NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Reinata Ramadani

Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.

CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.

Ig : @reinata_r

Untuk readers tersayang

Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...

Gomawo chingu 💞💞💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Tengah Malam

°°°~Happy Reading guys~°°°

Dingin mulai memenuhi seluruh ruangan, kaca-kaca mulai berkeringat karena menahan dingin yang begitu melilit di sekujur tubuhnya.

Karin bangkit dari tidurnya, meraih remote AC dan mulai menaikkan suhunya agar tubuhnya tak membeku kedinginan.

Karin merebahkan tubuhnya lagi, menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut tebal hingga hanya wajahnya yang terlihat, bahkan telinga dan kepalanya turut bersarang di dalam selimut itu.

Kruuuuk kruuuuk....

Suara nyaring terdengar dari balik perutnya yang menampung permukiman cacing, didalamnya terdengar riuh dengan nyanyian cacing yang kehabisan pasokan makan malamnya.

" Haduh, lapar banget... " Karin mendengus kelaparan.

Karin memencet tombol on ponselnya, hanya satu tujuannya, yaitu memelototi jam yang bertengger di sisi kanan atas ponselnya.

" Gila, bisa-bisanya lapar ditengah malam " Gerutu Karin yang mendapati ponselnya menunjukkan jam satu dini hari.

Karin pun menghiraukan nyanyian cacing yang senantiasa menggema dari balik perutnya, kembali memejamkan matanya untuk menjemput sang mimpi kembali merengkuhnya.

Lama ia memejamkan matanya, membetulkan posisi tidurnya berkali-kali, menggulingkan badannya ke kanan dan kiri, tapi tetap saja tak mampu menahan perutnya yang sudah kosong melompong dan hanya dihuni sarang laba-laba.

Karin pun memutuskan membangkitkan tubuhnya, mulai melangkahkan kakinya menuju dapur, berharap disana ia bisa mengobati rasa laparnya.

Karin mulai menghidupkan senter ponselnya, mengarahkannya ke lantai yang akan dipijaknya karena semua ruangan tampak gelap gulita, hanya satu dua lampu yang menerangi sudut tertentu dari mansion itu.

Sesampainya di dapur, Karin menghidupkan lampu dapur yang sebelumnya di padamkan, membuat Karin dengan leluasa melihat apa saja yang terdapat di dalam dapur itu.

Tujuan destinasi pertamanya adalah rak atas yang mungkin menyimpan cemilan atau roti yang bisa mengganjal perutnya. Namun hasilnya nihil, disana hanya terpampang bumbu-bumbu dapur yang beraneka macam.

Karin mengalihkan tubuhnya ke sebelah kanan rak itu, sebuah kulkas 4 pintu yang besarnya melebihi lemari pakaian di rumah lawasnya bertengger gagah disana.

Ia membuka pintu kulkas itu satu persatu, seketika air liurnya mulai bercucuran keluar dari mulutnya saat mendapati banyak makanan, buah-buahan, dan beraneka macam snack bertengger di dalam kulkas mewah itu.

Karin menjongkokkan tubuhnya, tangannya berangsur meraih buah apel yang terdapat di rak paling bawah dari kulkas itu. Tak kuat menahan godaan buah merah menyala itu, Karin langsung melahap apel itu di depan kulkas yang masih setia membuka dan mulai mengeluarkan kepulan kabut putih karena saking dinginnya.

Tiga gigitan sudah mendarat di permukaan apel merah itu, ia beranjak berdiri untuk mencari makanan lain karena rasa ingin untuk nyemil tiba-tiba meningkat pesat.

Duggg....

Apel ditangannya terjatuh dan akhirnya menggelinding sesaat setelah matanya menangkap sesosok yang kini sedang menatapnya tajam. Siapa lagi kalau bukan Marcel, pemilik sorot mata paling tajam yang ketajaman matanya melebihi pedang kesatria.

Apes banget sih ketemu ini orang di tengah malam...

Batin Karin.

Marcel menelungkupkan kedua tangannya didepan dadanya, memandang Karin yang masih mematung di depan pintu kulkas yang masih terbuka lebar.

Marcel mengalihkan pandangannya ke buah apel yang kini menggelinding mendekati kakinya, tampaknya ia tahu apa yang sedang di lakukan Karin setelah melihat bekas gigitan yang terpampang jelas dipermukaan apel itu.

" Apa yang kamu lakukan di tengah malam? " Marcel membuka suara.

" Nggak lihat? Itu lagi makan apel... " Sahut Karin sembari mendongakkan wajahnya menuju apel yang sudah menggelinding ke samping kaki Marcel.

