NovelToon NovelToon
Real Dreams

Real Dreams

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Banda Wijaya

Seorang penulis novel bernama Bagas sedang bertemu dengan titik jenuh nya. Kehidupan nyata terasa sangat membosankan bagi nya, sehingga hanya dunia imajinasi lah yang bisa membuat nya bahagia. Hingga suatu ketika, ia mendapatkan sebuah masalah yang membuat nya sulit untuk kembali ke dunia imajinasi. Novel pun terpaksa berhenti di tengah jalan. Hingga pada suatu hari, sebelum tidur ia berdoa pada tuhan.

"Semoga mimpi malam ini, lebih indah dari kehidupan nyata" kata Bagas.

Semenjak saat itu, ia masuk kesebuah dunia yang asing bagi nya. Setiap ia tertidur di dunia nyata, ia terbangun di dunia tersebut, begitu juga sebaliknya. Hingga semua itu menjadi mimpi yang nyata bagi nya.

Apakah yang ia temukan di dunia itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Banda Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan pulang

Anna terkejut mendengar pertanyaan Tiara. Ia diam sejenak, lalu berkata.

"Tidak lah ... Lagipula aku ini siapa nya, kami hanya berteman"

"Kamu tidak bohong kan?" tanya Tiara.

"Tidak kok, tenang saja" jawab Anna tersenyum.

Tiara menghela nafas, ia juga tersenyum pada Anna.

"Ya sudah kita lanjut tidur yuk, maaf ya mengganggu waktu mu" kata Tiara

"Tidak apa-apa kok, iya kamu duluan saja"

Tiara pun kembali tidur sedangkan Anna masih duduk memandangi bulan. Di dalam hati Anna berkata.

"Mungkin aku yang salah, tapi tidak sepenuhnya salah" Anna menghela nafas kemudian menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak, tidak. Bukan saat nya memikirkan hal ini."

***

Di sisi lain, Doni masih menunggu Bagas dan Alvin sadar.

"Lama sekali mereka sadar nya" keluh Doni.

"Mungkin, dosis obat penenang nya terlalu banyak bos"

"Itulah bodoh nya kalian"

Tak lama kemudian datang seorang menghampiri Doni. Ia membisikkan sesuatu pada nya.

"APA!?" teriak Doni.

Doni mengumpulkan seluruh anak buah nya.

"Kalian ini bodoh semua nya, menjaga tawanan saja tidak bisa" umpat Doni, ia mendekati salah satu bawahannya.

"Siapa yang menyelamatkan nya?" tanya Doni.

"Kami tidak tau bos, saat kami tiba di sana ... Pintu goa sudah terbuka, penjaga juga tewas"

"Kan aku sudah bilang, jaga ketat tempat itu" kata Doni.

"Gak guna kalian!!!" Mengeluarkan pistol.

"Aduh bos ... Ja—jangan bunuh saya bos" kata bawahan nya ketakutan.

"Hmmm ... Oke. Bersyukur lah, aku tidak akan membunuhmu sekarang"

Anak buah nya pun terlihat lega, Doni kembali ke tempat duduk nya. Ia kembali mengamati anak buah nya.

"Hei kau!" Panggil Doni.

"Saya bos?"

"Iya kau, siapa lagi"

"Gimana bos?"

"Coba kau lihat ke atas"

Anak buah itu pun melihat ke atas, Tiba-tiba.

Doorrrr!!!!!!

Peluru menembus leher nya, ia pun sekarat.

"Ini peringatan buat kalian semua, jangan bodoh. Paham?!!"

"Paham bos" bersamaan.

"Buang dia!"

"Siap bos" bersamaan.

***

Hari sudah pagi, Alvin bersiap-siap untuk berangkat bersama Jaka dan Brata.

"Nih Vin, untuk mu saja" memberikan beberapa pakaian.

"Terimakasih Dharma"

"Sama-sama, seharusnya aku yang berterima kasih" kata Dharma.

"Ya sudah aku siap-siap dulu"

"Iya, aku siap kan sarapan dulu untuk kalian" Berjalan keluar kamar.

"Haduh jadi ngerepotin" kata Alvin.

"Tidak masalah" jawab Dharma.

"Eh Dharma" panggil Alvin

"Iya?"

"Teh manis satu" kata Alvin.

Setelah sarapan, mereka berpamitan pada Dharma.

"Sering-sering main ke sini ya" kata Dharma sambil bersalaman.

"Tenang saja, musim panen kita kesini lagi" kata Brata.

