(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 23 - Handphone Baru
Pukul 18.00 Gian sudah kembali dari pekerjaannya dan langsung masuk menuju kamar untuk berganti pakaian, seperti biasa ia turun kebawah untuk menemui Nurul dan menanyakan tentang Hilya selama dirinya bekerja.
Setelah itu Nurul pun pulang dan tidak lupa untuk kembali besok pagi, lantas sekarang hanya ada Gian dan David di ruangan itu
"Kau sudah bawa apa yang aku mau?" Tanya Gian pada David yang tengah berdiri didekatnya.
"Iya Tuan sudah" Jawab David sambil mengambil paper bag dan memberikannya pada Gian
"Baiklah... Kau boleh pulang"
"Terimakasih Tuan, selamat malam" David pun berlalu meninggalkan masion.
Gian pun hanya menganggukkan kepala dan beranjak menuju kamar Hilya.
Tok Tok Tok!!!
Hilya yang sedang menonton TV pun menoleh kearah pintu ketika mendengar suara ketukan dari luar.
"Siapa?" Tanya Hilya dari dalam kamar
"Ini aku Gian"
"Ohhh masuklah Pak"
Gian pun akhirnya masuk dan tak lupa menutup pintunya kembali, lalu berjalan mendekati Hilya yang sedang duduk dikasur sembari menonton TV
"Kau sedang apa?" Tanya gian basa basi saat dirinya sudah duduk dipinggir tempat tidur.
"Aku hanya sedang menonton TV pak" Jawab Hilya.
Gian pun manggut manggut mengerti "Bagimana terapimu? apa berjalan lancar? "
"Iya Pak, semua berjalan lancar sesuai perintah dokter"
"Baguslah kalau begitu, oh iya ini untuk mu" Ucap Gian memberikan sebuah paper bag pada Hilya
"Apa ini?" Tanya Gilya yang sudah mengambil paper bag dari tangan Gian
"Buka saja" Hilya pun lantas membuka paper bag itu, dan saat mengetahui isinya sontak Hilya membulatkan matanya sangking terkejut.
Dan ternyata isinya adalah sebuah handphone keluaran terbaru yang banyak ditayangkan di berbagai chanel TV saat ini.
"Pak kenapa Bapak memberikan saya handphone?"
"handpone mu yang lama sudah rusak sejak kecelakaan itu, dan aku ingin menggantinya siapa tau kau memang sedang membutuhkan itu untuk menghubungi orangtuamu atau teman temanmu, dan aku juga sudah memasukkan kartu lamamu ke dalam handphone ini jadi semua kontakmu masih lengkap"
"Tapi bapak tidak perlu menggantikan handphone ku dengan handphone seperti ini" Ucap Hilya yang tiba tiba menjadi murung.
"Kenapa? apa kau tidak suka?"
"Aku suka kok, tapi pasti harganya sangat mahal"
"Hahahaha.... Aku pikir kenapa, kau tidak perlu memikirkan soal harga, asalkan kau suka itu tidak menjadi masalah bagiku" Ucap giYan dengar jujur, karna memang nyatanya dia tidak mempermasalahkan soal harga suatu barang, bahkan ia bisa membeli handphone itu dengan toko tokonya sekalian.
Mendengar penyataan dari Gian membuat Hilya bahagia, tanpa sadar ia pun memeluk Gian dengan erat "Terima kasih"
Gian yang tiba tiba dipeluk Hilya merasa benar benar terkejut, ia tidak menyangka gadis itu akan memeluknya, sontak ia pun membalas pelukan Hilya dengan lembut.
Dan disaat mereka sedang berpelukan tiba tiba
BRUKKKK....
Pintu terbuka dan menampakkan orang orang disana dengan ekspresi terkejut dengan apa yang mereka lihat, ya mereka yang baru datang melihat Gian dan Hilya sedang berpelukan dengan mesra sembari senyuman muncul di masing masing bibir mereka.
Hilya dan Gian pun tidak kalah terkejut melihat pintu yang tiba tiba terbuka dan menampakkan orang orang disana.
*K*enapa mereka bisa ada disini?!! aduhh bisa gawat kalau mereka salah paham, pasti mereka memikirkan hal yang tidak tidak. batin Gian
KIRA KIRA SIAPA YA YANG DATANG???
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe