saat itu Yudha berjanji tidak akan ada cinta di antara dirinya juga kekasih sahabat nya. namun siapa sangka cinta tumbuh di hatinya seiring dengan berjalanya waktu.
Season 2
Bagaimana rasanya mencintai orang yang banyak di cintai orang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan indra
Indra melajukan motor gede nya dengan kecepatan full. Kedua matanya menatap tajam jalanan yang sedang ramai di depanya. Apa yang baru saja di lihat nya membuat gemuruh di dadanya seakan meledak.
Dalam sekejap pria itu merasa semua yang di lakukan nya sia sia.
ia tidak seharus nya menyerahkan yua pada indra. Namun semua sudah terlanjur. Ia tidak bisa menyalahkan yua maupun yudha. namun ia juga tidak mau menyalahkan dirinya sendiri. Apa yang di lakukan nya semata mata demi hubungan nya dengan yua.
Indra menginjak dan menekan rem belakang juga depan secara bersamaan, membuat suara berdecit timbul dari gesekan aspal dan ban motor nya.
setelah menurunkan standar motor nya, indra terdiam dengan posisi tetap duduk di motor nya.
pria itu perlahan melepas helm yang di kenakanya. bayangan yudha dan yua berpelukan terus berada di depan matanya.
"AARRGGHHH !!!"
BRAKK !!
Teriakan indra dan suara keras benda jatuh secara bersamaan membuat orang orang yang berlalu lalang di taman menatap heran pada indra.
Dengan nafas memburu indra membanting helm nya. pria itu menjambak rambut nya sendiri frustasi. ia turun dari motor nya kemudian menendang setiap benda yang ada di sekitar nya.
Kali ini bukan hanya tatapan heran yang tertuju pada indra. Ada tatapan meledek, mencemooh, kasihan juga takut dari setiap mata yang melihat nya.
pria itu terlihat sangat terpukul dengan apa yang baru di lihat nya.
Tubuh indra meluruh dengan lutut sebagai tumpuan tubuh kekar nya. Perlahan bahu pria itu bergetar hebat. kedua matanya yang sedari tadi tampak bringas kini mulai meneteskan air matanya.
Indra sungguh tidak pernah membayangkan apapun tentang hubungan yua dan yudha.
Bagi indra kedua nya adalah orang yang sangat ia percayai.
Tapi indra menyadari indra bukan tuhan yang bisa mengatur perasaan seseorang.
Indra terduduk lemas di depan motor nya. Tidak ada yang bisa ia perbuat saat ini bahkan mungkin kedepanya.
Dari tatapan yua dan yudha indra tau bagaimana perasaan mereka.
"Kenapa? Kenapa gue begitu bodoh. kenapa?!!"
Indra kembali berteriak.
pria itu tidak memperdulikan berbagai tatapan yang tertuju padanya.
ia marah, menangis secara bersamaan.
Ia juga menyesal dengan apa yang di perbuat nya.
"Lo udah janji sama gue yudh. lo janji nggak bakal punya perasaan itu." lirih pria itu menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan.
Yudha terus meneteskan air matanya.
perlahan ia bangkit dari duduk nya. Tatapan nya tertuju pada kursi putih panjang yang berada tepat di bawah pohon rindang. disana lah tempat favorite nya dan yua jika bertemu.
disana juga tempat indra merasakan perbedaan pada yua untuk pertama kalinya. di sana pun indra juga pertama kalinya mengungkap kan perasaan nya dulu pada yua.
Perlahan indra melangkah menuju kursi tersebut. ia mendudukan dirinya disana. air mata masih terlihat jelas menganak sungai di kedua pipinya.
Tiba tiba bayangan masa lalu nya muncul begitu sangat detail.
ia tersenyum kala melihat yua yang begitu manja padanya. Yua yang begitu iseng. dan yua yang memanyunkan bibir nya ketika sedang merajuk kepadanya.
Indra menggelenkan kepalanya. Semuanya begitu lama ia pertahankan, begitu lama ia perjuangkan. Namun hanya dalam sekejap semuanya hancur. Dan itu karna kebodohanya sendiri.
Indra mengusap air matanya kasar.
pria itu mengatupkan rahang nya keras. nafas nya semakin memburu.
kali ini bayangan masa kecil nya bersama yudha yang memenuhi otak nya.
ia mengingat semuanya dengan jelas. semua kebaikan yudha. ketulusan yudha juga semua pengorbanan sahabat nya itu.
Yudha sudah sangat berjasa dalam hidup nya. masa masa susah nya yudha selalu ada. ia tidak pernah sekalipun meninggalkan indra menanggung beban berat nya sendiri.
