NovelToon NovelToon
Pangeran Untuk Mae

Pangeran Untuk Mae

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Maemunah, gadis lajang berumur 25 thn yang belum bisa dewasa sedikit pun. Sifatnya sangat bebas dan suka bergaul dengan remaja yang bukan seumurannya. Gadis ini tidak suka bekerja dan hanya senang bermain, padahal teman" seumurannya banyak yang sudah sukses berkerja dan menikah. Putri babe Rojali dan Nyak Markoneng ini kerap kali menjadi biang kerok dan terkenal dengan kenakalannya. Sifat ini sudah ia miliki sedari kecil senang membuat onar dan membuat pusing kedua orang tuanya. Tak tahu entah cara apa lagi agar Mae beranjak dewasa, kedua orang tuanya memutuskan mencari seorang lelaki untuknya. Mae jelas menolak keras hal ini. Ia tak mau menikah dan berpacaran karena tak mau ribet. Itu melelahkan baginya, menjalani kehidupan seperti yang diinginkan barulah menyenangkan menurutnya. Akankah ada lelaki yang bisa merubah sikap buruknya itu? Berhasilkah orang tuanya mencari lelaki yang cocok dengannya? Temukan jawabannya lewat cerita novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Beberapa hari ke depan sebelum Mae menepati janjinya dengan teman barunya, Kingston. Lelaki bergaya Jepang ini, jadi sering ke perusahaan Prince untuk memberikan contoh-contoh karyanya yang baru. Bukan hanya itu saja kedekatan antara King dan Mae berhasil membuat Prince tampak kesal namun lelaki satu ini tetap masih memilih kerja sama dengannya.

Mae saat ini sedang serius menyalin pekerjaan yang di berikan Prince padanya pagi ini. Ia sampai tak sadar jika ada sudah orang di depannya.

Ehem !

King yang baru saja tiba, memberikan kode agar wanita di depannya mendongak.

Mae berhasil mendongak dan terkejut melihat teman barunya telah berdiri di depan mejanya.

"Aw, Pak King? Mau bertemu dengan Pak Prince kah?"

"Ya Bu Mae, dia ada?"

"Ada di dalam Pak."

"Oh, baiklah." King yang mengerti langsung berjalan masuk ke ruangan Prince. Namun tiba-tiba Mae berbicara lagi.

"Eh iya Pak King, lain kali panggil aku Mae saja Pak, ku lum tua-tua amat hehe." Kekeh Mae di akhir.

"Aw, kalo begitu panggil saya King juga karena kita seumuran," ujarnya sambil tersenyum.

"Oke King, itu lebih baik." Senang Mae.

"Hmm!"

Prince diam-diam mengintip dari balik jendela kaca ruangannya. Tampak terlukis jelas di wajahnya jika ia sedang cemburu saat ini. Sedangkan di luar, Mae dan King saling melempar senyum setelah mereka bertukar nomer telepon. Saat melihat King hendak masuk ke ruangannya, dengan cepat Prince kembali ke tempat duduknya kembali sambil membenarkan setelan jasnya.

King membuka pintu dan langsung menyapa Prince di sana.

"Selamat pagi Pak Prince!"

"Pagi!" balasnya, "Oh ya panggil saya Prince saja. Kita seumuran," lanjutnya sambil tersenyum.

"Oh ya, kita sudah berteman ya sekarang?"

"Hmm, mari kita bahas kerjasama kita." Prince mengangguk dan berdiri untuk menuju sofa pertemuan.

"Oke!" King mengangguk setuju.

Mereka berdua sekarang beralih ke sofa untuk membicarakan bisnis mereka. King mulai memperlihatkan contoh desain-desain antik miliknya pada Prince lewat laptopnya.

Terlihat jika Prince sangat puas dengan contoh desain milik partner bisnisnya.

"Kamu sangat detail dalam membuat desain ini, saya sangat menyukainya," puji Prince pada desain karya King.

Raut wajah King tentu saja langsung menggambarkan rasa senang.

Tok tok !

"Masuk!" Perintah Prince.

Mae yang datang dengan membawa dua cangkir teh segera menaruhnya di meja.

"Makasih," ucap Prince padanya.

"Ya Pak," balas Mae mengangguk.

"Mae!" King memanggilnya disaat hendak kembali.

