NovelToon NovelToon
Suddenly, I Became A Wife Of Lecturer

Suddenly, I Became A Wife Of Lecturer

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Dosen / Perjodohan
Popularitas:259.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: IFAngel

On Going

Suddenly, I became a Wife of Lecturer.

•••

Adhiandra, dosen Matematika yang berusia kepala tiga ini terus ditodong pertanyaan yang sama 'Kapan nikah?'.
Soalnya sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, tinggal dia yang belum kelihatan belum bawa calon mantu.
Dijodohkan jadi solusinya, tetapi masalah tak selesai sampai disitu.

"Apalagi mahasiswi ... gak dah, gak minat sama yang piyik."

***

Kanaya, mahasiswi tingkat akhir yang sedang mempersiapkan tugas menyusun skripsi. Tetapi di tengah kesibukannya itu, dia diminta orangtuanya untuk menikah.
Kata orangtuanya, mereka kenal dekat. Tetapi siapa sangka ... dengan seorang pria yang ternyata adalah dosen di kampusnya.

"Kirain gue mah, jodoh gue deket itu lima langkah dari rumah. Taunya sama dosen kelas sebelah."

•••

Genre :
Romantis, Kampus, Friendship, Family, Slice of Life > Marriage Life.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IFAngel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Part 14.2]

Kelas Adimas baru saja usai. Dia keluar kelas, namun tak menemukan seseorang yang biasa menunggunya.

Adimas berhenti sejenak di koridor sembari mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

"Ngapain, Dim?" tanya seorang mahasiswa yang merupakan teman sekelasnya.

"Nyariin doi -nya dia, belum disamperin soalnya," sahut mahasiswa lainnya.

"Berisik! Pergi lo pada, sono!" usir Dimas sembari menendang udara ke arah dua teman sekelasnya itu.

Sementara dua temannya itu hanya balas tertawa mengejeknya.

Dimas :

Nay, masih nguli? Gue tunggu di gerbang ya.

Dimas mengirim pesan What'sup nya pada Kanaya lalu dia pergi.

°

°

Sudah lewat beberapa puluh menit Dimas menunggu, tetapi Kanaya belum juga lewat gerbang kampus. Bahkan pesan What'sup nya tidak dibaca.

Ada apa gerangan?

Haruskah Dimas menghampiri Kanaya di kelasnya?

Tapi motornya siapa yang mau nungguin?

Dimas melihat satpam kampusnya, timbul niat untuk bertanya -barang kali dia bisa minta tolong. Lalu Dimas menghampiri si satpam.

"Permisi ... Maaf Pak, saya boleh minta tolong? Itu … Saya ada yang ketinggalan. Titip motor saya di sini, boleh?" tanya Adimas.

Si Bapak Satpam tampak berpikir sejenak. "Ya udah sana, tapi jangan lama-lama. Saya kan bukan tukang parkir."

"Baik Pak, terima kasih," ucap Adimas lalu dia berlari memasuki kawasan kampusnya kembali.

Namun belum jauh, dia melihat salah seorang temannya Kanaya -si Adel. Adimas lantas memanggil seraya menghampirinya.

"Eh! Kenapa, Dim?" tanya Adel bingung karena melihat Adimas yang ngos-ngosan kayak abis dikejar Soang.

Adimas sejenak mengatur nafasnya dahulu. "Kanaya mana?" tanyanya to the point.

"Dasar Bucin!! Doi mulu yang ditanyain," sahut Adel malah meledek Adimas.

"Hee~ serius. Dari tadi gue tungguin terus What'sup -in dia gak ada jawaban," ujar Adimas.

"Biasa aja keles khawatirnya. Tenang aja, gak ada lo tapi Kanaya udah ada yang nganter pulang kok," jawab Adel.

"Kanaya pulang? Kenapa? Sama siapa?" tanya Adimas cepat.

"Gak papa, gak enak badan aja dia. Eh! Tapi dia sempet pingsan tadi. Terus dibawa ke ruang kesehatan, terus ditungguin sama Jani, terus pas dia bangun … pulang naik ojek deh," beritahu Adel.

"Kanaya sampe pingsan? Sakit apa dia?" tanya Adimas masih tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.

"Tanyalah sendiri, lo kan juga tetanggaan ... cuma lima langkah juga udah ketemu," sahut Adel.

"Ya udah … gue pulang ya, Del," pamit Adimas.

"Eee~ Tunggu Dim!" Cegah Adel sembari menarik tas Adimas.

"Apa?"

"Anterin gue pulang dong. Belakang lo kosong, kan?" pinta Adel.

Adimas menghela nafas sebelum mengiyakannya.

---

"Makasih Pak, udah boleh titip motor saya," ucap Adimas seraya menyerahkan sebuah kantong berisi gorengan. "Ini Pak, dimakan … lumayan buat ganjel perut."