Kedua ingatan tentang yua dan yudha membuat indra kembali meneteskan air matanya lagi dan lagi.
Pria itu sangat marah.
Tapi tidak tahu harus pada siapa ia melampiaskan kemarahanya. Kedekatan bahkan hubungan yang terjalin antara yua dan yudha adalah kesalahan nya.
indra tidak bisa menyalahkan keduanya. jika memang harus di salahkan bukan yudha maupun yua apa lagi dirinya.
Keadaan lah yang salah.
keadaan yang membuat indra terpaksa meminta yudha untuk menikahi yua.
Indra menghela nafas.
pria itu mencoba mengontrol nafas nya yang memburu. kedua tanganya mengepal mencoba meredam amarah di hatinya.
"nggak. gue nggak boleh emosi. gue harus tenang." lirih yudha dengan tatapan tajam nya.
"Yua dan yudha nggak boleh sampai tau kalau gue udah liat semuanya. yah mereka nggak boleh tau." kembali indra bergumam.
"Gue akan pura pura nggak tau apa apa. Dengan begitu semuanya akan baik baik saja"
indra tersenyum menyeringai. ia tau bagaimana sikap baik yudha. pria itu sudah berjanji padanya. yudha juga tidak akan mungkin begitu kejam mengambil yua darinya.
Setelah merasa sedikit tenang, indra bangkit dari duduk nya. pria itu melangkah kembali menuju motor nya.
Setelah ia menaiki kendaraan beroda dua itu tatapan kembali tertuju pada kursi panjang penuh kenanganya bersama yua. Seringaian kembali terukir di bibir nya sebelum berlalu dari taman itu.
___
Yudha baru slesai membersihkan dirinya. tangan kekar nya masih aktif mengusap rambut coklat nya mengeringkan.
tiba tiba indra penciumanya mengendus aroma harum masakan.
Yudha tersenyum.
ia tau dari mana sumber aroma harum tersebut.
Segera pria itu melempar handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut nya ke sofa seberang ranjang nya.
Kedua kakinya melangkah menuju meja makan.
Ketika sampai di meja makan yudha tersenyum melihat istrinya yang sedang sibuk menata beberapa menu makanan kesukaan nya.
"Eh yudh."
Yudha meringis ketika yua mengetahui keberadaan nya. Seperti kucing yang tertangkap basah mengambil ikan sang majikan.
"Yua." senyum yudha menatap istrinya.
Yua balas tersenyum.
perlahan gadis itu melangkah menghampiri yudha. setelah sampai di depan pria itu, yua meraih tangan besar yudha. gadis itu menggenggam lembut tangan yudha kemudian menarik nya menuju meja makan dimana ia menata hasil masakan nya tadi.
"Aku udah masakin semua makanan kesukaan kamu." kata yua terus mempertahankan senyum nya.
"Kamu duduk disini."
Yua mendudukan tubuh yudha di kursi kemudian meraih piring dan menyendokan nasi kepiring tersebut untuk yudha.
Tidak lupa gadis itu juga mengambil beberapa lauk pauknya.
"Yua. aku
"ssstt makan dulu" potong yua meletakan piring berisi nasi dan lauk pauk nya di depan yudha.
"Baiklah." pasrah yudha.
Yua mengambil posisi duduk di samping yudha. gadis itu terus mengumbar senyum nya menatap yudha yang mulai menyuapkan nasi ke dalam mulut nya.
Ia merasa sangat bahagia sekarang. yudha sudah kembali berada di samping nya. menemaninya.
Yua merasa hampir gila saat yudha menghilang begitu saja seperti di telan bumi. Tanpa kabar apapun.
Merasa di tatap terus oleh yua, yudha menghentukan aktivitas makanya. pria itu menoleh dan mendapati yua masih menatap nya.
Yudha mulai kembali menyendok nasi juga lauk nya. Pria itu menyodorkan sesendok nasi dan lauk tersebut tepat di depan wajah yua.
"kita makan bersama." kata yudha lembut.
Yua tertawa kecil namun tetap menerima suapan suaminya. Keduanya tersenyum saling memandang merasakan semuanya kembali terasa lengkap.
apa sih isi otaknya papa yua sampe segitunya ngusrusi adik tirinya jangan kena sindrom sister complek ni papa yua kayaknya iya deh beneran papa yua cinta am more my nya Rosa cuma gal bisa di kawinin krn saudara tiri
baru ini Ada seorang suami DN ayah jangan g rela marahi n istri DN anak kandung demi ngebela orang yg tidak Ada hubungan darahnya artinya momy Rosa lebih penting bagi papa yua