Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAHABAT KECIL
" Vina,," teriak Putri dari kejauhan
" kenapa Put, lari lari gitu." ucapku heran
" ada kabar mengejutkan ." jawab Putri sambil terengah engah.
" apa si" jawabku penasaran.
Putri memperlihatkan ponsel miliknya.
" liat, Evan posting kalau dia lagi balik ke indo." ucap Putri sambil mengatur napasnya.
" lu belum tau kan? Makanya kalau punya Instagram itu dibuka, jangan cuma buat menuhin memory doank." ejek Putri.
" kenapa ya dia pulang? ." tanyaku pada Putri.
Putri hanya menaikkan bahunya.
" dia masih inget kita gak ya?" tanyaku lagi
" pasti lah, kita kan sahabat kecilnya, kalau bukan kita siapa lagi yang mau ditemuinya." jawab Putri percaya diri.
Evan adalah teman smp kami,
kita sangat dekat kala itu. Bisa dibilang dia adalah cinta pertamaku, ya walau aku mengaguminya dalam diam.
Lulus SMP dia ikut orang tuanya ke New York.
Mendengar kabar kepulangannya membuatku cukup kaget tapi juga senang.
.............
Hari ini hanya ada 1 kelas jadi aku pulang lebih awal.
Dirumah sepi, mobil Kak Rey belum nampak.
Aku duduk di balkon kamar sambil mendengarkan musik.
Setelah sekian lama ku buka kembali akun instagram milikku.
Ku tulis nama EVAN dalam pencarian teman.
"wah Evan udah banyak berubah sekarang" suara batinku setelah melihat foto di akunnya.
Bruuum bruuum bruuum
Terdengar suara bising knalpot motor.
Kulihat dari atas, Pak Ujang sedang membuka gerbang, lalu masuk seseorang yang tengah mengendarai motor sport warna merah.
" siapa ya?" pikirku penasaran
Toktoktoktok
"Non ada tamu." teriak Mbok Ina sambil mengetuk pintu.
" ya mbok" jawabku lalu menghampirinya.
Belum selesai aku menuruni anak tangga tiba tiba ada seseorang berlari memelukku.
Aku sampai tertegan dibuatnya, lalu ku lepaskan pelukannya pelan.
" hai Vin, apa kabar? ." ucap pria itu
" Evan?" ucapku spontan.
" kabarku baik, lu gimana?" tanyaku balik
" gue sehat, gak nyangka ya bisa ketemu lagi." ucap Evan dengan wajah berseri seri.
" kapan lu pulang?" tanyaku
" kemarin, gue kangen sama lu." jawabnya
Melihat Evan sekarang, entah kenapa jantungku berdegup kencang, rasanya senang melihatnya tak berubah seperti bayanganku.
Aku dan Evan larut dalam perbincangan.
Kami tertawa bersama, saling mengingat masa lalu, membicarakan masa depan, sampai aku lupa ada sosok yang sedari tadi memperhatikan kami.
" ehm, siapa dek? " ucap Rey dengan muka merah padamnya.
" kenalin temenku, namanya Evan," jawabku.
Mereka berjabat tangan, Kak Rey sepertinya marah ada pria lain masuk ke rumah.
" Vin dia siapa?" tanya Evan
"dia,,, dia ehhm dia.... "
" saya kakak sepupunya." ucap Rey sebelum aku sempat menjawabnya.
" ehm iya dia kakak sepupuku." jawabku lagi.
Evan hanya mengangguk.
" Vin jangan lupa selesin tugas." ucap Kak Rey ketus lalu pergi meninggalkan kami
" iya kak" jawabku lirih.
.............
" Vin udah sore gue balik dulu ya, next time ketemu lagi, okeee" ucap Evan berpamitan.
" ya Van, hati- hati." jawabku
Tiba- tiba Evan memelukku, aku hanya bisa diam tak menolak ataupun menyambut pelukan itu.
" bye Vin. " lalu memacu motornya itu.
...............
Evan sudah pulang, tapi perasaanku masih tak karuan.
Aku masuk kamar, ku lihat kak Rey tengah duduk di balkon depan.
" kak, ngapain disini? " tanyaku pelan.
Kak Rey hanya diam.
" kakak marah ya?," tanyaku lagi.
Kak Rey lalu menarik tanganku, lalu memelukku erat.
Aku sungguh merasa canggung sekarang.
Aku tau Kak Rey dari tadi menahan cemburunya.
" kak, jangan marah ya, dia sahabat kecilku." jelasku pelan
" aku juga kaget dia tiba-tiba dateng ke rumah." jelasku lebih lanjut.
Rey melepaskan pelukanku, lalu mencium bibirku lembut
Mataku terbelalak, jantungku seperti mau copot merasakan bibirnya menyentuh bibirku.
" itu hukuman karena kamu dipeluk pria lain." ucapnya lalu kembali memelukku.
Karena aku merasa bersalah aku hanya bisa menerima hukuman ini.
Nb: mau nunjukin nih visualnya putri, indah, kevin, evan dan mona
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak