NovelToon NovelToon
Sad Girl

Sad Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nengjihan

Aleta Quenby Elvina, seorang cewek kuat yang menghadapi kejamnya kehidupan. Dia sering di hina karena ia miskin, dia tidak pernah punya teman karena orang-orang jijik padanya.

Aleta selalu di bully, bahkan di siksa karena dia miskin. Tapi dia tidak pernah membenci orang yang telah melukainya, justru ia ingin terlihat kuat di depan orang-orang melukainya. Dia selalu tersenyum ketika dia tersiksa, dan dia berharap kebahagiaan cepat datang kepadanya.

Kebahagiaan itu datang ketika dia bertemu dengan seorang laki-laki, laki-laki itu mengenalkan kebahagiaan pada Aleta, walaupun kebahagiaan itu hanya sesaat.

Maaf kalau cerita ini terlalu sadis. Tapi, di balik itu semua. Ada pesan moral yang bisa kalian ambil. Contohnya, syukuri apa yang kita punya saat ini. Jangan sombong atas apa yang kita punya. Dan, berbuat baiklah pada sesama manusia.

Jangan sombong ketika memiliki segalanya, Allah bisa saja mengambil segalanya itu kapan saja yang ia mau.

Ini hanya cerita fiksi!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nengjihan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

{Chapter 22}

"Jika kau merasa sedih dan putus asa dengan semuanya, maka percayalah Allah akan memberikan kebahagiaan yang tak ternilai untukmu yang tidak ada apa-apanya dengan kesedihanmu."

Happy Reading ♥

🍁

Aleta duduk di kursi rodanya sambil memandang ke arah jendela yang terbuka di ruangannya, semilir angin menerpa lembut pipinya. Aleta sangat bosen di rumah sakit, ia ingin segara pulang ke rumah.

Milka membuka pintu ruangan Aleta lalu ia mendekati Aleta. "Aleta," panggil Milka.

Aleta menoleh ke arah Milka sambil tersenyum. "Dok," sapa Aleta.

Milka menarik kursi untuk duduk di samping Aleta. "Aleta, besok kamu udah boleh pulang," ucap Milka.

Aleta melirik Milka sambil tersenyum senang. Akhirnya besok ia bisa pulang ke rumahnya.

Milka tersenyum tipis saat melihat Aleta yang tampak bahagia. Ada perasaan sedih di hatinya karena Aleta akan pulang besok, Milka sudah menyayangi Aleta dan menganggap Aleta sebagai anak kandungnya sendiri.

Aleta melihat raut wajah Milka yang tampak sedih. "Dok, Dokter kenapa? Kok mukanya kaya sedih gitu? Dokter ada masalah ya? Cerita aja sama aku Dok," ujar Aleta.

Milka tersenyum tipis sambil mengelus pipi Aleta yang masih terdapat bekas luka sayatan. "Dokter ngerasa sedih karena kamu besok pulang. Nanti Dokter rindu sama kamu," ungkap Milka.

"Dokter sayang sama kamu Aleta, Dokter boleh kan nganggep kamu sebagai anak Dokter?"

Hati Aleta menghangat mendengar ucapan Milka. Ia juga menyayangi Milka karena Milka selalu memperlakukannya dengan baik. Milka selalu memberikan kasih sayang seperti seorang Ibu padanya.

Aleta menundukkan kepalanya sambil memain-mainkan jari-jari tangannya. "Apa Dokter gak malu nganggep aku sebagai anak Dokter?" tanya Aleta.

Milka mengelus rambut Aleta. "Ngapain Dokter malu? Dokter gak akan pernah malu nganggep kamu sebagai anak Dokter, Aleta. Justru Dokter bangga punya anak yang kuat seperti kamu Aleta," terang Milka.

Aleta memeluk Milka. "Makasih Dok," ucap Aleta pelan.

Milka membalas pelukan Aleta. "Sama-sama Sayang, sekarang kamu harus manggil Dokter dengan sebutan Mama ya," pinta Milka. Aleta langsung mengangguk ucapan Milka.

Aleta jadi teringat kejadian ketika ia dibully oleh teman-teman sekolahnya karena tidak punya Ibu dan juga karena ia miskin. Aleta tidak pernah bisa melupakan kejadian itu sampai sekarang.

Waktu itu ia baru saja kehilangan Ibunya kemarin tapi besoknya ia langsung dibully oleh teman-teman sekolahnya.

