Season 1
" Seorang gadis yang sangat ceria bernama Kartika Atmaja teman-temanya memanggil dengan nama Tika, tapi keceriannya hilang disaat sang ayah sakit dan dirawat dirumah sakit,,
" Bagas cowok yang tegas dan dingin tapi hangat waktu bersama keluarganya,
" mereka dijodohkan, akankah mereka bersatu
🌹🌹🌹
Season 2
Dimana Sang putra sulung dari Tika dan Bagas harus menerima seorang gadis belia yang masih bersekolah SMA untuk menjadi istri,
Mereka berdua menikah tanpa ada rasa Cinta, mereka melakukan hanya untuk orang yang disayangi,
Akan kah Cinta hadir di antara mereka? akankah keluarga mereka bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Sutrisno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CDD 22
setelah ayah menutup telpnya, dia berbicara dalam hatinya , terima kasih Ya Allah kartika sudah mau menerima bagas untuk menjadi suaminya, semoga mereka menjadi keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah, Amiin,
ibu lihatlah putri kita, dia mau menikah sama bagas putra dari sahabat kita
pada malam hari keluarga Pamungkas datang ke RS dimana pak cokro sedang dirawat disana untuk membicarakan hal pernikahan anak-anak mereka
" Assalamualaikum ucap salam dari keluarga Pamungkas disat memasuki ruangan pak cokro
" Wa'alaikumsalam ucap dari ayah dan tika
" tir kamu sudah datang?
" iya cokro kami sudh datang, apa ini putrimu cokro?
" iya tir, ini anakku kartika, tika ini sahabat ayah, mereka juga yang telh membantu membiayai RS ayah ini nak!!!!
" iya ayah, kartika tante om, (sambil mencium tangan mama dan papa bagas)
" cokro kamu jangan bicara begitu, sudah yang penting kamu lekas sembuh ya, sahutan dari papa bagas
" Ya Allah nak kamu cantik sekali,,, mirip banget sama ibumu nak, kami dulu sahabat sejak sekolah nak,, jangan panggil tante sama om ya. panggil mama dan papa kayak bagas memanggil kita,
" baik tan eh ma pa,,
" tir mana putramu, apa dia tidak ikut kamu kesini?
" bagas ikut kok, tenang saja, dia masih ketoilet tadi. mungkin sebentar lagi dia akan kesini
dari luar ada yang mengetuk pintu dan mengucap salam
" Assalamualaikum
mereka ber 4 menoleh ke arah pintu
" Wa'alaikumsalam
" nak kamu kok lama dari toiletnya? tanya mama ke bagas
" iya ma tadi habis dari toilet bagas menerima telo dari atasan bagas, mereka bertanya bagas ada dimana karena mereka mau ada yang akan di diskusikan untuk latihan bulan depan ma
" ohh apa itu sangat penting nak?
" oh tidak kok ma pa, besok waktu bagas kembali akan didiskusikan lagi
" okey kalau begitu nak, nak ini kenalkan sahabat mama sama papa, namanya pak cokro
bagas melangkahkan kakinya untuk menuju ranjang pak cokro,
" om, (mencium tangan.pak cokro)
" panggil ayah saja ya nak, sama kayak kartika
" iya yah
" nak ini putri teman papa namanya kartika
bagas mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan kartika, tapi kartika tidak menerima tangan bagas melainkan megatupkan tagannya di depan dadanya, bagas langsung menarik tangannya
" bagas
" kartika
bagas berdiam dalam hatinya berkata, masak ada jaman sekarang ada cewek kayak begini, mungkin dia hanya mencari muka didepan mama dan papa agar dia bisa diterima dalam keluarga jangan harap kamu bisa mendapatkan cinta dan kasih sayangku, yang patut menerimanya adalah kekasihku diana, (menatap kartika dengan sinis)
sedangkan kartika berbicara dalam hati, Ya Allah diakan laki-laki yang ada didalam mimpiku, apa ini semua jawabanya yang telah dikirimkan oleh Allah kepadaku,. semoga ini awal dari kebahagian hamba Ya Allah
" berhubung semuanya sudah berkumpul disini mari kita bicarakan rencana kita ya cokor
" iya tir
" bagas, (bagas menoleh ke arah papanya)
" iya pa
" nak kamu kan tahu kalau kartika adalah calon istrimu, dan malam ini adalah hari pertunangan kalian, jadi kami bertiga ingin segera kalian berdua menikah nak
" pa, jangan begitu, ini sangat mendadak pa, apalagi bulan depan aku ada kegiatan latihan pa
" nak kan masih ada waktu satu bulan coba kalian urus surat-surat nikah kalian. semoga saja kalian tidak ada kendala untuk menikah jadi sebelum kamu berangkat latihan kalian sudah menikah, (mama ikut menimpali perkataan papa)
" baiklah pa ma, akan bagas urus semuanya (jawab bagas dengan pasrah, tidak mungkin bagas akan membantah perkataan mama dan papanya)
cukup membekas diingatanku.
tentu hal yg positif