"Eh … gak usah Mas, repot-repot amat. Aturan tadi mah, kalo gitu mending sekalian aja taro motornya di parkiran," ucap Bapak dengan halus.

"Takut gak keburu, Pak," jawab Adimas.

"Oh …,"seru si Bapak satpam saat matanya tertuju pada sosok mahasiswi yang berdiri di belakang Adimas -si Adel. "Lah … lagian Mas, masa pacarnya bisa lupa -ditinggalin."

"Eee!! Bukan Pak, saya bukan pacarnya. Saya ini calon iparnya," jawab Adel.

"Loh?" Adimas balik menatap Adel.

Calon ipar dari mana coba? Kenal sodara si Adel juga enggak.

"Kalau begitu, kita permisi ya Pak," ucap Adel pamit.

°

°

°

Setelah nganter Adel dengan selamat, Adimas berkendara pulang. Namun saat tiba di rumah, dia cuman menaruh tasnya dan pergi pamit lagi pada sang Ibu.

Adimas tidak pergi jauh-jauh, cuman ke rumah sebelah yang jaraknya lima langkah jika tak memutar pagar. Kemana lagi tujuannya kalau bukan untuk ketemu Kanaya, dan dia tak lupa dengan buah tangan yang isinya tentu juga buah.

Tapi sayang, pas Adimas berniat menjenguk Kanaya … ternyata orangnya sedang tidur. Jadi cuman titipannya saja yang sampai. Sementara dirinya kembali pulang.

---

Adimas :

Cepet sembuh ya, Nay.

Dimas mengirim pesan What'sup ke Kanaya setelah dia membaringkan diri di ranjang tidurnya.

Adimas menaruh ponselnya di sebelah dirinya. Setelahnya matanya tertuju memandangi langit-langit kamarnya. Pikirannya kembali berpetualang pada satu hari lalu, saat dia dan Kanaya pergi ke Baywalk Mall Jakarta Utara.

Padahal niatnya Adimas, dia ingin menembak Kanaya -mengutarakan perasaannya yang sudah cukup lama dia pendam. Dia sengaja memilih tempat yang menurutnya cukup romantis, sebuah restoran terapung dan mereka dapat melihat matahari terbenam.

Namun sayang, saat itu cuacanya hujan.

Merasa momennya kurang pas, dia jadi mengurungkan niatnya.

Adimas kembali menghela nafas.

Sebenarnya ada rasa kecewa juga tidak enak pada Kanaya. Adimas berpikir, mungkin saja Kanaya sudah tahu maksudnya mengajak gadis itu pergi -karena teman gadis itu juga sudah ribut soal P.J dan tadi juga si Adel kembali membahasnya.

Ya~ soal 'Calon Ipar' yang Adel maksud itu, Kanaya.

Kalau udah gini, mau taruh dimana coba muka dia -di hadapan Kanaya dan dua temannya itu.

Semoga saja, akan ada momen yang cocok buat dia menyatakan perasaannya kembali. Setidaknya dia harus merencanakannya lagi.

°°

T

B

C

°°

LIKE

COMMENTS

VOTE

Thank you for reading.

•••

*gambar dari google

aku juga belom pernah kesana .. hoho ..

1
LaVoiser
2 tahun di tungguin ga ada kabar🥺
LaVoiser
ini sudah lama sekali gak up ya.. kakak author kemanakah??
Pipit Agustus
ok
desi yuliantari
sangat bagus
Ariani81Desi
sweet banget kata kata nya 😍
Ariani81Desi
semangat Kanaya😂😂😂
Ariani81Desi
punya temen kayak si Adel nggak bakalan kesepian,pasti rame terus🤗
Ariani81Desi
ikutan deg degan gara' si Adel😂
Ariani81Desi
yang pasti gosip nya nggak bakalan habis' tu emak' di kompleks
Ariani81Desi
Ada' saja si Adel,Uda ngakuin aja pak dosen calon imam nya😂
Ariani81Desi
nungguin jodoh kayak pak Adi aja deh😍
Ariani81Desi
maw semua nya deh Thor😂
Ariani81Desi
Di awal cerita sdh menarik
Lentinar Manik
gk menarik ceritaya
Erlina Saffa
𝘶𝘱 𝘵𝘩𝘰r🙏
JungkookWifeee
akhir nya up to the date seneng banget deh
nay_nay
Nggak sabar nunggu mereka berdua yang bikin baper😘😘😘
Lona Alesha
semangat terus KK 💪💪💪
🌺💞Alma Maula💞🌺
yaaaaahh bersambung lagi..padahl lagi uwu uwu'y..🤭🤭
Pipit Agustus
smg cpt goal ya mas adi, ada adhi junior, tumben jg si kanaya manja2.. lanjut kak othor jgn lama2 ya..😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!