyerangan itu akhirnya Sean menyetujui untuk pindah dari apartemennya, namun ia tidak kembali ke mansion mewah miliknya namun ia membeli mansion baru yang tidak kalah besar dari mansion milik keluarganya.
"DDRRRTT-DDRRRTTTT" smart phone Sean bergetar, ia melihat ada pesan dari Leon.
"Bos, ada sesuatu yang harus kau tahu, akan aku kirimkan videonya"
DDRRRTT..DDDRTTTTT, Ponsel pintar Sean kembali bergetar. Video yang dikirim oleh Leon mulai terdownload. Setelah berhasil 100 persen Sean mulai memutar video itu yang merupakan sebuah rekaman CCTV. Tampak seorang gadis sedang berlari tanpa hati-hati menyebrang jalan disusul mobil mewah dengan kecepatan penuh menabraknya hingga gadis itu terpental. Sean memejamkan mata melihat tabrakan yang telah menimpa gadis itu.
"Siapa gadis itu?"Sean mulai menghubungi Leon menggunakan ponsel pintarnya.
"Dia Salwa, gadis yang tengah kita cari"ucap Leon kemudian. Sean hampir terhuyung mendengar berita buruk yang baru saja ia dengar,ia mencoba tenang dan berfikir positif.
"Cepat cari kebenarannya, cari tahu dimana gadis itu dirawat, dan bagaimana keadaannya sekarang. CEPAT"Sean merasa uring-uringan karena mencemaskan keadaan Salwa. Rasa bersalahnya kepada gadis itu , dan kerinduannya yang teramat dalam membuatnya semakin merasa bersalag. Meskipun pertemuan mereka begitu singkat, namun Sean merasa Salwa begitu istimewa. Gadis polos itu mampu mengisi hatinya meskipun tanpa ada pernyataan dan pendekatan. Mungkin hal ini begitu aneh, namun perasaan takut kehilangan terus berkecamuk di hati Sean. Kehilangan orang yang ia kasihi sekali lagi setelah kepergian ibunya membuat ia sedikit frustasi. Entah apa yang ada dalam diri gadis itu sehingga membuat Sean yang ditakuti banyak orang, yang merupakan bos dari banyak perusahaan ternama, disegani semua rekan bisnisnya malah merasa tak berdaya disaat kehilangan seorang Salwa Humairah.
"Salwa dimanakah kau saat ini" bisik Sean lirih sambil memandang foto Salwa yang sudah ia beri bingkai berwarna emas.
●●●●●●●●□□□□□●●●●●●
Yang Pou Han pulang ke istana kecilnya, dimana ia menyimpan sugar baby yang siap kapanpun melayaninya. Danisha , seorang wanita cantik berkebangsaan Denmark datang menyambutnya dengan tersenyum cantik. Yang Pou Han sudah terbiasa dengan sikap Danisha yang selalu menempel padanya. Dia adalah wanita favorit Yang saat ia sedang menginginkan kehangatan seorang wanita. Namun berbeda dengan hari ini, Yang sama sekali tidak menginginkannya, ia masih kesal dengan proyek besar yang gagal ia peroleh.
Danisha mencoba merayu Yang dengan mendekatinya dan bergelanyut manja di leher Yang. Namun hal itu malah membuat Yang risih.
"Cukup, aku tidak menginginkanmu malam ini" ucap Yang sambil melepaskan tangan Danisha dari lehernya. Danisha yang selama ini merasa istimewa tidak terima dengan penolakan Yang Pou Han.
"Kenapa kau berubah? Apa karena wanita itu? Anak baru itu?" Ucap Danisha sedikit kesal dengan penolakan Yang.
"Itu bukan urusanmu, kau tidak berhak menanyaiku, kembali ke kamarmu?" Ucap Yang sambil berlalu meninggalkan Danisha di ruang tamu. Yang Pou Han pergi untuk menemui Michella, ia dengan santai membuka pintu kamar Michella , Danisha melihat Yang Pou Han masuk ke kamar Michella ingin sekali melabrak gadis itu agar tidak mendekati kekasih hatinya lagi.
Yang merebahkan tubuhnya disamping Michella yang tengah tertidur, Ia mencoba memeluk gadis itu , namun Michella yang mempunyai insting tajam langsung terbangun dari tidurnya saat merasa ada orang lain yang berada di sampingnya.
"Kau....."
lanjut marathon yg kedua..