FLASHBACK ON

Aleta melangkah memasuki area sekolahnya dengan menggunakan seragam merah putihnya. Aleta merasa sedih saat melihat anak-anak lain diantarkan oleh Ibunya masing-masing.

Aleta juga ingin diantarkan oleh Ibunya tapi sayangnya itu tidak mungkin karena Ibunya baru saja meninggal kemarin.

Aleta tersadar dari lamunannya ketika ada yang tiba-tiba menyeretnya. Aleta ditarik oleh Lisa salah satu teman sekelasnya ke belakang sekolah. "Kasihan deh udah miskin gak punya Ibu lagi. Mending kamu ikut Ibu kamu mati sana!" ejek Lisa.

Aleta hanya diam tanpa membalas perkataan Lisa. Lisa memanggil teman-temannya yang lain. Aldo, Tika, dan juga Karin menghampiri Aleta dan juga Karin.

Aleta tersentak ketika tiba-tiba Tika mendorongnya dengan kasar sampai ia terduduk di rerumputan yang terdapat bebatuan kecil. Aleta melirik siku kanannya yang mengeluarkan darah segar.

Aldo mengambil bebatuan kecil di sekitarnya lalu ia lemparkan bebatuan kecil itu pada Aleta. Dia sangat senang bisa membully Aleta. "Dasar miskin, mati sono!" umpat Aldo.

Karin jongkok di samping Aleta lalu ia mengulurkan tangannya menjambak rambut Aleta. "Kasian banget deh hidup lo, udah miskin terus gak punya Ayah sama Ibu lagi. Kayanya lo anak pembawa sial deh makanya Ayah sama Ibu lo pergi," ujar Karin, ia menguatkan jambakannya pada Aleta.

Lisa mengeluarkan spidol warna-warni dari dalam tasnya. Ia membuka salah satu tutup spidol berwana hitam. "Pegangin tangan Aleta, gue mau hias muka dia biar makin jelek," perintah Lisa.

Aldo memegang tangan kanan Aleta sedangkan Tika memegang tangan kiri Aleta. Aleta ingin pergi dari sini, tapi ia tidak tahu bagaimana caranya agar ia bisa pergi dari sini.

Lisa mulai mencoret-coret wajah Aleta dengan spidol hitamnya. Setelah selesai mencoret-coret wajah Aleta ia beralih mencoret-coret tangan Aleta. "Lo jelek, dan sekarang lo tambah jelek," hina Lisa.

Karin tidak memperhatikan Lisa karena ia hanya fokus menjambak rambut Aleta sampai ada beberapa helai rambut Aleta yang rontok di tangannya.

Aleta menahan agar isak tangisnya tidak pecah. Aleta ingin melawan tapi rasanya percuma karena ia hanya sendirian, ia tidak akan menang melawan mereka berempat.

Lisa tertawa ketika melihat penampilan Aleta yang seperti orang gila. Tiba-tiba sebuah ide menakjubkan terlintas di pikirannya. "Kalian, awasin Aleta jangan sampai dia kabur, gue ada kejutan buat dia," perintah Lisa.

Aldo, Tika, dan Karin mengangguk mengerti. Aldo mengambil batu yang lumayan besar lalu ia melemparkan batu itu ke arah kening Aleta. "Aw," ringis Aleta ketika batu itu mengenai keningnya sampai keningnya terluka mengeluarkan darah.

Aleta menutup matanya. Aleta terus menahan agar isak tangisnya tidak pecah, ia tidak mau terlihat lemah di depan teman-temannya.

"Yaa Allah, tolong aku dari mereka. Kenapa mereka tega ngelukain aku gitu aja? Aku salah apa sama mereka?" batin Aleta.

Aleta tidak pernah berpikiran untuk membalas perlakuan Lisa dan teman-temannya padanya.

Kalau ia membalas dengan hal yang sama, apa bedanya ia dengan Lisa dan juga teman-temannya? Aleta hanya bisa bersabar dan berdoa agar teman-temannya menjadi pribadi yang lebih baik.

Lisa datang bersama teman-teman sekelasnya. Mereka terkejut melihat penampilan Aleta yang tidak karuan. Mereka juga tidak mengenali kalau itu adalah Aleta.

"Dia siapa?" tanya salah seorang dari mereka sambil menunjuk ke arah Aleta.