Mae menoleh dan King langsung memberikan isyarat dengan menunjuk ponselnya. Mae mengerti maksud lelaki itu jika ia diminta untuk mengecek pesan di ponselnya.

Tanda "OK" dari tangannya di luncurkan tanda Mae menyetujui isi pesan teks milik King. Mata Prince mengarah diantara keduanya. Ia cukup penasaran dengan yang terjadi.

Ehem !

Prince memilih berdehem agar drama diantara keduanya berakhir. Mae pun segera kembali untuk melanjutkan tugasnya.

Prince dan King kini berlanjut fokus pada pembahasan kerjasamanya. Kerja sama mereka untuk saat ini terbilang masih lancar dan berharap akan seterusnya sampai proyek desain terbaru perusahaan Green Heaven Design sukses di luncurkan.

Satu jam akhirnya usai sudah pertemuan mereka hari ini. Pertemuan di akhiri dengan saling berjabat tangan di antara keduanya.

"Terima kasih untuk hari ini," ucap Prince yang puas.

"Sama-sama Prince. Kalau begitu ku pamit undur diri!"

Prince mengangguk. Namun saat King hendak membuka pintu, mendadak Prince menyetopnya.

"Ada yang terlewatkan Prince?" tanya King heran.

"Tidak, hati-hati di jalan," jawabnya canggung. Mendadak dirinya malah menggeleng sambil pura-pura tersenyum.

"Ya tentu," ucap King tersenyum lalu pergi.

Niat ingin bertanya, mendadak yang terucap dari mulutnya adalah hal lain. Ia sangat menyesalinya karena tak berhasil mengetahui sesuatu diantara sekretaris dan partner bisnisnya itu.

Melihat King akan pergi, Mae langsung berdiri sambil memberikan senyuman padanya. King lagi-lagi memberikan kode pada Mae agar gadis ini tak melupakan janjinya nanti siang.

"Ya aku ingat," ucap Mae menyakinkan King lagi.

"Ok ok!" Angguknya.

King pun benar-benar pergi meninggalkan kantor sekarang. Prince yang kesal memilih berjalan melewati Mae begitu saja.

"Pak Prince mau kemana?" Cegat Mae langsung bertanya.

Heran yang di rasa, Mae jadi menggaruk kepalanya karena bingung dengan Prince yang tak menjawab dirinya.

......................

Makan siang sudah tiba, Mae sudah sedari tadi mempercepat pekerjaannya agar bisa makan siang dengan King. Hal yang ia janjikan tadi selain berkunjung ke tokonya, King ternyata mengajaknya makan siang bersama untuk merayakan awal pertemanan mereka.

Baru saja mau berdiri, tiba-tiba Raka datang sambil membawa setumpuk berkah dan menaruhnya di meja. Mae tentu saja langsung bertanya padanya.

"Apa ini?" tanya Mae heran.

"Bukan dari ku tapi dari dia," jawab Raka sambil menunjuk ke dalam ruangan Prince.

Mae menoleh ke arah ruangan Prince dan terlihat dari kaca jika Prince tersenyum sambil mempersilahkan sekretarisnya untuk mengerjakan tugas-tugas darinya.

"Huh!" Mae menghela nafasnya kasar dan pergi menemui Prince di ruangannya. Sementara Raka setelah membereskan tugasnya langsung berpamitan pada sahabatnya untuk pergi makan.

Karena sepi tanpa mengetuk pintu, Mae langsung menerobos masuk ke ruangannya. Tampak Prince duduk santai sambil menyeruput kopinya.

"Prince, gue ada janji. Itu nanti saja ya tugas dari lu," bujuk Mae padanya.

Prince pun langsung menggerakkan telunjuknya sambil berucap pelan, "No, no, no !" disertai dengan raut wajah yang menjengkelkan.

"Heh!" Dengan kesal Mae kembali dan menutup kembali pintu ruangan bosnya dengan keras.

Sebelum duduk, ia melirik tajam ke arah Prince dari jendela kaca ruangannya. Mae menjadi semakin kesal karena Prince malah membalasnya dengan senyum lebarnya.

Prince tak sia-sia pergi ke kamar mandi tadi karena saat kembali, ia mendapati Mae sedang di tanyai oleh Jumi si tukang kepo.