"Hahaha ... Kau ini"

"Kalau kau butuh bantuan ku, jangan sungkan-sungkan untuk memberitahu ku" tawar Dharma.

"Kami pasti akan butuh bantuan mu, pewaris pusaka ksatria Ganjur" puji Jaka.

"Terlalu berlebihan itu, pendekar Dharma saja"

"Yoi bro, pendekar Dharma in the house yo" sahut Alvin.

"Bicara apa kau ini" kata Jaka, mereka pun tertawa.

"Ya sudah, kita berangkat dulu." kata Jaka.

"Iya ... Hati-hati di jalan!"

Mereka pun berangkat. Saat di pintu masuk Jaka membuka portal.

"Wih keren, kapan-kapan ajarkan aku ya" kata Alvin.

"Aman, nanti akan ku ajarkan" jawab Jaka.

"Nah siap"

"Kalau ingat" lanjut Jaka.

***

Bagas terbangun, ia melihat Tiara yang masih tertidur pulas. Tak lama kemudian Bagas pun sadar jika Anna menghilang.

"Kemana lagi ini si Anna?" Bagas heran.

Bagas membangunkan Tiara.

"Tiara, bangun" Tiara bangun kemudian bertanya.

"Anna mana?" tanya Tiara.

"Gak tau, pas gue bangun udah gak ada" jawab Bagas

"Jangan-jangan dia pergi ninggalin kita" Tiara menduga-duga.

"Aku tidak meninggalkan kalian" Anna datang membawa buah-buahan.

"Kita sarapan dulu, setelah itu kita melanjutkan perjalanan" lanjut Anna.

"Anna, maaf yaa" Tiara meminta maaf.

"Tidak apa-apa, nih buat kamu" memberikan sebuah apel.

"Terimakasih kasih" Tiara terlihat malu karena sudah berprasangka buruk pada Anna.

"Kita harus cepat sampai, soal nya di perjalanan belum tentu kita akan bertemu pohon pisang lagi untuk alas tidur. Jadi kalau bisa ... malam hari kita sudah sampai di rumah Ki Sanjaya" kata Anna.

"Iya Anna aku juga berpikir begitu"

"Bagas, bisa minta tolong ambilkan air di sungai. Di sana aku melihat sungai" pinta Anna sambil menunjukkan arah.

"Iyaa, biar ku ambilkan" jawab Bagas.

"Maaf ya tidak bisa sekalian, soal nya tadi saya membawa buah-buahan ini. Jadi ... Tidak bisa sekalian" jelas Anna.

"Tidak apa-apa Anna, kau sudah sangat membantu kok. Yasudah aku ke sungai dulu"

"Bagas ikut" kata Tiara.

Bagas dan Tiara hendak beranjak menuju sungai.

"Bagas" panggil Anna, kemudian ia melempar buah apel.

"Makan dulu" lanjut Anna.

Bagas pun tersenyum kemudian beranjak ke sungai bersama Tiara. Saat Bagas sedang mengambil air, Tiara bertanya.

"Sudah sedeket apa kalian?" tanya Tiara.

"Ya ... Seperti yang lo liat"

"Ooo" kata Tiara dengan wajah cemberut.

"Tiara, emang gue gak boleh punya temen cewek?"

"Ya boleh-boleh aja sih, terserah lo aja" jawab Tiara.

"Ngambek ya?" tanya Bagas.

"Gak."

"Dari pada ngambek ... Mending bantuin gue ambil air" kata Bagas.

"Udah tau ngambek, malah begitu"

"Hehe gak lah, gue becanda"

"Kalo bisa sekarang jangan bahas-bahas hal itu dulu" lanjut Bagas.

"Terus kapan bahas nya? Gue tau loh, dia tuh cemburu"

"Ya nanti aja kalo misi ini udah selesai, gue gak mau kali di panggil Ksatria bucin"

"Hmm ... Gaya-gayaan lo. Tapi lo pasti tau lah, siapa yang paling cinta sama lo"

"Yaudah gue mau mandi dulu" kata Tiara.

"Mandi? Di sini?" Bagas heran.

"Iya lah di mana lagi? Terakhir gue mandi waktu kerumah lo, Sebelum di culik" jelas Tiara.

"Terus gue gimana nih?" tanya Bagas.

"Ya tungguin gue, tapi jangan ngintip"

"Hmmm ... Iya deh"

Bagas menunggu Tiara yang sedang mandi.

"Udah belom? Lama amat."

"Belum ... Awas lo jangan ngintip, gue gampar lo ya!" jawab Tiara.

