Setelah kejadian kecelakaan kerja di laboratorium miliknya saat sedang meneliti sebuah obat untuk wabah penyakit yang sedang menyerang hampir setengah penduduk bumi, Alena terbangun di suatu tempat yang asing. Segala sesuatunya terlihat kuno menurut dirinya, apalagi peralatan di rumah sakit pernah dia lihat sebelumnya di sebuah museum.
Memiliki nama yang sama, tetapi nasib yang jauh berbeda. Segala ingatan tentang pemilik tubuh masuk begitu saja. Namun jiwa Alena yang lain tidak akan membiarkan dirinya tertindas begitu saja. Ini saatnya menjadi kuat dan membalaskan perlakuan buruk mereka terutama membuat sang suami bertekuk lutut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Why not, it’s my lucky right?
Padahal baru beberapa hari saja dia di Inggris, namun Zaldo harus kembali ke Indonesia. Jika bukan karena permintaan ibunya Althaf, pria itu tak ingin lagi terlibat dalam masalah kehidupan Althaf dan Alena. Tetapi bagaimana bisa Zaldo membiarkan Alena harus merasakan sakit hati, biarlah perasaannya yang berkorban.
Pukul dua dini hari Zaldo tiba di bandara internasional Jakarta, tak ada asisten ataupun manajer yang ikut bersamanya. Dua orang itu ditugaskan untuk mengurus bisnis dan pekerjaan Zaldo selama di Indonesia. Dia pun harus membatalkan beberapa kontrak untuk menjadi brand ambassador dan artis iklan dengan beberapa agensi terkenal.
Untuk sementara Zaldo menginap di hotel sambil mencari tempat tinggal yang nyaman untuknya. Rumah pribadinya yang berada di Jakarta telah dijual dan apartemen miliknya sudah terlanjur disewakan kepada orang lain. Jadi mau tidak mau, perlu tidak perlu Zaldo harus menjadi tempat tinggal yang baru.
Dia belum mengetahui kapan Yasmin akan tiba di Indonesia, tengah menunggu kabar dari Tante Salma. Berhubung tak ada pekerjaan yang berarti selama di Indonesia, Zaldo akan berkunjung ke rumah Althaf untuk mengetahui kabar Alena saat ini.
...⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐...
Kedua tangan Alena bergetar menahan beban tubuhnya di palang penopang, kedua kakinya terasa sangat sakit dan sulit untuk melangkah. Sempat beberapa kali Alena terjatuh karena tak kuasa menahan tubuhnya. Keringat pun sudah membasahi wajah dan sebagian tubuhnya. Meskipun begitu menyakitkan Alena tak pantang menyerah, secepatnya dia harus pulih dan bisa berjalan kembali. Bahkan fisioterapis beberapa kali meminta Alena untuk berhenti dan beristirahat terlebih dahulu, namun tak digubris.
Dari balik kaca jendela, dokter Alex melihat Alena yang tengah melakukan terapi bicara. Dia diminta oleh Althaf untuk melakukan pengecekan kesehatan rutin. Bukan tanpa alasan Althaf melakukan itu, hal itu karena Alena menolak datang ke rumah sakit untuk melakukan kontrol.
“Wanita yang begitu keras kepala dan gigih, pantas saja Althaf begitu menyayangimu Lena,” gumam dokter Alex sambil memperhatikan Alena.
Menit demi menit terus terlewati, Alena masih saja melakukan terapi berjalan. Meskipun belum ada kemajuan yang signifikan, tetapi Alena sudah bisa melangkah meskipun hanya sedikit. Benturan dan trauma di tulang belakang berakibat cukup berat bagi tubuh lemah Alena. Namun Alena yang sekarang jauh lebih tangguh dan kuat dibandingkan dengan Alena sang pemilik tubuh.
“Mau sampai kapan kamu memandangi istri orang hah!!” seru Gilbert dibelakang dokter Alex.
“Jaga ucapanmu, Gill. Apa kamu ingin melihat sahabatmu ini mati dalam keadaan jomblo!!” jawab Alex sewot.
“Ciihh sahabat?? Orang laknat sepertimu tidak cocok dikatakan sahabat. Penghianat!!!” Gilbert tak memandang wajah teman lamanya sama sekali, dia justru tertarik melihat Alena yang bercucuran keringat. Alex hanya cekikikan melihat wajah asem Gilbert. Dia tahu teman masa kecilnya itu sangat sulit menerima kehadiran wanita setelah adik satu-satunya meninggal tanpa sebab yang jelas.
“Biasa aja dong memandang wajah manis Alena. Emang cantik, tapi kan kau bilang sendiri dia istri orang Sob!!” ledek Alex membalas sindiran Gilbert.
“Sontoloyo!!!” Gilbert pergi begitu saja meninggalkan Alex, lama-lama berdekatan pria jomblo sejak zaman embrio membuat Gilbert kehilangan kewarasannya.
Alex pun mengejar Gilbert karena ngeri jika harus bertemu dua orang nenek lampir yang bisa muncul kapan saja. Lagi pula sudah masuk jam makan siang, cacing -cacing di perutnya sudah memberi tanda harus segera diberi makan.