Flashback mundur beberapa jam lalu.

"Mae, lu jujur ma gue. Ada apa diantara kalian berdua?" Kepo Jumi padanya.

"Aku dengan Prince? Kan lu dah tau."

"Bukan, tapi lu ma si King King itu," tukas Jumi langsung serius.

"Owh tak ada apa-apa, kita cuma temen aja."

"Oh temen ya, terus tadi Pak King ngasih kode-kode itu tanda apaan coba?" tanyanya lagi.

"Haish, dasar kepo lu." Mae menoel dahi rekannya itu. "King cuma ngajak makan siang bareng ja, buat ngerayain hari pertama pertemanan kita," jelas Mae.

Prince yang menguping di balik dinding, mengangguk tersenyum seolah ada ide yang melintas dari pikirannya.

Kembali di waktu sekarang.

Semua karyawan telah kembali dari istirahat makan siangnya. Sayang sekali, Mae tak bisa menepati janjinya dengan King untuk makan bersama.

Di sebuah cafe, King menunggu kedatangan Mae di sana. Namun sudah hampir sejam lebih yang di tunggu belum juga datang. Mendadak ponselnya berbunyi. Pesan teks dari Mae muncul disana. Setelah membaca pesan tersebut, King menghela nafasnya dan beranjak pergi untuk kembali pulang.

Jam terus berputar hingga tak berasa waktu bekerja telah berakhir. Para pekerja sedikit demi sedikit mulai menghilang dari kantor. Mae yang masih sibuk tak sadar dengan waktu yang sudah berlalu.

Raka yang siap untuk pulang, penasaran mengintip ke arah meja Mae. Ia lalu berjalan menghampirinya.

"Astaga lu masih lum selesai E?" Kaget Raka ketika melihat sahabatnya masih dihadapkan dengan segudang berkas-berkas.

"Belum Rak, masih banyak ini puyeng gue," keluh nya.

"Oke lah semangat ya, gue balik duluan!" Karena tahu sahabatnya akan meminta tolong, Raka pun memilih berpamitan sambil memberikan sedikit dukungan padanya.

"Rak, lu kagak ada niatan bantuin gue gitu?" tanya Mae padanya sebelum benar-benar pergi.

"Hehe, lu kerjain sendiri aja ya. Bye E!" Raka terkekeh dan menjawab cepat sambil melesat pergi.

"Dasar temen kurang asem!" umpat Mae kesal.

Setelah kepergian Raka, ia lalu melihat Jumi yang juga hendak pergi meninggalkan kantor. Mae pun segera memanggilnya, berharap teman kantornya mau membantu dirinya.

"Jum!" Panggilnya.

Belum juga meminta bantuan padanya dengan cepat Jumi langsung merapatkan kedua tangannya sambil berucap, "Maaf E, semangat!" Agar Mae tak marah, ia memberikan dukungan padanya menggunakan gerakan tangannya.

"Huh! Ya sudah lah gue pasrah."

Prince bangkit dari tempat kerjanya dan bersiap untuk pulang. Terlihat Mae masih membolak-balik halaman dokumen yang di kerjakannya sambil memegangi kepala. Ada rasa kasihan juga melihat Mae kerja sendiri tanpa bantuan siapapun.

"Mae!" panggilnya.

"Ya Pak." Mae langsung berdiri.

"Apa belum selesai?" tanya Prince padanya.

"Ya belum lah, lu kasih kerjaan gak kira-kira mana mungkin selesai," jawab Mae tak santai sambil menunjuk tugas-tugasnya.

Bukannya merasa bersalah, Prince justru acuh tak acuh dan langsung berpamitan padanya. "Owh kalau begitu semangat ya, saya pulang dulu!"

"Haish! Iya Pak, hati-hati." Desis Mae terpaksa mengangguk.

Kruyuk kruyuk !

Perut Mae tiba-tiba berbunyi dan terdengar oleh Prince yang baru saja melangkah pergi.

Prince mundur kembali. "Ah iya satu lagi jangan lupa pesan makanan, jaga kesehatan," pesannya sambil tersenyum.

Prince pun kembali meninggalkan Mae sendirian di kantor. Hari sudah mulai gelap, namun pekerjaannya belum terselesaikan sedari tadi. Mae memilih menahan rasa laparnya sebelum pekerjaannya usai.