"Gak, gak. Gak bakalan" tegas Bagas.

"Gak bakalan melewatkan kesempatan, hehehe" kata Bagas dengan suara pelan.

Setelah Tiara mandi, mereka pun kembali ke tempat istirahat. Anna melihat Tiara sudah segar sehabis mandi.

"Kamu mandi?" tanya Anna.

"Iya aku mandi"

Anna menatap ke arah Bagas.

"Eee ... Tiara mandi sendiri, aku tidak mengintip. Sumpah"

"Lagipula siapa yang menuduh mu mengintip" kata Anna sambil tertawa.

Tiara dan Bagas pun ikut tertawa. Setelah makan beberapa buah mereka pun melanjutkan perjalanan.

Di siang hari, mereka melihat segerombolan kuda liar sedang memakan rumput.

"Aku jadi ingat kuda yang aku tinggalkan di rumah Adibrata" kata Bagas.

"Ooh iya, kau ikat yaa?" tanya Anna.

"Iyaa, tapi aku mengikat nya tidak terlalu kencang. Buat jaga-jaga jika aku tidak kembali lagi ke situ"

"Lo bisa naik kuda?" timpal Tiara.

"Bisa dong"

"Seperti nya ... kalau kita naik kuda akan lebih cepat sampai"

Anna dan Tiara melihat ke arah Bagas.

"Apa?" tanya Bagas.

"Dasar lelaki" bersamaan Tiara dan Anna.

"Kau jinak kan kuda itu, biar kita bisa naik kuda"

Bagas pun menghampiri kuda tersebut, ia pun menjinakkan nya. Kemudian menggiring dua kuda menghampiri Anna dan Tiara.

"Nih dapat dua"

"Hebat banget lo bisa jinakin kuda" kata Tiara.

"Gue juga baru tau, kalo gue bisa" jawab Bagas.

"Yaudah ayo naik" ajak Anna.

Bagas naik kuda sendiri. Tiara kesulitan menaikinya, kemudian Anna membantu nya.

"Aduh takut" kata Tiara.

"Pegangan Tiara" kata Anna.

Bagas tersenyum melihat mereka.

"Udah siap?" tanya Bagas.

"Skuuyy!!!" teriak Anna. Tiara pun tertawa mendengar nya.

***

1
Reaz
semangat .../Ok//Good/

jangan lupa mampir.../Coffee//Coffee/
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Loli bunting
lh kok nggantung....
El Olivia
semangatt up thorr
El Olivia
salam semangatt Kakak
World_Simulator🍁
Aku sarankan, untuk memakai tanda spasi untuk dialog percakapan.

Agak bingung ngembacanya karena terlalu rapat.

...dan next up date 👍👍👍
Darah Biru (Bangsawan)
Hidangan beralas daun pisang memang mantap 👍🏻
btw, Ki Candra kok bingung 😅 sebelumnya tanya dulu Ki.. di pimpin siapa ✌️
ayam bakarnya satu ya Thor 😂😂✌️✌️
Bara! kenapa kamu jadi anak durhaka 😳 gara-gara pusaka sampe nusuk jantung Ki Candra😳
astaghfirullah 😥 cerita si Alvin ternyata 😭
next like mantap👍🏻 sambungan jejak Penduduk bunian..
saling mendukung thor
sarie
Hadir lagi kak,like buat kakak♥️♥️👍👍,salam hangat dari kusentuh cinta dalam diam dan Alzheimer
Je si bod👀
Fighting
Jeon Ji-Yeong
yuhu sesuai permintaa aku mampir ni udah aku like juga
Ace Blue Charlotte
Hadir.....

Mampir dicerita ku kak "Bunga Magnolia"
Ucy (ig. ucynovel)
Mana kelanjutannya thor...

Semangat 💪💪up lagi thor

Aku mendukungmu 👍👍
Marya Juliani Jawak
Lanjut Thor... Soalnya nanggung ni...

Lagi seru"nya.
Marya Juliani Jawak
Kejam....
Marya Juliani Jawak
Ayo Bagas... Smangat....
Marya Juliani Jawak
Jangan" ula siapa yg Ratu jahat tu. Lupa aq namanya....

Tapi asli Thor, kata"nya keren habis....
Dhina ♑
hah, Doni siluman buaya??
Marya Juliani Jawak
Aku yg degdegan Thor...
Siti sa'adah😊
33 bomlike mendarat untuk mu thor

terus ikuti karya aku ya thor

makasih😊
Siti sa'adah😊
like😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!