Lisa tersenyum miring. "Dia orang gila. Aku manggil kalian semua ke sini buat ngusir orang gila itu," terang Lisa.

Karin berdiri lalu ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Kita ambil bebatuan kecil terus lemparin ke orang gila ini," jelas Karin.

"Bener tuh kata Karin, ayuk kita lemparin orang gila ini pake batu," sahut Aldo.

Anak-anak lainnya mengambil bebatuan kecil di sekitar mereka lalu mereka melempari bebatuan kecil itu pada Aleta.

Aleta hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Air matanya mulai menetes saat merasakan perih di sekujur tubuhnya. "Sakit, aku mohon berhenti," lirih Aleta pelan.

Aleta berdiri, setelah itu ia langsung berlari ke arah wc. Lisa tersenyum puas lalu ia bertos ria dengan Aldo, Tika, dan Karin. Mereka sudah puas menyiksa Aleta.

Aleta menangis di salah satu bilik wc. Aleta merasakan perih di sekujur tubuhnya. "Sa-kit, rasanya aku bener-bener cape dengan semua ini. Kapan ya semua ini bakal berakhir? Maaf ya Oma, kali ini aku gak masuk sekolah dulu. Aku cape Oma, aku kesakitan," gumam Aleta sambil terisak.

FLASHBACK OF

Milka menatap wajah Aleta yang tampak sedih. "Kenapa Aleta? Kok sekarang malah kamu yang keliatan sedih?" tanya Milka.

Aleta menundukkan sambil tersenyum tipis. "Aku inget waktu dulu pernah dibully karena aku gak punya Ibu dan Ayah Ma," jelas Aleta yang kini memanggil Milka dengan sebutan Mama sesuai dengan permintaan Milka.

Milka memeluk Aleta. Ia mengelus punggung Aleta. "Jangan nginget hal yang buat kamu sakit hati Aleta. Sekarang kamu punya Ibu, Mama bakal berusaha jadi Ibu yang baik buat kamu. Mama sayang kamu Aleta," ungkap Milka.

Aleta merasa terharu dengan ucapan Milka sampai air matanya menetes begitu saja. Aleta merasa sangat bersyukur karena Allah mempertemukannya dengan Milka.

"Makasih Ma, karena Mama udah mau nganggep aku sebagai anak Mama. aku juga sayang sama Mama," sahut Aleta.

Milka melepaskan pelukannya. Ia menghapus air mata Aleta lalu ia mengecup kening Aleta. "Tetep kuat menghadapi semuanya Aleta. Mama percaya kamu kuat menghadapi semunya," ucap Milka.

"Mama percaya suatu saat nanti Allah pasti akan memberikan kamu kebahagiaan yang tak ternilai Aleta. Tetep kuat ya Sayang," lanjut Milka sambil tersenyum menatap Aleta.

🍁

1
LlisKrlna _10
iblis banget tu cewe
LlisKrlna _10
kek nya author emang sengaja ya bikin nangiss baca nya😭
LlisKrlna _10
banjirr ni air mata guee😭😭
teti kurniawati
cwritanya kok menderita terus
teti kurniawati
saya mampir dan sudah ditambahkan ke favorit ya, mampir juga yuk di karya aku
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini
beautiful songs kiranarukmi
Bisa jadi contoh gak baik meski hanya cerita. Terlalu mengada - ada
theonlyyoya
dikirain happy ending taunya KDI sad ending 😭🥺
theonlyyoya
tersenyum adalah cara terbaik bgi seseorang utk menutupi luka🥺😭
Putri meilani
avv
Putri meilani
keren!!
Vronc
sedihhhhh
Vronc
sedihhhhh
Vronc
sedihhhh bgtttt
Ⴝɑᷟɑᷤ͠ɑ
d
Novianty Koto
masa anak sekolahan sekejam itu,,,
Rahma Nurulfadhila
huh
Isya Asiyah
emang ada ya skolah SMA yg penuh dgn orang2 psikopat, ini msh SMA lho,,,
Isya Asiyah
bukannya nangis malah bosan Thor, gk masuk logika bgt, terlalu halu bikin ceritanya
Jihan: kalau gitu gak usah dilanjut bacanya :)
total 1 replies
Isya Asiyah
makin lama ceritanya mlah makin ngayal aja,jd susah d Terima logika
Isya Asiyah
kok rasa2nya jadi kayal bgt ceritanya,mana ada sekolah se naif itu, gk murid gk guru kok sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!