Sedang fokus-fokus nya. Tiba-tiba Prince datang kembali sambil membawa makanan untuknya. Ia meletakkan di meja dan membuat Mae menghentikan pekerjaannya.

"Untukku?" Kaget Mae menatap Prince.

"Ya, makanlah! Biar ku bantu!" Walau tadi kelihatan acuh tak acuh, Prince akhirnya memutuskan kembali dan menawarkan bantuan padanya.

Wajah Mae langsung sumringah mendengarnya. "Sungguh?"

Prince mengangguk.

Mae melebarkan senyumnya senang dan langsung beralih ke makanannya. Gadis ini sangat lapar sehingga tak peduli dengan Prince yang mulai membantu mengerjakan tugas-tugasnya.

Kruyuk kruyuk !

Kini giliran perut Prince yang berbunyi. Mae yang mendengarnya memilih berhenti makan dan menoleh ke arah Prince. "Lu lum makan juga?"

"Hehe." Kekeh Prince pelan.

"Aish lu bener-bener ya. Ini aa!" Mae langsung mengarahkan sendok yang berisi nasi ke mulut Prince.

"Ha?"

Prince bingung. Mae lalu memberikan kode agar lelaki di depannya segera membuka mulutnya.

Prince menurut dan perlahan membuka mulutnya. Dengan cepat sesendok nasi, Mae luncurkan ke mulutnya.

"Enak kan?"

Prince tersenyum mengangguk-angguk. Mae ikut tersenyum senang mengetahui hal itu.

"Sudah tinggalkan saja. Mari makan, akan ku bagi setengahnya untukmu!" suruh Mae padanya.

Akhirnya mereka berdua makan malam bersama di kantor dengan gembira. Mae tak merasa kesal lagi pada bosnya karena ia sudah peduli padanya. Pekerjaan yang tadi menumpuk sekarang bisa di selesaikan dengan adanya Prince yang membantu.

BERSAMBUNG

1
🏡s⃝ᴿ YULIA ѕ⍣⃝✰
waduh... ketahuan nyak lu Mae... gimana dong...🤣🤣🤣
☠ ᵏᵋᶜᶟ𝐀𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧ᵇᵃˢᵉ☪️༄⃞⃟⚡
kasihantuh babe yaaa sama emak😄
💫Tasya💫Alfarisi: Hai kak, mau event baca berhadiah ngga nih 😚 kebetulan kita lagi Adain event baca berhadiah buat yang suka horor. Mana tahu kakak jadi pemenangnya. Bisa follback aku ya kak 😊😊
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ YULIA ѕ⍣⃝✰
Mae ini timbiy banget ya..🤣🤣🤣 kelakuannya juga..🤣🤣🤣
🏡⃟ªʸUma kalem,, ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ 🔔
next mampir
Ida Kitty
seneng banget liat teman" Mae pada mendukung hubungan Mae ma prince, kompak lagi kasih surprise ke Mae. 👍👍
Ida Kitty
ishh.. kak jinda usil y, bisa"nya ngeprenk reader, kirain bener dilamar. awas y.. 😠🤭
Ida Kitty
akhirnya kamu dilamar pangeranmu e, duh gak kebayang senengnya si Mae.
Soraya
ini juga blm up🤕
Ida Kitty
wah, sebulan j bisa gemoy kmu Jum pacaran ma Raka. gmn loh, tiap hari dikasih cemilan ma Raka. 😂
Ida Kitty
yaelah prince.. lebay banget c lu gak bisa banget pisah bentar ma Mae. 🤦
Soraya
aku yang senyum-senyum😂
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
huumm fokus - fokus tralala..../Facepalm/
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
waauwww..... King ngelamar dgn cara lain drpd yg lain.....pake drama segala..... tp kejutannya kerennnn...👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah komedi romantis dari zaman Bocil sampai dewasa 👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
punya dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
kotak cincin tunangan ya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
masa lalu yang menjadi kenangan indah 🤭
Soraya
up lagi thor, mawar mendarat. 🫠
ngakak terus sama kelakuan Mae😂
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
bernostalgila an Mae sama si Prince di TK 😂
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
heboh ya Mae bercerita sampe semua anggota badan gerak.. lucu kayaknya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!