Hampir lima jam Alena menjalani terapi berjalan, meskipun belum banyak perkembangan Alena cukup berbangga diri. Keringat yang keluar selama masa terapi membuatnya butuh asupan cairan yang lebih banyak. Alena pun sempat diperiksa kondisi tubuhnya oleh dokter Alex dengan alibi pemeriksaan kesehatan rutin. Tak banyak interaksi dengan Alex tetapi sesekali Alena mencuri pandang melihat wajahnya yang lumayan tampan. Meskipun Alena akui masih lebih tampan Gilbert dibandingkan dengan Alex.
Kini Alena tengah bersantai di pinggir kolam sambil menikmati cemilan sore. Baru saja Alena melakukan video call dengan Althaf, suaminya itu mengabarkan tengah sibuk dengan pekerjaan kantornya dan akan pulang terlambat. Alena justru merasa senang jika Althaf pulang terlambat bahkan berharap tidak pulang sama sekali.
“Ughh pegal sekali rasanya!!!” keluh Alena sambil memukul-mukul bagian tulang betisnya.
Ya… memang benar efek samping dari terlalu lama melakukan terapi berjalan menyebabkan rasa pegal berlebihan di bagian kedua kakinya. Apalagi Alena masih kesulitan untuk menopang tubuhnya.
“Nyonya, apa ingin saya bawakan potongan buah?” tanya Maya yang semenjak tadi berada di dekat Alena.
Alena berpikir sejenak, “ Hhmmmm… boleh juga. Tolong ya May,” ucap Alena sambil tersenyum tipis.
“Baik Nyonya, tunggu sebentar ya. Akan saya ambilkan.” Maya pun meninggalkan Alena seorang diri di pinggir kolam renang.
Namun setelah itu seseorang menghampiri Alena.
“Enak sekali hidupmu ini ya, hanya makan, tidur, makan, bersantai. Memangnya di sini panti asuhan hah!!” ucap Diyah dengan ketus.
Alena melirik enggan, sangat malas rasanya waktu bersantainya diganggu oleh orang yang tidak penting.
“Lalu masalah buat kamu? Iri bilang boss. Bukannya kamu pun sama, hanya tahunya makan, tidur, rebahan. Dasar pemalas!!!” Alena tidak mau kalah membalas sindiran Diyah
“Iri? Cihh ga level ya. Status kita aja berbeda, kamu hanya wanita miskin yang dinikahi oleh Althaf. Tetapi sayangnya derajat kamu tetap rendahan!!”
“Why not, it’s my lucky right? Dan jangan lupa, disini saya istri sahnya, sedangkan kamu hanya gundiknya Althaf. Oh iya, bukannya kamu yang rendahan melakukan cara kotor agar bisa menikah dengan pria beristri!!!” Nada suaranya memang pelan tetapi begitu menusuk jantung Diyah bagian terdalam.
Wanita hamil itu hanya bisa mengepalkan tangannya, lidahnya bahkan terasa kaku dan kesulitan berbicara. Diyah seolah mendapat hantaman yang sangat keras akan ucapan Alena yang sangat tepat.
“Dasar ja-lang!!! Akan ku buat kau menyesal!” hardik Diyah sambil menendang kursi yang sedang diduduki oleh Alena.
Karena posisinya yang tidak siap, tentu saja menyebabkan Alena terjatuh. Diyah yang melihat hal itu memilih untuk pergi meninggalkan Alena seorang diri sambil bibirnya komat kamit mengumpat.
“Dasar sinting!! Untung bunting, kalau ga sudah aku sumpahin mandul!” umpat Alena kesal.
Alena pun berusaha untuk kembali ke atas kursinya dengan susah payah, rasa lelah di tubuhnya akibat terapi berjalan membuatnya merasa lemas.
Bbbyyuurrrrr
Tubuh Alena terjatuh ke dalam kolam renang, dia berusaha untuk menggerakkan kedua tangannya agar mencapai permukaan. Sayang kedua kakinya tidak dapat digerakkan karena masih menderita kelumpuhan.
“To–to-tolong!!” teriak Alena berusaha mencari pertolongan.
Sayangnya tubuhnya kembali tenggelam karena kedua tangannya tak lagi sanggup digerakkan. Alena pun tak sengaja menelan air karena tak sempat mengambil napas saat dipermukaan.
“Althaf… tolong aku Mas!!” gumam Alena dalam hati.
Tentu karena pernah merasakan kematian sebelumnya, Alena saat ini tak ini mati untuk yang kedua kalinya. Maka dengan sisa tenaganya dan udara terakhir yang tersimpan di paru-parunya Alena berusaha menyelamatkan diri. Tapi semuanya sia-sia, Alena kehabisan tenaga dan tubuhnya tenggelam ke dasar kolam.
“Alena…… Tidak!!!”
maka ny cepat2 sadar diri ,,
sblum jatuh ny harga diri ,,
/Smug//Smug//Smug//Chuckle/
Pak su diam dlu aj yx ,, sayangi nyawa anda yx Pak su ,, 🤭🤣🤣🤣
nama udh keren2 di panggil ny kodok buruk ,, 🤣🤣🤣
lah suaminya ngga ada fungsinya.
aturan Alena Ama Gilbert aja.