" Benar-benar, memangnya semalam belum cukup dengan dua piring nasi? "

Karin hanya diam membisu, mengerucutkan bibirnya hingga maju beberapa centi.

" Haduh, kenapa dia mengungkitnya lagi sih. Semalam aja udah kehilangan muka karena harus nambah seporsi nasi gara-gara perut yang masih berontak. Sekarang, lagi dikeroyok gara-gara nyuri apel di tengah malam, mukaku tidak setebal itu tau... " Batin Karin mendemo dirinya sendiri.

" Hai, punggungmu tidak dingin? " Ucap Marcel yang mendapati Karin masih saja mematung di depan pintu kulkas yang masih terbuka dengan uap dingin yang mulai menebal.

Sadar dari lamunannya dan mulai merasakan dingin menyelimuti sekujur belakang tubuhnya, Karin segera mengambil satu lagi buah apel dari kulkas itu dan menutup rapat pintu kulkas itu dengan sekali hempasan.

Karin melangkahkan kakinya menuju kursi yang tepat berada di samping Marcel berdiri, mendudukkan tubuhnya, kemudian memakan lagi apel kedua yang ia ambil dari kulkas itu.

" Kamu ngapain ke dapur. Pasti cari makan juga kan? " Sindir Karin.

" Memangnya aku serakus dirimu? " Ucap Marcel meremehkan, sembari menatap Karin yang mulutnya mulai menggelembung karena dipenuhi dengan buah apel di dalamnya.

" Kenyataannya seperti itu kan? "

" Kamu memang bodoh, sampai tidak bisa menilai orang lain dengan baik "

" Aku kan bukan guru, ya nggak bisa kasih nilai lah... " Karin menimpali.

" Aku tidak bisa tidur, makannya keluar larut malam, puas? " Jelas Marcel yang mulai kesal dengan celotehan Karin yang tidak ada habisnya jika ia bantah, sedang Karin hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti.

" Mau ku buatkan kopi? " Karin menawari Marcel tanpa sungkan.

" Hemmm " Jawab Marcel hanya mengerang.

Karin mulai meracik kopinya di mesin kopi. Tak sulit ia melakukannya, mengingat ia pernah bekerja di kafe milik Beni dan pernah merasakan menjajal menjadi bartender. Meski hanya menjajal karena penasaran, tapi ia cukup lihai saat melakukannya.

Satu cangkir ice americano berhasil dibuatnya, segera ia sajikan untuk Marcel yang kini tengah menunggunya di kursi samping yang tadi ia duduki.

" Kau tidak ingin meracuniku kan... " Tanya Marcel sembari mengamati kopi yang sudah tersaji di depannya.

" Kalau tidak mau ya udah, aku minum sendiri saja... " Jawab Karin kesal, hendak mengambil kembali kopi yang telah di taruhnya didepan Marcel.

" Singkirkan tanganmu... " Marcel menghempaskan tangan Karin dan menjauhkannya dari kopi miliknya, seperti tak rela jika barang miliknya di renggut orang lain.

" Minum aja repot banget... " Batin Karin mulai kesal.

____________

Hi hi hi readers tersayangku🐣

Selalu dukung author yah....

Dengan like, rate, vote dan masukin ke list favorite kalian semua....

Salam cinta dari Reina, muachhhh 😘😘

1
Napoleon
si Sinta blm tau aja kalo suaminya sahabat nya CEO di perusahaan dia magang 😂
Napoleon
moga aja paman Ama bibi nya Marcel baik sih , Jan sampe kek ibu Ama adek nya
Napoleon
ngidam nya banyak kali ah ,
Napoleon
waduh ketahuan ini
Napoleon
lagi hamil permintaan nya gak bisa ditolak
Napoleon
sepertinya ini tidak akan ke 1 tahun pasti selamanya
Ucie
siap2 Ratih. n
Kezie fitri
bagus thor,,
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏
Rina Yulianti
sepertinya karin hamil deh
Rina Yulianti
ini pasti marcel anaknya marcus dan ana
Amelia Putri
rejeki nomplok marcelllll menyala abangku
Eno Pahlevi
ayo up lagi yg banyak thor
Jumi Eko
bagus
Sunarmi Narmi
Kpan ini belnjut Thor...kutunggu ya ...
melting_harmony
Luar biasa
Rita Susanti
ggk pake lama kali thor upnys
senja indah
torrr lnjutin lgi donk ini
Rafael Dika
aqu mampir kk..
Irna Slalu Dy Hati
cerita nya bgus bget.
Ida Lailamajenun
sekian banyak baca baru ini ktmu ma tokoh wanita nya yg lembek kayak bubur ayam.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!