NovelToon NovelToon
Perfect Billionaire

Perfect Billionaire

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Tamat
Popularitas:531.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: sofy adisty

Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.

Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.

Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.

Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.

Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22.

Hari ini adalah hari dimana Vee di temani ibu Venter untuk fitting baju pernikahan nya. Sebenarnya Vee enggan untuk datang ke tempat yang begitu mewah karena rasanya nyalinya menjadi kecil.

"Vee," panggil Melyana menyadarkan lamunan Vee sedari tadi.

"Ah ya? Ada apa?" tanya Vee gelagapan.

Melyana mengerutkan keningnya. "Kau baik baik saja kan? Wajahmu sedikit pucat," tanya nya.

Vee mengangguk cepat. "Aku baik baik saja. Tidak ada masalah," ucapnya.

Melyana menatap tidak percaya ia pun mengirim pesan di ponselnya untuk Venter saat Vee sibuk memilih gaun yang ingin di gunakan.

Me

Bocah nakal. Apa kau

menyentuh Vee lagi?

^^^My son^^^

^^^Apa yang ibu katakan? ^^^

Me

Vee terlihat pucat dan

Dia melamun, kau tidak menyentuhnya kan?

^^^My son^^^

^^^Memangnya aku mau berbuat apa?^^^

^^^Aku belum menikahinya^^^

Me

Awas saja jika Vee kembali mengandung

Sebelum kalian menikah. Aku akan memotong adikmu!

Melyana memasukan kembali ponselnya. Ia tersenyum pada Vee. "Gaun ini bagus," ucapnya saat melihat Vee mengenakan gaun putih yang begitu mewah dan aksen warna merah muda di pinggirnya.

"Benar nyonya," ucap pelayan. "Beberapa permata yang di taburkan asli dan bahan yang di gunakan halus tidak kasar," sambungnya.

Melyana mengangguk paham. "How much?"

"Untuk Nyonya Venson gaun ini murah. Hanya seharga US$ 1 juta ,"

"APA?!"

...∆∆∆...

Venter menatap shock saat ibunya mengirim pesan seperti itu, ia refleks menyentuh adiknya yang tertutup celana.

"Astaga! Aku hanya menciumnya bukan menghamilinya lagi!" gumam Venter.

"Ancaman orang tua benar benar mengerikan," Venter bergidik seram.

Venter terdiam sejenak, apa yang di pikirkan Vee? Karena ia selalu berada di samping Vee kemanapun wanita nya pergi. Tidak ada masalah apapun, apa faktor lain? Faktor apa?

Cklek'

"Venter, ini beberapa lokasi yang bagus untuk kau menikah," ucap Nick sambil membawa beberapa foto kepada Venter.

Venter menatap foto tersebut satu persatu. Ia menatap dengan teliti. "Aku sudah meminta mu mencari informasi Vee. Lalu dimana tempat yang ingin Vee tuju?" tanyanya.

"Paris or London? Dua negara itu yang ingin ia datangi," ucap Nick. "Dia perempuan hebat makanya dia lulus dengan nilai memuaskan. Mahasiswi termuda saat itu," sambungnya.

"Dia memang terbaik," gumam Venter.

Nick menatap Venter, ia pun teringat sesuatu. "Kau ingat tidak?" tanyanya.

Venter menatap bingung. "Apa?"

"Saat kau menyuruhku dulu untuk menyelidiki tempat itu teryata Vee saat itu sedang datang acara reuni dan kebetulan ia memesan kamar disana. Bertepatan saat kau masuk dia baru selesai mandi," ringis Nick. "Yah tidak ada yang perlu disesali," sambungnya.

Venter terkekeh pelan. "Jika aku tidak ada disana tiga tahun yang lalu. Tidak akan ada Alvaro dan Alano sekarang," ucapnya.

"Kau benar,"

...∆∆∆...

Vee menatap gaun yang sudah di bayar Melyana di tangannya. Astaga harganya bikin dirinya menjadi gila. Apa tidak bisa menghemat sedikit? Uang segitu banyak hanya untuk membeli satu gaun saja! Astaga!

Vee memijat pelipisnya. Ia pun memasuki rumah Venter karena Melyana ibu Venter mengurus sisanya. Beberapa gaun yang di coba nya sedang di buat dan harus benar benar pas di tubuh Vee itulah kata Melyana.

"Kau kenapa?" tanya Venter heran, ia menyentuh kening Vee.

Vee menggeser tangan Venter. "Aku baik baik saja. Serius!" ucapnya.

"Kenapa wajahmu seperti lihat hantu saja?" tanya Venter lagi.

Vee mendengus. "Lebih dari hantu," ucapnya.

Venter menatap gaun yang ada di tangan Vee. "Ah gaun ini. Gaun yang memang cocok untukmu. Kau suka kan?" tanyanya.

Vee menggeram kesal, dirinya memang suka tapi harga gaun ini melebihi harga dari segalanya, membuat gila.

"Suka? Apa menurutmu ini tidak gila? Ibumu membuang uang hanya untuk satu gaun yang seharga 14 miliar! Satu gaun!" teriak Vee frustasi namun Venter menatap dengan santai.

"Apa semua orang kaya seperti ini? Astaga aku bisa stress!" Vee memegang kepalanya dengan kedua tangannya sambil menatap Venter frustasi.

"Mungkin," jawab Venter dengan santai sambil terkekeh. "Bagus kalau kau menyukainya," sambungnya.

Vee mendelik kesal. "Kau! Aishh! Kau gila ya?! harga 14 milliar kau buang cuma cuma!" ucapnya sambil memukul dada Venter.

Venter mengusap rambut Vee. "Harga segitu tidak akan membuatku miskin. Sekalipun kau meminta pulau pun akan aku turuti Vee," ucapnya.

Vee menepis tangan Venter lalu mendengus kesal. "Terserah kau saja! Aku malas berdebat denganmu," ucapnya.

Venter menggelengkan kepalanya melihat tingkah Vee yang sudah merajuk. Ia pun memeluk tubuh Vee. teryata ini yang mengganggu pikirannya? Uang sedikit seperti ini? Tidak menyangka. Banyak yang menginginkan uangnya namun Vee memiliki banyak akses untuk membeli apa yang ia mau namun tidak sama sekali di gunakan nya.

Venter tersenyum. "Aku suka kau yang seperti ini Vee. Aku suka. I love you baby!"

...∆∆∆...

...TBC...

1
Erlinda
aneh si venter ini bukan nya menyelesaikan masalah keluarga terlebih dulu malah sibuk dengan perasaan nya ..terlalu lebay dan ga cocok dgn gelar nya diawal cerita
Yuli Yanti
aq mamfir lgi thor
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita yg sangat bagus 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter 🤦‍♀️
Bundanya Pandu Pharamadina
perbuatan cucu mu kek🤭🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter sultan mah bebas, beli apapun tinggal perintah dan tunjuk
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter gercep juga 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
berjumpa dgn Ayahnya si kembar kah 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita bagus... sat set sat set langsung mengena pada intinya 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorite
👍❤
imhe devangana
pasti zen & ghea berhnti sejenk bernafas krn mendengr venter berbicara
imhe devangana
zen dkk klian tenang sj krn yg akan masuk itu pawangnya tuan venter
imhe devangana
😂😂😂😂😂
imhe devangana
membuat marga baru 👏👏👏 Venter tdk ada lawan.
awesome moment
sequelnya udh rilis kah?
sofy: belum sayang
total 1 replies
meimei
kewrenn
meimei
kewrennn
Leli Robiati
katanya tamat tapi blm tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!