Karena sebuah kesalahpahaman membuat Arif jadi membenci Rara, beberapa tahun mereka berpisah akhirnya keduanya kembali di pertemukan lagi, namun rasa benci arif semakin bertambah, tatkala orangtua nya memaksa diri nya untuk menikahi rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit tak tega
"sy tidak apa-apa pak radit, saya baik-baik saja" balas rara dengan tersenyum, meskipun sebenarnya iyya tidak baik-baik saja.
"tidak apa-apa bagaimana, jelas-jelas kamu sakit, kaki kamu juga luka" ucap radit dengan nada marah.
"hehehe pak, ini cuma luka biasa kok, " balas rara
"ini kaki kamu, kok bisa pincang kayak gini" balas radit.
" kemarin nggak sengaja ketabrak motor pak" balas rara.
"apa, kok bisa? balas radit
" maaf pak, bukannya saya di panggil untuk membahas masalah pekerjaan ya pak, tukas rara
"apa ini karyawan yg anda maksud pak arif" potong gino.
"iyya pak gino" balas arif, namun pandangannya selalu tertuju kepada rara, seakan-akan ada rasa yg aneh.
"perkenalka saya gino, dari perusahaan andala group" ucap gino seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan rara.
"oh iyya pak, perkenalkan nama saya rara" balas rara.
"maaf, tp kalau misalnya kesehatan kamu tidak baik-baik saja, lebih baik kita tunda saja, kita bisa membicarakan nya nanti saja. ucap gino.
"sy tidak apa-apa kok pak, " balas rara
mereka pun membahas masalah pekerjaan, rara menjelaskan dengan sangat baik, gino pun senang akan hal itu, iyya terus saja memperhatikan rara menjelaskan secara detail. iyya merasa puas bekerjasama dengan perusahaan arif. sedangkan arif, entah iyya menyimak atau tidak yg pastinya iyya memandang rara terus menerus begitupun dengan radit.
"saya rasa hanya itu yg dapat saya jelaskan, pak" ucap rara.
"saya rasa semuanya sudah jelas, saya sangat paham dengan apa yg kamu jelaskan" ucap gino
"senang bekerjasama dengan perusahaan kalian" lanjut gio sambil mengulurkan tangan nya secara betgantian.
"senang juga bekerjasama dengan perusahaan mu" balas arif dan di lanjutkan oleh radit dan rara.
"kalau begitu saya pamit dulu, karna saya masih ada urusan, tp sebelum saya pergi saya mau meminta nomor rara dulu, bolehkan? ucap gino.
"oh iya pak, tentu boleh, " ucap rara.
rara pun memberikan nomor ponselnya ke gino, setelah itu gino pun pergi di antarkan oleh radit, kini hanya tinggal arif dan rara yg ada di ruangan tersebut.
"kalau begitu saya juga pamit pak, mau kembali bekerja, ucap rara sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.
namun sebelum iyya melangkah arif mencekal tangan rara, namun dengan halus rara langsung menepisnya, iyya masih mengingat perlakuan buruk arif kemarin.
" maaf pak, apa masih ada yg ingin bapak bicarakan? ucap rara seformal mungkin.
namun arif masih tak bergeming, iyya terus memperhatikan rara, ada rasa gelisah di dalam hatinya.
"baiklah, sy rasa sudah tidak ada lagi yg ingin bapak sampaikan, saya permisi dulu pak" lanjut rara.
namun lagi-lagi arif mencekal tangan rara.
"apa begini caramu berbicara dengan atasanmu" ucap arif.
"maaf pak, apa yg salah dengan ucapan saya? saya rasa saya berbicara dengan sangat sopan. ucap rara, terlihat matanya berkaca-kaca menahan air matanya agar tak jatuh mengingat perlakuan arif kemarin bersama teman-temannya.
arif terus memperhatikan rara yg airmatanya kini tak terbendung lagi, arif segera menghapus air mata rara menggunakan ibu jarinya.
" tolong jangan seperti ini pak" ucap rara
"memangnya apa yg saya lakukan" balas arif.
"tolong lepaskan saya pak, saya mohon" ucap rara dengan suara yg parau.
arif pun sedikit tak tega, melihat air mata rara yg mengalir deras, iyya langsung melepaskan rara.
terus semangat buat novel,,ku doain semoga nanti jadi penulis terkenal 🥰
Lea minta maaf ya...
kangen selalu sama kalian...